MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Dia Tinggal Cerita..


__ADS_3

"Kakak, amplopnya bayak banget.." Tanya sang adik merasa takjub melihat berkarung karung amplop yang kakaknya terima dari para tamu yang menghadiri dan memberi selamat atas di khitannya cucu laki aki dari perusahaan raksasa Prapanca grup.


Satu bulan sejak sang tuan muda memberikan hukuman kepada para pengganggu rumah tangganya, kini keluarganya mengadakan acara tasyakuran khitan dan kehamilan empat bulan sang istri.


Terus bagaimana nasib Kei setelah itu? Tentu saja nasibnya benar benar terjun bebas sampai ke titik paling bawah. Setelah hampir satu minggu di gilir oleh Santi dan teman temannya, skandal cinta antara Kei, Sonya dan ayahnya pun mencuat. Belum lagi skandal Kei pribadi yang dengan gigih ingin merebut istri dari orang paling berpengaruh di negara ini, membuat namanya semakin buruk di mata masyarakat terutama di mata para penggemar yang kebanyakn kaum perempuan.


Sang ayah, Yuda Alfarizky pun ikut kena imbasnya. Skandal cinta dirinya dengan Sonya dan anaknya membuat dirinya di pecat secara tidak hormat dari anggota dewan dan usaha yang dia jalani juga mengalami kehancuran secara signifikan.


Lalu, bagaimana nasib Sonya? Perempuan itu tentu saja namanya langsung melejit. Bukan karena kecantikannya, namu karena sifat dan kebiasaannya menggoda suami suami kelas atas menjadikan dia wanita yang paling dicari. Tak heran jika ada yang mencium bau perselingkuhan, nama Sonya lah yang pertama kali mereka cari.


Dan nama Sonya juga menjadi ketakutan tersendiri bagi wanita wanita lain yang berprofesi sebagau pelakor agar lebih berhati hati dalam menjerat laki laki orang. Tentu saja mereka harus hati hati karena istri tuan muda membuka semacam yayasan untuk menolong rumah tangga orang orang yang mengalami gangguan perselingkuhan. Tentu saja yayasan tersebut di sambut dengan antusias para wanita di penjuru negeri ini. Dengan berdirinya yayasan tersebut juga pastinya memberikan ancaman serius kepada setiap pria atau wanita yang melakukan perselingkuhan di dalam hubungan rumah tanga. Mereka harus berpikir ulang jika ingin berselingkuh. Karena jika ketahuan dan dilaporkkan ke yayasan milik istri tuan muda, bisa dijamin hanya kehancuran yanng mereka dapat dengan nama yang mencuat sebagai berita.


Dan saat ini semua anggota keluarga dan beberapa orang terdekat dari keluarga Prapanca nampak berkumpul diruang keuarga setelah acara tasyakuran usai.


"Adik mau?" Tanya Dion kepada adiknya yang masih takjub melihat berkarung karung amplop yang di letakkan di halaman belakang.


"Emang bolah kak?" Tanya adiknya.


"Ya boleh lah, adek tingal pilih."


Dian menatap karung karung yang ada di depan matanya dengan bola mata yang berbinar. Setiap karung terisi penuh amplop yang entah berapa nominal dari setiap isi amplop tersebut.


Keluaraga Prapanca memang sengaja mencantumkan dalam undangannya bahwa tamu yang hadir dilarang memberi hadiah dalam bentuk lain kecuali seuatu yang ditaruh di dalam amplop. Karena hal itu berhubungan dengan keinginan sang cucu yang saat sunat ingin mendapatkan amplop yang banyak.


Hampir lima puluh karung terisi penuh oleh amplop amplop sumbangan para tamu. Entah siapa nanti yang akan membukanya. Mungkin akan bergotong royong antara asisten rumah tangga dengan pemilik rumah.


"Mba, ini serius isinya amplop semua?" Tanya Mita yang benar benar merasa takjub dengan hamparan karung berisi amplop.


"Aku juga kaget Mit. Jadi orang kaya gini amat yah." Ucap Mawar dan di iringi tawa ketiga perempuan yang ada disitu.


"Hahha, coba deh aku buka salah satu amplop." Ucap Sinta dan dia mengambil satu amplop tipis.

__ADS_1


"Tipis amat." Ucap Mita


"Paling uang seratus ribu." Tebak Sinta.


"Buka aja coba." Pinta Mawar.


Dan Sinta segera membukanya. Ketiganya terbelalak saat mengetahui isi amplop tersebut.


"Bener Mba Mawar isinya cuma seratus, tapi seratus juta dalam bentuk cek."


"Hhahaah gila, terus ini yang lain kira kira berapa tuh?" Tanya Mita


"Mungkin jika ditotal bisa buat pulau kali Mit." Ufap Sinta Dan lagi lagi semuanya tergelak.


"Dion benar benar anak sultan ini mah."


"Mamah...!" Teriak Dian menghampiri mamahnya dan dua tantenya.


"Eh iya sayang kenapaa? ada apa?"


"Emang kakak udah ngijinin dek?" tany sinta.


"Sudah, katanya adek disuruh ambil beberapa karung."


"Astaga, ah iya sih bener, diambil satu karung juga masih banyak banget."


"Ya sudah nanti kita buka sama sama dan dibagi aja yah." Tanya Mawar dan Dian hanya mengangguk.


"Kalian lagi gapain disini? Masuk Mawar. Dingin loh, nggak baik buat ibu hamil." Ucap Airin begitu dia melihat menantunya sedang duduk di teras belakang.


"Ini mih, lagi liat karung berisi amplop."

__ADS_1


"Oh, ya udah kalian masuk, nggak bakalan hilang juga tuh karung."


Mereka semua pun kembali ke tempat dimana para lelaki sedang berkumpul.


"Sayang kenapa diam? " Tanya Mawar kepada anak yang baru saja disunat.


"Ngantuk mah."


"Oh, pah, ini Dion ngantuk, pindahin ke kamar tolong."


Damar yang sedang bercengkrama dengan kedua sahabatnya pun segera berdiri.


"Ngantuk sayang? ya sudah sini papah yang gendong."


Meskipun Dion du khitan dengan metode canggih saat ini, namun tetap saja yang namnya anak sunat pasti masih ada rasa takut maupun sakit. Malam ini rencanya Damar dan sang istri memutuskan tidur terpisah. Damar menemani Dion dan Mawar menemani Dian.


Setelah mengantarkan Dion ke kamarnya, Damar kembali bergabung dengan yang lainnya. Obrolan saat ini di dominasi dari seputar dunia kerja dan persiapan pernikahan yang tak lama lagi akan di selenggarakan.


Yang pasti desas desus pernikahan tiga pria ini juga sudah menjadi trending di khalayak ramai. Bagaimana tidak trending, tiga pria tampan akan melangsungkan pernikahan secara bersamaan di bawah naungan Prapanca. Sudah pasti berita ini adalah berita yang menjadi topik hangat dan sangat di tunggu.


Obrolan pun tak lama kemudian berakhir karena waktu yang sudah semakin larut.


Semua orang sudah nampak terlelap melepas lelah dari segala rutintas di siang hari, namun pemandangan berbeda justru terlhat dari salah satu kamar.


Sepasang suami istri terlihat asyik menikmati saat bersatunya belalai gajah di dalam sarang kesayangannnya. Terlihat di sana tubuh sang istri meliuk yiuk sembari tangannya menekan kepala sang suami yang sedang menyesap satu persatu bukit indah yang terguncang akibat hujaman lembut nan mengasyikan dari belalai gajah di bawah sana.


Padahal sang suami sudah sering melahap benda kembar milik sang istri, namun entah kenapa, dia sepertinya tak pernah bosan dengan benda yang tidak akan pernah ada tanggal kadaluarsanya tersebut.


Hingga tubuhnya bergetar ketika merasakan belalai gajah berkedut dan saatnya dia meludah di sarang kesayanganya.


"Aakhh..!!!"

__ADS_1


Lengkingan nikmat dan puas tercipta sebagai simbol kalau ludah itu telah keluar dari lubang belalai gajah. Dan pemilik belalai gajah pun ambruk dengan keringat yang bercucuran.


@@@@


__ADS_2