
Pria ini dengan sigap mengambil handphone Saskia yang terjatuh dan mengulurkan tangan memgembalikan handphone pada Saskia yang masih syok seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar tadi dari Bunda.
Dan kini sosok yang dimaksud itu berdiri dihadapan Saskia.
" ya Tuhan," jerit hati Saskia.
" Saya Irwan, pemilik Coffee Shop Sepetak," ujar mas Irwan memperkenalkan diri dan terulur tangan mas Irwan pada Saskia untuk berjabat tangan.
Saskia yang canggung juga kaget membuat ujung jarinya kaku dan dingin.
" Saskia," jawabnya lemas.
" Kamu gak papa Kia,,??" tanya mas Irwan yang mungkin merasakan ujung jarinya yang dingin.
" Gak..,gak papa Mas hanya kaget saja, ternyata Mas Irwan pemilik cafe ini, dan menjadi salah narasumber udangan ke seminar perusahaan Kia?? " jawab ku masih agak kaku dan kembali duduk sembari memasukan handphone kedalam tas.
" Iyya, Mas juga kaget waktu dapat kabar dari Asisten, katanya ada yang mau bertemu dan menyebut nama perusahaanmu dan ternyata orang itu Kamu,." jawab mas Irwan seraya memanggil pelayan dan meminta daftar menu.
Saskia masih diam menatap mas Irwan, buyar sudah tujuan awal datang ke cafe ini, dan hanya terngiang perkataan Bunda tanggal pernikahan dirinya dan mas Irwan.
" Kamu pesan apa Kia??," tanya Mas Irwan seraya melihat pada Saskia dan memberikan daftar menu padanya.
" Hmm, kayaknya Kia pesan Manggo Thai aja Mas" jawab Saskia yang hanya sekilas melihat menu.
mas irwan/" kamu yakin?? disini rekomendasinya spagetti loh,," tutur mas irwan meyakinkan aku
" Mungkin nanti Mas, Kia masih agak kenyang," jawab Saskia.
" Iya kenyang kejutan," lanjut Saskia menjawab dalam hati.
" Oke kalau gitu," jawab Mas Irwan dan memanggil pelayang.
" Mas maaf, untuk Manggo Thainya bisa minta tolong jangan banyak es yaa, dan nambah satu air mineral biasa jangan dingin,," ssela Saskia ketika mas Irwan memesan menu ke si pelayan.
Mas Irwan melirik pada Saskia sedikit, lalu melanjutkan pesanan dan si pelayang mengangguk kemudian berlalu meninggalkan Saskia dan mas Irwan.
" Sekarang mau bahas apa dulu sama mas Irwan, " pikir Saskia.
" Kantorkah? atau pernikahan ??" dan dengan sadarnya Saskia mencubit pahanya sendiri agar bisa kosentrasi.
" Jadi, Kamu sudah dengar berita??, " tanya Mas Irwan.
__ADS_1
" Ah iyya,, barusan tadi dari Bunda," jawab Saskia dengan kaku.
" Maka dari itu Kia kaget Mas," sahut batin Saskia.
" Maaf, Mas gak bicara dulu sama Kamu, tapi langsung sama kakak mu Riyadh, apa Kamu keberatan??," tanya Mas Irwan melihat pada Saskia dengan tatapan serius.
" Hmm, gak kok Mas, " jawab Saskia ragu.
" Keberatan sih,," sahut batin Saskia.
" November itu dua bulan lagi, " pekik batin Saskia yang auto menangis.
Dan Mas Irwan tersenyum pada Saskia.
" Duh mas, Kia udah capek bilang kalau kamu ganteng,, jadi pliss stop pancaran itu" rutu batin Saskia yang jadi gagal fokus melihat wajah rupawan mas Irwan.
" Baik kalau gitu apa yang bisa Mas bantu untuk perusahaanmu," tanya mas Irwan santai.
Perlahan Saskia menjelaskan perihal keperluan perusahan mengundang mas Irwan sebagai narasumber di acara seminar perusahaan.
Setelah lama menjelaskan kan dan membahas terjadi kesepakatan yang telah ditentukan dan mas Irwan menyetujui untuk mengisi seminar tersebut.
Saskia pun melihat pada jam yang sudah masuk waktu Magrib, sehingga ia meminta izin mas Irwan untuh sholat Magrib dulu.
" Ya sudah, ayuk bareng kita ke musholla, " ajak mas Irwan pada Saskia.
" Ah, iyya Mas," jawab Saskia cepat sembari meminum air mineral, namun tak sengaja karena terburu-buru tubuh Saskia sedikti limbung ketika tak seimbang berdiri, sehingga nyaris jatuh.
Tapi dengan cepat tangan mas Irwan meyambar tubuh Saskia dan menarik kedalam pelukannya sehingga menumpahkan air mineral itu ke lantai.
" Kamu gak papa?, " tanya Mas Irwan dengan wajah cemas menatap Saskia dan tangannya masih menahan tubuh Saskia dipelukannya.
" Ki, Kia gak papa Mas?, " jawab Saskia terbatah-batah.
" Ah sial, ini terlalu dekat, " gumam batin Saskia yang tanpa sadar tercium aroma segar dari tumbuh mas Irwan dan buru-buru Saskia menjauhkan diri.
" Makasih Mas".
"ah iyya, ayuk ," ajak Mas Irwa dan Saskia pun mengangguk mengikutin langkah mas Irwan dibelakangnya.
Selesai sholat Saskia memilih untuk segera pulang, dan mas Irwan mengikutinya hingga ke arah mobil Saskia terparkir.
__ADS_1
" Mas, Kia pulang dulu yaa, terima kasih waktunya".
" Iya, tapi apa kamu gak makan dulu, setelah itu baru pulang, " saran mas Irwan dengan nada agak cemas.
" Makasih Mas, tapi Kia gak mau kemalam dijalan," jelas Saskia. Namun kenyataannya mau buru-buru pulang karena tulang-tulang Saskia seakan mau copot tak kuat lagi bertatap mas Irwan.
" Baiklah, hati-hati dijalan ya, salam Mas untuk Bunda, " ujar mas Irwan menemani Saskia hhinggaia masuk kedalam mobil.
Dan Saskia pun berlalu begitu saja, terlihat bayangan mas Irwan dari kaca spion masih melihat arah mobil Saskia.
" Maaf Mas, hari ini benar-benar hari melelahkan untuk Kia, " ucapnya sendiri.
" Mulai dari ketemu Yovan yang buat badmood, ditambah kabar dari Bunda soal tanggal pernikahan dan, dan bertemu dengan kamu langsung, sungguh hari roller couster untuk ku," gumam batin Saskia yang larut dalam pikirannya.
Dan mobil Saskia pun melajut dengan rinti-rinti hujan yang seakan mendingikan suasana, mengalun merdu musik dari Rothy-Cloud.
" Afraid that someone will see
i'm running yot another day
i try to act sensitive
but whenever i see you, my lips curl up
i look in the mirror to see how i look like
(desperate) i approached you playfully
but i froze up right away, ice
when you said you wished it would rain
i wanted to hide under an umbrella
why do i act like this whenever i see you?
like a slowly movie"
🍃🍃🍃
Dan benar Saskia pulang di jam yang salah, sesampai dirumah sudah jam 10 lewat dan waktunya terbuang di jalan 3 jam.
__ADS_1
" Bener-bener Jakarta, " gumam Saskia yang lelah.
Ia pun masuk rumah, dan sepertinya Bunda sudah tidur. Saskia pun berjalan gontai pada pintu kamarnya dan menanggalkan blaser langsung yang dan menjatuhkan diri ke kasur.