
Subuh itu Saskia bangun dengan berat, dan merasa nyeri di pipinya.
Semalam adalah bertengkar hebat dengan Kak Riyadh.
Saskia bangun menuju bufet cermin dikamarnya lalu meraba pipinya yang terlihat bengkak dan ada luka di ujung bibirnya
Dalam pikiran Saskia sekarang bertekat untuk pergi dari rumah ini. Sudah tak ada lagi yang mengerti dengan dirinya.
Ia, beranjak kekamar mandi dan berwudu untuk Sholat subuh. Sepertinya hari ini ia tak pergi kekantor karena pipinya sedikit bengkak.
Setelah selesai sholat, ia meraih handphon dan melihat ada 4 telfon yang tak iya jawab, dan 8 pesan Wa dari Yovan.
Dia hanya membalas seadanya. Beban berat dihatinya sudah tak tertahankan lagi iya ingin segera pergi dari rumah ini.
" Kia gak masuk kantor, semalam bertengkar dengan Kak Riyadh.., Yovan tolong bawa Kia sekarang," tulis pesan Saskia pada Yovan.
" Akhirnya kamu mengerti aku, siang ini kalau kamu sempat kita ketemu di cafe biasa," balas pesan Yovan.
Saskia merebahkan tubuhnya di ranjang, dan pikirannya melayang membayangkan rencana pergi dari rumahnya.
🍃🍃🍃
Saskia datang pada di cafe biasa dengan menggunakan masker menutupi wajahnya.
Ia menunggu Yovan sembari membalas pesan dari Mira, menanyakan mengapa iya tak masuk hari ini.
Dan iya melirik jam tangannya, dan bertanya-tanya mengapa Yovan lama??
Tak biasanya pria itu telat sampai 1 jam lebih, Yovan membuat Saskia menunggu.
" Apa karena ada rapat?? ah tapi biasa Yovan akan mengabarinya, pikir batin Saskia menebak-nebak.
Setelah di tunggu-tunggu akhirnya sosok Yovan datang. Yovan terheran dengan penampilan Saskia, ia hampir tidak mengenalinya.
" Kia??"
" Ini aku sayang," sembari membuka masker, dan terlihat luka dibibirnya dan sedikit luka di sudut bibirnya.
Sontak membuat Yovan kaget.
" Ya ampun apa yang terjadi?? kenapa pipi mu sampai begitu??," tanya Yovan cemas.
Saskia tak terpendung lagi menangis dihadapan ke kasihnya dan bercerita tentang kejadian semalam, lalu memutuskan untuk ikut rencana Yovan.
" Kalau kamu yakin aku akan buat rencana jadwal kita pergi, kamu bawa seadanya saja, aku akan kabari Bukdedi Cirebon,"
" Mama kamu gimana??"
" Mama aku selalu setuju dengan keputusan aku, dia percaya penuh dengan ku," ucapnya bangga
"sekarang kita liat tanggal yaa,," saran Yovan sembari mengeluarkan handphone dan melihat kalender di aplikasi.
Saskia pun ikut melihat pada arah handphone Yovan.
" Kamu yakin tanggal berapa??"
" Secepatnya,," sahut Saskia cepat.
" Bagaimana tanggal 1 November, dan tanggal 3 November kita nikah di KUA setempat," jelas Yovan.
" Aku mau di hari ulang tahunmi, kamu punya status baru sebagai istriku,," wajah Yovan berbinar melihat Saskia
Saskia hanya mengangguk saja, menyetujui keputusan Yovan. Dan tanggal 1 November itu tiga hari lagi.
Saskia dan Yovan merencanakan sangat spesifik detail hingga sampai di tempat Bukde Yovan. Dengan menggabungkan tabungan mereka, Saskia dan Yovan nekat untuk menghalalkan hubungan mereka walau tanpa restu Bunda Saskia.
🍃🍃🍃
Dan sampai ditanggal yang direncanakan, Saskia bangun lebih awal pagi itu. Ia gugup dan stres, entah bagaimana gejolak hatinya sekarang membuat Saskia tak bisa berpikir tenang.
Waktu bergitu cepat menujukkan jam 8 lewat, Saskia keluar kamar dan tak berjumpa dengan Kak Raniya juga Bunda.
Ia pun bergegas keluar rumah dan berjalan dengan pasti ta pa menoleh kerumahnya lagi.
Iya pun menaiki taksi dan menuju hotel yang sudah Saskia dan yovan janjikan.
Dan sesampai di depan hotel, Saskia seperti menerima pesan masuk di handphonenya.
Namun tak langsung dibaca, ia masuk ke dalam hotel untuk cek in kamar.
Ketika berada didalam kamar hotel, ia sedikit lega karena proses keluar dari rumah sangat mudah.
Dan saskia mulai mengecek handphonenya yang tadi terlihat memiliki beberapa pesan.
Pertama laman pesan dari group kantor
yang mengabarkan bahwa Yovan naik jabatan ke level Brand manajer.
Dalam hati Saskia bangga, Yovan orang yang tekun dalam bekerja untuk mengapai apa yang ia mau.
Dan matanya terhenti di laman pesan dengan nomor tak dikenal mengirim picture gambar seorang pria dan wanita berpelukan, diliat dengan teliti ini diambil di parkir belakang kantor pada malam hari.
Saskia melihat sekilas fisik pria itu mirip Yovan
Cepat-cepat ia, meletak kan handphonen dan mulai berpikir.
" Gak itu bukan Yovan, karena foto pencahayaannya gak pas," pikir batinnya mengelak.
__ADS_1
" Tapi nomor siapa itu, kembali ia melirik handphonenya dan memperhatikan wanita yang sedang berpelukan dengan pria yang mirip dengan Yovan tersebut.
Tanpa pikir panjang Saskia mengirim pesan pada Yovan dan mengabarkan bahwa ia sudah berada di hotel.
Dan seperti dugaannya, Yovan masih dikantor, karena kenaikan jabatan mungkin agak mundur jadwal kebarangkatan mereka ke Cirebon dan Saskia memakluminya.
Waktu terus berjalan hingga menunjukkan jam 4 sore, namun masih belum ada kabar dari Yovan.
"Dari rumah juga tak ada kabar, apa mungkin Kak Raniya atau Bunda belum sadar bahwa Kia sudah kabur dari rumah," pikir batin Saskia.
Tapi sejujurnya sedari tadi hatinya tak tengan. Benar-benar tak tenang setelah menerima pesan misterius dengan foto pria dan wanita tadi.
Karena lapar Saskia pun memutuskan untuk turun menuju Mall yang berdekatan dengan hotel dan kantornya itu. Disana ada resto yang sangat iya sukai makanannya.
Saskia menunggu Grab online yang telah iya pesan dan ketika Grab sampai ia pun segera duduk di belakang.
Ketika dipersimpangan lampu merah menuju kantor dan Mall yang ia tuju, Saskia meliahat mobil Fortuner milik Yovan
Sambil menunggu lampu merah, Saskia mencoba mengirim pesan pada Yovan.
" Sayang kamu dimana??" sembari memperhatikan plat dan ciri-ciri mobil Fortuner itu yang sama persis dengan milik Yovan.
" Masih dikantor, maaf Kia mungkin aku akan lembur, tapi jam 8 aku akan kesana," balas pesan Yovan.
Jlep..
Seperti tersambar petir melihat balasan dari Yovan dan melihat kenyataannya bahwa Yovan sedang mengendarai mobilnya dan entah mau kemana.
Buru-buru Saskia membuat kesepakatan dengan Abang Grab online untuk mencansel pesanannya, tapi iya akan menambah 300 ribu jika mau mengikuti mobil Fotruner warna silver metalik yang berada tak jauh dari depannya.
Saskia mengikuti terus mobil Yovan entah kemana, dengan hati cemas memikirkan hal-hal yang tak sanggup ia bayangkan.
Mobil Fortuner silver itu memasuki area restoran Jepang.
Saskia pun ikut turun dari Abang Grab online itu setelah membayar sejumlah uang, lalu berlari kecil sambari sembunyi-sembunyi mencoba mencari sosok Yovan.
Untungnya Saskia menggukanan masker dan topi, sehingga kecil kemungkinan orang akan kenal dirinya.
Berselang beberapa lama Saskia menunggu Yovan untuk duluan masuk, ia menekatkan diri untuk mengikuti pria berjalan santai itu.
Saskia ingin lihat kenyataan ada apa sebenarnya dengan Yovan, kenapa ia berbohong.
Didalam restoran ia melihat-lihat sosok Yovan itu dan terlihat pria itu duduk di pojok sambil menatap layar handphonenya.
Saskia pun duduk berjauhan tapi masih bisa melihat dengan jelas aktifitas Yovan.
Sembari melihat-lihat Yovan, Saskia memesan minuman dingin, karena ia sudah hilang rasa lapar karena kebohongan Yovan yang pertama.
Tak lama berselang Saskia memesan minuman, ia melihat seorang perempuan yang tak lain adalah Mira sahabarnya, berjalan dengan pasti menuju Yovan.
Namun betapa syoknya Saskia ketika melihat Mira dengan leluasa menjatuhkan pelukan dan ciuman bibir pada Yovan.
" Yovan dan Mira..,sejak kapan??,"
pikiran Saskia kosong, ia benar-benar syok dan
seluruh tubuhnya lemas.
Bahkan airmata pun tak bisa turun lagi karena terlalu kaget.
Saskia mencoba bertahan dengan terus melihat Yovan dan Mira yang seperti sedang membicarakan sesuatu dengan serius.
Rangkulan dan ciuman mereka yang seakan tak memperdulikan tempat membuat Saskia jijik melihatnya.
Nyaris dua jam Saskia melihat perbuatan Yovan dan Mira.
Hingga berakhir dengan Yovan meninggalkan Mira yang tinggal dengan masih memegang handphonenya.
Dengan seluruh sisa kekuatan yang Saskia punya, ia bangun berjalan menuju Mira.
Sambil melepaskan maskernya dan topi Saskia duduk di hadapan Mira, dan betapa terkejutnya Mira melihat Saskia dengan tatapan tajam.
" Koa??," seru Mira syok.
" Sejak kapan??," tanya Saskia tajam
" Sudah lebih lima bulan, aku yang berada di sisi Yovan," sahut Mira yang akhrinha memperlihatkan sifat aslinya.
Saskia hanya mengangguk dan tertawa kecil. Betapa bodohnya ia selama ini, dihianati sahabat dan kekasihnya, hingga bahkan ia masih ingin kawin lari dengan pria brengsek itu???.
" Aku benar-benar sudah gila," gumam batin Saskia tak percaya.
Saskia pun berdiri ingin pergi namun terhenti dan berbalik menghadap Mira.
" Aku benar-benar bodoh, awalnya aku pikir hanya rumor bahwa kau sampah dikeluarga mu, tapi sekarang aku yakin bahwa ayahmu pantas memperlakukan mu bagai orang asing dan kau pantas pertemu dengan sampah seperti Yovan,," ucap Saskia meradang menghin Mira.
Tak terima dengan ucapan Saskia, Mira bangun dengan wajah emosi dan hampir menampar Saskia, namun dengan cepat Saskia menahan tangan Mira.
" Beraninya kau!!," rutu Mira marah.
" Yovan jenuh dengan mu yang tak memberi kepastian, dia lebih membutuhkan aku yang bisa memberi segalanya, .,"ucap Mira dengan suara lantang yang membuat seisi ruangan restoran rius melihatnya.
Dengan sekali hentakan tangan Saskia, Mira terjatuh, yang tak seimbang karena sepatu hak tingginya.
Sakit hati mendengar ucapan sahabatnya, Saskia pun berlalu meninggalkan Mira.
Karena terlanjur malu Mira berteriak-teriak didalam resto sambil mengupat Saskia.
__ADS_1
Saskia pun berlalu memanggil taksi dan meluncur menuju hotel.
🍃🍃🍃
Dengan langkah pasti Saskia menaiki lift menuju lantai kamar yang iya pesan dengan Yovan.
Saat ini isi kepala Saskia hanya ingin putus dengan ******** Yovan.
Sesampai didepan pintu Saskia menarik nafas panjang. Dengan kekuatan yang ia miliki, hubungan ini harus dia selsaikan sekarang.
Klik.., suara pintu terbuka.
Saskia masuk dan tak menemukan Yovan, tapi ia mendengar suara air dari kamar mandi.
Saskia duduk di sofa sambil menunggu Yovan.
Dan ketika t pintu kamar mandi terbuka, terlihat Yovan dengan handuk melingkar dipinggang dan dadanya yang bidang terpampang disana, tapi yang dilihat oleh Saskia adalah rasa jijikan yang membuatnya mual mengingat betapa Yovan dan Mira saling peluk tanpa sungkan.
" Kamu, dari mana saja??" tanya Yovan sembari menghampiri Saskia.
Dengan tanpa basa basi Saskia berdiri dan menyerahkan handphone yang sudah terpampang foto Yovan juga sahabatnya Mira, yang sempat Saskia abadikan sebagai senjatanya menghadapi Yovan.
Dan betapa kagetnya Yovan dengan segera iya meraih tangan Saskia. Namun tanpa ragu Saskia menepis seolah jijik untuk disentuh oleh Yovan.
" Aku gak akan tanya apa pun, dan aku gak mau penjelasan apa pun, yang aku mau kita PUTUS" ucap Saskia dingin dan tegas pada Yovan
Yovan terpaku dengan suara amarah Saskia yang tersirat dari suaranya. Yovan kaget tidak pernah ia melihat Saskia semarah ini.
Saskia pun mengambil kembali handphonenya dari tangan Yovan lalu berjalan menuju pintu kamar tanpa mengambil barang yang ia bawa tadi dari rumah.
Tangan Yovan memengangi Saskia.
" Dengar kan aku dulu, pliss ini gak seperti kamu bayangi kia..,percaya pada ku sayang, " ucap Yovan memohon.
Dengan kuat Saskia berusaha melepaskan tangan Yovan dan berakhir dengan injakan sepatu Saskia sekuat-kuatnya pada kaki Yovan.
Sehingga Yovan menyeringai kesakitan dan baru laah tangan itu melepas Saskia.
Terlihat Yovan mengejar Saskia yang berlari menuju pintu staff hotel, tapi langkah Yovan terhenti karena ia hanya mengenakan handuk. Dan hanya terdengar panggilan nama Saskia disepanjanh lorong, dan beberapa tamu yang lewat melihatnya dengan aneh.
Setelah turun kebawah hotel Saskia buru-buru memasuki taksi, dan ia hanya asal saja menyebut tujuannya kepada supir taksi.
Didalam taksi ia berusaha bernafas normal dan tiba-tiba telfonnya berdering. Tertera nama kak Raniya disana, tak ambil pusing Saskia mengangkat telfon tersebut.
" Mamu dimana?? Bunda dirumah sakti.. jatuh pingsan," seru kak Raniya bernada panik.
" APA??,dimana??, Kia langsung kesana kak, " ujar Saskia panjk dan berdoa Bundanya masih diberi umur panjang agar dapat memohon ampun dengan semua kesalahnya selama ini
Taksi Saskia pun berputar arah ketujuan rumah sakit tempat Bunda berada.
Sesampai dirumah sakti, Saskia berlari-lari seperti orang gila, mencari-cari sosok yang mungkin ia kenal dan menanyakan ruangan IGD dimana, hingga akhirnya ia bertemu kak Aya dan kak Raniya disana.
" Bunda gimana??," tanya Saskia bergetar.
" Belum tau tadi waktu masuk Bunda masih belum sadar,,"
" Sabar, kak Riyadh lagi didalam mendampingi Bunda, keluarga hanya diizinkan satu orang memdampingin pasien," jelas kak aya seraya mengelus punggung Saskia.
" Ya Tuhan, ku mohon panjangkan umur Bunda, aku akan sujud mohon maaf pada Bunda,,"
ucap batin Saskia seakan ingin berteriak.
Sejam dua jam bahkan tiga jam berlalu, tapi kak Riyadh belum muncul-muncul dari ruang dalam IGD.
Saskia melihat kak Aya sidah begah, dengan perut buncitnya yang sudah masuk lima bulan kehamilan. Saskia berusaha mencari alas koran untuk bisa kak Aya duduk di pingiran tembok taman.
Namun tiba-tiba pintu IGD terbuka, terlihat kak Riyadh dan beberapa Perawat memdorong tempat tidur Bunda.
Wajah Kak Riyadh pucat.
Saskia lemas melihat Bunda terbaring dengan oksigen dan beberapa alat infus tertancap di tangannya.
Dorongan tempat tidur yang membawa bunda sampai di kamar super vip dan para Perawat dengan sigap membereskan alat yang dibutuhkan Bunda.
Dokter tiba-tiba masuk dan menjelaskan kondisi lanjutan dari Bunda nanti.
" Ibu akan sadar dengan sendirinya, mohon untuk tidak memberi kabar yang memberi guncangan karena akan berakibat fatal untuk pasien, baik itu saja saya permisi,," jelas Dokter seraya berjalan keluar dan di ikuti Perawat.
Saskia terpaku melihat kondisi Bunda.
Sekilas bayangan kondisi Bunda membawa Saskia seakan kembali melihat peristiw ayah dulu.
Syok, Saskia pun terjatuh lemah.
Dan Kak Riyadh datang menghadap Saskia.
" Sudah puas kamu, melihat Bunda sesakit ini?? apa kamu mau tunggu Bunda mati baru kamu senang??," ucapan pedas kak Riyadh ketus dan dingin.
Saskia berusaha berlutut didepan Kak Riyadh.
" Kak, Kia minta maaf, Kia minta maaf sungguh Kia menyesal,," ucap Saskia sembari menangis tersedu-sedu.
" Kia..., kia sudah tinggalin Yovan, Kia bersumpah gak akan bertemu dia lagi, Kia juga akan resing dari perusahaan itu. Kia mohon kak.., maafin kia kak riyadh,," ucap Saskia pilu mengangis sambil tertunduk menyesal di hadapan kakak kandungnya.
" Minta maaf pada Bunda, hati Bunda hancur melihat kamu melawan dirinya, siang malam dia tidak tidur makanya Bunda jadi Hipertensi dan menyebabkan sakit jantung. Kalau bukan karena Raniya tadi mungkin Bunda udah gak selamat." ucap kak Riyadh dingin.
Mendengar penjelasan kak Riyadh, kak Raniya hampir jatuh pingsan karena tak kuat mendengar kenyataannya, kak Aya pun menangis.
__ADS_1
" Kakak mohon sama kamu, kembalilah kia..," ucap kak Riyadh sembari mengangis dan mengapai bahu Saskia yang menangis sejadi-jadinya.
Saskia tak bisa berkata-kata, ia menangis sekuat-kuatnya dalam pelukan kak Riyadh. Hatinya benar-benar hancur.