Meet You Now

Meet You Now
44


__ADS_3

suasana restoran hotel begitu indah, dengan view menghadap ke laut seakan melihat samudra yang terbentang luas.


saskia berjalan beriringan dengan mas irwan menghampiri satu meja yang tengah asyik berbincang.


kak cecek/"yaaaa,, liat siapa yang bangun kesiangan, tidak kah kalian membuat semua iri disini??"ujar nya melihat saskia dan irwan berbarengan


dion/"akhirnya kau datang"seraya bangun memeluk mas irwan (salam bro)


stella tersenyum kearah saskia


stella/"biarkan mereka makan dulu sayang,," ucapnya menarik lengan dion untuk duduk kembali.


"kemarilah kia, biar irwan yang mengambil untuk mu,,"seraya menarik kursi disampingnya.


mas irwan/"duduk lah,,"


saskia hanya mengangguk saja dan berjalan menuju kursi disamping stella.


dan mas irwan pun beralih menuju prasmana.


stella/"mengapa tak ikur dinner tadi malam?"


saskia/"ah, maaf semalam aku ketiduran dan mas irwan baru sampai,,"


stella/"ah,, "


kak cecek/"kau tak mengundang geng ribut??


stella/"ah,, ku undang tapi mungkin mereka datang saat acara nanti malam,,"


mas irwan kembali dengan sepiring yang sudah terlihat penuh makanan,,


mas irwan/"makan laah,,"ucapnya seraya meletakkan piring itu di hadapan saskia.


saskia/"mas, ini banyak banget,,"


mas irwan hanya tersenyum, dan tangannya memanggil seorang pelanyan.


pelayan/"ya ada yang bisa saya bantu tuan?"ucapnya seraya berdiri disisi irwan


mas irwan/"ko,,


belum selesai mas irwan berbicara, terdengar suara seorang wanita ikut memesan.


wanita/"kopi,,buatkan dua kopi hitam tampa gula,," ucapnya yang kini tepat berada didepan meja dengan senyum mengembang.


stella/"ines,,"ucapnya terpaku.


dan saskia berpaling melihat sosok ines. sosok yang pernah dilihat dalam lembaran foto itu kini berdiri didepannya.


kak cecek/"waw,, inezzzz,,"kak cecek terkejut dan bangun menghampiri ines dengan senyum seraya berpeluk.


"kau benar-benar kembali??ini gila, aku pikir tak akan bertemu dengan mu,,"berbinar

__ADS_1


inez/"hei,,stella dion,,lama tak berjumpa?"


ucapnya menatap keduanya.


saskia melihat kesisi mas irwan dengan rawut wajah tegang,,namun tak menghiraukan ines.


ines menarik kursi didepannya dan duduk dengan anggunnya.


kak cecek/"kau sejak kapan kembali??


ines/"hmm harus kah aku menjawab??namun tatapan ines jatuh pada saskia.


"kau tak memperkenalkannya pada ku?? irwan??ucapnya seraya melihat mas irwan.


mas irwan/"saskia rasya, dan dia istriku,,"ucap mas irwan dingin dan melanjutkan memakan sepotong cake didepannya


saskia tiba-tiba mengidik, tak pernah ia melihat mas irwan sedingin ini.


ines/"hmm kau masih seperti dulu,,"tersenyum getir


"jam berapa acaranya??"tanya ines sembari melihat stella


stella/"malam, kau datang ya,,"ujar stella kaku


ines hanya tersenyum.


kak cecek kembali mengajak bicara ines untuk bercerita kemana saja ia selama ini,,


namun mas irwan berbisik kearah saskia.


saskia hanya bengong , dan segera mengangguk,,


mas irwan bangun dan diikuti saskia


mas irwan/"dion, sampai nanti malam,,"


dion/"ah yaa"setengah terkaget


saskia sekilas merasa ines menatap sedih kearah mas irwan,,


namun saskia pun berlalu dengan mas irwan keluar restoran.


didalam lift mas irwan diam,, saskia merasa pergelangan tangannya sakit dalam genggaman mas irwan.


saskia/"hmm mas,, tangan kia sakit" ujarnya setengah meringis kesakitan


seketika mas irwan tersadar dan terkaget sehingga reflek melepaskan genggamannya.


mas irwan/"maaf,,"ucapnya kaku menatap saskia


saskia hanya tersenyum getir,


"apa ini?? mas irwan sesadang memikirkan ines??"pikir saskia dalam hati

__ADS_1


ting,, suara pintu lift terbuka


didalam kamar hotel mas irwan menjatuhkan tubuhnya disofa hotel seraya menutup matanya.


saskia melihat mas irwan tidak seperti biasanya,,dengan berlahan saskia mendekat dan duduk disisi mas irwan.


saskia/"mas,, kenapa??"dengan pelan saskia memcoba meraih lengan mas irwan yang menutup kedua matanya.


mas irwan/"maaf,,mas ingin sendiri"ucap mas irwan dingin,,dan melepas kan tangan saskia seraya bangun dan keluar dari kamar hotel dan meninggalkan saskia sendiri yang terpaku.


dan sepertinya saskia menyesal telah ikut ke bali,,


sesaat ia merasa air matanya jatuh,,


"ines"ucapnya berbisik.


-------------------------------------------------------------------------


pukul 5 sore suara pintu kamar saskia berbunyi,, reflek saskia berlari menuju pintu, dan bersegera membuka pintu,,


saskia/"mas irwan,,???"ucapnya dan terkaget ternyata kak cecek dengan tas koper melihat saskia dengan kaget, dan seketika saskia jadi salah tingkah karena sudah salah


kak cecek tertawa kecil,


kak cecek/"duuuh, sorry yaa bukan mas irwan tapi eke cecek, yuk dandan."ucapnya seraya masuk dan mengerek koper hitam kecil


saskia mengikuti,,


kak cecek/"tadi gw udah ijin kesuami lo buat didandan, bajunya mana??"


saskia/"kak cecek tau dimana mas irwan??spontan saskia bertanya karena ia tak mendapat pesan dari mas irwa sedari tadi


kak cecek/"ckckck,, sabar neng doi pasti pulang oke,sekarang tugas gw mw permak kamu,,ayo buru cepet duduk sini" kak cecek menarik tangan saskia untuj duduk di kursi mini bar dan membuka koper hitam itu dan terlihat laah kaca yang sudah terpasang lampu berikut alat make up yang super lengkap.


saskia/"uwaaah,, lengkap banget,,"


kak cecek/"pasti, ini semua harta karung wanita,,sekarang diem gw mau mulai,,"


saskia hanya diam mengikuti intruksi, tapi pikiran dan hatinya tak tenang karena mas irwan.


selang 1jam setengah saskia pun selesai di make up dan di hair do,, dengan rambut tergulung indah dibawah.


kak cecek/"waaah,,pantas irwan menyukaimu, "ucapnya kagum dengan hasil make up dirinya yang mengubah saskia secantik ini.


saskia melihat dirinya dicermin dengan decak kagum, ini kali kedua ia melihat wajahnya di make up tapi ini benar-benar cantik.


kak cecek/"berpakaianlah, aku mau balik dulu,,dah""


saskia/"kak, makasih banyak yaa,,"ucap saskia tulus


kak cecek/"hmm, yaa,,daah sampai jumpa dipesta nyonya irwan"


saskia berdiri terdiam sendiri dikamar,

__ADS_1


matanya menatap nanar jas milik mas irwan.


"mas irwan"ucapnya lirih seraya menyentuh jas milik mas irwan.


__ADS_2