Meet You Now

Meet You Now
part 6


__ADS_3

Pagi itu, rumah dikejutkan dengan hadirnya kak Raniya sudah didepan pintu rumah.


" Saskiaaaa," panggil kak Raniya dengan gembira yang ingin cepat bertemu dengan adik kecilnya itu.


Bunda yang sedari tadi sedang menemani kak Aya dan Shaira makan kue pagi pun ikut terkejut bukan kepalang, karena tidak ada kabar dari Raniya bahwa ia akan pulang hari ini.


" MasyaAllah , Raniya,," sahut Bunda memeluk Putri pertamanya yang semalam baru saja iya telfon menayakan kabarnya, dan pagi ini sudah bisa kumpul dirumah.


" Kamu kok tega bohongin Bunda, katanya gak bisa pulang," ucap Bunda yang masih memeluk Raniya.


" Iyya maaf Bun, bukan Raniya sengaja, tapi bener awalnya gak bisa pulang karena mas Bilal masih ada kerjaan dan gak bisa ditinggal, cuma entah gimana mas Bilal malah ijinin Raniya aja yang pulang, " jelas Raniya sambil duduk di ruang tamu.


" Bun,,yang mau jadi manten mana??, "tanya Raniya karena masih belum bertemu Saskia.


" Ada masih dikamar kayaknya," jawab Bunda yakin.


" Kia, " panggil kak Raniya.


" Jangan goda Kia ya Raniya, dia sudah memantapkan hati.." sela Bunda yang kemudian kembali ke dapur.


Tok..,tok.., ceklek..,


Pintu terbuka dan Raniya mencari sosok Saskia yang ternyata tengah asyik mendengar handset ditelinga,


" Pantas saja, " ujar Raniya, lalu ia pun masuk dan langsung duduk di hadapan Saskia.


Dan seketika terdengar pekik kan kaget dari Saskia.


" Aaaaaahhhh.." pekik Saskia yang super kaget dikejutkan oleh kakaknya.


" Kak Raniya,??," mata Saskia terbelalak dengan munculnya kakak Raniya yang tiba-tiba.


"ya Ampun kak, Kia rindu sama kak Raniya, " ucap Saskia dengan menghamburkannya pelukkannya pada Raniya.


" Saskia ku ternyata udah besar sudah 30 tahun," goda Raniya sambil memeluk Saskia.


" Ikh, kak Raniya ini, Kia tuh masih 25 tahun kali, masih anak-anak banget kan yaa belom cocok buat nikah, " jutek Saskia di samping kakaknya yang kemudian rebahan ditengah kasurnya.


" Eh, 25 tahun itu udah cocok kali, kakak pas nikah sama mas Bilal aja udah jalan 24, apa mau tunggu umur kamu expired baru sadar mau nikah," cubit manja Raniya di paha Saskia.


" Au.., sakit kak,," usap-usap tangan Saskia di pahanya yang sepertinya agak merah.


" Jam berapa calon kamu datang??, " tanya Raniya dan melirik Saskia yang ternyata adiknya ini memang cantik dan bukan anak kecil lagi yang selalu mengekor dibelakangnya kemana pun, atau mengekor bunda sampai sekarang.


" Hhmm, katanya siang, tapi gak tau pastinya jam berapa datangnya, " jawab Saskia lancar.


" Siapa namanya?? gimana orangnya, kamu suka dia Kia??" tanya Raniya penasaran sambil membalikkan badan menghadap Saskia yang masih duduk.


" Namanya Irwan, udah cuma itu aja yang Kia tau kak, lain-lain Kia gak tau apa-apa, boro-boro suka orang tampangnya aja Kia gak tau gimana," ujar Saskia dengan mayun.


" Hah??, serius kamu belom pernah liat calon mu ini Kia??, kok bisa??," tanya Raniya terkejut lalu bangun dan menatap adiknya ini tak percaya.


" Jadi ini bener-bener perjodohan gitu," tanya Raniya lagi.


" Yap.., gitu deh, kalo mau tau pasti coba kakak tanya sama kak Riyadh dan Bunda aja, karena cuma kak Riyadh dan Bunda yang udah pernah ketemu sama si Irwan ini.." jelas saskia pada kakaknya.


Namun, tiba-tiba Raniya terpekik kaget.


" Ya.,ampun,," Raniya memekik sembari menepuk keningnya dengan wajah kaget.


" Kakak belum salaman sama kak Riyadh dan kak Aya,, mati dah kena tegur Bunda pasti," ujarnya yang kemudian cepat-cepat Raniya turun dari tempat tidur dan berlari kecil keluar kamar Saskia untuk mencari sosok kakak laki-lakinya dan kakak ipar nya itu.


Saskia cuma bisa tertawa melihat kepanikan kakak perempuan satu-satunya ini, yaa kak Raniya sosok yang periang sedari dulu dirumah pasti jadi rame kalo udah ada kak Raniya, sekecil apa pun bahasan pasti jadi hebring jika dengan kak Raniya.

__ADS_1


Ketika kak Raniya nikah dengan mas Bilal dan harus ikut suaminya pindah ketempat perkerjaan mas Bakal, seketika itu juga rumah seolah kehilangan sosok full energi dan riang.


Sesaat Saskia merenung, kehidupan terus berputar, dan sekarang roda itu berhenti di diri Saskia apa berlanjut berputar kedepan atau terhenti.


Tok..,tok..


Terdengar suara ketukan daun pintu kamarnya, sehingga lamunan Saskia pun buyar.


" Kia, siap-siap yaa sebentar lagi mereka sampai, " kata Bunda seraya hendak berlalu, tetapi Bunda malah berbalik dan masuk kekamar dan memeluk Saskia.


" Kia, sayang Bunda kan??, " tanya Bunda.


" Ya, Bunda segalanya..," jawab Saskia lembut sambil memeluk Bunda kembali.


" Bunda berdoa selalu untuk kebaikan mu, semoga Allah kabulkan permintaan Bunda kali ini untuk mu, ".


" Yaa Aaamin " jawab Saskia lembut menahan air mata yang seakan-akan ingin tumpah.


" Ayo cepat siap-siap, dandan yang cantik, " ujar Bunda yang kemudian meninggalkan kamar Saskia.


Dan Saskia pun hanya mengganti baju dengan tunik selutut warna pink lalu dipadu dengan celana putih. Ia berpikir untuk dandan minimalis dengan hanya berbedak tipis, eyeliner mata dan lipstik soft pink. Ketika Saskia melihat pantulan bayangannya di cermin, ia merasa cukup untuk kesan lebih sederhana.


🍃🍃🍃


Tak lama, terdengar suara gerbang pintu pagar dibuka, sekilas Saskia mengintip dari balik jendela kamarnya. Sebuah mobil sedan sport civic putih masuk ke perkarangan rumah, berharap bisa melihat sosok si yang bernama Irwan.


Tapi malah terhalang pot-pot bunga Bunda yang berjejer rapi di depan jendela kamarnya.


Saskia yang sudah merasa agak gugup kini meremas-remas boneka Squishy yang ia punya sampai nayaris robek dimukanya.


" Akh, ini parah, " rutu batin Saskia yang nervous.


Jam dinding kamar Saskia menunjukkan sekitar tiga puluh menit berlalu dengan obrolan basa basi diluar.


Tapi, tiba-tiba.


Tok..,ceklek pintu kamar terbuka.


" Kia, ayo sini keluar,," kata kak Aya yang masuk dan menarik Saskia untuk keluar.


Saskia yang tadi duduk jadi kaget dan terperanjak lalu sontak otomatis mengikuti kak Aya keluar.


" Bismillah..," gumam batin Saskia yang melangkah meninggalkan kamar. Saskia keluar dengan sedikit tertunduk, ketika menghampiri ruang tamu yang seakan-akan terlalu sialu cahaya di siang ini.


Deg.., Saskia terpaku dengan sosok di depannya.


Tampan dan berkarisma, dengan koko semi kemeja warna putih dipadu dengan celana coklat.


" Jadi ini pria yang bernama Irwansyah itu??," gumam batin Saskia terpaku.


" Kia, ini Irwan dia temen kak Riyadh di UGM dulu, dan ini ibu angkat Irwan, ibu Nur yang ternyata teman Bunda dulu waktu sekolah," jelas Bunda yang sesumringah itu memperkenalkan sosok Irwan.


"Nak irwan, ini Kia, Saskia anak ibu paling kecil, " jelas Bunda ke Irwan.


Saskia tak bisa berkata, ia hanya memberi senyum simpul sekilas.


" Udah yaa, kita jadi kaku begini, baik kita makan dulu yuk, Bunda udah buat empek-empek dan nasi lemak, ayuk bu Nur, nak Irwan, atau Irwan masih mau ngobrol dengan Kia??, nanti susul saja ke dapur yaa Kia.." ucap Bunda seraya mengajak kak Riyadh dan kak Aya untuk sama-sama ke ruang makan.


" Irwan ku tinggal dulu yaa," kata kak Riyadh pada Irwan dan berlalu bersama kak Aya ke dapur.


" Duh Bunda, kak Aya kenapa di tinggal begini siih !!" pekik batin Saskia yang jadi ragu ditinggal begitu saja berdua Irwan.


Tapi, tiba-tiba penolong itu datang, shaira datang dari belakang, dan menjatuhkan diri kedalam pangkuan Saskia dengan manja.

__ADS_1


" Alayaa,, kaka mau pakek kutex yang warna pink soft," rengeknya di pangkuan Saskia.


" Ya ampun kakak, ini udah yang paling bagus warna pinknya ada gliter-gliternya lagi, kan lucu,," jawab Saskia sembari mengusap-usap jemari Shaira yang buntel-bentel imut putih dengan warna kutex pink gliter.


" Siapa namanya??" terdengar suara maskulin dan berat dari sosok Irwan pada Saskia dan Shaira.


" Shaira,," jawab Shaira yang manja dan sedikit malas untuk menjawab.


" Om boleh liat gak kutex di tangan Shaira??" tanya Irwan yang tatapannya seperti kearah ku, tapi aku menghindar dibali tubuh Shaira, berharap bisa bersembunyi agar tak terlihat jelas Saskia gugup.


" Hhhm,, boleh??, " jawab Shaira malu-malu dan turun dari pangkuan Saskia dan berjalan menghampiri Irwan, lalu memperlihatkan jari jemarinya pada Irwan.


" Bagus rapi, siapa yang pakaikan ini??," tanya Irwan seraya mendekatkan diri dengan Shaira.


" Alaya," jawab Shaira menantap Saskia dan di ikutin mata Irwan yang juga tertuju pada diri Saskia, sehingga membuat jantung Saskia berdegup kencang dan sedikit malu.


" Shaira suka pakai kutex?? suka warna apa??, tanya Irwan yang tetap sesekali mencuri pandang dengan Saskia.


" Suka, Shaira suka warna pink, pink soft juga bagus pokoknya yang semua pink Kakak suka.." jawabnya bangga.


" Tapi gak seru, karena Shaira cuma pakek sendiri udah dua hari ini, kemarinnya Alaya ikut pakai tapi gak lama Alaya hapus kutexnya,, padahal Shaira mau pakai sama-sama dengan Alaya," jawab Shakira dengan manja dan cemberutnya shaira didekat Irwan, padahal ini bocah paling jaim.


" Gen ayahnya banget ini anak," batin Saskia.


" Loh kenapa gitu ya??," tanya Irwan seraya melirik Saskia seolah tersangka.


" Kenapa jadi diliat gitu siiih??, " rutu batin Saskia tak nyaman.


" Iyya, habis kata Alaya, Alaya udah gak sakit perut lagi udah bisa sholat jadi kutexnya harus di hapus, kalo enggak, gak bisa sholat," jawab Shaira lugas dan polos.


Saskia yang mendengar penjelasan Shaira langsung terlihat lemas dan refleks menutup wajahnya setengah dengan telapak tangan, karena malu mendengar penjelasan Shaira yabg lugas mengartikan maksud sakit perut dan sholat.


" Ya Tuhan.., " rutu batin Saskia menjerit


" Kak Aya, toloooong anakmu ini, mau merusak reputasiku, " jerit batin Saskia. 😭😭


Namun, dengan tak terduga terdengar tawa ringan dari Irwan yang ternyata cukup membuatnya mengeluarkan airmata.


" Eeh, kakak jangan cerita gitu donk yaa, Alaya kan jadi malu," sanggah Saskia cepat.


" Ayo sini sama Alaya, Omnya mau makan dulu," ucap Saskia seraya melihat pada Irwan.


" Harus Kia panggil apa mas Irwan apa kak Irwan??," tanya Saskia sembari melihat shaira kembali ke pelukannya.


" Senyamanya kamu saja ketika manggil," jawab Irwan tersenyum penuh arti.


" Baik, kalo begitu mas Irwan saja yaa," jawab Saskia seraya bangun dan menggandeng tangan Shaira.


" Ayo, mas Irwan kita makan dulu, sekalian kumpul sama yang lain di ruang makan," ajak Saskia.


Dan seketika ia terpanah melihat tubuh tinggi ini melangkah yang berjalan menghampiri Saskia dan Shaira, lalu menunduk pada Shaira.


" Shaira mau Mm gendong??" tanya Irwan menatap Shaira menunggu jawaban.


" Iyya mau,," jawab Shaira dan Irwan pun merangkul Shaira, lalu mengendongnya.


Saskia hanya mengikutin langkah kaki Irwan dari belakang, tanpa sengaja ia jadi memperkirakan tinggi tubuh Irwan yang sekitar 170cm, sungguh tinggi ketimbang dengan tinggi tubuh Saskia yang hanya 155cm.


" Apa hanya setinggi ini masa tumbuh ku??" gumam batin Saskia yang merasa ia tak tumbuh dengan optimal.


" Eh, kalian sudah mau makan yaa, ayo sini," kata Bunda dan di ikuti kak Aya yang beranjak dari kursi lalu membereskan piring yang kosong lalu menganti dengan piring bersih untuk calon mantu Irwan.


Lalu obrolan ringan dan panjang seakan-akan keluarga ini pun mengalir seolah saling mengenal lama satu sama lain. Dan Saskia hanya sebagai pendengar setia saja sedari tadi.

__ADS_1


__ADS_2