Meet You Now

Meet You Now
55


__ADS_3

Tepat 1 minggu akhirnya saskia bisa keluar dari rumah sakit. Ia merindukan kasur kamarnya, dan ia rindu untuk kerja. Karena tak sabar untuk keluar, saskia ikut langsung turun ke lobby rumah sakit menunggu mas irwan membereskan administrasi, terlihat bunda tengah berbincang dengan salah seorang perawat dengan serius. Sekilas saskia melihat mas irwan dengan serius membaca lembaran-lembaran kertas yang disodorkan oleh pihak rumah sakit, dan terlihat beberapa anak perawat silih berganti memperhatikan mas irwan dengan sambil curi-curi pandang.


"ya tuhan,,ada banyak godaan didepan mas irwan" gumamnya dalam hati.


Dengan berlahan saskia bangun dan berjalan menuju mas irwan.


Saskia/""Sayang udah siap??" ucap saskia manja seraya mendekat pada sisi mas irwan.


Seketika mas irwan terlihat kaget namun tersenyum melihat saskia yang manja.


Berkat aktingnya tadi hasilnya mata-mata para anak perawat yang sedari tadi mencuri-curi pandang dengan mas irwan itu mundur dengan teratur. Dan itu cukup membuat saskia senang.


"Bagus" ucapnya dalam hati.


"biar tau bahwa ini cowok udah punya istri"gumamnya puas.


Mas irwan yang telah selesai segala urusan administrasi, melihat saskia dan meraih pinggang wanita yang tadi memanggilnya dengan sapaan "sayang".


Mas Irwan/"" ayo sayang kita jalan"ucap mas irwan dan itu membuat saskia kaget.


Saskia/"hah?? hmm,, iyya,,"ucapnya kaget dan ragu melihat mas irwan memanggilnya sayang.


Bunda/"udah siap??"


Mas irwan/"udah bun, udah bisa jalan masih keburu untuk beli oleh-oleh kalo bunda mau?"


Bunda/"ah, gak usah, kita langsung ke bandara aja yaa"


Saskia hanya mengangguk saja mendengarkan bunda, karena bunda harus terbang balik ke singapur sedangkan ia dan mas irwan balik kejakarta.


Mas irwan/"yuk, mobil udah didepan"


Dan terlihat mobil laxus hitam terparkir didepan rumah sakit telah menanti mereka.


Saskia/"bun, kenapa gak ikut kita aja sih??"


Bunda/"hmm kasian kak aya, tar kalo kak aya sudah baikan dari mabuk hamilnya bunda pasti balik" ujar bunda lembut


Saskia menarik nafas panjang karena tak berhasil membujuk bunda untuk pulang ke jakarta. Mas irwan yang duduk di kursi depan hanya diam seraya berselancar di dunia mayanya.


Tampa terasa mobil itu memasuki area bandara, dan dengan sigap supir membantu menurunkan barang yang tak banyak itu ke atas troller bandara.

__ADS_1


Saskia dan mas irwan mengantar bunda sampai dibatas gate penerbangan ke singapur dan lalu berbalik menuju gate ke pernerbangan ke jakarta.


Mas irwan melirik jam tangan dan masih ada dua jam lagi untuk penerbangan ke jakarta. Dan ia mendekati saskia.


Mas irwan/"sayang kamu mau es crim??"ucapnya lembut


Dan sontak saskia terkajut mendengar panggilan mas irwan untuk dirinya.


Saskia/"mas, jangan panggil gitu lagi yaa" ucapnya dengan sedikit senyum kecut.


Mas irwan/"loh kenapa?? kan tadi kamu panggil mas sayang waktu dirumah sakit"ujar mas irwan bingung


Saskia/"hmm, itu, itu tadi keseleo aja lidah kia, hehehe" ujarnya seraya beralih meninggalkan mas irwan yang masih bingung.


"haduh mas, itu tadi cuma akting doang, masa harus ngomong gitu ke mas irwan?? ikh,,bikin salting aja" gumamnya dalam hati.


Dan langkah saskia terhenti ketikan lengannya di raih oleh mas irwan.


Mas irwan/"kamu kalo ngomong jangan setengah-setengah, maksudnya apa coba keseleo lidah??"ujar mas irwan menatap tajam saskia


Saskia hanya diam tak berkutik.


Dengan berat saskia menghela nafas panjang.


Saskia/"hmm tadi,,"ujarnya terbatah


"tadi, tadi ada beberapa anak perawat melirik-lirik mas" ucapnya dengan mengigit bibir bawahnya


"yaa kan dari pada mereka terang-terangan, baik kia perjelas aja kalo mas udah beristri" ujarnya tertunduk.


Dan hal itu sukses menbuat mas irwan tertawa lepas. Tapi justru membuar saskia cemberut. "emangnya lucu apa??"rutunya dalam hati.


Mas irwan/"waah, kamu ini tergolong yang protektif pecemburu akut"ujar mas irwan dengan menahan tawa.


Saskia/"hah?? apa?? pecemburu akut mas bilang??"ucapnya dengan mata melebar


"mas gak tau aja yaa, godaan itu bisa datang dari mana aja, yaa,, yaaa sebagai istri justru harus peka yang begitu-begitu" ucap saskia berapi-api


"umpama yaa mas lebih baik mencegah dari pada mengobati" ucap saskia tegas.


Dan lagi-lagi mas irwan sukses tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Mas irwan/"hmmm,, coba peluk mas sekarang"ucap mas irwan menatap saskia serius


Saskia terkejut dengan permintaan mas irwan.


Saskia/"mas, ini tuh dibandara" ujarnya dengan suara kecil dan memainkan bola matanya melihat kanan kiri.


Mas irwan/"kamu gak tau, disudut sana dekat market ada dua orang cewek sedari tadi ngelirik mas" ucapnya dengan nada serius.


sontak reflek saskia memeluk mas irwan, seraya mata terpejam. Dan mas irwan menahan untuk tertawa.


Saskia/"gimana?? masih??"ucapnya dengan menagahkan wajah ke arah wajah mas irwan.


Dan cup,, ciuman singkat mas irwan mendarat di bibir saskia. Dengan reflek saskia menutup bibirnya dengan tangan, dan iya memukul sisi pinggang mas irwan dengan manja.


Mas irwan/"kamu harus percaya, mas gak akan terpengaruh dengan hal gitu-gitu"


Saskia/"sungguh?? kalo yang datang bidadari gimana??"


Mas irwan/"yaa kalo itu mah tunggu mas mati dulu baru bisa ketemu bidadari" ucapnya santai


Saskia/"ikh,, mas ini kok bilang mati segala sih" ujarnya seraya memukul dada mas irwan


Dan sontak mas irwan reflek meringis kesakitan memengang dadanya dibekas pukulan saskia.


Saskia yang melihat itu berubah panik,


Saskia/"mas,,mas gak papa??"ucapnya seraya memegang dada mas irwan.


"mas sakit dimana?" ucapnya cemas


Mas irwan/"disini, karena jatuh cinta sama kamu" ucapnya dengan serius


"Hah??"


saskia terpelongo mendengarkan ucapan mas irwan. Dan ia memukul dada mas irwan lagi.


"Auww,,"gerang mas irwan karena kali ini pukulan saskia agak sakit


Saskia/"mas ini buat kaget aja deh ikh" ucapnya dengan sebel.


Tapi karena hal itu saskia menarik lengan mas irwan, dan cup,, Saskia mencium pipi mas irwan dan kemudian berjalan meninggalkan mas irwan yang terpaku.

__ADS_1


__ADS_2