Meet You Now

Meet You Now
part 19


__ADS_3

Tiiiiiing..,Tiiiiiiing..,tiiiiiing..,suara alarm berbunyi mengusik lelap tidur Saskia.


" Ya ampun aku mohon, suara alarm siapa ini??,pliss aku masih mau tidur," gerutu Saskia sembari mencari-cari asal suara tersebut. Dan akhirnya ia menemukan jam tersebut di sisi kanan meja tempat tidur lalu telihat jam 5 pagi.


Dengan berusaha sadar, Saskia mulai mengumpulkan rohnya untuk bangun. Dan melihat sekeliling kamar seperti asing dimatanya.


" Ah, ini kan masih di apartemen mas Irwan,


" ggumam Saskia sembari menjitak kepala sendiri..


Dan seperti tersadar, ingatannya pun mengulang kejadian ciuman dengan mas Irwan semalam, lalu buru-buru ia menyentuh jantungnya yang berdetak cepat karena mengingat ciuman mas Irwan.


" Ah,,kenapa jadi begini?? relax Kia,relax kia," gumamnya pada diri sendiri.


Ia pun turun dari ranjang dan mencoba tour kamar mas Irwan dengan iseng. Ia melihat rak buku tersusun rapi dan terlihat komik "Kungfu Boy" tersusun rapi sesuai serisnya.


" Ah, jadi teringat kak Riyadh," gumamnya mengingat bahwa kak Riyadh juga mengoleksi komik "Kungfu Boy" sedari SMP dulu.


Lalu Saskia melihat lagi pada satu tingkat rak bawah buku dan menemukan buku-buku bacaan berat tersusun rapi sesuai ukuran bukunya.


" Berarti, mas Irwan ini hobi baca kali ya," tebak Saskia.


Dan terlihat lagi novel-novel sekelas Biografi juga tersusun rapi disana.


" Ah, ternyata suka baca novel" Habibi dan Ainun juga ternyata," ujar Saskia tersenyum kecil.


" Apa mungkin mas Irwan itu romantis seperti pak Habibi??, setia gitu sama ibu Ainun," pikir Saskia menebak-nebak.


Di sisi rak buku ada meja kerja sederhana dengan lampu meja kecil dan laptop tipis terduduk manis disana dengan beberapa lembar sketsa-sketsa gambar.


" Hhmm, apa mas Irwan workholic yaa??," pikir ya lagi.


" Kayaknya aku masak aja deh, udah bangun sepagi ini, lagian gak bisa sholat juga masih haid," pikir Saskia.


Ia pun melangkah keluar kamar dengan sangat hati-hati, dan melihat sekeliling kamar sepertinya mas Irwan masih belum bangun.


" Maaas, mas, ijin ya masak didapurnya, " ucap Saskia berbisik ke arah kamar yang mas Irwan tiduri, Seolah-olah iya meminta izin pada si pemilik rumah untuk mengubek-ngubek isi dapur mas Irwan.


Dan Saskia mulai dengan membuka kulkas, ia sedikit kaget melihat isi kulkas yang hampir semua kebutuhan bahan dapur lengkap ada.

__ADS_1


" Apa mas Irwan hobi masak juga??, " pikir Saskia sembari memilih-milih bahan yang akan di olah. Dan akhirnya ia putuskan untuk membuat nasi goreng Pattaya dan air lemon hangat sembari tersenyum ia pun mengeluarkan bahan-bahan itu.


Selang beberapa waktu berlalu, Saskia yang sibuk sendiri dengan mengolah nasi goreng Pattaya yang sudah terhidang di atas meja, dan kini terlihat tengah membereskan peralatan masaknya tadi.


Saskia tak sadar mas Irwan sedang memperhatikan dirinya sedari tadi dari depan pintu kamarnya.


Sampai terdengar suara deringan handphonenya yang membuat Saskia terkejut dan menjatuhkan spatula gorengan di wastafel cuci piring.


" Mas Irwan, " ucap Saskia berbisik dan berbalik badan sserayamelihatmas Irwan yang sedang menuju meja makan.


Deg.


" Wahay jantung apa yang terjadi dengan mu??" rutu Saskia dalam hati.


" Tenang kia, tenang," perintah pikiran Saskia untuk tubuhnya sendiri.


" Mas, maaf Kia pakai dapurnya," jawab Saskia sedikit canggung, walau yang punya dapur santai aja dan hanya tersenyum seperti biasa.


" Mau teh Mas??, atau ini ada kia buat lemon hangat," tawar Saskia seraya memberikan cangkir lemon di atas meja makan.


" Kayaknya kamu betah di dapur ini, " kata mas Irwan sambil menarik kursi dan menatap Saskia.


" Dicoba Mas nasi goreng Pattayanya," tawar Saskia yang cukup lama terdiam sembari melihat ekspresi mas Irwan waktu menyuap sendok pertama ke mulutnya.


" Enak gak yaa??," gumam Saskia ragu.


" Hhmm enak, ini enak," jawab mas Iwan sambil menyuapi sendok kedua.


Seketika hati Saskia mendengar bahwa masakannya mendapat pujian enak dari mas Irwan.


" Kayaknya kita gak bisa fitting baju hari ini, Mas ada urusan lain," kata mas Irwan sembari melihat jam dinding.


" Ah iya, gak papa mas,".


Melihat mas Irwan yang sedang lahap makan, seketika Saskia ingin bertanya kenapa menciumnya semalam.


" Tanya gak yaa?? sopan gak??, laah ngapain juga mikirin sopan, toh semalam yang nyosor siap coba??, " rutu batin Saskia berdebat.


"Ah, jangan-jangan nanti dikira ketagihan lagi??,tapi gimana yaa?? memang ciuman semalam manis siih!!," gumam Saskia yang berargumen sendiri dengan batin dan otaknya.

__ADS_1


" Aduuuh apa yang kamu pikirin Kia, lupain," pekik batin Saskia yang berusaha mengalihkan pikirannya.


" Pipi kamu sudah tak apa-apa??," tanya mas Irwan melihat pada wajah Saskia.


Dan seketika Saskia reflek mengingat moment tamparan mira itu.


" Udah gak papa mas," ucap Saskia sembari mengusap pipinya.


" Apa ada masalah kemarin??, " tanya mas Irwan lagi.


" Ah, hanya orang dimasa lalu, dan sekarang muncul lagi, " jawab Saskia ambigu.


" Dan kamu masih mencintainya??, " tebak mas Irwan menatap Saskia tajam.


Saskia merasa pertanyaan itu tajam seperti menghujam jantungnya.


" Tidak ada cinta untuk penghianat, " jawab Saskia tegas.


" Bagus," jawab mas Irwan tersenyum.


Saskia pun tercengang dengan jawaban singkat mas Irwan.


" Ini cowok yaa??,susah banget ketebak jalan pikirnya," rutu Sasķia yang memperharikan mas Irwan .


" Kamu kekantor jam berapa??, " tanya mas Irwan santai.


" Mungkin agak siang Mas, karena ini??," jawab Saskia sembari menunjukkan pakaian yang ia kenakan masih dengan kemeja mas Irwan.


" Kia harus ganti baju dulu dan ke counter hp mau perbaiki handphone, dan mengecek mobil, " jelas Saskia.


" Baju kamu udah Mas pesan sama temen Mas yang punya butik, dan mungkin satu jam lagi sampai," kata mas Irwan.


Saskia kaget dan merasa tidak enak.


" Tapi Mas jangan begitu, Kia, Kia bisa pesan sendiri di online shop," sanggah Saskia merasa tidak enak.


" Ini pemberian dari calon suami kamu, jadi wajib diterima, " jawab mas Irwan seraya bangun dari kursi dan mengambil air putih di kulkas.


" Oia, mobil, biar Mas yang beresin," ucap mas Irwan seraya meninggalkan Saskia dimeja makan dan masuk kekamar.

__ADS_1


" HAH?? apa-apa ini, sifat otoriternya udah mulai keluar ternyata, " gerutu batin Saskia seraya beranjak dari kursi makan dan mulai membereskan peralatan makan tadi, lalu ia pun menuju kamar dan bersegera mandi.


__ADS_2