Meet You Now

Meet You Now
22


__ADS_3

Entah kenapa waktu serasa cepat berlalu, sebentar saja udah senin dan selama beberapa hari tidak ada komunikasi dari mas Irwan.


Tapi dirumah jadi seru juga karena ada kak Raniya, karena hamilnya kak Raniya jadi ngidam masakan Bunda, dan mungkin kak Raniya akan dirumah sampai hari pernikahan Saskia.


" Ah, pernikanan yaa, jaraknya nyaris tinggal tiga minggu lagi,," ucap Saskia sembari melihat kalender meja kerjanya.


Segala persiapan nyaris Bunda yang persiapkan dan karena fitting baju yang tertunda terus. Akhirnya pihak butik wedding House of Lisda mengirimkan tiga kotak besar baju nikah yang sudah dipilih melalui foto dan aku hanya mengirimkan beberapa yang ku suka lalu mengkomfirmasi balik pada orang butik lewat WA.


Cuma saat ini yang jadi pikiran Saskia sekarang bagaimana menghadapi Yovan.


Memikirkannya saja sudah membuat Saskia sakit kepala. Tapi tak bisa ia hindari karena tugas kantor dan itu membuat Saskia kesal.


" Ayo Kia, kita turun ke lantai 7, pagi ini kita rapat pembahasan proyek dengan perusahaan Yyyttt" ucap Bu Yayuk tegas.


Dengan enggan Saskia ikut dibelakang Bu Yayuk, dan membawa beberapa berkas yang akan di persentasikan.


Sesampai di lantai 7 keduanya menuju ruang baru yang sepertinya baru direnov karena menjadi kantor sementara perusahaan Yyyttt. Terlihat Saskia ikut saja dibelakang Bu Yayuk dan terhenti di ruang rapat dengan beberapa karyawan dari devisi humas dan Wakil Direktur. Dan juga beberapa orang yang sepertinya dari perusahaan Yyytt.


Terlihat sosok Yovan berdiri disamping Wakil Direktur tersenyum melihat pada Saskia.


Saskia berusaha sepasif mungkin dan sebisa mungkin berada disisi Bu Yayuk, namun sesi perkenalan dan jabat tangan tak bisa ter elakkan.


Tiba-tiba Yovan berjalan ke arah Saskia sembari mengulurkan tangan, yang membuat se isi ruangan terkaget melihatnya


" Saya berharap bisa membuka lembaran baru dengan kerja sama ini, " ucap Yovan dan menatap Saskia.


Saskia tak bergeming, namun ia jadi menerima tepukan pelan dari Bu Yayuk untuk menerima jabatan tangan Yovan dan dengan berat Saskia membalas menjabat tangan itu.


Pembicaraan pokok proyek yang berat menjadikan waktu cepat berlalu dan rapat itu selesai jam 2 siang. Dan nyaris melewatkan jam makam siang, karena telah usai Saskia beranjak keluar dari ruang rapat dan menuju lift.


Namun di tahan oleh Ibu Yayuk, yang mengatakan sekarang ruangan dirinya ada disini, di sebalah ruang Manajer perusahaan YYytt.


" Mohon kerja samanya Saskia, ini demi perusahaan kita, kerjasama ini harus sukses. Oke saya tinggal yaa, dan nanti devisi humas juga akan berkantor sementara disini," kata bu Yayuk lalu pergi berlalu.


Dan Saskia melirik posisi meja kerjanya yang persis diluar ruangan Manajer


" Dan Manajer itu,Yovan??," rutu Saskia kesal.


" Apa gak ada yang lain orang-orang di perusahaan Yyytt ini, sampai wakil Direktur sendiri merangkap jabatan," gumam Saskia kesal.


" Betapa pun kamu berusaha, tetap tak ada namamu lagi di hati, " gumam batin Saskia sembari menghela nafas panjang dan terlintas betapa menjadi hari yang berat beberapa hari kedepan.


🍃🍃🍃


Waktu seminggu berlalu dengan usaha ku menghindar dari Yovan, sebisa mungkin menghindar terjebak di situasi berdua. Beruntung Devisi Humas adalah orang-orang yang humbel dan enjoy dalam diajak bekerja sama, sehingga sedikit banyak menguntungkan posisi Saskia yang malas bertatap dengan Yovan.

__ADS_1


Suara notif WA masuk dan tertera nama "SUAMIKU IRWAN" dan lagi-lagi kalimat itu sukses membuat Saskia tertawa kecil.


" Merindumu, " Irwan.


Saskia hanya mematung membaca isi pesan Mas Irwan, dan ia tak bisa membalas, ia membiar kan pesannya begitu saja. Sama seperti hati Saskia yang mengambang.


Dan kembali Saskia fokus bekerja menyelesaikan laporan. Karena minggu ini akan ada launcing perdana proyek ini ke public.


Saskia seperti dikejar-kejar oleh waktu, seakan 24jam itu masih kurang baginya.


Bunda dan kak Raniya sampai mengingatkan Saskia berulang-ulang untuk menjaga kesehatan karena tanggal pernikahan semakin dekat seminggu lagi. Saskia bahkan tak tau apa yang mengejar dirinya sampai untuk bernafas pun susah.


Dan ia hanya berharap waktu ini berlalu dengan cepat.


🍃🍃🍃


Hari ini hari tersibuk, bener-bener sibuk sedari pagi tadi, karena jam dua hari ini launcing proyek ke public dan ada banyak rekanan dan media masa yang akan hadir dan meliput acara tersebut.


Saskia berjalan disisi jendela gedung dan melihat keluar jendela awan yang menghitam tanda akan segera hujan. Sesaat Saskia berdoa di tengah rahmatnya hujan semoga launcing kali ini sukses.


Dan kemudian ia berlalu menuju ruang launcing lalu terhenti karena merasa handphone nya bergetar, dan terdapat notif WA masuk dari "SUAMIKU IRWAN".


Lagi-lagi sukses membuat Saskia tersenyum ditengah cemasnya kegiatan ini, lalu ia membaca pesan dari mas Irwan dan terteguh.


" Haruskah begitu lama menunggu kamu membuka hati??" Irwan.


" Maaf," kata-kata itu keluar dari mulut Saskia tapi tak bisa ia ketik untuk mas Irwan.


Tiba-tiba rekan kerja Saskoa dari devisi Humas memanggil, karena acara akan dimulai.


Namun Saskia mengetik balasan untuk mas Irwan.


" Jemput Kia, di Sangrila Jotel, jam 6 sore, kia tunggu,," balas Saskia.


Dan Saskia pun menuju kedalam ruangan ballroom tersebut yang sudah dipenuhi para tamu undangan.


Acara berjalan sukses dengan sambutan para tamu yang memberi support dengan adanya proyek ini.


Akhirnya hal yang penting ini selesai, rasanya seperti terlepas beban berat.


Saskia yang sudah siap-siap berbenah di ruang staff.


Dan tiba-tiba mendapat pesan WA dari mas Irwan.


" 20 menit lagi Mas sampai," Irwan.

__ADS_1


" Baik, kia tunggu di parkir belakang hotel ya jalan timur," balas Saskia.


" Oke,," balas Mas Irwan singkat.


Dan Saskia mulai melangkah kaki menuju parkiran belakang Hotel dan melihat hujan yang turun dengan lebatnya.


Namum tiba-tiba suara pria itu memanggil.


" Saskia, "panggilnya lembut.


Deg.., " Yovan" jawab Saskia pelan berbisik.


Terlihat Yovan berjalan kearah Saskia dengan senyumnya, seakan menemukan diri Saskia.


" Saskia"


Suara itu mengingatkan Saskia akan lembutnya dulu pria ini terhadapnua.


" Untuk apa kamu hadir kembali??, " tanya Saskia pelan menahan gemuruh hatinya.


" Kamu tau tak ada yang bisa membuat aku jatuh sesakit ini selain karena kehilangan kamu,," ucapnya lembut.


" Bodoh, kamu tau bahwa itu menyakitkan, tapi kamu berkhianat ,kamu memilih untuk mengingkari aku, kamu sengaja,," ucap Saakia dengan suara bergetar nyaris akan jatuh air matanya.


" Aku tau,,aku tau aku bersalah,, tidak bisa kah kau memberi kesempatan lagi untuk ku??, " pinta Yovan dengan sorot mata seakan berkaca-kaca dan suara beratnya seakan memohon untuk membuka hati Saskia.


" Maaf Yovan, aku tak bisa, ada hati yang sedang menunggu ku, dan ada hati yang tak bisa ku kecewakan lagi," ucap Saskia menolak.


" Kia, sayang aku mohon, kau tau aku begitu mencintaimu, kau yang paling tau aku,," ucap Yovan sembari mengenggam tangan Saskia.


Dan sekilas terlihat oleh Saakia di balik pintu kaca itu mas Irwan datang berjalan menerobos hujan dengan payungnya.


" Maaf Yovan,," ucap Saskia sembari melepaskan tangan nya dan melangkah keluar menerobos hujan menuju mas Irwan lalu masuk kedalam payung hitam besarnya.


mas irwan yang terkaget melihat Saskia dengan air mata mengalir dan tubuh yang setengah basah.


" Kia,," Mas Irwan menatap kaget pada Saskia yang bersedih.


" Maafin Kia, Mas" ucap Saskia bergetar sembari menarik jas mas Irwan untuk turun kearah wajahnya dan menyentuh bibir lembut mas Irwan itu dengan bibirnya.


Entah apa yang ada dipikiran Saskia saat ini dan tak lama Saskia melepaskan ciuman itu sembari menatap mata Mas Irwan lekat-lekat.


Terlihat sorot Mas Irwan seperti menginginkan hal itu lagi.


" Aku berharap kamu tak menyesal, " ucap Mas Irwan yang menjatuhkan payung lalu tangannya beralih meraih tubuh Saskia dan ******* bibir Saskia lagi. Dengan intent dan Saskia pun seakan tak ingin melepaskan rasa ini dan membalas lumatan mas Irwan dengan tanpa sadar tangannya merangkul pinggang mas Irwan.

__ADS_1


Yovan yang melihat semua itu tanpa sadar menjatuhkan air matanya, betapa iya menyesali akan kehilangan orang yang iya cintai. Betapa bodohnya ia berkhianat , sungguh andai waktu dapat diputar lagi iyya ingin kembali merengkuh tubuh Saskia Rasya kedalam pelukannya.


__ADS_2