Meet You Now

Meet You Now
23


__ADS_3

Jika dilihat-lihat memang agak aneh jikaSaskiadan mas Irwan pulang dengan kondisi pakaian basah kuyup.


Dan terlihat wajah Bunda dan kak raniya yang terkaget melihat kondisi mereka berdua


Saskia yang berdiri disamping mas Irwan, seakan jadi gagap ketika ingin menjelaskan pada Bunda.


" Eh..,bun," sapa Saskia ragu.


" Kalian, dari mana sampai bisa mandi ujan begini??," tanya Bunda sembari meraih lengan Saskia untuk masuk dan melihat mas Irwan dengan tatapan yang sama.


" Hobi baru yaa dek, mandi ujan," ujar kak Raniya mengoda Saskia.


" Ayo mandi kalian dulu, nanti bisa sakit kalo begini trus, ayo nak Irwan," ujar Bunda.


" Kia, kamu aja nak Irwan mandi dikamar mu, trus ambil baju kak Riyadh untuk di pakai nak Irwan," perintah Bunda pada Saskia.


Saskia yang tercenggang, tak paham ucapan Bunda.


" Maksudnya Bunda gimana sih??, mas irwan mandi dikamar siapa tadi??," tanya Saskia bingung seolah tak percaya dengan indra pendegarannya.


Bunda pun berhenti dan berbalik melihat Saskia.


" Kamar kamu, udah cepat nanti nak Irwan masuk angin lagi," ucap Bunda berjalan seraya menuju dapur.


" HAH?? M A N D I dikamar ku," ujar Saskia terkaget percaya.


" ini Bunda serius??," celetuka Bunda.


Tiba-tiba kak Raniya mencubit lengan Saskia dan Saskia terpekik kaget karena sakit dilengan nya akibat usilnya kak Raniya.


" Hayoo, mikir apa siih kamu Kia??," celetuk kak Raniya mengoda Saskia.


" Ikh kak Raniya ini," sengah Saskia berlalu mengikuti Bunda dari belakang, dan berusaha ngomong pelan.


" Ikh, Bunda tunggu dulu, trus kia mandi dimana??," tanya Saskia berbisik pada Bunda dengan nada serius.


Bunda terhenti lagi didepan meja makan,,


" Ya kamu mandi dikamar Bunda aja, udah cepet sana ambilkan handuk dan baju ganti untuk nak Irwan dikamar kak Riyadh," ulang Bunda lagi.


Saskia yang bengong tak percaya akan perkataan Bunda.


" Aneh deh, kalo atas nama mas Irwan aja semuanya kok legal yaa, Bunda jadi kayak bukan Bunda deh !!," gerutu Saskia sembari menaiki anak tangga menuju keatas kamar kak Riyadh.


Dan Saskia memilih celana trening dan baju kaos putih dengan kerah V, setelah di timbang-timbang mungkin ukuran badan mas Irwan sama dengan kak.


Setelah mengambil baju untuk mas Irwan Saskia pun turun menuju ke arah mas Irwan yang duduk di kursi tamu.


Dengan canggung Saskia melihat mas Irwan yang sedang menatap layar handphonenya.


" Mas, hmm sini ikut Kia," panggil Saskia dan berlalu menuju kamarnya yang tak jauh dari ruang tamu.


Dan mas Irwan berjalan mengikuti Saskia, dan masuk ke dalam kamar.

__ADS_1



Saskia berpikir untuk tak mau berlama-lama dalam kamar ini dengan mas Irwan, karena jantung Saskia sudah cukup berdetak berlebihan sedari tadi.


Mas Irwan hanya diam melihat sekeliling kamar miliknya dan Saskia pun menyerahkan handuk beserta baju ganti yang tadi ia ambil dari kamar kak Riyadh.


" Ini Mas," cepat-cepat Saskia menyerahkan ke tangan mas Irwan yang kaget karena tingkah Saskia.


" Disebelah sana mas kamar mandinya," ucap Saskia sembari menunjukkan arah kamar mandi.


Lalu buru-buru ia berlari kecil keluar kamar tampa melihat mas Irwan lagi.


Dan ketika Saskia keluar kamar dan tampak kak Raniya seperti menunggu Saskia di kursi tamu sambil tersenyum jahil.


" Loh, cepet banget keluarnya, kaka pikir bakal lama" celetuknya sambil tertawa jahil pada Saskia.


" Ikh kak raniya ini, ada aja deh,," gerutu Saskia kesal.


Lalu berjalan meninggalkannya begitu saja diruang tamu menuju kamar bunda, namun tiba-tiba aku teringat.


" Laah, aku kok lupa ambil baju ganti untuk diri sendiri??," ucap Saskia dengan menepuk jidadnya sendiri dan enggan berpikir apa harus masuk ambil bajunya.


" Hhmm, kayaknya ambil aja, masa pakek baju Bunda," ujarnya sendiri.


" Tapi-tapi,,tapi,," mulai debat argumen Saskia dengan diri sendiri.


Namun pada akhirnya ia harus kembali kekamarnya untuk mengambil handuk dan baju ganti.


Ketika Saskia berbalik dan tak tampak kak Raniya lagi diruangan tamu itu, entah kemana dia pergi.


" Sial,," pekik batinnya, ternyata mas Irwan masih disitu sedang membuka bajunya.


" Ma, maaf Mas, Kia gak se,sengaja, kia masuk mau ambil baju ganti Kia," jawab Saskia gagap.


" Hhmm " gumam mas Irwan.


" Kia ijin kelemari sebentar Mas, janji gak liat, " jawab Saskia tegas.


Dan terdengar seringai tawa kecil Mas Irwan, entah apa yang dipikirkannya dengan tingkah Saskia.


Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan tertutup.


" Ah kayaknya mas Irwan udah masuk kamar mandi," pikir Saakia seakan lega dan lemas sudah otot-otot kakinya, dan Saskia pun bersegera mengambil baju ganti yang menjadi tujuan awalnya.


🍃🍃🍃


Setelah mandi kilat Saskia keluar menemani Bunda untuk masak-masak didapur,


" Buun, banyak banget menunya," tanya Saskia seraya mengambil piring untuk di taruk di atas meja makan.


" Ya kan ada nak Irwan," jawab Bunda senang.


" Bunda ini aneh deh, yang anaknya sebenernya siapa sih?? aku apa mas Irwan??, prima banget pelayanannya," celetuk Saskia santai namun jadi terkaget melihat orang yang di bicarakan sudah selesai mandi dan terlihat cocok dengan baju kaos yang ia pilihkan tadi.

__ADS_1


Dan seketika Saskia jadi canggung dan berpikir semoga mas Irwan gak denger-denger amat atas celutukannya tadi dengan Bunda. Tapi itu nihil, kak Raniya datang dengan ikut memperpanjang omongan tadi.


" Kakak pikir cuma kakak aja yang ngerasa Bunda pelayanan prima banget untuk para menantu, kamu gak liat tiap ada mas Bilal, wiih Bunda bisa prima banget pelayanannya, masakan tiap hari ala restoran selalu, cuma perlu seminggu perut mas Bilal hilang six packnya," celetuka kak Raniya sembari tertawa.


Dan mas Irwan pun jadi ikut tertawa mendengarnya,,


" Ikh kalian ini, masa gitu aja cemburu sih, Bunda kan cuma mau kasih yang terbaik untuk menantu-menatu Bunda," ucap Bunda seraya melihat mas Irwan untuk menyuruh ya duduk.


" ayo nak Irwan, dimakan yang banyak yaa".


" Iyya Bunda makasih," jawab mas Irwan.


" Kia kapan cuti??, udah tinggal 5 hari lagi loh, masa mau kerja sampai hari nikah".


Pertanyaan kak Rniya tadi membuat mas Irwan menatap Saskia seperti ada kasus besar.


" Besok Kia baru mengajukan cuti Kak, karena mau beres-beres sedikit ".


" Iya gak bagus udah mau dekat acara tapi kamu masih kerja, karena harus jaga kesehatan karena nanti pasti capek banget ," ujar Bunda.


" Ooh iyyaa tuuh pasti capek banget, " celetuk kak Raniya usil menimpal pernyataan Bunda tadi, seraya melirik Saskia dan mas Irwan.


Saskia jadi gemes sama tingkah kak Raniya.


" Tega banget ngejahilin terang-terangan, untung Bunda gak nyambung," gumam batin Saskia yang kesal.


Tapi mas Irwan malah ikut-ikutan tertawa kecil.


Dan ruangan makan pun jadi hangat karena obrolan-obrolan riangan.


Mas Irwan pamit dijam 11 malam.


" Ayo Kia, antar nak Irwan ke depan,," perintah Bunda kepada Saskia.


" Ikh Bunda ini" gerutu Saskia membatin.


Dengan berat Saskia mengikuti mas Irwan dibelakangnya karena tak ada lampu jalan, Saskia jadi tak bisa melihat dengan pas kalo ada batu-batu di depan nya.


Sehingga membuat Saskia tersandung dan jadi reflek meraih punggung belakang mas Irwan.


Dengan sigap mas Irwan meraih tangannya dan berbalik badan memegang tangan Saskia.


Saskia yang tadi panik karena tersandung jadi kaget karena berhadapan dengan mas Irwan.


Deg.


Dan terlintas lagi ciuman hot dikala hujan, lalu buru-buru Saskia menarik diri dari mas Irwan.


Tapi tangan Saskia reflek menarik ujung baju mas Irwan.


" Mas, besok kalo tidak hujan bisa gak temanin Kia kesuatu tempat," tanya Saskia sembari menatap mas Irwan.


" Tapi kalo Mas sempat, " timpal Saskia lagi.

__ADS_1


" Hhmm ,bisa," sahut Mas Irwan pelan.


" Oke,," timpal mas Irwan sembari membuka pintu mobil dan Saskia pun menjauh dari sana dan terlihat mas Irwan berlalu pergi.


__ADS_2