
Suasana kantor siang ini agak sepi, banyak yang tidak hadir termasuk mbak Dini.
" Apa karena banjir kemarin yaa??," tebak Saskia.
" Kalo sepi begini nanti siang langsung pulang saja," pikir Saskia yang berniat masuk kantor setengah hari.
Ditengah lamunannya, datang seorang pria Cleaning Servise menghampiri Saskia.
" Permisi,maaf mbak, mbak namanya Saskia ya? pegawai departemen akunting??, " tanya pria Cleanijg Servise sedikit ragu.
" Ah iyya Mas, saya Saskia, tapi udah di personalia bagian data. ada apa yaa?," tanya Saskia penasaran.
" Ah, akhirnya ketemu juga mbak Saskianya, udah sejam ini naik turun lift saya Mbak, ini Mbak ada bingkisan," ujar pria Cleaning service sembari menaruh barang yang di bawa dari tadi.
" Hah?? bingkisan?? dari siapa Mas?," tanya Saskia bingung.
" Ini katanya dari pak Irwansya," jawab Mas Cleaning Servise membaca note di atas bingkisan.
" Mas Irwan??, " ucap Saskia kaget dan buru-buru menarik bingkisan yang tadi diberikan Mas Cleaning Servise.
" Saya permisi, Mbak, " pamit mas Cleaning Service tersenyum dan berlalu pergi.
Saskia membuka bingkisan itu dengan berbagai pertanyaan didalam kepalanya. Lalu menemukan sepucuk surat didalamnya.
" Semoga ini bermanfaat untuk kamu, " Irwan.
Saskia terhenyak akan isi pesan yang singkat padat dan jelas, no gombal-gombal.
" dasar mas irwan," celetuk Saskia dengan tersenyum simpul.
Dan isi bingkisan tersebut adalah sebuah Iphone keluaran terbaru.
" Ya Tuhan," ucap Saskia terkejut menerima jadiah handphone tersebut.
Tiba-tiba Iphone itu berdering, dan tertera nama "SUAMIKU IRWAN".
Saskia yang membacanya terlihat tertawa kecil.
" Ala gak ke pedean Mas Irwan nulis gini??," gumam Saskia seraya mengangkat telfon dari mas Irwan.
" Hallo, Assalamualaikum,," jawab Saskia dengan memcoba menahan tawa.
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam, ternyata sudah kamu terima yaa,, bagus laah, Mas cuma mau ngecek aja," jelas Mas Irwan santai.
" Mas, tapi ini Kia gak bisa terima, ini udah berlebihan," jawab Saskia buru-buru.
" Ah enggak, itu memang untuk kamu," jawab Mas Irwan dan terputuslah komunikasi begitu saja tampa mendengar protes dari Saskia.
Saskia hanya bisa termenung melihat handphone barunya, lalu ia berpikir untuk pulang lebih awal seperti rencana awal.
Namun ketika sedang bersiap-siap, Bu Yayuk datang menghampiri Saskia dengan beberapa map.
" Saskia, minggu depan kamu jadi asisten pendamping Manajer Perusahaan Yyyttt, mereka akan berkantor sementara disini," jelas Bu Yayuk tegas.
Saskia yang terkaget mendengar nama perusahaan itu seakan membatu.
" Tapi Bu, saya gak bisa," jawab Saskia menolak tegas.
" Wakil Dirut yang meminta ini, karena kejadian tempo hari, jadi ini moment pas untuk kamu menjalin komunikasi baik dengan manajer mereka sebagai permintaan maaf," jelas ibu Yayuk tegas memerintah.
" Mohon Ibu menunjuk karyawan lain, saya benar-benar menolak," ujar Saskia yang bersikeras dengan pendirian.
" Kamu yaa, coba lah untuk luwes, mereka hanya sementara dikantor kita, tidak baik menolak mereka yang sudah berbesar hati memaafkan kejadian tempo hari, tidak ada bantahan, ini perintah" jelas Ibu Yayuk dan berlalu dari meja kerja Saskia.
🍃🍃🍃
Mobil putih itu melaju dengan cepat dan 30 menit kemudian mobil itu pun berhenti di rumah Saskia.
Setelah memarkir mobil didalam garasi dan menutup pagar Saskoa pun bergegas masuk kedalam rumah yang pintunya terbuka begitu saja dan mencari sosok ke hangatan penuh cinta, Bunda.
" Assalamualikum, Bun,," panggil Saskia sembari terheran dengan pintu kamarnya terbuka.
" Bunda, Kia pulang" panggil Saskia lagi sembari melintas ruang makan menuju dapur.
Tiba-tiba sebuah tepukan di pundak ku yang sontak mengagetkannya.
" Kyaaaakk," pekik Saskia terkejut dan berbalik melihat ke belakang. Dan Saskia terkaget melihat kak Raniya tertawa terbahak-bahak karena berhasil dengan mengagetkan adiknya.
" Ikh, kak Raniya ini, bikin jantungan aka," ucap Saskia kesal sembari mencoba mencubit lengan kak Raniya, tapi gagal karena iyya berlari menghindar.
" Eh udah..,udah, kalian ini masih aja kayak anak SD doyan banget ngejahilin, Raniya kamu juga jangan lari-lari, inget kamu lagi hamil," ucap Bunda yang lewat begitu saja di antara kami menuju pintu untuk menutup.
" kak Raniya hamil?? serius Kak??," tanya Saskia tak percaya.
__ADS_1
" Yoi," sembari tersenyum lebar dan mengelus-ngelus perutnya.
" Kak selamat," sembari memeluk kak Raniya.
Namun Bunda tiba-tiba masuk dengan wajah kaget, dan menghampiri Saskia yang sedang berbahagia dengan kabar kak Raniya.
" Nak Irwan mana??, "tanya Bunda pada Saskia
" Kamu pulang dengan mas Irwan, "timpal kak Raniya yang ikut melihat pada Saskia.
" Ah gak Bun, Kia pulang diri kok, " jawab Saskia santai.
" Terus itu mobil siapa?, kalo bukan mobil nak Irwan??," tanya Bunda lagi.
"Hhmm itu,, itu mas Irwan kasih pinjemin sama Kia, karena mobil Brio Kia bannya kempes semalam, " jawab Saskia ragu.
" Ta ,tapi Bunda tau semalam Kia di apartemen mas Irwan kan??, mas Irwan ada kabarin bunda,,? timpal Saskia lagi mencari aman.
" APA?? gila nie,, gila, kamu di apartemen mas Irwan??, semalaman??," ujar kak Raniya seraya mengeleng-gepeng kepala kaget.
Saskia hanya berani tersenyum kaku.
Tapi Bunda jadi diam.
" Bunda marah nie??, tapi kan semalam mas Irwan sendiri yang telfon Bunda malah lega akunya diapartemen mas Irwan, ini gimana sih??," rutu batin Saskia salah tingkah dihadapan Bunda.
" Jempol deh, buat mas Irwan itu, mas Bilal aja gak bisa selolos itu sama Bunda, mantap adik ipar gue," ucap kak Raniya nyeplos aja tampa berpikir bahwa posisi adiknya ini jadi tambah gak enak sama bunda.
" Tapi kok Kamu cepat pulang??" tanya Bunda lagi.
" Eh itu Bun, dikantor gak banyak yang masuk, mungkin karena banjir kemarin, jadi Kia pilih untuk cepat pulang aja," jawab Saskia ragu.
Bunda pun berlalu ke dapur meninggalkan Saskia dan kak Raniya yang sedari tadi sudah cengar cengir melihat pada dirinya, dan sepertinya Saskia tau isi otak kak Raniya, pasti soal Saskia dan mas Irwan semalam.
Dan tepat seperti dugaan Saskia, kak Raniya mendekat seraya melirik dengan mata nakalnya.
" Ayo laah cerita gimana semalam sama mas Irwan??, " tanya kak Raniya sembari senyum-senyum jahil pada Saskia.
" Ikh apa sih kak,,?? orang gak ada apa-apa kok,," jawab Saskia lancar.
" Gak mungkin, ayoo jujur aja deeh, " goda kak Raniya sembari mengikuti langkah Saskia menuju kamar.
__ADS_1