
aku terbangun dengan rasa sakit disekujur tubuh ku, dan tersadar ada sosok pria yang tidur dengan lelapnya.
Saskia berusaha turun lalu pelan-pelan berjalan menuju kamar mandi.
Saskia menyelesaikan urusan mandinya dengan cepat, lalu berseger berpakaian, yaa walau dengan pakaian kantor.
Saskia melirik ranjangnya dan terlihat mas Irwan sudah bangun dan terduduk menatap dirinya
" Kamu mau kentor??," tanya mas Irwan heran.
" Enggak mas, Kia masih ada sisa cuti tiga hari lagi," jawab Saskia.
" Pasti aneh yaa ngeliat aku pakek baju kantor??" pikirnya dalam hati.
Terlihat mas Irwan mendekatin lalu meraih ujung rambut Saskia yang masih setengah basah.
Dan gara-gara itu tubuh Saskia jadi panas dingin lagi sehingga ia mencoba menghindar.
" Mas..,mandi dulu sudah mau subuh," ujar Saskia mencoba menjauh dari tubuh mas Irwan.
Mas Irwan tersenyum jahil dengan gerak gerik Saskia yang menghindar dari dirinya, namun mas irwan pun beralih berlalu muju kamar mandi.
" Hufffft..,tenang Saskia tenang.., duh mas Irwan ini selalu sukses membuat aku lemas,, "pikirnya.
Lalu ia fokus dan melihat tempat tidur sanggat berantakan, ia mencoba merapikan seprei dan bed cover yang sudah semraut. Tak sengaja ia melihat noda merah di seprei itu yang membuatnya terpaku.
Sembari menarik seprai itu dan meletakkannya diluar kamar, namun Saskia tidak menemukan dimana seprei ganti.
"ah, nanti tanya mas Irwan, sekarang masak sedikit, laper,," ujarnya sendiri sembari keluar dari kamar menuju dapur.
Dan membuka kulkas lalu memilih-milih bahan untuk masak nasi gurih sederahan.
Entah kenapa Saskia ingin pulang kerumah Bunda dan berkumpul dengan kakak-kakaknya.
Ia berpikir harus ngomong dengan mas Irwan.
🍃🍃🍃
Terdengar suara mas Irwan memanggil untuk sholat subuh bersama dari dalam kamar.
Saskia reflek berlari kecil, karena iya terlalu seru menyiapankan sarapan nasi gurih dan tak terasa jam subuh sudah masuk.
Mereka melaksanakan sholat subuh bersama, dan ditutup dengan salam Saskia kepada mas Irwan.
__ADS_1
" Mas.., Ka mau ketempat Bunda boleh??" tanya Saskia ragu, sembari melipat sajadah mas Irwan.
" Kia masih mau kumpul dengan kak Riyadh dan kak Aya, karena dua hari lagi mereka balik ke Singapur," jelasnya lagi.
" Oke,,"ucap mas Irwan singkat
Dan itu cukup membuat hati Saskia lega.
" Kalau nginap boleh gak mas??, " memcoba bertanya, kali aja bisa nginap, pikir Saskia.
Mas irwan tak menjawab, tapi ia berbalik menatap Saskia, sehingga Saskia kaget..
" Ya Tuhan, apa mas Irwan marah??"
" Hmm.., Oke," sahut mas Irwan sembari mencium kening Saskia.
Dan hal itu cukup membuat jantung Saskia hampir copot,,
" Duuuh mas Irwan ini suka banget bikin greget,," rutu batin Saskia. Lalu mas Irwan berjalan keluar kamar diikuti Saskia yang mengekor dari belakang.
" Kamu masak apa??wangi banget,,"
" Masak nasi gurih.., tiba-tiba kangen nasi gurih, mas udah pernah coba??," tanya Saskia sembari mengecek kukusan mejicom.
Pria itu hanya menggeleng dan mengikuti Saskia.
" Hobi??, gak kok mas cuma karena sering bantu Bunda masak jadi lama-kelaman kehapal resepnya..,,dan itu seru loh,," ucap Saskia spontan.
" Kalau mas sendiri?? hobi masak??"
" Oh kalo mas buka hobi, tapi lebih karena tuntutan keadaan,," sahut mas Irwan seraya menyerut air wedang jahe hangat ke mulut nya.
" Maksudnya??," tanya Saskia bingung lalu meletakkan piring yang sudah berisi nasi guri berserta lauk di hadapan mas Irwan.
" Uaa kalo gak bisa masak mas gak bisa makan,," jawabnya santai.
" Oh..,di coba mas nasi gurihnya,," ucap Saskia ragu.
dan mas irwan memulai mencoba nasi gurih itu kedalam mulutnya.
" Enak gak??," tanya Saskia ragu
Mas Irwan hanya memberi tanda jempol pada Saskia, dan hal itu cukup membuat Saskia yakin bahwa masakannya tak mengecewakan.
__ADS_1
" Sebelum ke tempat Bunda, temani Mas dulu ke cafe ya.., udah beberapa hari ada hal yang mas tunda soal cafe," ucap mas Irwan sembari menyuapi lagi sendok kesekian kedalam mulutnya.
" Ah..,iyya,," sahut Saskia menurut saja sembari melihat mas irwan yang makan dengan santai.
" Ternyata begini yaa berumah tangga, gak seperti dibayangkan ," pikir Saskia bersyukur, setidaknya mas Irwan pria yang pengertian dan semoga seterusnya begitu doa Saskia dalam hati.
" Oia mas, itu seprei ganti dimana ya??," tanya Saskia.
" Kenapa??"
Kaget mendengar pertanyan Mas Irwan, wajah Saskia merona malu.
" Aduuuh pakek ditanya kenapa lagi??," gumam Saskia.
" Hmm itu mas, ada noda merah diseprei," sahut Saskia tak berani menatap mas Irwan.
Dan tak disangka mas irwan tertawa kecil. Sehingga Saskia kepalang malu.
" Ya ampun Mas ini sampek diketawain segala, emang lucu apa??"
" Hhmm kemarin sapa yaa yang bilang gak mau malam pertama??," ucap mas Irwan usil mengerjai Saskia yang tengah menahan malu.
" Ya salam, mas irwan ini pakek di ungkit-ungkit segala lagi,," pekik Saskia membatin.
Namun tanpa disangka tangan mas Irwan menahan tangan Saskia lalu menariknya duduk dipangkuan.
" Terima kasih Saskia Rasya,," ucap mas Irwan seraya mengecup bibir Saskia yang ranum.
Saskia terpaku merasakan ciuman lembut dari bibir suaminya.
Namun ciuman itu terhenti ketika tangan lain mas irwan mengeluarkan kotak pink kecil dari sakunya lalu membukanya dihadapan Saskia. Terlihat cincin bermahkotakan berlian yang indah dan itu cukup membuat Saskia kaget.
" Mas minta maaf harusnya cincin ini sudah mas berikan pada hari pernikahan kita kemarin dan ini jadi hadiah ulang tahun kamu,," ucap mas Irwan seraya mengenakan cincin itu pada jari manis Saskia lalu mengecup jari Saskia dengan lembut.
Tanpa terasa air mata Saskia turun.
" Mas bukanlah orang yang romantis, mas juga kaya, dan mas gak punya apa-apa, tapi mas berusaha untuk selalu bisa membahagiakan kamu,, kamu percaya sama mas, kan Saskia??" menatap mata Saskia dalam.
Hati Saskia seolah-olah luluh mendengar perkataan mas Irwan, pria misterius ini berhasil membuat hatinya yang dingin merasakan hangat.
Tak sepatah kata pun dapat Saskia katakan kepada mas Irwan, iya hanya terus menjatuhkan butiran airmatanya yang membuat mas Irwan berpikir apa wanita ini suka menangis.
" Kamu mau nangis sampai kapan??"
__ADS_1
nanti mata kamu bengkak lalu dilihat oleh orang rumah kamu, disangkan mas udah menganiaya kamu," celetuk mas Irwan seraya menyeka air mata Saskia yang sedikit tersenyum mendengar candaan mas Irwan yang garing.
" Ikh..,gak lucu deh mas," ujar Saskia sembari menyubit lengan suaminya dan disambut tawa keduanya.