
Kamar super VIP itu hening, tinggal Saskia dan kakaknya Raniya yang merawat Bunda, Kak Riyadh harus pulang kerumah karena istrinya kak Aya, sudah mulai tidak enak badan dan lelah karena kehamilan.
Saskia terpaku disisi samping ranjang Bunda, menatap jari-jemari bundanya yang telah keriput dan kurus.
Ah sudah berapa lama ia tak makan dari buatan tangan Bunda, Saskia rindu masakan khas Aceh olahan bunda.
Tap.., Tap.., menetes air mata Saskia tak terbedung, teringat akan perkataanya yang menyakiti hati Bunda.
Betapa bodohnya ia mengecewakan hati Bunda orang yang membesarkan dengan penuh cinta dan lebih percaya kepada orang yang baru dua tahun ia kenal.
Tak terasa tangan Bunda bergerak dan Saskia reflek mengenggam tangan Bunda.
" Ki..,aaa...ki..,aaaa," panggil Bunda dengan suara parau dan lemah nyaris berbisik.
" Kia.. Kia disini Bun.., tunggu Kia panggil Perawat," seru Saskia hendak beranjak pergi.
" Kia..., Bunda restui kamu dengan Yovan," ucap Bunda dengan linangan air mata,,
Mendengar perkataan Bunda, Saskia seperti disambar petir. Sakit mendengar perkataan Bunda dan air matanya tumpah.
" Gak bunda.., maafin Kia yang menyakiti Bunda. Kia udah gak ada hubungan lagi dengan Yovan, Bunda benar.., sekarang Kia ngerti kenapa Bunda gak suka pada Yovan..., maafin Kia Bunda.., tolong maafin kesalahan Kia Bunda," ucap kia dengan isakan tangis, tak ada kata lain selain penyesalannya kepada Bunda.
Kak Raniya yang melihat hanya menangis karena ia paling tau isi hati Bunda dan adiknya Saskia.
" Maafin Bunda ya nak.., Maafin Bunda,," seru Bunda sedih melihat putrinya menangus. Dan keduanya berpelukan dengan derai air mata.
🍃🍃🍃
Dua hari berlalu setelah peristiwa haru biru itu, kondisi Bunda semakin membaik, tapi masih dalam pengawasan Dokter.
" Kamu gak kerja??," tanya Raniya sembari bersiap-siap hendak kekantor. Sudah dua hari Raniya izin karena menemani Saskia merawat Bunda.
__ADS_1
" Kan gue udah nganggur..,,jadi bisa full jaga Bunda, " sahut Saskia santai.
" Serius kamu Dek??" seraya merapatkan duduk dengan Saskia
" Iyya..., serius, makanya untuk beberapa bulan kedepan Kia penggangguran jadi tolong kak Raniya cari uang yang banyak untuk sokong biaya pengangguran ini.." celetuk Saskia usil pada kakaknya.
Seakan tak percaya Raniya hanya bengong saja mendengarkan ucapan adikny, dan tanpa sadar handphonenya berbunyi lalu baru menyadarinya untuk segera pergi kekantor karena sudah sangat-sangat telat.
" Kakak pergi dulu yaa, Bunda.., Raniya pergi kantor dulu.., Raniya usaha untuk cepat pulang," ucap Raniya sembari memberi salam dan mencium Bunda untuk pami.
" Ah.., jangan lupa minta kepastian Dokter kalo memang Bunda udah boleh pulang," seru Raniya mengingatkan adiknya.
" Iyya oke,," sahut Saskia sembari mengambilkan air putih untuk Bunda.
Sesaat setelah Raniya pergi, Bunda memanggil Saskia untukmendekat.
" Kamu serius gak kerja lagi??, " tanya Bunda bernada cemas.
" Kiaa...,kamu,," ucapan Bunda tergantung ketika Saskia memeluk Bunda dengan tiba-tiba.
" Bunda jangan khawatir.., rejeki itu nantik akan ada lagi.., sementara biar Kia rawat Bunda sampai sembuh," ucap Saskia dengan tatapan sendu.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan terlihat kak Riyadh juga istrinya masuk dengan memengang kue tar berukuran sedang dengan lilin menyala
" Singgil cuka hamida uri saskia rasya, selamat ulang tahun adek, " ucap kak Aya penuh bahagia dengan berjalan menuju Saskia.
Saskia menatap kaku, dan terbayang ucapan Yovan.
" Aku ingin di hari bertambahnya usiamu, kamu sudah berstatus 'istriku' ",, kalimat yang seakan mengema di dalam otak Saskia, dan tanpa sadar air matanya jatuh.
" Kamu kenapa??," tanya kak Aya cemas dan diikuti kak Riyadh.
__ADS_1
"Apa kamu sakit??" ucapnya lagi.
Raut wajah Bunda ikut cemas.
" Ah.., gak kak Aya, Bun..., Kia gak papa hanya terkejut aja..," sela Saskia dan menyeka air matanya.
" Tapi Kia mohon di tahun-tahun berikutnya untuk gak ada lagi berayaan di tanggal 3 November? Kia mohon...," ucapnya menatap Bunda, kak Aya dan kak Riyadh.
Tak ada yang bersuara hanya mengangguk mengikuti ke inginan Saskia. Dan di dalam hati Saskia, ia berharap untuk bisa segera melupakan pria itu.
🍃🍃🍃
Satu bulan berlalu, Saskia benar-benar mengurus Bunda.
Urusan keluar dari kantor, ia serahkan pada calon suami Via, sahabatnya sedari dulu dan ia memohon kepada calon suami Via untuk menghapus semua biodata atas nama dirinya dari perusahaan baik alamat rumah, email dan nomor telfon.
Itu ia lakukan untuk menghilang dan tidak berhubungan lagi dengan perusahaan itu.
Bersyukur semua di permudah, dan Saskia menata kembali hubungannya dengan Bunda dan ia benar-benar berubah.
Peristiwa itu telah membuat Saskia dewasa, namun tak begitu dengan hatinya yang masih terluka.
PART YOVAN OFF
Yovan termenung lama diruang kerjanya, betapa pedih rasa hati mendengar kabar penikahan Saskia tanggal 3 November.
Tiba-tiba ia bangun dan menuju meja kerjanya, dan duduk dikursi sembari menarik laci meja itu lalu mengeluarkan kotak yang terbungkus beldru warna navy yang tertera logo Swaroski disana.
Yovan membukanya dengan pelan, terlihat kalung berlian dengan kilauannya yang indah. Namun Yovan bisa hanya menatap sedih dan menyentuh kalung itu perlahan mengikuti lingkar kalung itu berada.
Seharusnya kalung indah ini sudah melingkar indah di leher Saskia tiga tahun yang lalu Andai ia tidak bodoh, andai ia tak mengikuti ambisi dan nafsunya dengan Mira pasti Saskia kini berada dipelukannya.
__ADS_1
Hanya sesal yang memenuhi ruang hatinya, walau telah lama berlalu tapi rasa sesak akan penyesalan seakan baru terjadi.