
pagi itu saskia bangun lebih awal untuk menyiapakan sarapan, terlihat saskia sudah dengan pakaian kantornya, hanya tinggal merias wajahny saja dengan polesan make up tipis.
tetapi handphone mas irwan sedari tadi bergetar entah dengan berapa kali panggilan namun tak kunjung selesaj dari mandinya, sehingga saskia mencoba menjawab telfon tersebut, ia pun meraih handphone mas irwan disisi meja tempat tidur.
tertulis nama si penelfon "Ines"
saskia tak terpikir langsung menganggkat telfon itu dan mendaratkan handphone itu ketelinganya.
saskia/"ha,,"ucap saskia terhenti
saskia terpaku mendengar suara wanita sedang menangis pilu
"aku kembali,,peluk aku,,"suara wanita itu terisak pilu
dan seketika pintu kamar mandi terbuka terlihat mas irwan dengan aneh melihat ke arah saskia berdiri terdiam dengan mata yang juga menatap mas irwan dengan wajah terkejut,
terkejut dengan apa yang ia dengar dari telfon yang baru saja ia angkat.
mas irwan/"siapa??"
saskia/"ines" jawab saskia berat seakan tenggorokannya kering.
seketika raut wajah mas irwan berubah, dan berjalan kearah saskia dan bersegera meraih handphonenya dari tangan saskia dan berlalu keluar kamar meninggalkan saskia dengan terkejutnya.
"hah?? apa ini?? ines?? siapa??"gerutu saskia dalam hati, ia melangkah pelan kearah tempat tidur mencoba menyadarkan diri.
sesaat mas irwan masuk kedalam kamar, dan mas irwan berlalu menuju ruang pakaiannya, seolah tersadar saskia hanya meraih handphonenya dan memasukkannya dalam tas dan bersegera keluar kamar.
entah apa yang berkecambuk dalam benak saskia, ia merasa udara diapartemen ini terlalu dingin, seakan ia akan demam.
sesaat berlalu terlihat mas irwan sudah rapi dengan stelan yang menawan, mas irwan mendorong koper kecil ke luar kamar.
dan berjalan kearah meja makan, saskia diam membisu tapi ia masih melayani mas irwan dengan menyuguhkan sarapan mas irwan seperti biasa.
tak ada yang membuka bahasan.
"apa tidak ada penjelasan??"pikir saskia dalam hati sembari melirik mas irwan yang masih makan dengan santai.
saskia menyudahi sarapannya ia tak mampu lagi menghabiskan sarapannya, ia merasa sudah kenyang.
mas irwan/"ini,,pakailah untuk membeli semua kebutuhan mu,," ucapnya menatap saskia, dan terulur jemari mas irwan dengan kartu atm visa platinum ke arah saskia yang menatap datar.
"ayo,,mas antar kamu hari ini,,"ucapnya sembari melirik jam tangannya.
saskia mengikuti dengan berat, berat dengan pikirannya akan wanita telfon tadi.
didalam mobil sedan civic putih itu hanya melaju membelah jalan ibu kota dengan kecepatan sedang, suasana hati saskia sedang resah diliriknya mas irwan yang seperti tidak mempermasalahkan dari siapa telfon tadi, semakin membuat saskia kacau.
tampa disadari sedan civic itu pun tiba di pelataran parkir kantor saskia, dan memarkir dengan baik.
saskia bersegera turun dan di ikuti oleh mas irwan.
mas irwan/"tunggu,,"ucap mas irwan meraih tangan saskia yang hendak berjalan menuju gedung kantor.
saskia berbalik dengan berat,,
mas irwan/"ini,," menyerahkan kunci mobil ke dalam tangan saskia.
__ADS_1
saskia/"mas,," ucap saskia terkaget
mas irwan/"mas bisa naik taksi,," belum selesai ucapnya mas irwan menarik saskia kedalam pelukannya,,
dan tubuh saskia dengan mudah jatuh kedalam pelukan mas irwan.
saskia terkaget,,seketika ia mendengarkan suara mas irwan seperti berbisik
mas irwan/"maaf"sayup berbisik sehingga saskia tak begitu jelas mendengarnya.
saskia melepaskan pelukan mas irwan dengan canggung, karena terlihat oleh beberapa karyawan lain yang sedang berpas-pasan dengan mereka.
mas irwan pun tersenyum, dan berlalu meninggalkan saskia yang masih bingung.
seketika tangan saskia meraba dadanya, seperti ada rasa pilu didalam hatinya.
"kamu kenapa saskia??"ucapnya untuk diri sendiri sembari menatap punggung mas irwan yang berlalu menghilang dibalik pintu taksi yang iya lihat.
dan saskia pun melangkah berjalan menuju gendung kantornya.
ia mengkah menuju ruang tim projek yang kemarin sempat ia tinggalkan 1 minggu.
dan kehadiran saskia kembali membuat seisi ruangan bergembira.
tim humas/"duh mbak saskia, aura nya beda, jadi lebih cantik,," ucapnya senang
saskia/"ah, masa,,"sembari memengang pipinya dan tertunduk malu.
tiba-tiba rekan kerja dari tim projek lain datang menghampiri kedalam kumpulan saskia cs dengan wajah serius.
karyawan 1/"eh,, ada kabar baru untuk kita, wakil direktur yytt bakal diganti dengan tim manajer dari perusahaan kita,,"
karyawan 1/"gak tau,,gak ada penjelasan dari ibu yayuk,,"
saskia mendengar dengan nafas lega,,setidaknya tak akan bertatap dengan yovan lagi.
terdengar suara panggilan ibu yayuk membuyarkan obrolan para karyawan tadi untuk segera menuju ruang rapat.
saskia bergegas kembali kemejanya dan mengambil pulpen dan notesnya dan berlalri kecil menuju ruang rapat.
setelah semuanya masuk dan duduk, seketika yovan masuk dengan diikuti seorang pria dari belakannya.
yovan/"pagi semua,,senang bisa berkumpul lagi,," ucapnya terhenti dan berlaloh melihat saskia.
"nona saskia selamat kembali berkerja dan selamat dengan pernikahan anda,," ucap yovan seakan membuat saskia mematung.
"hari ini saya terakhir akan berkerja dengan rekan sekalian, projek ini akan saya serahkan dengan pak indra,," ucapnya memperkenalkan sosok pak indra yang menggantikannya
"sebelumnya terima kasih banyak bantuan teman-teman sekalian dalam projek launcing publik beberapa hari yang lalu yang sukses dengan antusias yang luar bisa, dan saya meminta maaf untuk segala kekurangan saya dalam memimpin, baik hanya itu saja,, selamat bekerja dengan rekan baru pak indra" ucap yovan menutup dengan mulai berjabat tangan dengan rekan-rekan kerja diruang rapat.
saskia hanya berdiri menyaksikan perpisahan itu.
ketika semua telah berlalu dengan kembali menuju meja kerja masing-masing yovan menghampiri saskia
yovan/"beri aku waktu untuk bicara, temui aku di balkon atas kantor,," seraya berlalu dari hadapan saskia
saskia kaku dengan apa yang ia dengar dari yovan.
__ADS_1
"apa lagi yang ingin ia bicarakan??" ucap pikirannya.
tapi hatinya yang lain mengatakan ia harus mendengarkan untuk kali terakhir, toh yovan sudah tau semua usahanya akan mustahil dengan status saskia sekarang sudah bersuami.
"bersuami??"gumamnya yang membuat hatinya merasa nyeri sakit mengingat telfon misterius tadi pagi.
dengan menarik nafas panjang saskia melangkahkan kakinya menuju lift dan menekan tombol lantai 20 menuju balkon atas kantor yang memang terdapat miniatur taman bunga indah.
langkah saskia berjalan dengan pelan memuju pintu kaca dan terlihat taman bunga asri dengan bunga yang seakan baru bermekaran.
terlihat sosok yovan memandang ke arah luar balkon dengan dibawah bayang gedung diatasnya.
saskia berjalan menghampiri yovan dan yovan menyadari kehadiran saskia dan menoleh dengan wajah tersenyum.
yovan/"kau datang,,aku cukup senang,,"ucapnya lagi dengan senyum terus membingkai wajah yovan.
saskia/"bicaralah,," ucap saskia menyudahi kebahagian yovan dan berdiri sejajaran dengan yovan dan memandang indahnya pagi itu dengan pemandangan hamparan luas kota jakarta.
hal itu membuat yovan kembali tersenyum getir, betapa saskianya benar-benar hilang.
yovan/"kau bahagia??ucapnya mengikuti saskia melihat hamparan kota jakarta.
saskia tak menjawab,,
yovan/"maaf aku datang dipernikanmu,,"
saskia/"ah, gak papa,,"ucapnya ketus
yovan memcoba tersenyum dengan jawaban saskia dan wajahnya menatap saskia lekat.
yovan/"maafkan aku untuk terakhir kalinya" ucap yovan dengan mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya
"selamat ulang tahun saskia rasya,,"
memdengar hal itu saskia terpaku menatap yovan, ia melihat pria ini membuka kotak yang terlihat kalung berlian indah disana.
yovan/"seharus ini sudah menjadi hadiah mu 3 tahun lalu,," dengan wajah sendu yovan meraih tangan saskia dan memberikannya pada wanita yang sangat ia cintai.
dan tampa yovan sadari ia menyentuh jemari saskia yang telah melingkar cincin berlian di jari manisnya.
dan yovan tersenyum dengan wajah sedih.
yovan/"dan karena kebodohan ku, aku kehilangan dirimu yang berharga,,"ucap yovan dengan suara bergetar menitikan airmata yang terjatuh mengenai kotak perhiasan itu.
saskia terdiam, hatinya berkecambuk mendengarkan perkataan yovan,,
seketika air mata saskia jatuh.
saskia mencoba menarik jemarinya dari yovan dan mengembalikan kotak perhiasannya itu.
saskia/"simpan lah hadiah itu untuk saskia rasya yang kau kenal,, jangan pernah menyesal, karena takdir pada akhirnya yang menentukan.."ucap saskia dengan suara berat.
"jadilah orang baik seperti yovan ku kenal dulu, dan bertemu lah dengan orang yang bisa membahagiakanmu lagi,,"
yovan menatap dalam wajah saskia rasya, seakan ingin memeluk tubuh mungil itu dengan rasa bersalahnya.
saskia/"aku pergi,,"ucap saskia pelan menatap yovan dan berbalik melangkah menuju pintu kaca.
__ADS_1
sepeninggalan saskia, yovan mematung menatap kotak berisi kalung berlian itu, yang tampa menawan dalam bayangngannya ketika kalung ini melingkar dileher saskia yang putih.
yovan/"bahwakan keindahanmu tak bisa mengalahkan cincin yang melingkar itu,,"ucap sembari menutup kotak perhiasan, dan seketika airmatanya jatuh tak terbendung dan membuat sesak dadanya menahan penyesalannya.