
seminggu berlalu dengan kasus irwan, tapi sampai saat ini ines belum muncul untuk menjenggung irwan.
dion datang didampingi pengacara menjumpai irwan.
irwan terduduk dengan antusias menunggu perkembangan kasusnya yang aneh.
dion/"hasil dari lab menyatakan kamu bersih, tapi ada hal yang akan memberatkan kamu,,"ujar dion kaku
irwan/"maksudmu??
pengacara/"nona ines memberi pernyataan bahwa mas irwan pengedar" ucapnya tegas
irwan/"APA??ines??"irwan merasa syok mendengar berita itu, bagaimana bisa ines melakukan ini padanya.
dion/"aku gak habis pikir, bagaimana ia bisa memberikan pernyataan palsu itu"
"aku akan berusaha mencari cara lain, kamu pasti bisa keluar" ujar dion yang khawatir dengan sodara angkatnya
wajah irwan terlihat pucat, ia masih tak menyangka bagaimanan ines bisa begitu menjerumuskannya dalam permainan ini.
dion/"aku balik, jaga diri, kau harus percaya aku akan mengeluarkanmu dari permainan setan ini" ucapnya yang kesal.
irwan tak menjawab, ia tau dion tak akan meninggalkannya sendiri.
dion dan pengacara meninggalkan irwan sendiri yang masih kalut dalam pikirannya.
-------------------------------------------------------------------------
juan duduk diruang direktur kantor papa ines.
papa ines/"jadi anak itu benar-benar tak akan keluar lagi"
juan/"ya om,,dengan pernyataan yang kita buat atas nama ines itu akan memberatkan irwan untuk lepas"
papa ines/"oke, baik om percaya sama kamu"
---------------------------------------------------------------------------
disisi lain ines dengan berpakaian rapi, keluar kamar dan turun melewati mamanya yang sedang duduk diruang besar.
mama ines/"kamu mau kemana??
dan itu membuat ines kaget dan berhenti
ines/"mau kekantor mah, udah 10 hari aku gak masuk"ucapnya meyakinkan mama
mama ines/"hmm, hati-hati dijalan"
ines bernafas lega karena ia sukses untuk keluar dari rumah.
dengan cepat ia mengendarai mobil audi merahnya menyusuri jalan ibu kota menuju ketempat irwan di tahan.
sesampai di kantor polisi ines berusaha mencari info tentang irwan, dan ia mendapatkan info untuk bisa bertemu irwan, tapi hal itu tak bisa iya lakukan karena jadwal terbatas, ines memaksa kan diri untuk menunggu berjam-jam untuk bisa menjengguk irwan. namun tiba-tiba seorang polisi menghampirinya.
polisi/"maaf mbak, mbak namanya mbak ines yaa??
ines dengan wajah lelah dan lapar menunggu berjam-jam sedari tadi berusaha bangun dari duduknya.
ines/"iya pak, saya ines, apa saya sudah bisa besuk tahanan irwan"
polisi/"maaf mbak, anda tidak diperkenankan bertemu dengan tahanan irwan"
ines terkejut,,
ines/"hah? kenapa pak?? saya gak lama pak, hanya mau liat aja, sebentar juga boleh pak, 10 menit, saya mohon pak" pinta ines dengan putus asa
polisi/"maaf mbak tapi tahanan sendiri yang tak ingin bertemu dengan mbak"
ines/"apa?? ucapnya kaget tak percaya
"tapi,,tapi mengapa?? saya gak lama pak, sebentar saja"
polisi/"maaf mbak, permisi" ujar polisi itu meninggalkan ines yang masih tak percaya.
" irwan tak ingin menemuinya. ada apa ini?? apa benar yang diberitakan??"
"gak,,gak irwan gak mungkin" ujarnya menguatkan hatinya.
ines menatap nanar kedalam kantor kepolisian itu, mengapa irwan menolak bertemu.
dengan berat ines berjalan keluar dari kantor polisi menuju parkiran mobil.
ia tertunduk lama distiur mobil, dan mulai menlajukan mobilnya keluar dari perkarangan kantor polisi dengan hati gundah.
namun dari bersebrangan parkir terlihat dion turun dan melihat mobil ines lewat didepannya. dan dion mengeyitkan dahi, berpikir ada hal apa ines kemari setelah membuat kesalahan fatal untuk irwan.
dion memasuki kantor polisi dengan membawa makanan untuk irwan.
terlihat irwan sangat berantakan datang menghampiri dion.
dion/"apa yang ines katakan padamu??"
irwan/"ines?? apa maksudmu?? ujarnya bingung
dion/"bukan kah ia menjegukmu setelah 10 hari lebih kau ditahan"
pernyataan dion tadi membuat irwan beraksi terkejut
irwan/"APA??"
dion/"aku, melihatnya tadi di parkiran mengunakan mobil sedan audinya keluar dari parkiran"ujar dion terkejut
irwan terperangah, tak percaya ines menjenguknya tapi ia tak bertemu dengan ines
irwan/"tapi aku tak bertemunya, baru kau yang menjenguk aku"dan ia pun berubah murung
__ADS_1
dion pun terdiam,
" ini aneh?? mengapa ines tak menjumpai irwan??"
------------------------------------------------------------------------
disebuah bar vvip ines masuk dengan berat, ia ingin bertemu stella.
ia melihat stella tengah duduk sendiri menikmati alunan musik yang sayup-sayup menenangkan pikiran.
ines/"stella,,"ujarnya memeluk sahabatnya itu sembari menangis.
stella hanya bisa membiarkan sahabatnya itu menangis.
cukup lama ines untuk menenangkan diri.
ines/"kau pernah menjegguk irwan"
stella/"tidak, dion melarangku,,ia takut itu akan melukai harga diri irwan"
ines menganggu mendengarkannya
ines/"tadi aku kesana, tapi aku tak berhasil bertemu dengan irwan"ucapnya terhenti
"ia tak ingin bertemu dengan ku, kata petugas jaga tahanan" ucapnya sedih
stella terkejut, bagaimana irwan menolak bertemu dengan ines.
ines/"apa yang harus aku lakukan untuk irwan? ucapnya putus asa
stella/"memohon lah pada papa mu, ia punya pengacara hebat untuk menolong irwan"ucapnya tegas menatap ines
ines/"tapi itu tak mungkin, kau tau kan??"
stella/"hal itu aku tak bisa ikut campur, itu kembali pada mu,,"
ines terdiam, mencerna solusi dari stella, bagaimana mungkin?? papa pasti tidak akan pernah mau menolong irwan yang paling ia benci.
ines pun menghela nafas panjang.
malam sudah menujukkan pukul dua dini hari, ines baru sampai kerumah,,
dan ia disambut khawatir oleh mama ines yang masih menunggu anak tunggalnya pulang.
mama ines/"kamu dari mana saja?? sudah jam berapa ini??" ucap mama ines dengan marah.
ines terhenti, dan seketika ines pun roboh terjatuh dilantai, kepanikan mama ines melihat anak gadisnya pingsan didepan matanya membuat wanita paruh baya itu menjerit sehingga membangunkan seisi rumah.
------------------------------------------------------------------------
dua hari setelah ines pingsan, kini kamar ines dipenuhi aromaterpi, mama ines setia berada disamping putrinya mengopres kening ines yang masih belum turun demamnya.
dokter telah memberi resep dan ines sudah menerima infus untuk mempercepat kerja obat.
terdengar derap langkah kaki tegas menuju kamar ines, papa ines kembali dari luar negri setelah mendengar ines jatuh sakit.
mama ines/"demam masih belum turun, tapi obat sudah diberikan" ujarnya dengan cemas.
dan tiba-tiba terdengar suara juan masuk kedalam kamar ines dan melihat betapa menyedihkannya wanita yang ia cintai ini.
juan/"ines gimana tante??
mama ines/"seperti yang kamu liat"ujarnya lesu
ines/"pah, papa,," panggil ines pelan seraya bangun dan ia disambut dengan mama ines membantu putrinya untuk bangun.
papa ines mendekat, tapi ines memaksakan diri untuk turun dari tempat tidurnya dan berlutut dihadapan papanya.
ines/"pah,,papa ines mohon,, ines mohon pah tolong irwan pah,,"ucapnnya dengan suara parau memelas dan menautkan kedua tangannya dihadapan papanya, air mata jatuh tepat didepan kedua tangannya yang memohon.
"ines mohon pah, tolong irwan pah,," ucap anak gadisnya dengan menangis sesegukan.
dengan menyaksikan hal itu membuat papa ines terpaku, ia tak menyangkak putrinya akan semenderita ini untuk seorang laki-laki.
mama ines menangis melihat anaknya yang memohon begitu menyedihkan.
papa ines/"apa kamu bisa janji untuk tinggalkan dia??"
ines terdiam dan dengan berat menganggu pelan dengan air mata jatuh tak henti.
"apa pun, apa pun akan aku lakukan untuk irwan"ucapnya dalam hati yang tersayat sakit menerima perjanjian dengan papanya.
dan papa ines berbalik keluar kamar ines dan itu di ikuti oleh juan.
juan mengikuti papa ines dengan perasaan tak karuan.
dan langkah kaki papa ines terhenti di akhir anak tangga bawah.
papa ines/"lepas kan dia"
juan/"tapi om" terkejut
papa ines/"sudah cukup membuatnya ines menderita dan itu cukup membuat anak itu jera" ucapnya dingin dan meninggalkan juan sendiri.
-------------------------------------------------------------------------
dua minggu sudah berlalu, ines terlihat jauh lebih sehat, ia tengah mengepak baju-bajunya dikoper dengan berat hati, sore ini ia akan terbang ke itali mengikuti permintaan papanya yang ingin ia meninggalkan indonesia.
dan ia melihat sebuah kotak kecil dan meraihnya seraya membuka dan terlihat cincin pemberian irwan ketika melamarnya di prancis.
ia hanya bisa tersenyum sedih, bagaimana pria yang kaku itu melamarnya dengan tak romantis. mengingat hal itu membuat hati ines sakit, dan buru-buru menutup kembali kotak cincin itu.
tapi seketika ia ingin berkunjung kesuatu tempat, dengan bersegera mengapai tas dan coat bersegera turun dari kamarnya menuju mobil sedan audi dan mengendarainya dengan laju cepat.
pikirnya ia ingin ke cafe rindang milik irwan.
__ADS_1
dan 45 menit kemudian ia telah sampai di parkiran cafe tersebut, yang terlihat sepi pengunjung.
ines menarik nafas panjang dan turun dengan pelan.
kaki ines beranjak berat, menuju dalam cafe dan tampa sengaja ia berpas-pasan dengan pak agus karyawan yang setia dari awal cafe ini dirintis.
pak agus/"mbak ines?? apa kabar mbak, lama gak ketemu,
ines/"eh pak agus, baik pak,,"ucapnya kaku
pak agus/"cari mas irwan ya??,,
ines/"ah gak pak, kebetulan saya lewat jadi singgah melihat-lihat". ucap ines cepat
pak agus/"ooh, mau minum mbak?? saya bawakan manggo thainya??
ines tersenyum pak agus masih ingat kesukaannya
ines/"gak usah pak, saya hanya sebentar aja,,"
pak agus hanya menganggu saja,
ines/"boleh saya kedalam kantor pak??apa irwan ada??" ucapnya memberanikan diri.
pak agus/"boleh mbak, tapi sayangnya gak ada mas irwan, mas irwan masih belum datang sedari dibebaskan, kasian pak irwan benar-benar naas tertimpa musibah"
ines terdiam mendengar pak agus.
ines/"saya kekantor ya pak"
pak agus/"silahkan mbak, tapi masih agak berantakan.
ines/"baik pak, permisi"
ines melangkah menuju kantor irwan, ia masuk dengan hati tak karuan, melihat kantor itu berantakan bekas pengeledahan.
dengan berlahan ines berjalan sambil sesekali membenah kertas-kertas yang berserakkan dilantai.
ia terduduk dengan lesu, bagaimana ia akan meninggalkan irwan tampa berbicara sepatah katapun, dan lagi air matanya menetes bahkan hanya dengan menyebut nama irwan saja.
seketika ines mengambil sebuah lembaran foto dari dalam tasnya dan menulis dengan tinta kesukaannnya warna merah
Itβs only you
The person to fill my cold heart with warmth
My one and only love
It was you
Even after time passes
My feelings wonβt go away
I love I
translet
Hanya kamu
Orang yang mengisi hatiku yang dingin
dengan kehangatan
Satu-satunya cintaku itu kamu
Bahkan setelah waktu berlalu
Perasaan ku tidak akan berubah
Ines love Irwan
setelah menulis ines meletakkan foto tersebut di dinding memo irwan, ia tak berharap banyak irwan akan melihat foto tersebut, dengan berat ines keluar dari kantor irwan.
ia berusaha yakin, bahwa ia melakukan ini untuk kebaikan irwan. ines melajukan mobil audinya dengan laju cepat menuju rumah, dan ia memarkir asal mobilnya dan berlari kedalam kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya diatas kasur besarnya seraya menangis tersedu-sedu yang sedari tadi ia tahan.
ines menangis sembari menutup mulutnya dengan badcover untuk menghilangkan suara dari tangisnya.
betapa ia tak bisa meniggalkan irwan, betapa keputusan ini begitu menyakitkan.
namun mama ines masuk dan terkaget melihat putrinya menangis segugukan tak henti.
mama ines/"kamu kenapa??"ucapnya cemas
ines terhenti sesaat dengan pertanyaan mamanya dan berusaha untuk duduk.
ines/"ines,, ines ketempat irwan, tapi,,tapi mama gak usah khawatir ines gak ketemu sama irwan,," ucapnya menangis segugukan
"untuk hari ini mah, tolong biarkan ines menangis" ucapnya terbatah,
"ines janji ini terahkir kali nya" ucapnya menangis,,
"ines janji kali ini aja mah, biar ines menangis untuk irwan mah" sembari menutup wajahnya.
"ines mohon mah" ucapnya kembali menangis dengan tak tertahan kan, dan ia menangis sembari menahan hatinya yang tersayat.
mama ines terdiam melihat anaknya menangis sesegukan, dan ia beralih keluar dari kamar ines dengan hati sedih.
dan tersengar suara tangisan ines yang coba ines lepaskan.
mama ines/"dasar, kamu membuat mama tambah bersalah" ucap mama ines sedih dan ia tersadar melihat juan mendengar tangisan ines, dan hanya memberi isyarat untuk membiarkan ines sendiri.
--------------------------------------------------------------------------
**maaf kalo part kali ini penuh air mata, saya yang nulis juga jadi ikut-ikut ngabisin tisu nangisin mbak ines ππππ
__ADS_1
terima kasih untuk yorobun yang masih setia dengan merajut kasih,, mohon like dan koment yaa ππ sarang ge yorobun β€**