
cecek tercengang melihat irwan kambali dengan lusuh dan tangan berdarah.
kak cecek/"apa yang terjadi padamu??"ucapnya mendekat dan memegang bahu irwan untuk terhenti dipintu kamar rawat saskia.
"kau harus di bersihkan dulu luka mu,," dan beralih melihat dion dan stella dengan wajah cemas.
"dion kau tunggu disini aku bawa irwan dulu ke IGD"
stella/"ya, aku dan dion akan disini, bereskan dia"
dan irwan mengikuti kak cecek untuk menerima tindakan untuk tangannya yang berdarah berat.
para perawat didalam ruang IGD terkesima dengan wajah irwan yang datar tak mengerang kesakitan dengan jahitan-jahitan yang harus ia terima dari luka ditangannya.
kak cecek/"gimana tangannya? tanya cecek cemas melihat balutan ditangan irwan yang diam saja sedari tadi
perawat/"ada sekitar 5 jahitan ditangannya, dan ini dokter telah memberi resep antinyeri dan beberapa obat antibiotik untuk pemulihan luka didalam agar cepat kering, selebihnya tolong dijaga tangannya agak tidak basah dan menganti perban rutin,, sekitar 5 hari baru kita buka jahitannya."
cecek hanya menganggu paham dan kembali melihat ke arah irwan.
kak cecek/"ayo, kita kembali, nanti kau harus menganti baju mu itu, bagaimana bisa kau begitu berantakan??" ucap cecek heran
dan irwan hanya tertawa ringan. sembari berjalan keluar dan menuju lift untuk menuju kamar rawat saskia.
ketika langkah kaki irwan berada di depan pintu kamar rawat saskia, ia menarik nafas panjang dan masuk kedalam dengan pelan. terlihat dion dan stella menunggu di sofa.
stella/"kau kembali?? bagaimana tangan mu??"
irwan/"dia??"
stella/"dia masih belum sadar, perawat telah memberi obat suntik melalui infusnya."
irwan mendekat dan membelai wajah saskia.
dion/"kau benar-benar membuat ku kaget,,"
irwan/"terima kasih sudah merelai tadi"ucap irwan santai dengan mata masih menatap saskia
dion/"kau gila"
irwan/"kau akan gila ketika ada orang ingin merusak kebahagianmu" ucapnya dingin
stella segera meraih lengan dion, ia mengeleng meminta dion untuk tak melanjutkan hal ini dengan irwan.
dan dion menarik nafas panjang.
dion/"baiklah,,aku dan stella pergi,,kabari jika ada hal yang kau perlukan"ucapnya seraya menarik tangan stella berlalu keluar kamar.
irwan tetap diam dan tangannya beralih memegang tangan saskia yang terpasang infus.
irwan/"kau harus bangun,dia tak akan menganggu kita lagi,,"ucapnya pelan seraya menjatuhkan air matanya
Part IRWAN DAN INES
__ADS_1
Prancis
terlihat ines dengan santai menikmati secangkir kopi hangat didepan cafetaria kuno dengan view yang indah memperlihatkan bangunan-bangunan tua.
dan irwan berjalan santai memegang sebuah kotak sedang berjalan dengan sangan menawan.
ines memperhatikan irwan sembari tersenyum, dia ingat bahwa pria ini sangat kaku dan kuno, dan bagaimana iya meyakinkan irwan untuk ikut perjalan kali ini ke prancis.
dengan berlahan namun pasti irwan mendekat dengan senyum menghias wajah pria itu.
irwan/"aku menemukannya,,"ucapnya sembari memperlihatkan kotak ditangannya
ines/"kau membelinya banyak sekali"
irwan/"aku tak mau kau kecewa ketika habis,jadi aku membeli selusin"
dan ines tertawa ringan, bagaimana bisa irwan berpikir seperti itu.
dan ia mulai mulai membuka kotak sedang maroon itu. dan terlihat deesert cantik macaroon berwarna-warni mengugah selera.
dan irwan tersenyum melihat hasil pencariannya membuahkan hasil, dengan mata ines berbinar-binar.
ines/"kau tau, ini terlalu cantik untuk dimakan,,"
irwan menghela nafas panjang, apa lagi yang wanita ini inginkan.
irwan/"katakan apa aku harus membungkusnya lagi untuk dibawa pulang kejakarta??
irwan/"juan kemana??"
ines/"aku tak tau, karena sedari tadi aku juga menunggunya,,"
irwan/"biar aku menelfonnya"
dan irwan mulai mencoba menelfon juan, dan tak ada jawaban darinya.
dan tampa ia sadari stella dan dion medekati,,
stella/"waah macaroon, kau temukan ditoko apa??"
irwan/"jika mau akan kubelikan lagi untuk mu"
stella/"kau benar-benar pelit info" cemberut
hal itu membuat ines dan dion tertawa, entah mengapa stella dan irwan tak bisa berkomunikasi dengan baik, selalu saja di balas ketus oleh irwan.
juan/"hay, aku terlambat"setengah terengah-engah
irwan/"kau dari mana?"
juan/"ini, aku sudah cek, dan kita sudah mendapat kan mobil van untuk perjalanan 4 hari ini,,"
ines/"sungguh??baiklah time to traveller" ucapnya bersemangat
__ADS_1
irwan menatap ines bahagia,,
dan mereka berlima pun mulai bersiap-siap,
juan/"oke tujuan kita pertama ke,," sedang berpikir melihat brosur
ines dan stella/"istana versailles" ucap mereka kompak
dan itu membuat dion murung seketika, dan irwan hanya mengela nafas panjang, akan berat jika jalan-jalan dipimpin oleh para wanita-wanita ini.
juan/"oh,,oke istana versailles"
dan perjalanan pun dimulai, mobil van itu bergerak dengan santai mengitari kota paris menuju istana versailles.
dengan menikmati suasana perjalanan yang indah tampa mereka sadari mobil van itu pun berhenti di tujuan istana versailles
stella/"kali ini aku akan mendesain dengan tema maria antoinette,
ines/"kau serius?? aku ingin satu,,
stella/"baik, kau pelanggan pertama ku"
dan keduanya tertawa cekikikan berdua, para pria turun dengan gaya elengan melihat indahnya banguna klasik itu.
istana raja-raja prancis yang megah dan mewah.
irwan melihat sekeliling dengan kagum, dan tampa ia sadar lengannya diraih ines dan pria itu menoleh melihat ines.
ines/"kau tau disini ada kisah yang paling menyedihkan, seorang putri tapi tumbuh besar sebagai pria dan ia menjadi pengawal pribadi ratu maria antoinette
irwan tak begitu paham, tapi mencoba mendengar penjelasan ines.
mereka berjalan bersama dan saling bergandengan.
ines/"Oscar, lady oscar..ia jatuh cinta pada seorang bangsawan swedia Count Alex von Fersen, yang menyedihkan Count Alex von Fersen mencintai ratu Maria Antoinette, jadi cinta bertepuk sebelah tangan, tapi pada kenyataannya ratu Maria turun tahta karena dianggap berselingkuh dengan Count Alex von Fersen, dan Oscar mati karena melindungi Ratu Maria wanita dari pria yang ia cintai" ucap ines sedih dan terhenti
irwan berhenti dan menatap,
irwan/"mengapa kau sedih??bukan kah itu sejarah"
ines/"kau tau setiap kisah cinta pasti mengalami pedihnya untuk bisa bersatu, dan kita,,"
irwan menatap dalam ines dan bernafas panjang
irwan/"kita pasti bersama" ucapnya seraya mencium bibir ines lembut.
"kau harus yakin itu"ucapnya lembut
ines menatap dalam irwan
ines/"aku mencintai mu" ucap nya lirih menatap irwan
irwan tak menjawab, tapi ia melepaskan tangannya dengan ines dan meraih wajah ines dan lagi ia mencium bibir ines dengan lembut.
__ADS_1