Meet You Now

Meet You Now
29


__ADS_3


Saskia terpaku ketika tiba di tempat acara. Bukan kah ini di hotel dan suasana dekor pesta ini yang paling ia suka.


" Bun, ini gak salah??" tanya Saskia sembari berbisik di samping Bunda


" Apa??" tanya Bunda santai.


" Ini gak salah tempat nikahnya di hotel plus itu tema kebun?? bukannya dimesjid dan acara di panti asuhan??," tanya Saskia yang masih berdiri di ruang tunggu hotel.


bunda tersenyum kecil.


" Awalnya gitu, tapi nak Irwan menelfon bunda 1 bulan sebelum acara dan bilang biar bagian wedding dan konsep diserahkan pada temannya nak Irwan, bunda ikut saja,,cantik yaa, " tukas Bunda senang.


Saskia tak percaya, "masa sih sekebetulan ini konsepnya garden party," ucap batin kia.


Ia melihat-lihat sekeliling, dan terlihat ramai anak-anak yang tengah kagum-kagum dengan suasana hotel.


Saskia hanya bisa tersenyum saja,dan juga beberapa ibu-ibu komplek, yang silih berganti menghampirinya memberi ucapan selamat dan memuji Saskia yang terlihat cantik.


Tak berselang lama, muncul sosok yang di nanti. Mas Irwan memasuki ruang lobby hotel berbarengan dengan beberapa sahabatnya, yang tak lain sahabat kak Riyadh juga seingat Saskia.


Deg..,deg..deg..


" Duuuh mas Irwan ini, pakek perawatan apa sih kinclong banget ?," gumam batin Saskia memuji yang memcoba bersembunyi dibalik ibu-ibu yang penasaran dengan sosok pengantin prianya.


Terlihat Bunda menyambut mas Irwan lalu mas Irwan pun bersalam hitmad kepada Bunda. Kemudian langsung menuju halaman tempat akat akan di langsungkan.


Panas dingin Saskia melihatnya.


Tiba-tiba kak Raniya menghampiri Saskia lalu mengenggam tangan sang pengantin dengan matanya berbinar-binar.


Dan acara pun di mulai dengan lantunan ayat suci al-Quran lalu ada beberapa sedikit nasehat pernikahaan.


Dan itu sedikit mengganggu Saskia dengan penjelasan Hak dan Kewajiban istri.


Hingga tiba waktu ijab qabul.


Terdengar dengan tegas dan jelas ucapan kak Riyadh sebagai wali nikah Saskia dan dijawab dengan lancar oleh mas Irwan.


"SAH,,,"


Dan tanpa di sadari berjatuh air mata Saskia.


"selamat Saskia" ucap Saskia untuk dirinya sendiri, lalu disambut dengan peluk haru dari kak Raniya.


Tiba saat waktu untuk Saskia keluar dari ruang tunggu untuk menuju tempat mas Irwan. Dengan di dampingi kak Aya dan Shaira, Saskia berjalan dengan hati gak karuan, seneng, sedih takut juga iya semua bercampur jadi satu.

__ADS_1


" Senyum donk udah sah,," goda kak Aya yang melihat raut wajah tegang Saskia.


Dan sampai pada kursi yang bersebelahan dengan mas Irwan, mas irwan berdiri menunggu akan ada salam hikmad Saskia untuk pertama kalinya sebagai istri mas Irwan.


Ketika akan berjabat tangan mas Irwan, Saskia merasa bahwa tangannya membeku sedingin esdan ia sedikit grogi.


Namun ketika tatapan mas Irwan jatuh kepada padanya, senyuman mas Irwan membuatnya tak berkedip.


" Yaa Tuhaaan..,tolong kuatkan lututku yang lemah ini," doa Saskia membatin.


" Kau cantik,," puji mas Irwan berbisik.


Sehingga menambah jantung Saskia berdegup dengan cepat.


Lalu mendengar intruksi dari petugas untuk menandatangani buku akta nikah.


Selesai dari itu semua sampai pada acara sungkeman dengan orang tua.


Terlihat Bunda dan kak Riyadh duduk berdampingan dan ibu Nur juga duduk bersejajar dengan Bunda.


Keduanya bersalaman dengan hikmad secara bergantian.


Dan terlihat lama ketika mas Irwan bersalaman dengan Bunda begitu lama dan berat.


Setelah rangkaian prosesi itu berjalan lancar sampai pada bersalaman dengan seluruh tamu undangan dan terlihat anak-anak dari panti dengan semangat mengantri memberi ucapan selamat pada Saskia dan mas Irwan. Senyum mereka merekah dengan tulus.



Acara berlansung hikmad dan santai, pengantin berbaur bersama para tamu. Terlihat mas Irwan bersama rekan-rekan bisnisnya. Disatu meja yang sedang berkumpul teman-teman Saskia sedang asik mengoda pengantin wanita dan memuji betapa menawannya suami Saskia.


Saskia hanya bisa tersenyum saja, karena ia pun mengakui bahwa hari ini mas Irwan benar-benar menawan, hatinya sedari tadi sudah tak terkira berdebar-debar kencang karena menatap mas Irwan.


" Gimana tar nanti malam yaa??," goda Via jahil menatap Saskia.


" Ikh udah deh, yang udah pro jangan cerita disini,," potong Saskia sewot


" Pasti bergelora,," desah Mila sembari mendayu-dayu disisi Saskia.


" Pliss stop deh ikh,," pinta Saskia karena tak sanggup memikirkan celotek dari dua mulut sahabatnya ini.


Lalu iya pun bangun dan berpindah melihat pada meja jamuan makanan seraya meraih minumam yang disediakan. Namun tiba-tiba mas Irwan datang menghampiri. Saskia terkaget.


" Mas,"


Mas Irwan hanya tersenyum lalu meraih minuman yang berada di tangan Saskia, dan meminumnya dengan pelan.


" Yaa Tuhan cuma minum aja ganteng,," dasar bucin pikir Saskia lalu mencoba mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Tiba-tiba mas Irwan berbisik padanya.


" Tersenyumlah, karena ini penikahan kita,, ,," ujar mas irwan dengan lembut, sehingga relung hati Saskia seolah bergejolak.


Mas Irwan meraih tangan Saskia yang memegangi buket bunga lalu menariknya memgikuti mas Irwan bertemu dengan teman-temannya.


" Perkenalkan ini teman-teman mas, yaa sebagian ada teman kak Riyadh juga,,"


" Hebat lo irwan bisa dapatin adik Riyadh,," celetuk salah satu teman mas Irwan.


" Akhirnya tim kita sold out semua,," celetuk salah seorang dari mereka sembari tertawa lepas.


" Kita tunggu kabar baik berikutnya dengan Irwan junior,,"


Dan kalimat itu mengejutkan Saskia.


" Apa?? Irwan junior??" gumam Saskia membatin yang hanya terdiam.


" Kamu baik-baik aja?," tanya mas Irwan penuh perhatian.


"kamu mau duduk??" tawarnya lembut.


" Iya mas, baiknya Saskia duduk dulu yaa,,"


" Sebentar yaa,," pamit mas Irwan pada keteman-teman memberi kode.


" Kamu kenapa?? ada hal yang tidak kamu suka??" ucap mas irwan cemas.


" Ah, gak mas,, gak papa bener gak papa,,"ucap Saskia pelan.


Saskia merasakan tangan mas irwan berada di pinggangnya mendekat dan merasakan aroma tenang dari pria itu.


" Wah..., wah kalau begini bisa-bisa aku menjilat ludah sendiri nie,," gerutu batin Saskia yang tergoda mas Irwan.


Namun Saskia seperti melihat sosok yang tak asing. Hingga tangan Saskia mencengram lengan mas Irwan. Dan mas Irwan menyadari reaksi Saskia yang terpaku.


" Yovan,,"pikir Saskia.


" Selamat..., selamat untuk kalian berdua,," ucap Yovan ditengah pandangannya pada Saskia dengan tangan terulur pada suami Saskia.


Mas Krwan hanya sedikit mengingat bahwa pria ini lah yang iya pukul waktu itu.


" Terima kasih mas,," balas mas Irwan santai.


Saskia tidah habis pikir, bagaimana reaksi tubuhnya setiap kali bertemu dengan Yovan, padahal sudah tidak ada cinta disana. Apa karena trauma jadi seolah-olah setiap muncul Yovan tubuhnya bereaksi aneh.


" Ayo kita sapa tamu yang lain," ajak mas Irwan menyadarkan Saskia lalu meninggalkannya Yovan yang terpaku.

__ADS_1


Acara terus berlanjut sampai tengah hari, silih berganti tamu datang dan mengucapkan selamat pada mereka. Hingga berangsung-angsur tamu pun berpamita meninggalkan tempat acara.


__ADS_2