Meet You Now

Meet You Now
56


__ADS_3

Tiga minggu berlalu setelah pulang dari bali. Saskia dan mas irwan kembali sibuk dengan urusan masing-masing. Saskia kini telah kembali ke tim akunting dan itu cukup membuatnya senang karena bisa berkumpul lagi dengan teman-teman kerjanya.


Tapi Mas irwan benar-benar sibuk dengan proyek penyelesaian sekolah anak yatimnya di tiga tempat. Sehingga ia hanya punya waktu dimalam hari dan itu pun terkadang mas irwan melewatkan makan malam bersama saskia karena harus lembur.


Tapi sore ini mas irwan pulang cepat tak seperti biasanya, ia pulang lebih awal dari pada saskia. Saskia yang baru pulang dari kantor pun buru-buru mandi, agak setelahnya bisa menyiapkan makan malam untuk mas irwan.


Setelah selesai mandi, saskia mulai memasak masakan simpel untuk nanti malam, dan sesekali ia melihat ke arah mas irwan yang tengah terduduk didepan laptop dan beberapa map tebal. Terlihat oleh saskia wajah mas irwan silih berganti mengerutkan keningnya.


Saskia/"hmm, mas makan dulu" ucapnya seraya mendekat sisi mas irwan.


Mas irwan terlihat sedikit kaget.


Mas irwan/"sebentar yaa"


Saskia mencoba mengambil beberapa lembar kertas diatas meja dan membacanya dengan seksama.


"hmm, bukan kah ini neraca keuangan??"gumamnya dalam hati. Dan kembali meraih kertas lain dihadapannya dan meneliti dengan serius.


Mas irwan melihat saskia dengan lekat.


Mas irwan/"kau tau?? mas gak ngerti apa yang salah? tapi rasanya laporan ini ada yang aneh, dan mas gak nemu akar permasalahannya"ucapnya seraya meletakkan lembaran kertas yang sedari tadi ia pegang.


Saskia/"hmm, coba kia liat boleh??" ucapnya seraya mengarah ke arah laptop mas irwan yang terlihat tabel-tabel keuangan itu.


Mas irwan mengeser laptop itu berlahan kearah saskia, dan saskia jadi ikut turun yang tadinya duduk disofa kini turun lesehan mengadap laptop dimeja.


Dengan teliti saskia mengutak atik file-file di laptop mas irwan. Setelah hampir 40 menit berlalu saskia sedikit menemukan jawab yang mas irwan maksud dan ia memperlihatkan hasil kepada mas irwan yang sedang membuka layar handphone. Sesaat mas irwan melihat hasil otak atik saskia tadi, dan ia sedikit menyunggikan senyum.


Mas irwan/"bener ini seimbang" ucapnya puas menatap saskia.


"makasih yaa"


Saskia/"ah, ini bagian ini kia gak ubah karena nominalnya seimbang" ucap saskia seraya menutup layar dari folder file yang terbuka. Dan seketika saskia menemuka folder "projek saskia" didestop layar mas irwan


Saskia/"loh?? ini apa??"

__ADS_1


Seketika mas irwan berekasi dengan tangan saskia yang mengarahkan mouse ke folder yang dimaksud.


Mas irwan/"ah, bukan apa-apa" ujarnya cepat seraya mencoba meraih laptop itu dihadapan saskia namun dihalang tangan saskia yang mencoba


Saskia/"memang ada apa sih?? hmm, pasti mas simpen video-video eksotis disini yaa?? ujar saskia seraya melihat mas irwan dengan wajah mengidik.


Mas Irwan/"hah?? kamu pikir mas orang yang kayak gitu?? imajinasi kamu kemana-kemana? udah sini" ujar mas irwan yang berhasil meraih laptop itu dan menutupnya.


Saskia/"ikh mas ini, masa gitu aja gak boleh liat?


Mas irwan/"kalo gitu peluk mas" pinta mas irwan melihat saskia


Saskia/"gak mau" ujarnya dengan cemberut


Mas irwan/"oke mas juga gak mau"


Saskia mengigit bibir bawahnya, ia gemes melihat tingkah mas irwan, kan kalo begini jadi tambah penasaran. Dengan berlahan saskia mendekat dan memeluk tubuh mas irwan.


Saskia/"bisa kia liat laptopnya??" ucapnya memelas


Dan hal itu membuat mas irwan tersenyum, dan menyerah dan menyerahkan pada saskia. Seketika laptop itu pun disambar oleh tangan saskia dan berlari kecil kekamar meninggalkan mas irwan sendiri di ruang tv.


Dan dengan mengklik dua kali di folder dan terbuka laah folder itu dengan bermacam foto saskia yang sepertinya diambil secara diam-diam. Saskia terperangah melihat foto-foto dirinya. Ada beberapa halaman memperlihatkan data riawayat diri saskia, bahkan pendidikan juga tertera disana. Bahkan nama pria yang pernah saskia pacari.


Mas irwan masuk dan duduk mendekat sisi saskia yang masih tak percaya bahwa isi folder itu adalah dirinya.


Saskia/"ini"


Mas Irwan/"sebelum pertemuan dirumah pertama kali dengan kamu, mas udah suruh orang untuk cari info tentang kamu"


Saskia menatap tak percaya.


Mas irwan/"yaa mas gak mau kecewa lagi, ya walau kamu adik kak riyadh, dan ternyata bunda orang yang welcome" ucapnya santai


Saskia/"maaf" ucap saskia sedih

__ADS_1


Mas irwan/"kalo gitu kamu harus bayar mas"ucapnya tersenyum


Saskia seketika terhenyak "bayar??"pikirnya lucu


Saskia/"bayar?? mas udah banyak uang begini mau dibayar lagi??"


Mas irwan/"hmm" ujarnya bergumama seraya melihat kearah saskia.


Melihat itu saskia meminggirkan laptop dan beralih menatap mas irwan dengan tangan terlipat


Saskia/"baik, mas bilang mau dibayar berapa??berapapun akan kia bayar"ujarnya serius


Mas irwan/"hmmm,," seraya berpikir


"bisakah memberi seluruh hatimu untuk ku??"


Seketika saskia terpaku, kata-kata mas irwan memenuhi relung hatinya, ia menatap lekat-lekat wajah mas irwan.


Mas irwan/"apa itu begitu sulit??"mentap mata saskia dengan lembut


Saskia/"gak, gak sama sekali" ucap saskia tersenyum.


Berlahan mas irwan merangkul saskia dan ia mencium bibir saskia dengan dalam, saskia menyambutnya dengan senang dan membalas lumatan ciuman mas irwan. Dan sesaat ciuman itu terhenti.


Mas irwan/"seluruh ciumanmu milik mas"


Sesaat mas irwan menatap dalam saskia, ia meraih tubuh saskia untuk lebih dekat dengan dirinya.


Mas irwan/"apa kamu masih sakit??"ucap mas irwan pela


Saskia mengeleng pelang. Dan kali ini mas irwan memangku tubuh saskia sehingga hembusan nafas mas irwan dapat dirasakan oleh saskia.


Mas irwan/"bisakah kita untuk melakukan itu, mas ingin"


Saskia hanya menjawab dengan senyuman dan dengan lembut iya merangkul mas irwan dan mencium bibir mas irwan dengan lembut.

__ADS_1


Berlahan tangan mas irwan membelai sisi punggung saskia dengan lembut. Ia merebahkan tubuh saskia di ranjang dengan berlahan. Kali ini ia ingin menuntut lebih dari saskia.


Saskia dan irwan hanya mencoba mengikuti insting masing-masing dalam memuaskan hasrat mereka. Dan itu jadi malam yang panjang untuk keduanya.


__ADS_2