Meet You Now

Meet You Now
8


__ADS_3

Flash Back ON


Malam itu.


" Kia," panggil wanita paruh baya itu, Bunda masuk kedalam kamar Saskia dan melihat pada putrinya yang tengah berkutat dengan laptop dan beberapa kertas laporan diatas kasur.


Senyum Saskia terlihat pada Bunda.


" Masuk Bun," seraya Saskia merapikan beberapa kertas yang beserakan.


" Masih banyak tugas mu, nak?".


" Sedikit lagi bun,kenapa??" tanya Saskia menatap Bunda yang seperti menyimpan kata


" Ah enggak.., Hhmm tadi gimana dengan mas Irwan??," tanya Bunda serius.


Namun, tiba-tiba terdengar pintu seperti terdobrak paksa, dan muncullah kak Aya dan kak Raniya yang ikut nimbrung ke dalam kamar Saskia.


" Aiya, si calon manten masih dengan laporan kantornya," goda kak Raniya.


Disambung tertawa kikik dari kak Aya.


" Ikh, apa sih kak Raniya nie, calon manten apa?, namanya juga karyawan teladan mau kondisi gimana pun tugas kantor harus diselesaikan," jawab Saskia lugas.


" Alah gaya mu Dek, emank tadi gak berdebar gitu ketemu cowok ganteng??, eh tadi bahas apa aja?? singkat banget," tanya kak Raniya yang benar-benar penasaran, dan lagi-lagi kak Aya dan Bunda cekikikan karena pertanyaan kak Raniya.


" Duuh, mulai deeh yaa mau jadi polisi dadakan tanya-tanya semacam terjadi kejahatan aja, tadi itu malah Kia gak ngomong apa-apa sama mas Irwan, malah Shaira tadi yang ngobrol sama mas Irwan, " jelas Saskia.


" Ah..,yang bener kamu dek??, " tanya kak Aya jadi bingung.


" Iyya kakak ku sayang, tanyakan laah dengan putri anda itu yang sudah membeberkan jadwal haid ku ke mas Irwan," jawab Saskia sedikit nyeleneh.


Dan masih terbayang tawa mas Irwan yang mendengar penjelasan Shaira gara-gara hapus kutex.

__ADS_1


" Ah dasar kakak Shaira, kamu itu udah jatuhin reputasi Alaya mu ini nak," gumam batin Saskia.


Sontak tawa geli kak Raniya dan kak Aya terbahak-bahak sampai hampir menangis.


" Naas bener kamu Dek, " ucap kak Raniya yang masih geli membayangkan kejadian apes Saskia.


" Udah-udah jangan goda Saskia lagi, kasian adikmu udah malu didepan calonnya sendiri," ujar Bunda seolah membela Saskia, padahal Bunda sendiri sebenernya juga ikut tertawa kecil mendengar penjelasan Saskia tadi.


" Udah malam, kalian pergi tidur sekarang, besok kita bahas lagi, " ucap Bunda sengaja.


" Iyya Bun," jawab kak Raniya dan kak Aya saling lirik-lirik ke arah Saskia yang entah bagaimana lagi mau dijelaskan akibat kejadian tadi.


Dan seketika kamar pun kosong, hanya tinggal Saskia dan Bunda.


" Kia.., mungkin ada baiknya kamu tahu tentang Irwan, dia seorang anak yatim piatu, ibu Nur tadi adalah ibu asuhnya selama ini yang membesarkannya di panti asuhan, " jelas Bunda.


" Sekilas Bunda seperti melihat sosok ayah di Irwan yang sama-sama anak yatim piatu, maafkan Bunda kalau Bunda membuatmu tidak nyaman dengan perjodohan ini, semua Bunda kembalikan sama kamu dan Irwan soal kelanjutan perjodohan ini, Bunda memang tidak pernah berinteraksi langsung dengan Irwan, tapi dari penuturan ibu Nur dia anak yang baik, dan insting seorang ibu insyaAllah yang terbaik ".


Ucapan Bunda yang terakhir membuat Saskia renyuh, " aku tau Bunda, ingin mu, semoga pria itu yang terbaik yang Allah kirimkan untuk ku," gumam batin Saskia yang hanya bisa melihat pada Bunda tampa bisa berkata seakan ternggorokannya sakit untuk berucap, kaku keluh untuk menjawab.


Sepeninggalan Bunda, Saskia merebahkan tubuhnya diatas kasur yang seperti tak membuatnya nyaman lagi.


" Hey pikiran?? hey tubuh?? kenapa jadi begini??" gumamnya sendiri.


Perlahan Saskia memejamkan mata dan sayup-sayup ia mendengar suara merdu Ben- Can't Go yang mengalun merdu dari handset yang sedari tadi terpasang di telingaku.


" Even if I endure through a day like today


each day keeps repeating


foolish things keep repeating


so I'm standing in a corner by my self

__ADS_1


thinking maybe tomorrow will be different


I can't take a single step".


🍃🍃🍃


Dipantai yang teduh sore itu ombak pun seakan seiraman dengan desir angin yang lambat menyapu lembut rambut Saskia yang tergerai.


" Kia, Saskia putriku, ".


Sontak Saskia menoleh mencari suara yang memanggilnya dengan suara khasnya.


" Ayah, " batinnya mengingat.


Ia pun berlari memeluk sosok yang selama ini Ia rindukan.


" Ayaaaaah,," panggilnya sembari meluk dan mencium aroma khas dari tubuh yang sanggat-sanggat Saskia rindukan.


Dan tampa terasa jatuh buliran air mata yang lama Ia pendam, untuk sosok yang selama Saskia merindukan.


" Ayah, Kia rindu,".


" Kia, tenangkan laah hati mu, Ayah tau kamu gundah, tapi percayalaah dengan niat baik Bunda, kamu kecintaan Kami sayang," ujar pria paruh baya yang terlihat sama dengan terakhir kali Saskia lihat, terukir senyum yang dalam dari Ayah.


" Ayaaah," ucap Saskia lirih, iabenar-benar tak bisa berkata, air mata terus mengalir, hatinya sakit karena rindu.


Terasa ciuman dari Ayah dikening Saskia dengan penuh kasih sayang, ia ingin begini lebih lama lagi, hatinya bergejolak seakan tak mau lepas dari peluk hangat ini.


Namun, sayup-sayup ia mendengar suara azan.


Saskia pun terperanjak bangun dengan airmata yang membasahi pipi ku.


" Ayah".

__ADS_1


Flash Back Off


__ADS_2