
karena sudah agak sore, saskia segera masuk kekamar ia ingin mandi dan menganti baju karena gerah dengan pakaian katun ini.
terlihat mas irwan tertidur lelap dan tangan satu lagi memengang handphone yang terletak diatas perutnya,,
dengan hati-hati saskia melangkah masuk,,
dan mencoba membuka lemari pakaiannya untuk mengambil handuk dan bermaksud untuk mengambil pakain piayama dan daleman, namun karena letak handuknya di rak atas lemari, jadi membuat saskia menyinjit-jinjit mencoba meraih handuknya, dan iya berhasil mengapai ujung handuk dan berusaha untuk menariknya, namun malah kain-kain yang berdampingan dengan susunan handuk jadi ikut jatuh, saskia bersiap menerima kejatuhan kain dikepalanya, namun ketika kain-kain itu jatuh ia tak merasakan tubuhnya tertimpa kain-kain itu,,
tapi saskia merasakan tubuhnya dalam lindungan tubuh mas irwan yang menahan dari timpukan kain-kain itu.
saskia/"mas,, gak papa??"ucapnya cemas
mas irwan/"hmm iyya, gak papa,,"
saskia/"maaf yaa jadi ngebangunin mas,,"ucap saskia lesu
saskia sadar setiap kali dalam pelukan mas irwan aroma parfum mas irwan benar-benar menenangkannya seketika,,sadar akan hal itu reflek saskia mencoba menjauh dari mas irwan dan memcoba merapikan kain-kain seprei yang ternyata tersusun menjulang dan berhimpitan dengan susunan handuk.
saskia/"mas mau mandi??ini udah sore?? tawar saskia
mas irwan/"udah sore yaa??oke,,mas mau mandi dulu,,"
saskia/"ini mas handuknya,,"ucap saskia sambil mengulurkan handuk bertuliskan mr, irwan
mas irwan/"ini siapa yang buat??"
saskia tak begitu perhatian karena ia masih mencoba merapikan kain-kain seprei yang berserakan,,
saskia/"apa??"tanya saskia bingung sembari menoleh ke arah mas irwan.
"ah itu, waktu jalan-jalan sama bunda untuk beli perlengkapan nikah, bunda pesan ini,,kia juga ada,," ucapnya sembari memperlihatkan handuknya yang bertulis mrs. irwan dengan wajah polos
entah apa yang ada dipikir mas irwan ia meraih lengan saskia dan melumat bibir istrinya itu dengan lembut,,
karena tiba-tiba saskia sedikit terkejut dan iya hanya merasa tubuhnya bereaksi lain,, namun tiba-tiba saskia menyudahi ciuman itu
saskia/"mas,,"ucap saskia seakan kehabisan nafas dengan ciuman mas irwan.
mas irwan terhenti dan membelai wajah saskia dengan lembut,, lalu menjatuhkan ciuman singkat dikening saskia dan berlalu masuk kekamar mandi.
"haiya,, lama-lama bisa sakit jantung beneran dah gw, tiap dapat kejutan spontan gitu,,padahal udah nikah dan udah malam pertama tapi tiap disentuh mas irwan tubuh ini seakan disengat listrik kagetnya,,"pikir saskia dalam hati.
"apa aku ketagiahan yaa??"karena membayangakan itu tiba-tiba wajah saskia merona.
"huuuuuffft,,"hela nafas panjang saskia dan kembali menfokuskan diri merapikan kain-kain yang jatih tadi.
ketika azan magrib terdengar mas irwan keluar kamar, katanya hendak sholat dimusbala saja dan ia meninggalkan ku dengan kecupan dikening dan lagi-lagi sukses membuat tubuh saskia terkejut.
__ADS_1
saskia menyelesaikan sholat magribnya, dan ia bersiap-siap akan keluar kamar,,namun dari luar terdengar suara shaira memanggil,,
shaira/"alaya,,alaya,,kakak masuk yaa,,"
saskia/"iyaa sayang masuk aja,,"ucap saskia seraya meletakkan handphonenya untuk di carger.
terlihat sosok shaira dengan senyumnya masuk dan berlari kehadapan saskia,,
shaira/"ayo alaya, kakak udah gak sabar mau potong cakenya,,"ucapnya manja
saskia/"oke, yuk kita keluar,,"
shaira/"horeee,,"sambil berlari kecil keluar dari kamar.
saskia menutup pintu kamar dan hendak menuju ruang makan terlihat kak aya dan kak raniya sedang asyik mengobrol,,
saskia/"lagi ngomong apa siih kalian serius amat??" ucap saskia seraya menyisir rambutnya dengan tangan dan mengikat ala cepol korea.
namun sebelum pertanyaan itu terjawab terdengan suara kak riyadh, mas bilal datang dan sosok mas irwan masuk paling terakhir,
terlihat kak riyadh disambut peluk cium oleh kak aya, dan mas bilal disambut manja dengan kak raniya, sedangkan aku dan mas irwan hanya terpaku saja menyaksikan kakak dan kaka ipar mesra.
kak raniya/"eh kamu gak salamin mas irwan mu kia??"ucap kak raniya yang membuat saskia terkaget dengan reflek canggung mencoba meraih tangan mas irwan dan menyiuminnya.
mas irwan hanya tersenyum dan seperti menertawakanku yang masih canggung atas dirinya.
kak aya/"lain kali lebih mesra lagi yaa, suami pulang sholat kudu disambut bak raja, ya kan yang?? ucap kak aya sembari menyinggung kak riyadh
dari arah belakang muncul bunda yang datang dengan wajah berbinar,,
bunda/"kok pada disini, ayo kebelakang, bunda udah beresin ikan dan ayamnya tinggal tugas yang laki-laki ini manggang,,"ucap bunda dan di jawab oleh kak riyadh sebagai anak laki-laki tertua dikeluarga.
shaira/"tapi micik, kaka mau mau potong kue dulu,,"ucapnya cemberut
bunda/"ooh iyya micik lupa, ayok kita potong kue kakak shaira dan setelah itu kita panggang ikan yaa,,"
dan kami perjalan menuju meja makan yang sudah tertata rapi menu tambahan dari panggangan,,dan terlihat cake shaira berada di tengah,,
bunda/"ya udah sekarang kaka pegang pemotong cakenya,,"
shaira bersemangat ketika akan memotong kue, namun terhenti,,
shaira/"kakak doain semoga bunda beneran beli adek bayi dan micik sehat selalu,," ucapnya penuh harap
dan kak aya tertawa cekikikan mendengar permintaan anak gadisnya
kak aya/"iyya insyaAllah tahun depan kakak shaira udah ada adek bayinya,," ucap kak aya membuat aku kak raniya dan bunda bingung.
__ADS_1
tiba-tiba ia mengeluarkan alat test peck kearah kak riyadh,,
dan kak riyadh meraih alat testpeck itu dengan wajah senang
kak riyadh/"alhamdulillah positif,," sembari memeluk kak aya dan shaira
kak raniya/"waah serius kak aya?? bisa barengan kita lahiran,,"ucapnya dengan nada senang
bunda/"alhamdulillah nambah lagi cucu micik,, jadi kaka nantik adek bayinya ada dua dari bunda satu dari mama raniya satu,," sembari mencium cucu kesayangannya itu
kak aya/"kita doain juga om irwan sama alaya menyusul cepat punya adek bayi,," ucap kak aya sembari tertawa
dan saskia mendengarkan itu seakan syok berat, tiba-tiba tangannya yang dingin digenggam mas irwan yang membuat saskia jadi salting dan melihat kearah mas irwan yang sedang tersenyum
acara kumpul-kumpul itu benar-benar hangat, terlihat mas bilal dan mas irwan kompak mengipas-ngipas ikan bakar,, kak riyadh sebagai yang mengolesi minyak mentega agar tidak hangus
yang para wanita sibuk ngerumpi sembari menghitung-hitung tanggal kelahiran bayi kak raniya dan kak aya,,
saskia sedari tadi hanya menjadi pendengar setia, yaa semoga dari hasil pendengarannya itu bisa jadi ilmu,,
kak raniya/"eh,, kemarin gimana??,,ucapnya sambil melirik saskia
saskia/"apanya??"ucap saskia polos
kak aya/"enak gak sakit gak??"
sontak saskia tersedak dengan pertanyaan kak aya yang tau arahnya kemana "malam pertama".
saskia/"ikkh kalian ini yaa, bikin orang keselek aja denger pertanyaan aneh gitu,," ucap saskia yang masih sedikit terbatuk-baruk
tapi tidak dengan kak aya dan kak raniya yang pantang menyerah.
kak raniya/"yaelah santai aja kali,, kita kan cuma penasaran aja,,hot gak??
lagi pertanyaannya buat yang denger jadi panas dingin,, bener-bener deh dua kakaknya ini, demi mengakhiri pertanyaa fulgar itu saskia hanya menngacungkam jempol saja ke arah ke duanya, yang disambut sorak girang keduanya.
sehingga terdengar oleh para lelaki halaman belakang.
kak raniya/"udah gw duga mas irwan pasti hot banget,, yakan kak aya"
kak aya/"udah pasti tuh dari postrunya aja meyakinkan, gw itung-itung gak lama lagi saskia pasti ikut jejak kita juga ngejelendung perut ya" ujar kak aya terkekeh.
ukh dasar duo ini, mulutnya gak tau bilang deh tajem, fulgar juga iya entah gimana bisa sekompak ini keduanya, padahal dulu kak aya itu kalem banget pendiam dan entah sejak kapan jadi ketularan sifat kak raniya yang ember banget, yaa memang siih kak aya dan kak raniya sebaya umurnya.
tapi saskia bersyukur memiliki kakak-kakak yang care terhadapnya, hingga sampai saat ini mereka yang selalu mensuportnya dalam berbagai hal, sampai dengan mas irwan juga mereka dukung.
malam yang hangat dengan canda tawa, makaman yang dihidangkan juga sudah hampir habis, waktu menunjukkan jam 12 malam, shaira sudah tertidur dari tadi, bunda juga sudah masuk kamar tinggal aku dan kak aya sedang memberes dapur, kak raniya membereskan makanan yang masih sisa utuk dimasukkan kekulkas
__ADS_1
kak riyadh, mas bilal dan mas irwan tengah asyik berbicara di teras halaman belakang dengan kopi masing-masing.
karena sudah jam 1 malam, kak aya dan kak raniya juga naik kekamar masing-masing, aku juga sudah tak sanggup lagi ingin merebahkan diri, dan mandi sedikit sebelum tidur karena tidak betah dengan bau asap ini.