Meet You Now

Meet You Now
41


__ADS_3

1 minggu berlalu dari hari kepergian mas Irwan untuk urusan bisnis, dan sampai dengan detik ini mas Irwan tak memberikan kabar pada sang istri Saskia.


Saskia bangun pagi ini dengan badan yang berat dan kepala yang sedikit pusing.


Ia bangun dengan mencoba mencari obat untuk mengurangi ketidak nyamanan tubuhnya ini.


Saskia beralih ke sisi rak perpustakaan mas Irwan yang terdapat beberapa kotak yang tersusun rapi. Pelan-pelan Saskia memeriksa kotak-kotak tersebut.


Namun tak sengaja tangan Saskia yang lain malah menjatuhkan kotak berukuran sedang berwarna putih itu. Hingga isi dari kotak tersebut berserakan di bawah kakinya, dengan berat Saskia menunduk memungut sebuah novel dan membalikkan buku tersebut sehingga dapat melihat judulnya.


"All About You" Lee Rim.


Saskia tak begitu yakin kalo ini juga jadi salah satu novel kegemeran mas Irwan. Namun Saskia menemukan sebuah kertas putih terselip disana diantara halaman novel, lalu ia menarik kertas tersebut sehingga terlihat tulisan tangan disana.


"Only you


The person who filled my cold heart with warmth


Only one love


It was you


Even after time passes:


 


I love I


 


Saskia terpaku, dan mencoba membalikkan kertas itu, sehingga ia terpanah melihat potret foto dua sekali yang tersenyum bahagia .



Mata Saskia terpaku melihat sosok mas Irwan tertawa dihadapan wanita yang tangannya berkalung manja dileher mas Irwan dengan senyum bahagianya menatap mas irwan


Seketika tubuh Saskia roboh jatuh. Dan ia memegang jantungnya yang tiba-tiba merasakan sakit yang dalam.


" Kenapa??, " bisik Saskia mencoba menahan tangisnya yang hampir jatuh seraya memegang dadanya.


Saskia membalikkan lembar foto itu dan melihat inisial dari tulisan itu dan mencoba menganalisanya.


"Ines love Irwan, " ucap Saskia kaku.


Namun tiba-tiba terdengar suara handphone Saskia berdering, dengan sekuat tenaga Saskia mencoba bangun seraya meraih handphonenya dan terkejut dengan nama yang tampak dilayar handphone.


"Suamiku Irwan"


Dengan mencoba mengatur nafas, Saskia menjawab telfon itu.


"Assalamualaikum Saskia, " sapa mas Irwan dengan suara khasnya dan terdengar agak bising dari sana.


Saskia tak menjawab.

__ADS_1


" Dengar, kak Cecek tadi kabarin untuk fitting baju hari ini, kalau ada waktu kamu bisakan kesana??" tanya mas Irwan.


" Iyya, " sahut Saskia berat.


" Kamu sakit??, " terdengar suara mas Irwan mencemaskan istrinya.


" Gak Mas, " sahut Saskia bohong.


" Mas masih belum bisa pulang, besok siang mas kirimkan tiket untuk ke Bali kita ketemu disana,oke..," jelas mas Irwan dan telfon itu pun terputus sebelum Saskia menjawabnya.


Tangan Saskia lemas setelah menerima telfon dari mas Irwan tadi, tanpa sengaja ia melirik jam pada alarm disamping tempat tidur. Dan waktu sudah hampir jam 8 pagi.


Ia belum bersiap untuk kekantor, dengan terburu-buru Saskia masuk kekamar mandi dan mulai dengan ritual mandinya.


Setelah mandi, ia bersegera berdandan dan berlomba-lomba dengan waktu yang terus merangkak menuju angka 9.


Hingga Saskia memutus kan untuk naik taksi kekantor karena ia merasa tak kuat untuk mengendarai mobil dengan tubuhnya yang meriang.


disepanjang jalan menuju kantor pikiran saskia terus terlintah foto yang ia lihat tadi pagi, dan ia juga kesal dengan kabar mas irwan yang sudah sekian hari baru mengabarinya.


apa itu gak keterlaluan??


dengan tak memberi pejelasan siapa wanita yang menelfonnya??


kegundahan saskia berlanjut terus selama jam kantor, ia hampir tak bisa berkonsentrasi dengan laporan-laporan kantor yang harus segera dibereskan.


dengan pikiran kacau saskia memilih untuk menyudahi pekerjaannya dijam dua siang dan berniat ke butik kak cecek untuk fitting gaun.


-------------------------------------------------------------------------


saskia mendatangi pelayan yang tempo hari ia jumpai ketika datang pertama kali.


pelayan/"siang mbak, ada yang bisa saya bantu??


saskia/"hmm saya saskia yang minggu lalu datang bersama mas irwan untuk ukur baju, dan hari ini katanya kak cecek suruh datang untuk fitting gaunnya.


pelayan/"ah, mbak saskia yaa?? iyya mbak maafkan saya, ayuk ikut saya kedalam untuk mencoba gaunnya.


saskia mengikuti si mbak pelayan dan melewati beberapa estalase gaun yang tergantung rapi,, saskia terkagum dengan gaun-gaun itu.


pelayan/"ini mbak gaunnya,,coba di kenakan dulu yaa,,"seraya menyerahkan gaun itu ke tangan saskia


"sebentar yaa mbak, saya panggilkan teman saya untuk membantu mbak menggunakan gaunnya." ucapnya ramah, dan terlihat pelayan itu memanggil salah seorang temannya untuk membantu saskia mengenakan gaun itu. dan ia pun berlalu meninggalkan saskia dan temannya.


pelayan 2/"ayo mbak dicoba biar saya bantu" tersenyum


tak perlu waktu lama untuk saskia mengenakan gaun itu, cantik yang ketika saskia melihat dirinya sendirk didepan cermin sembari senyum tersungging di sudut bibirnya.


pelayan 2/"gimana mbak, enak?? ada yang perlu di kecilkan atau pas??


saskia/"hmm sejauh ini pas, dan nyaman saya suka" ucap saskia dan mencoba berputar. dan gaun itu mengembang mengikuti putaran tubuhnya dan gaun itu jatuh dengan indah.


pelayan 2/" waah bagus mbak cantik,," ucapnya memuji,

__ADS_1


seketika mata saskia melihat sepasang baju terpajang dengan tulisan disampingnya


"not for sale"


saskia/"itu,sepasang baju itu kenapa tidak dijual??" ucap saskia sembari mengarahkan telunjuknya kearah sepasang baju yang dimaksud.



pelayan 2/"oh yang itu, iyya mbak memang gak dijual,, itu permintaan dari pasangan yang memesan gaun pengantin itu,,"


saskia/"kenapa??"ucapnya penasaran


pelayan 2/"hmm kalo gak salah yaa mbak, orang tua pihak wanitanya menentang pernikahan mereka,,"


saskia/"sayang sekali yaa"ujar saskia menimpal


pelayan 2/"iiyaa mbak, padahal keduanya serasi sekali, hmm kalo gak salah keduanya sahabat kak cecek,,"


deg,,


"apa?? sahabat kak cecek??"ucap saskia terkaget didalam hati


saskia/"sahabat kak cecek?? siapa??ujarnya cemas.


pelayan 2/"mas,, mas ir,,irwan kalo gak salah, mbaknya saya inget mbak ines,,"


seketika jantung saskia seperti terhujam pisau,, tiba-tiba memegang dadanya dan terlihat pucat.


"mas irwan?? ines??"ucapnya lirih. terbayang lagi gambaran foto yang tadi pagi ia temukan


pelayan 2 melihat saskia aneh,, seperti akan jatuh.


pelayan 2/"mbak, mbak gak papa kan??"ucapnya sembari memegang tangan saskia yang seperti es.


"mbak sakit??"


saskia/"eh,,ah gak mbak, gak papa,,"ucap saskia dari syoknya.


"mbak bantu saya lepas gaun ini ya,," ucapnya datar.


pelayan 2/"ah iya mbak,,"


---------------------------------------------------------------------------


didalam perjalan pulang, pikiran saskia berkecambuk setelah mendengar penjelasan mbak pelayan 2 tentang sepasang wedding dress yang tak di jual.


"apa begini takdirku, setelah lolos dari mulut buaya malah jatuh ke mulut harimau,,??"


"kenapa??kenapa? mas irwan gak menjelaskan siapa ines itu padanya??"


"dan kenapa wanita itu kembali??


pertanyaan-pertanyaan itu terus mengelilingi saskia

__ADS_1


dan lagi-lagi iya merasakan sakit didadanya yang dalam,,


__ADS_2