Meet You Now

Meet You Now
48


__ADS_3

Flash Back On


ditengah acara penikahan stella dan dion, irwan menarik diri keluar dari area pesta dengan berjalan santai, ia meninggalkannya tampa memberi tahu saskia yang tengah duduk di meja bersebrangan kolam renang hotel.


ia menaiki lift menuju mini bar hotel dan dengan santai melepaskan jas hitam itu seraya menarik kursi yang berhadapan langsung dengan bartender yang dengan raman menyapa.


irwan/"cocktail no alkohol"


bartender/"baik tuan"


terdengar seorang wanita yang tak lain adalah ines, yang sekarang tengah mencoba duduk di samping irwan.


ines/"blue lagoon moctail"


bartender/"baik nona,,"


ines menatap irwan,, sampai dengan hari ini ia tak benar-benar bisa menatap pria yang ia cintai ini,,


ines/"kau mendiamkan aku??"


irwan tak menjawab, tangannya sibuk menatap layar handphone.


ines/"kau marah??"


ia mencoba meraih lengan irwan agar pria itu beralih menatapnya


"kau tau aku benci kau acuhkan,,"ucap ines kesal menghadap irwan


irwan hanya tersenyum licik,,


irwan/"katakan laah apa yang ingin kau katakan" ucapnya dingin


ines/"kau tega"


"bagaimana bisa dia menggantikan aku disisimu??


aku benci!!


tidak, aku marah??ucapnya penuh frustasi menatap irwan


irwan/"berhentilah, kita sudah berakhir" ucap irwan dingin sembari mengenggam handphonenya seolah akan hancur


ines/"tidak, aku benci ini semua,,"ucapnya kesal


irwan/"ku katakan CUKUP"ucap irwan dengan penuh marah menatap ines


"apa hak mu untuk benci dan marah?? kau tau ketika kau hilang, di detik itu juga aku melupakanmu"ucapnya dengan mencoba menahan emosi yang seolah akan meledak


dan irwan turun dari kursi itu untuk berjalan meninggalkan ines.


namun ines dengan cepat turun dan berlari memeluk punggung irwan dan langkah kaki irwan terhenti.


ines/"benar kah kau tak mencintaiku lagi?ucapnya dengan airmata mengalir


"aku salah, tak bisa kah kau kembali padaku??"


irwan meraih lengan ines yang memeluk tubuhnya, dan berbalik melihat ines dengan nanar dan menghapus air mata gadis itu dengan penuh perhatian


namun seketika ia merasakan sakit hati yang dalam, mengingat bagaimana bisa wanita yang ia cintai dulu tega meninggalkannya disaat terpuruk.


dengan pelan irwan melepaskan tangannya dari ines dan berbalik seraya berlalu keluar dari bar hotel.


ines menangis, sepeninggalan irwan.


dan terasa oleh ines seseorang tengah memakaikan jas dipundaknya dan berbalik,,


ines/"juan"ucapnya lirih


seraya menjatuhkan tangis dalam pelukan pria itu.


juan/"kau tau akibat dari kembali mu ini"


ines/"bagaimana bisa ia begitu dingin pada ku, aku benci"ucapnya segugukan menangis


juan hanya menepuk pundak ines dan mengajak gadis itu untuk duduk di kursi tadi menenangkan tangisnya.


irwan kembali kekamar hotel dengan lelah, dan seketika ia sadar ia melupakan saskia disana namun ia melihat sepatu tinggi istrinya telah tergeletak dilantai dengan tak beraturan.


dan ia hanya menghela nafas panjang.


irwan melangkah kearah tempat tidur yang kini terlihat saskia tertidur dengan lelapnya. ia menaiki tempat tidur dengan pelan dan beralih mendekat dengan wajah saskia yang terlihat kurus.


irwan duduk bersila sembari memegang tangan saskia yang tertidur.


irwan/"bagaimana aku harus bercerita padamu?? bahwa hidupku pernah hancur ??" ucapnya seraya berbisik parau dan irwan meneteskan airmatanya


"bagaimana aku pernah dipenjara karena wanita yang kucintai" sesaat irwan terhenti menatap wajah saskia lekat-lekat


"tetap laah bersamaku, apa pun akan aku lakukan, dan ku mohon padamu untuk percaya aku,," ucapnya berat seraya mencium dalam tangan saskia yang tak bergeming dari tidurnya.


irwan melamun dalam gelapnya malam, betapa ia ingin melupakan semuanya tapi wanita itu membuka lukanya lagi.


ia terus memegang tangan saskia seolah takut saskia pergi meninggalkannya.


---‐------------------------------------------------------------------


pagi itu irwan menemani saskia turun ke restoran hotel, ia tau saskia sedang kesal sehingga tak ada senyum seperti malam kemarin untuknya.

__ADS_1


namun tiba-tiba ia merasa handphonenya bergetar dan menemukan si penelfon dari staffnya di jakarta.


mas irwan/"sebentar mas terima telfon dulu" ucapnya seraya meninggalkan saskia disana yang menatapnya sedih.


irwan berdiri diluar area restoran, ia memilih di berdiri didekat kolam renang dan masih bisa mengawasi saskia dari kejauhan.


mas irwan/"hallo,, ya pak agus"


obrolan di telfon itu berlangsung lama, sampai seketika irwan sadar bahwa ines tengah duduk bersama saskia, dengan curiga irwan menyudahi komunikasi itu, dan dengan segera beralih menuju saskia dan ines.


dari kejauhan irwan melihat saskia seperti limbung dan beberap detik kemudia ia terkejut melihat saskia jatuh kelantai dihadapan ines.


dengan wajah panik irwan berlari dan menipis tangan ines yang menopang tubuh saskia.


irwan/"MINGGIR" ucapnya marah seraya meraih tubuh saskia dan mengendong wanita itu dan dengan cepat berjalan menuju luar restoran.


-------------------------------------------------------------------------


dirumah sakit besar dibali,kak cecek datang menghampiri irwan yang tengah duduk diruang tunggu operasi.


kak cecek/"apa yang terjadi??"ucap kak cecek menghampiri irwan yang tengah tertunduk lemas


irwan/"kau punya teman disini?? tolong kau hubungi dan tanyakan mereka bersedia mendonorkan darahnya?? berapa pun akan ku bayar" ucap irwan tegang


kak cecek tercengang,, namun dengan sigap meraih handphonenya dan mulai menelfon beberapa temannya.


selang sejam dari ke datangan kak cecek seorang dokter keluar dari ruang operasi dan menghampiri irwan yang terkejut.


dokter/"pak irwan, kami meninta persetujuan anda" seraya menyerahkan papan dengan sudah terletak kertas persetujuan dari wali pasien


irwan dengan bingung membaca cepat dan menatap dokter itu


irwan/"ini untuk apa dokter??"


dokter/"istri anda pendarahan hebat, kami sedang berusaha menanganinya, sampai dengan sekarang sudah kami guyur 5 kantong darah tapi belum membuahkan hasil, jadi kami meminta persetujuan bapak untuk tindakan lebih lanjut dengan berbagai resiko tentunya"


irwan lemah seketika mendengarkannya dan tangannya bergetar memegang papan kertas persetujuan itu.


dokter/"kita lakukan yang terbaik, selebihnya serahkan kepada yang Kuasa"


irwan dengan gemetar menanda tangani kertas itu dan mengembalikan kepada dokter tersebut, dan dokter itu pun kembali kedalam ruang operasi.


kak cecek melihat itu seketika ikut sedih.


irwan terdiam seraya mengepalkan tangannya.


tiga jam berlalu dan saskia keluar dari ruang operasi dengan sangat pucat dan terlihat berbagai selang menempel ditubuhnya.


irwan menghampiri dan ikut mendorong bad rumaj sakit itu menuju ruang perawatan pasca operasi.


sesampai diruangan seorang dokter wanita mendekati irwan.


irwan/"sebenarnya istri saya kenapa dokter??"


dokter wanita/"istri anda hamil tapi janin itu tubuh di saluran tuba sehingga itu mengoyak saluran tuba si ibu dan terjadi pendarahan, sayangnya janin itu tak bisa dipertahankan karena akan merenggut keduanya jika dipertahankan.


maaf pak sebagai dokter hanya ini yang bisa saya lakukan"


irwan terdiam, mencoba mencerna penjelasan medis dokter wanita tersebut.


dokter wanita/"bapak berdoa saja semoga istri bapak lewat masa kritis ini, jika sehat istri bapak bisa hamil lagi,,baik saya permisi pak"


irwan terpaku melihat saskia terpasang alat medis diseluruh tubuhnya.


ia meraih tangan saskia, dan menitikan air mata.


"ku mohon bangun laah,,"ucapnya lirih.


tiba-tiba irwan merasa handphonenya bergetar, dan nama ines tertera disana, dan ia menatap saskia.


irwan/"kau dimana??"ucapnya dingin


ines/"kau,,, aku,,aku,, di bar XxX daerah B"ucapnya setengah terkejut.


dan irwan pun keluar berpas-pasan dengan kak cecek.


kak cecek/"kau mau kemana?"


irwan/"jaga saskia, aku keluar sebentar"ucapnya tegas


kak cecek terkejut dengan raut wajah aneh irwan,, dengan segera ia menelfon stella


kak cecek/"stella kau dimana?? apa dion bersama mu??ujarnya panik


stella/"ya aku bersama dion, ada apa?? kenapa kau panik??


kak cecek/"aku rasa irwan aneh, tolong kau awasi dia, aku takut dia akan berbuat gila,,


stella/"apa?? oke baik"ucapnya terkejut


stella/"dion kita batal pergi, cecek bilang ada hal tak beres dengan irwan,,


dion/"apa?? hubungi di segera,,


dengan segera stella menelfon irwan tapi tak diangkat.


tiba-tiba stella melemas dengan menjatuhkan handphonenya dipangkuan

__ADS_1


dion/"kau kenapa??apa dia mengangkat telfonnya??


stella/"aku berfirasat buruk ini pasti karena ines,,aku akan hubungi dia.


stella/"ines kau dimana??


"apa?? oke aku akan kesana,,"


stella beralih melihat dion yang melihat stella cemas kita harus ketempat bar ines XxX daerah B


dengan segera dion mengendari mobilnya menuju daerah tujuan.


------------------------------------------------------------------------


suasana bar itu benar-benar lenggang,, tapi satu-satu pengunjung masuk kedalam bar tersebut yang terlihat nuansa baratnya.


irwan masuk mencoba mencari sosok ines,,


dan ia melangkah denga pasti kearah satu meja dengan terlihat wanita yang tengah menimati minuman dipinggir jendela yang besar sehingga memperlihatkan suasana malam yang indah.


dan kini ia berdiri dihadapan meja ines, dan ines menhamyambutnya dengan senyum


ines/"kau datang??"dengan senyum


irwan diam dan menarik kursi disisi ines,


ines/"kau mau minum??"


"ah,,kau pasti tak minum,,aku tak lupa itu,," seraya menegung minuman digelas cristal itu.


seketika ines terdiam


"dia bagaimana??" ucapnya ines dingin.


irwan/"apa ini yang kau inginkan??"menatap tajam ines


ines/"ah, apa maksudmu?? aku kaget melihatnya jatuh di hadapan ku,," ucap ines merasa disudutkan.


irwan/"hmm, apa yang kau bicarakan dengannya??"ucap irwan tegas


ines terhenyak, ia tak mungkin mengatakan bahwa ia sudah menyatakan ingin merebut irwan dari istrinya


ines/"aku,,aku,, mengatakan yang seharusnya"


ujap ines gugup


irwan/"jelaskan apa??ucapnya tajam


ines/"aku mengatakan kalau aku masih mencintaimu, aku ingin kau kembali pada ku, puas??"ucapnya keras kearah irwan


dengan cepat irwan meraih gelas cristal dan menhentakkanya di meja


Prankkk,,


sehingga gelas itu pecah berkeping


ines terpekik kaget dan tak percaya dengan menutup kedua tangannya kearah wajahnya. dan seperti terserang syok berat ia melihat tangan irwan mengeluarkan darah segar .


para pengunjung disekitaran meja mereka pun ikut terpaku dan kaget dengan hentakan gelas kaca irwan


irwan bangun dan dengan tangan yang berdarah itu irwan meraih wajah ines dengan kasar


irwan/"ku peringatkan untuk terakhir kalinya, manjauhlah dari aku dan istriku" ucap irwan dengan mengertakkan kedua rahangnya menahan amarah


tiba-tiba tangan irwan ditepis oleh juan,


juan/"apa yang kau lakukan"sembari memegang ines yang ketakutan melihat irwan seperti orang lain


irwan/"oh kau juan selalu datang ditengah-tengah aku dan ines"ucapnya seraya tertawa mengejek.


"kau hebat,,"


juan/"tutup mulut mu,,"


irwan/"kau tau kenyataannya, apa kau tak cerita sebenarnya pada ines??bagaimana aku dipenjara karena perbuatanmu dan orangtuanya kepada ku??ujar irwan frustasi.


ines menatap juan dengan aneh


irwan/"bagaimana kau menghasut ines untuk meninggalkan aku dipenjara,, JAWAB"ujar irwan marah


ines/"apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku juan, katakan??"lirih


juan terpojok dan menatap ke arah irwan.


juan/"ya,, aku dengan orangtua mu menjerumuskan irwan kepenjara, tapi itu kulakukan karena aku tak ingin melihat kau di usir oleh orang tua mu, kau tau mereka frustasi saat kau akan menikah dengan irwan tampa restu mereka, kau anak tunggal,,kau,,


PLAK,, dengan keras ines menampar juan


ines/"bagaimana bisa kau,,"ucap ines menangis


juan/"itu kulakukan karena aku menyukaimu, tapi kau, kau malah jatuh hati pada irwan yang latar belakang tak jelas,,


namun dengan tiba-tiba irwan menghujam pukulan ke arah wajah juan


Bug,, dan juan jatuh tersungkur, namun dengan segera tangan dion yang baru sampai melerai juan dan irwan.


dion/"ayo kita pergi dari sini, seraya menyeret irwan keluar dari bar, dan menuju parkiran yang terlihat stella terpaku melihat irwan yang lusuh dengan tangan berdarah.

__ADS_1


stella/"ya tuhan, apa yang terjadi pada mu irwan??


irwan tak menjawab, ia membalut tangannya dengan tisu begitu saja. dan mengikuti masuk mobil dion yang bersegera kembali kerumah sakit tempat saskia dirawat


__ADS_2