
" Assalamualaikum,,"
Tok..,tok..,tok.
" Bunda..,bun, Assalamualaikum, " ucap Saskia yang sedari tadi mengetuk pintu rumahnya.
" Wa'alaikumsalam..,sebentar yaa, " jawab Bunda dari dalam. Dan ketika pintu terbuka Bunda dengan heran
"Kia??, " ucap Bunda terkejut melihat putrinya pulang dijam kantor.
" Bunda," sapa Saskia dengan tertawa tak lucu.
" Loh, kamu kok udah pulang jam sengini??, kamu sakit?? mobil mana??," tanya Bunda dengan celangak celenguk heran pada anak gadisnya pulang bukan di jam kantor.
" Panjang ceritanya Bun, yang pasti Kia gak sakit dan mobil dikantor, " jawab Saskia yakin ketika akan masuk rumah, tiba-tiba di tahan oleh Bunda yang masih penasaran.
" Kia pulang sama mas Irwan," jelas Saskia menyudahi penasaran Bunda.
Dan munculah sosok mas irwan, yang baru selesai memakirkan mobil di depan rumah. Bunda pun terlihat senang sampai menyambut mas Irwan dengan sambutan berlebihan seperti kedatangan orang penting.
" Bunda ini, lupa deh sama anaknya, " gumam Saskia seraya masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar.
" MasyaAllah nak Irwan, ayo sini masuk, " sambut Bunda yang menjemput mas Irwan langsung dari pagar.
" Iya Bunda, maaf tapi Irwan mau langsung balik, " jawab mas Irwan yang menyalam santun pada tangan Bunda dan hendak balik.
" Aduh jangan ya, masuk dulu, kita ngobrol-ngobrol" pinta Bunda.
" Nak Irwan gak lagi buru-buru kan?, ".
" Hhmm, baik Bunda, iyya gak, " ucap mas Irwan mengangguk sembari mengikutin langkah Bunda yang menuntun untuk masuk.
Terdengar obrolan dari luar kamar Saskia.
" Duh si Bunda ini sukses, mengajak mas Irwan masuk," gumam Saskia yang baru selesai berganti baju.
" Kia, Saskia, " panggil Bunda dari luar kamar.
" Iyya Bun, sebentar, " jawab Saskia terburu-buru menggambil penjepit rambut dan menggulung rambut ala cepol korea.
" Kia, buatin minum untuk nak Irwan yaa, Bunda kewarung ibu Deni sebentar yaa," ucap Bunda seraya menggambil dompet dari balik buffet TV.
" Iyya Bunda," jawab Saskia seraya melirik mas Irwan yang tengah berselancar jari-jarinya di handphone.
" Mas mau Kia buat teh apa kopi??, " tanya Saskia yang agak canggung karena ditinggal berdua oleh Bunda.
Dan sesaat mas Irwan seperti terteguh melihat pada Saskia, dan Saskia jadi salah tingkah dengan tatapan mas Irwan.
" Aduh kenapa diliat begitu??, aneh yaa gaya rumahan gini??," gumam batin Saskia.
" Mas mau teh apa kopi??, " tanya Saskia lagi.
" Hhmm, air putih hangat aja, " ucap mas Irwan.
" Tunggu sebentar yaa Mas, " jawab Saskia sembari meninggalkannya diruang tamu.
Saskia yang sedang menyedu air hangat di dapur , tak sengaja melihat mas Irwan bangun dari duduknya dan melihat foto-foto terpanjang di ruang tamu.
" Foto siapa yang dilihat yaa??, " Saskia mencoba mengingat-ingat susunan foto yang terpajang di ruang tamu, karena keseringnya mondar mandir di sana, tapi tak terperhatikan dengan teliti pajangan foto dirumah sendiri.
Air yang akan disuguhkan sudah siap, dan Saskia mencoba mencari cemilan di lemari makanan, sepertinya sudah habis, terpaksa hanya air putih hangat aja yang bisa ia suguhkan pada Mas Irwan.
Dan ia membawakan air tersebut ke ruang tamu
lalu baru terlihat oleh Saskia ternyata mas Irwan melihat foto Ayah dan foto keluarga kami yang di ambil beberapa tahun silam ketika masih ada Ayah.
__ADS_1
" Kamu umur berapa waktu Ayah meninggal??," tanya mas Irwan yang menyadari ke hadiran Saskia.
" Baru tamat SMP Mas, waktu ayah meninggal, dan itu terjadi di hari kelulusan Kia," jawab Saskia.
" Ini mas air hangatnya, " ucap Saskia pada mas Irwan yang kembali duduk di posisi awal.
" Maaf yaa mas jadi terperangkap sama Bunda jadi gak bisa balik ke kantor ya".
" Ah gak kok," jawab mas Irwan singkat.
" Eh Kia, kenapa cuma air putih??, " tanya Bunda yang baru pulang dari warung.
" Gak papa bunda, memang Irwan minta," jawab mas Irwan seolah membela.
" Yaa masa air putih??, nak Irwan gak buru-buru kan?, makan malam dirumah yaa," pinta Bunda.
" Ah jangan Bunda, Irwan sebentar lagi balik," jawab mas Irwan.
" gitu yaa, tapi Bunda mau masak khusus untuk nak Irwan, selagi nak Irwan disini, " ucap Bunda yang agak memaksa.
" Makasih Bun, tapi jangan repot-repot Bunda," jawab mas Irwan sungkan.
" Ah gak kok, gak repot kan Kia??" seolah Bunda minta dukungan Saskia.
Dan Saskia hanya membalas senyum simpul saja pada bunda.
" Bunda juga mau membahas tentang pernikahan kalian, sampai sekarang masih belum ada kejelasanan mau dimana acara, dimana pesan baju, Bunda ngomong sama Kia kayak gak nyambung deh nak Irwan, " tutur Bunda.
" What??, aduuuh si bunda sampai nyalah-nyalahin anaknya segala, " gumam batin ku tak percaya.
" ini Bunda atau orang lain sih?? jangan-jangan ketuker di warung bu Deni lagi," rutu batin Saskia ngeyel.
Terlihat mas Irwan hanya tersenyum kecil mendengar penjelasan Bunda.
" Tapi kenapa jadi Kia yang harus sibuk beres-beres masak yaa??, duh si bunda ini asyik mengobrol dengan calon mantu," gumam batin Saskia yang kini berkutat di dapur.
🍃🍃🍃
" Nak Irwan ibu Nur apa kabar??," tanya Bunda sembari duduk menghadap kursi mas Irwan.
" Sehat Bunda, Alhamdulillah," jawab mas Irwan singkat.
" Nak Irwan, terima kasih yaa sudah menyetujui perjodohan ini, Bunda gak menyangka kalo nak Irwan setuju," ucap Bunda.
Mas Irwan hanya tersenyum simpul.
" Nak Irwan mau akad nikah dimana?? resepsi dimana?? tanya Bunda serius.
" Kalau akad nikah saya serahkan pada Bunda dan Kia saja, tapi resepsi mungkin saya akan buat dipanti asuhan kalau Bunda menyetujuinya," jelas mas Irwan.
" Begitu yaa," Bunda sedikit berfikir.
" Kalau menikah di Mesjid gimana?? dan kenapa pesta dipanti asuhan??," tanya Bunda bingung.
" Sebelumnya Irwan minta maaf Bunda, karena Bunda tau latar belakang Irwan seorang anak panti, dan kenapa dipanti asuhan, karena Irwan gak punya sanak saudara yang lain selain keluarga dipanti asuhan, " jawab mas Irwan.
" Begitu yaa, kira-kira kalo undangan Bunda 300 orang cukup gak??," tanya Bunda untuk meyakinkan.
" InsyaAllah cukup Bunda," ucap mas Irwan yakin.
" Oia, nak Irwan, Bunda mau tanya, kenapa memilih tanggal 3 November ??".
" Ah itu Riyadh yang mengatakan tanggal 3 November, Irwan hanya menyetujuinya saja Bunda," jelas mas Irwan
" Oh begitu, karena sebenarnya tanggal 3 November itu hari ulang tahun Saskia sendiri," .
__ADS_1
Dan mas Irwan seperti terkaget mendengar penjelasan Bunda ternyata tanggal 3 November itu hari ulang tahun Saskia.
Sayup-sayup terdengar suara azan Magrib, mas Irwan meminta izin untuk sholat berjamaah di Mesjid Komplek.
Saskia yang sedari tadi di dapur hanya sesekali melihat ke arah Bunda dan mas Irwan yang sepertinya sedari tadi serius berdiskusi.
" Ah, untung masak-masak siap tepat waktunya," ujar batin Saskia. Dan ia pun menata semua di meja dan kemudian ia masuk kembali kekamar dan bergegas mandi.
Setelah segar mandi dan sholat Magrib.
" Kia, Saskia" panggil Bunda dari luar kamar.
" Iyya bunda, sebentar, " jawab Saskia cepat.
" Ayo sini, temenin mas Irwan makan," panggil Bunda yang sembari masuk ke kamar Saskia.
" Iyya Bun".
" Duuuuh males banget," jawab Saskia dalam hati.
Saskia pun keluar dengan baju nunsa pink soft dipadu dengan celana senada (pajamas), seraya tangannya memperbaiki rambut untuk ditata ulang cepol ala koreanya.
Dan tanpa sengaja aku beradu jalan dengan mas Irwan yang dari arah ruang tamu menuju ruang makan.
Saskia yang terkejut hampir menjatuhkan vas bunga Bunda yang tak sengaja tersenggol oleh badan samping Saskia, dan untung mas Irwan cepat meraih lengan Saskia.
" Lagi-lagi mau jatuh, ini benar-bener deh keseimbangan tumbuhku, kenapa belakangan ini sering mudah terjatuh bila disekitaran mas Irwan??kayaknya aku harus cek kedokter deh??," pikir Saskia sendiri.
" Ya ampun Kia, kamu ini kalo jalan liat-liat donk, untung aja ada nak Irwan megangin tangan kamu, " ujar Bunda sambil menggeleng kan kepalanya.
" Ya ampun Bunda, segitu sukanya sama mas Irwan sampai ngemujinya gitu banget, " gumam batin Saskia yang tak percaya akan sikap Bunda yang dinilai berlebihan.
" Ayo sini nak Irwan, duduk sebelah sini," tuntun Bunda pada mas Irwan.
" ini semua Kia yang masak, semoga gak mengecewakan yaa Kia masakannya," lirik Bunda pada Saskia yang jadi melongo melihat perlakuan bunda pada mas Irwan.
" Ya Tuhan, sadarkahlah Bunda, gak pernah-pernah deh kayaknya Bunda gitu ke aku, " rutu batin Saskia
Mas Irwan hanya senyum simpul melihat Saskia dan Bunda.
Dan Bunda mulai menyuruh Saskia menaruhkan nasi di piring mas Irwan. Saskia dengan sabar menurut saja tampa membantah semua perkataan Bunda.
" Kapan kalian fitting baju pengantin??, " tanya Bunda pada ku dan mas Irwan.
Dan sontak membuat Saskia tersedak.
" Ya Ampun Bun, " pekik Saskia dalam hati.
" Mungkin dalam minggu ini Bunda," jawab mas Irwan seraya melihat pada Saskia
" Mau bulan madu kemana kalian??, " tanya Bunda lagi.
" Allah huakbar Bunda kuuu," lirih batin Saskia geram.
" Sepertinya gak ada bulan madu Bun,," jawab Saskia terburu-buru.
" Ada kok," jawab mas Irwan santai.
" Ya Tuhan, ini gimana sih mas Irwan gak ada ngedukung banget, " lirik Saskia dengan kesal.
" Ooh begitu,, semoga nanti kalian cepat dapat momongan yaa, bunda gak sabar nimbang cucu banyak-banyak, " senyum Bunda yang terlihat berharap banyak pada Saskia dan mas Irwan.
" Yaa saaaaalam, " bisik bibir Saskia.
Dan harapan Bunda tadi membuat Mas Irwan tertawa sungkan karena ia berhasil melihat wajah terkaget Saskia mendengar harapan Bunda.
__ADS_1