Meet You Now

Meet You Now
46


__ADS_3

diruangan yang gelap saskia tersadar dari tidurnya, dan ia mendapatkan mas irwan masih dengan kemejanya tidur disampinya.


"jam berapa sekarang??" pikir saskia dan meraih handphonenya, dan ini sudah pukul 6 pagi,,


saskia turun dari tempat tidur dengan berat, dan tak sengaja membangunkan mas irwan.


mas irwan/"maaf kan mas semalam,,"ucapnya berat


saskia menoleh, ada banyak hal yang ingin ia tanyakan kepada mas irwan,, tapi saskia urungkan, karena ini masih pagi untuk pembicaraan hal yang berat.


saskia berjalan pelan menuju kamar mandi, dan ia hanya membasuk wajahnya karena tubuhnya benar-benar tak sehat ia merasa suhu tubuhnya meningkat.


saskia/"kia keluar,,"


seketika mas irwan bangun mendengar saskia akan keluar.


mas irwan/"tunggu, mas,,"


saskia tak menoleh, ia hanya ingin segera turun untuk coklat hangat pagi ini,,


tak lama mas irwan telah siap dengan menganti baju casual dan mengikuti saskia.


saskia menatap mas irwan.


"harus bagaimana agar pria ini bicara??"


tak berselang lama mereka sampai di restoran hotel.


saskia bermenuju meja dekat jendela yang memperlihatkan view laut yang luas.


setelah duduk saskia memesan coklat hangat kepada pelayang dan sedikit cake, ia ingin makan yang manis.


mas irwan/"sebentar,, mas terima telfon dulu,,"ucap mas irwan seraya bangun dari kursi dan meninggalkan saskia yang duduk melamun melihat laut.


tak berselang lama, sosok ines datang menuju meja saskia


ines/"hai, boleh gabung,," ucapnya dengan cangkir di tangan


saskia/"ah,, hmm ya,,"ucapnya cangung


ines/"kau suka laut??"


saskia/"yaa,," ucap saskia singkat

__ADS_1


"hmm, suatu kebetulan bisa ketemu sama mbak ines,,"


ines/"panggil ines, mungkin kita seumuran,,"


ucapnya seraya menyerut kopi dari cangkir


"tapi aku merasa kau salah menafsirkan "kebetulan" ini,,"ucapnya menatap saskia


"aku yang kembali untuk irwan"


saskia/"apa??"ucapnya kaget


ines/"sudah lama aku ingin berbicara dengan irwan, dan ketika kudengar pernikahan itu membuat ku semakin sulit untuk berbicara banyak dengan irwan.


saskia/"tapi kami sudah menikah??


ines/"mungkin kau berhasil menikahi irwan,,tapi aku yang pertama ia lamar dan yang ia sukai itu aku inessa owen. ucapnya santai


saskia/"bagaimana bisa?? dan mengapa kau baru menbahasnya sekarang??


ines/"mungkin akan terdengar aneh, ketika aku berbicara ini seolah seperti simpanan, dan aku tak ingin kehilangan cinta seperti dulu,,


saskia/"apa??apa maksudmu??


saskia bangun dari duduknya, ia terhenyak dan merasakan amarah menyesak didadanya. dan saskia merasakan teramat sangat pusing.


"ini aneh, mengapa semua terasa kabur??"ucapnya dalam hati seraya memegang keningnya


saskia/"maaf,,aku,,aku,,rasa kita tak bisa membahas ini, aku merasa,,,""


tiba-tiba tubuh saskia limbung


Brukkk,, tubuh saskia roboh tepat dihadapan ines dan irwan


ines terkesima terpaku melihat irwan yang datang dengan berlari panik


irwan/"MINGGIR"ucapnya marah, dengan menapih tangan ines yang mencoba memopang tubuh saskia


ines, terpaku ketika tubuh saskia berada digendongan irwan yang berjalan cepat keluar restoran di ikuti oleh beberapa pelayan yang ikut panik melihat saskia pingsan.


tak terasa air mata ines jatuh,


"kau bukan irwan,,"ucapnya ines,,

__ADS_1


"bagaimana bisa??irwan,,"


dan menangis memegang dadanya,,


--------------------------------------------------------------------------


dengan panik irwan memangku saskia, didalam mobil hotel yang membawa mereka melesat cepat menuju rumah sakit


mas irwan/"berapa lama lagi jauh dari rumah sakit,,


sopir hotel/"sebentar lagi mas,," ucap sopir itu seraya fokus kembali


mas irwan menatap wajah saskia yang pucat,,


"kumohon bertahan laah" ucap batin mas irwan seraya mengenggam jemari saskia yang dingin.


berselang itu terlihat rumah sakit sederhana, dan mobil itu masuk dengan cepat,, irwan turun dengan mengendong tubuh saskia langsung menuju IGD


mas irwan/"tolong,, tolong istri saya,,"ucapnya dengan tegas dihadapan para perawat dan dua dokter yang terlihat sedang bertugas.


dengan segera dokter perempuan itu menghampiri irwan,,


dokter/"cepat letakkan pasien disini pak,,"


mendengarkan intrusksi dokter irwan meletakkan saskia di bad rumah sakit dan beberapa perawat menghampiri saskia dan mulai memeriksa saskia dengan seksama.


secara reflek irwan mundur, dan membiarkan saskia ditanganin oleh dokter dan perawat sepenuhnya.


sesaat dokter datang mendekat irwan,,


dokter/"sepertinya kami tak bisa menangani istri anda disini, istri ada ada masalah dikandungannya, harus segera dibawa ke rumah sakit besar di kota bali untuk pemeriksaan lebih mendalam, saya akan beri rujukan dan dengan dokter niken.


irwan terhenyak,,


irwan/"maksud dokter istri saya hamil?? "


dokter/"iyya, dan mungkin baru,," ucanya seraya meraih pulpen dan menuliskan surat rujukan,,


"segera pak, karena tekana darah istri anda rendah,,"


irwan masih terkejut, dan mencoba fokus dengan intruksi dokter.


dengan mengunakan ambulan irwan mendampingi saskia menuju rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2