Meet You Now

Meet You Now
part 20


__ADS_3

Tok..,tok..


Suara ketukan pintu dari luar kamar, yang membuat Saskia terburu-buru keluar dari kamar mandi dan mengenakan kemeja diatasnya untuk menutupi badannya yang hanya mengenakan handuk lalu bergegas membuka pintu kamar.


" Iyya," jawab Saskia cepat dan hanya mengeluarkan kepalany saja dari balik pintu.


Dan terlihat mas Irwan sudah rapi dengan stelan casual.


Tiba-tiba stelan kantor warna peace terulur ke arah Saskia.


" Ini,," ucap mas Irwan yang menyerahkan baju itu dan kemudian berlalu menuju sofa TV.


Dan Saskia mulai bergegas mengenakan stelan yang mas Irwan berikan tadi. Stelan baju kerja itu ternyata pas ditubuh Saskia dan terlihat cocok ketika Saskia kenakan.


" Hhmm..,seleranya bagus juga," puji Saskia untuk pilihan mas Irwan.


Tampa pikir panjang lagi langsung Saskia pun merias diri dengan lipstik nude, eyeliner dibawah mata dan maskara, tampa bedak. Lalu ia mengenakan bodymist di seluruh tubuhnya.


Akhirnya Saskia pun keluar kamar dengan pelan-pelan dan mas Irwan menatap Saskia dengan tajam.


Seketika Saskia terhenti karena tatapan mas Irwan dan kembali melihat pada dirinya sendiri.


" Apa ada yang aneh??," pikir Saskia dalam hati.


" Oke kita jalan, tapi Mas gak bisa antar kamu," ucap mas Irwan yang berhenti di hadapan Saskia.


" Ah, gak papa Mas, Kia bisa naik taksi kok," sela Saskia buru-buru.


Mas Irwan hanya diam tak membalas perkataan Saskia, dan berjalan menuju pintu keluar apartemen. Dan Saskia punmengikutinnya lalu sedikit terburu-buru menggunakan sepatu tingginya.


Tak disangka keduanya malah berpas-pasan dengan beberapa tetangga mas Irwan.


" Eh mas Irwan, lama gak keliatan udah bawa istri aja yaa,," celetuk seorang ibu muda dan disebelahnya terlihat berdiri seorang pria yang tengah mengendong anak batita.

__ADS_1


Saskia yang mendengarnya seperti tersengat listrik. " " What?? bawa istri," dan Saskia pun melirik reaksi mas Irwan yang ternyata santai saja.


" Ah, Mbak Susan, apakabar mas Budi?? hay Haura,," sapa mas Irwan seraya mengajak anak batita itu hay five.


" Lama gak keliatan kemana aja kamu?? sibuk bener sampek ke pertemuan sesama penghuni apartemen gak datang dua kali,," tanya mas Budi seraya melihat pada Saskia yang mencoba ramah dengan tersenyum simpul sekedar basa basi.


" Ah biasa aja kok," jawab santai mas Irwan.


" Mas Irwan kenalin donk istrinya, wah nikah gak undang-undang nie yaa,," sindir mbak Susan.


Dan reflek dengan kaku Saskia mengulurkan tangan.


" Saskia mbak,,"ucap Saskia sungkan dan malu-malu.


Tak lama datang lagi tetangga seorang ibu muda juga.


" Waah udah ada anggota baru ya, kelewatan kamu Irwan, gak kabari kalo udah nikah," ceplos wanita ini semanga.


" Iya ni Wila, kebangetan ini si mas Irwan, kaga ada kabar apa-apa maen nongol aja sama istrinya," celetuk mbak Susan seraya tertawa.


Lalu mereka saling berpisah di depan parkiran mobil masing-masing.


Tapi Saskia jadi heran, bukan kah mas Irwan sudah katakan bahwa ia tak bisa mengantar Saskia kekantor, jadi seharusnya Saskia menunggu Taksi atau Grab online di lobby apartemen.


" Kenapa jadi dibawa keparkiran coba?? hah," hela nafas Saskia yang susah nebak pikiran mas Irwan.


Dan akhirnya langkah kami terhenti didepan mobil sedan sport Civic putih.


" Oke kamu naik mobil ini," kata mas Irwan sembari memberikan kunci mobil itu pada tangan Saskia yang di gandengnya tadi.


Saskia terkaget.


" Jangan Mas, Kia naik taksi aja, gak papa,," tolak Saskia cepat sembari mengembalikan kunci mobil itu kembali pada tangan mas Irwan.

__ADS_1


Dan dengan sigap mas Irwan memengang tangan Saskia.


" Turuti perintah Mas, Mas masih bisa naik mobil yang itu, " jelas mas Irwan seraya menunjuk pada mobil disebelah mobil sedan sportnya.


Saskia pun reflek mengikutin arah tunjuk mas Irwan dan terlihat sebuah mobil Honda CR-V putih disana.


" Ya udah, kamu hati-hati dijalan, tadi mas udah telfon Bunda kamu," jelas mas Irwan yang tiba-tiba menarik tubuh Saskia dan tangannya meraih tengkuk belakang kepala Saskia.


Dan Cup.., lagi-lagi mas Irwan mencium Saskia, tapi kali ini di keningnya.


Tiba-tiba terdengar suara sorakan.


" Cieee yang pengantin baru romantis juga nie mas Irwan, duluan," seru mbak Susan dan berlalu dengan laju mobilnya keluar gedung.


Dan mas Irwan pun memasuki mobil CR-V itu lalu menghidupkannya dan melaju keluar gedung.


Saskia masih terpaku, dan berusaha untuk benar-benar sadar dari terkagetan tadi.


Saskia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan jam setengah delapan.


Tapi pagi ini hujan sepertinya sudah hilang, semoga terus cerah cuaca dan banjir cepat surut agar bisa pulang harapnya yang kangen Bunda.


Saskia pun masuk kedalam mobil sport putih itu dan seketika aroma maskulin mas Irwan tercium oleh indra penciuman Saskia yang merasa nyaman.


Dan tak lama Saskia pun meluncur keluar dari parkiran gedung apartemen, menuju jalur besar kearah kantornya.


Perlu 30 menit menuju kantornya dan sesampai di parkiran kantor, ia turun dan berpas-pasan dengan Joya.


" Joya,," sapa Saskia dan berjalan kearah Joya yang akan masuk kedalan gedung.


" Hay, mbak, kejebak banjir gak sih kemarin,," tanya Joya yang arah rumahnya searah dengan Saskia


" Ah iyya," jawab Saskia bohong.

__ADS_1


" Gimana ruangan baru??, " tanya Jova sekilas.


" Ah, aman,," jawab Saskia sembari tersenyum dan keduanya pun berlalu menuju lift dan aku berpisah di lantai 9.


__ADS_2