
Flash Back On
Diruangan yang minimalis dengan nuansa hangat kecoklatan kayu dari setiap sudut, terlihat pemilik ruangan tengah serius mengutak atik lembaran berkas di mejanya. Terlihat Irwan sesekali mengerutkan dahinya.
Dan ketika ia ingin menanda tanganin sebuah dokumen penting, tanpa sadar tangannya menuliskan nama "Saskia Rasya", seketika dia terteguh dengan coretan tangannya yang tampa sadar ia menulis nama dari gadis yang baru seminggu yang lalu ia temui.
Lalu ia pun menggantungkan pulpen di jemarinya sembari menyandarkan punggung pada kursi, dan bergumam "Saskia".
Tiba-tiba ia meraih handphone dan mengetik nama Riyadh Al- Asyi dan menelfonnya. Dan terdengar nada menunggu dari nomor yang dituju hingga akhirnya tak mendapat jawaban.
Dan Irwan pun meletak kan handphonenya tersebut dan melanjutkan membenahi dokumen di hadapannya.
Tak berselang berapa lama, handphone Irwan berdering, dan dia pun menyungging senyum disudut bibirnya.
" Assalamualaikum ," jawab Irwan singkat
" Wa'alaikumsalam, hey, ada ngerangan apa lo telfon gw??, " tanya Riyadh yang tau kebiasan sahabatnya ini.
" Sepertinya aku ingin menikahi adik mu," jawab Irwan singkat.
Seketika terdengar suara tawa Riyadh dari sebrang telfon.
" Ternyata hal ini bisa menganggu konsentrasi mu juga yaa, aku hampir berpikir kau akan terus perjaka" guyon Riyadh seraya tertawa meledek irwan.
" Sial, dan kau akan jadi abang Ipar ku," sedikit mengidik.
__ADS_1
" Jadi apa yang membuat keputusanmu ini bulat untuk menikahi Saskia??, " tanya Riyadh dengan nada serius.
" Kau tau aku bukan orang yang suka bermain-main dengan hal seperti ini, dan aku pikir Saskia orang yang aku cari , " jawab Irwan serius.
" Aku paham, " jawab Riyadh mengerti dan terdiam sesaat.
" Aku berpikir harus sesegera mungkin, apa kau sudah menentukan waktunya kapan??, " tanya Riyadh menunggu jawaban dari seberang telfon.
" Aku tak tau, aku berpikir hal itu kuserahkan pada pihak wali nikahnya saja," sindir Irwan sembari tertawa kecil.
Dan tergelak tawa ke duanya yang terkekeh dengan obrolan mereka sendiri merasa canggung dengan status yang berubah dari ke dua sahabat ini.
" Sebentar biar ku lihat kalender di mejaku, hmm aku berpikir akan lebih baik jika hari itu dilakukan bulan november tanggal 3, bagaimana menurut mu?? apa kau sudah siap??, " tanya Riyadh yang menunggu kepastian.
" Baik, yaa kuserahkan pada mu kakak Ipar, aku ikut saja," jawab Irwan yang sedari tadi juga melihat kalender di meja kerjanya.
" Kau tak percaya pada ku??" tanya Irwan.
Dan terdengar tawa Riyadh.
" Baiklah tuan Insinyur Cafe,, " jawab Riyadh sembari memutuskan komunikasi telfon dengan Irwan.
Dan terputusnya komunikasi tadi meninggalkan kesan di pikiran Irwan.
" Menikah?? Kakak Ipar?? keluarga baru??," dan ia pun menyungging senyum.
__ADS_1
Lau ia pun kembali berkutat dengan lembaran-lembaran kertas dihadapannya.
🍃🍃🍃
Siang itu setelah komunikasi tiga hari dengan Riyadh, Irwan masih seperti biasa diruangan kantornya, sibuk membenahi lembaran-lembaran kertas yang perlu keputusannya.
Dan tiba-tiba asistennya Dwi mengetuk pintu.
Tok..,tok..
" Maaf Pak Irwan, ini ada telfon dari perusahaan Xxxx ingin bertemu dengan bapak,,
" Perihal apa dan dengan siapa??, " tanya Irwab seraya berpikir bukan kah itu kantor Saskia
" Sebentar Pak saya tanya lagi, " dan buru-buru Dwi menyakan sumber si penelfon.
" Pak namanya Saskia, dan perusahaannya ingin mengundang Bapak sebagai narasumner diseminar oleh perusahaan Xxxx, " jelas Dwi.
Mendengar nama si penelpon dari asistennya, Irwan sedikit menyungging senyum
" Seperti kebetulan yang disengaja, " gumam Irwan dalam hati.
" Baik, katakan padanya hari ini jam 4 di Cafe, " perintah Irwan.
" Baik Pak," jawab Dwi sembari meninggalkan ruangan Irwan.
__ADS_1
" Saskia, " gumam Irwan bernelangsa jauh.
Flash Back Off