Meet You Now

Meet You Now
15


__ADS_3

Pagi ini Saskia merasa malas untuk pergi ke kantor.


" Kia.., Saskia, mas irwan udah di depan tuh tungguin kamu, " panggil Bunda dari luar kamar.


" Hah?? mas Irwan??, " jawab Saskia kaget dengan masih bermalas-malasan dikasur. Ia bangun dengan malas karena tengah mendapat tamu bulanannya.


" Ada apa pagi-pagi mas Irwan kerumah ya??, " gumam batin Saskia sembari menyambar handuk dan buru-buru mandi.


Tak perlu waktu lama untuk mandi, Saskia pun dibuat terburu-buru berpakaian dan sedikit berdandan.


Setelah dirasa pas, tak lupa Saskia menyemprotkan parfum lavender pada dirinya, lalu perlahan ia pun keluar dari kamarnya.


Dan tiba-tiba tepukan manja tangan Nunda menyentuh pundak Saskia dan ia pun kaget.


" Eh Bunda, kagetin aja," ucap Saskia sambari membenarkan tali tas yang jatuh dari bahu.


" Kamu yaa, lama banget siapnya, nak Irwan udah tungguin kamu dari tadi, itu nak irwan lagi Bunda suruh sarapan," jelas Bunda.


" Kok mas Irwan pagi-pagi udah kerumah Bun?? ada apa yaa?? " tanya Saskia penasaran.


" Loh, kamu ini udah pikun yaa, kan semalam nak Irwan bilang besok pagi akan antar kamu kekantor, karena mobil kamu kan dikantor," lirik Bunda yang aneh melihat Saskia pagi ini.


" Kok aku gak inget yaa??," gumam batin Saskia.


Ia pun menuju ruang makan, dan terlihat mas Irwan sedang menyantap nasi goreng yang di siapkan Bunda.


Saskia yang canggung hanya meraih air rebusan lemon, jahe dan ketumbar yang sudah menjadi rutinitas keluarga Saskia sedari dari dulu, sembari mengambil roti gandum disisi meja makan.


" Saskia gak sarapan??, " tanya Mas Irwan seraya melirik Saskia yang sedang menyuapin mulut dengan roti gandum.


" Ah, gak mas Kia biasa makan roti aja, " jawab Saskia yang melirik Bunda.


" Makan yang bener donk sayang, kamu masih aja kayak anak kecil makan buru-buru gitu malu donk diliat mas Irwanmu, " kata Bunda.


" Mas Irwanmu, " gumam batin Saskia yang seketika berinding.


" Bunda, Kia ke kantor dulu yaa," ucap Saskia seraya meraih tangan Bunda untuk salam hikmat dan mencium pipi Bunda.


Aku tak menghiraukan, dan berlari kecil menuju rak sepatu di ujung dekat kamar.


" Kia, Bunda lupa kasih tau kamu deh semalam, siang ini tukang prabot akan datang untuk mendekor kamar kamu," ucap Bunda mengantar keduanya depan pagar rumah.


" Tukang prabot??," tanya Saskia.


" Itu hadiah dari kak Raniya untuk pernikahanmu dan nak Irwan," jelas Bunda.


" Yaa Tuhan?? ," gumam Saskia dalam hati.


Dan hanya kaget yang tertinggal di sisa pagi ini sebelum melajut ke kantor bersama mas Irwan


semakin hari semakin menggila hari-hari Saskia yang pernuh kejutan, dan entah apa yang ada dipikiran mas Irwan.


🍃🍃🍃

__ADS_1


Mobil sedan Civic itu pun melaju membelah pagi Kakarta yang angsur-beransur padat.


" Maaf ya mas Irwan, Kia jadi ngerepotin, padahal Kia bisa naik ojek online kekantor," ucap Saskia untuk menyudahi kehenigan.


Mas Irwan hanya diam saja.


" Besok kamu ada waktu?? kita fitting baju untuk acara," tanya mas Irwan.


" Hmm, ada mas, di jam makan siang," jawab Saskia singkat.


" Kalau jam sepuluh pagi bisa??, ".


" Jam sepuluh pagi yaa??, coba besok Kia lihat dulu yaa Mas," jelas Saskia.


Teralun lagu lawas dari radio Glenn Fredly - Sekali ini saja


Tuhan bila masih ku diberi kesempatan


Izinkan aku untuk mencintanya


Namun bila waktuku telah habis dengannya


Biar cinta hidup s'kali ini saja


Tak sanggup bila harus jujur


Hidup tanpa hembusan nafasnya


Sekali lagi untuk mencintanya


Namun bila waktuku telah habis dengannya


Biarkan cinta ini (biarkan cinta ini)


Hidup untuk sekali ini saja.


Yaa walau lagu ini gak cocok untuk situasi sekarang tapi cukup membuat suasana dramatis pikir Saskia, tapi suara merdu mas Glenn Fredly cukup menenangkan jiwa untuk saat ini.


🍃🍃🍃


Dan jantung Saskia pun seakan terhenti ketika mendapakan memo di atas meja kerjanya.


" Ada apa ini kok tiba-tiba ada amplop memo, " pikir Saskia yang masih bingung.


" Pagi Princess Kia, " sapa Mila centil sembari lewat menuju meja kerjanya.


" Ikh Princess apaan lagi Mil," ujar Saskia.


" Ciiee yang jadi rebutan cowok-cowok, cerita donk Kia, " ucap Mila yang penasaran.


" Mila, ini apa??, " tanya Saskia sembari memperlihatkan amplop memo pada Mila.


" Gak tau tuh??, memang isinya apa??, " tanya Mila balik

__ADS_1


" Belum aku buka," jawab Saskia sembari menghidupkan layar komputer.


" Pagi mbak Kia, Mbak tadi Jalul berpas-pasan sama Pak Nurdin, Mbak disuruh ke ruang rapat naik ke lantai lima belas ya".


Deg.


" Ada apa ini??," pikir Saskia sedikit panik.


Tak berapa lama Saskia bersegera menuju lift untuk menuju lantai atas.


Dan iba-tiba Pak Nurdin memanggil


" Saskia, diruang sini".


Saskia pun berlari kecil keruang yang dimaksud, dan tak terbayang kan didalam ruangan tersebut telah hadir kepala Personalia dan Wakil Direktur.


" Ya Tuhan, ada apa ini??," gerutu batin Saskia cemas.


" Jadi kamu Saskia Rasya," ucap Wakil Direktur sembari melihat lembaran kertas didepannya.


" Coba kamu jelaskan perihal kejadian kemarin siang dilobby kantor??".


" Maksud bapak??" jawab Saskia bingung.


" Kejadian di lobby kantor insiden pemukulan itu," ucapnya tegas.


" Maksud bapak soal teman saya memukul Yovan?? jawab Saskia singkat.


" Terus apa hubungannya coba aku disini??, kalo memang mukul yovan," pikir Saskia aneh.


" Jadi kamu kenal Pak Yovan??, " tanya Wakil Direktur lagi.


" Iyya saya kenal Yovan, Yovan Sandra,, kenapa pak??".


" Kenapa?? kamu masih bisa bertanya setelah membuat masalah besar diperusahaan kita dengan memukul wakil direktur perusahaan Yyytttt, " jawab Wakil Direktur tajam ke arah Saskia.


Dan terlihat wajah tercengang Saskia, mendengar nama Yovan sudah jadi wakil direktur perusahaan ditempat aku bekerja dulu.


" Kamu harus meminta maaf ke Pak Uovan, beliau kemarin datang untuk mendatangani kerja sama dengan perusahaan kita, dan kamu sukses mengacaukannya.." ucap Wakil Direktur ketus.


" Aku harus meminta maaf pada Yovan?? gila, pasti aku udah gila kalo sampai meminta maaf pada Yovan," pikir Saskia dalam diamnya.


" Apa kamu mau di turunkan dua tingkat ke bawah dari golongan mu sekarang ( manajer ll akunting)" nada ancaman ketua Personalia tersirat disana.


Pak Nurdin yang sedari tadi menyaksikan hanya terdiam tak membela Saskia.


" Baik pak, saya turun pangkat aja, saya gak keberatan" jawab Saskia tegas.


" Walau berat dan hati ingin menangis aku harus kuat, apa lah arti jabatan kalau hanya untuk mempermalukan harga diri," pikir Saskia dalam hati.


Setelah perang dingin diruangan rapat tadi. Terlihat Saskia tinggal sendiri terpaku mematung menginggat teguran dari atasan karena insiden pemukulan Yovan.


Saskia berusaha untuk tak menangis, ini harus ia terima dari pada harus bertemu dengan laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2