
Dua minggu sudah terlewatkan setelah hari pertemuaan itu. Kak Riyadh sekeluarga pun telah balik ke Singapura, bahkan kak Raniya malah pulang lebih awal dari kak Riyadh.
Rumah yang tadinya ramai kini sepi kembali, tapi sampai hari ini kelanjutan soal perjodohan belum ada yang siknifikan. Syukurlah pikir Saskia, bisa jadi mas Irwan tidak berminat melanjutkan perjodohan ini setelah bertemu dengannya yang banyak kekurangan ini.
" Tapi kalo dipikir-pikir mas Irwan ganteng juga, matanya yang tajam dan senyumnya, aaahh, sayang juga kalau gak jadi sama mas Irwan , " pikir Saskia bernelangsa jauh, seraya melirik map laporan berikutnya.
" Untungnya, Bunda gak ngotot banget, yaa tapi kalo Bunda udah ngomong, aku juga gak bisa kalo gak bilang "gak" gumam batinnya yang tengah berdebat.
" Plin-plan banget siih kamu saskia" rutu batin Saskia yang jadi bingung sendiri.
Namun, tiba-tiba handphone Saskia bergetar dan terlihat masuk notif pesan dari WA, perlahan ia membuka laman pesan dari no asing, dan melongo membaca isi dari pesan tersebut.
" Assalamialakum Saskia, maaf menganggu waktunya, saya mas Irwan," Irwansyah.
Deg.., seketika wajah terkejut Saskia terlihat disana.
" Wahay jantung kenapa berdetak kencang begini?? cuma pesan doang, !!" gumam Saskia sendiri.
" Benar-benar panjang umurnya mas Irwan ini, baru juga terlintas eeh,, udah datang aja kabarnya, " gumam batin Saskia yang terlihat tersenyum sendiri.
" Wa'alaikimsalam mas Irwan, iyya gak papa mas, " balas pesan Saskia singkat.
" Apa kamu sedang sibuk?? apa sudah makan siang?," Irwansyah.
Drrg...,drrrrrg.., suara getar notif pesan WA masuk. Saskia reflek melirik isi pesan itu dan ia melihat jam sudah jam 12 .15 wib.
" Aah ternyata memang sudah waktu makan siang yaa, lagi-lagi aku terlalu asyik berkutat dengan laporan keuangan sampai tak lihat waktu, " rutu Saskia sendiri.
" Iyya mas, Kia lagi beresin laporan kantor, belum.., Kia belum makan siang mungkin sebentar lagi Kia makan dikantin kantor, " balas Saskia.
Tak berselang lama, masuk lagi notif WA dari mas Irwan.
" Bagaimana kita makan bersama?," Irwansyah.
" Ya Tuhan, ada gerangan apa ini?? kenapa mas Irwan balas begini??," gumam batin Saskia yang panik.
" harus jawab gimana??, " ucap Saskia dengan berpikir keras.
" Hey !!" tepukkan Mila dibahu Saskia, cukup membuat Saskia menjerit kaget.
" Aaaaahhh," pekik Saskia kencang hingga menjatuhkan handphone nya ke lantai.
" Woosss,, selow Neng, Handphone kalau kagak mau lagi jangan dibuang-buang, lo sedekahkan aja ke gue, gue dengan ikhlas kok nerima," ujar Mila seraya tertawa melihat tingkah Saskia yang seperti orang baru melihat hantu.
" Ada apa sih?? dari tadi tak tik tak tik handphone mulu," tanya Mila kepo.
" Ah kamu mil, hampir aja jantung ku copot, gak ada kok, biasa aja, " jawab Saskia lugas.
" Mau turun bareng gak? cari makan dikantin, atau kamu mau titip kayak biasa??, "tanya Mila yang udah paham semua menu kesukaan Saskia jika nitip makan siang.
" Kayaknya ini hari Kia makan diluar Mil, makasih yaa udah tawarin" jawab Saskia seraya membalas WA mas Irwan.
"Ooh, sama bunda ya Kia ??, mau ke daerah mana?titip sesuatu bisa??" tanya Mila serius.
" Maaf Mila, kayaknya gak bisa, dan aku gak keluar sama Bunda," jawab Saskia dengan masih menatap layar handphone.
Mila yang mendengarkan jawab Saskia tercenggang.
" Bukan sama Bunda??, lalu sama siapa dong??, cowok ya??, " tanya Mila penasaran bak Polisi investigasi.
Namun tak heran jika Mila bertanya seperti itu, karena Mila teman lama Saskia sedari SMA, yang tau benar bbahwa Saskia tidak pernah jalan kemana-mana selain dengan keluarga khususnya Bunda, kak Raniya, Eva dan teman kantor saja.
__ADS_1
Bukan karena ia tidak gaul, tapi karena rasa nyamannya hanya bersama keluarga yang membuat Saskia jarang ikut-ikut kumpul bareng teman lain diluar jam kantor.
" RA-HA-SIA,," jawab Saskia sambil tertawa pada Mila seraya berusaha berpikir cara menjawab ajakan mas Irwan. Berkali-kali ia mengetik, berkali-kali ia hapus lagi.
" Boleh.., tapi Mas lagi dimana?, bisa jadi jauh dari daerah kantor Kia,," jawab Saskia dengan agak ragu.
" Ah, gak kok, Mas udah dibawah gedung kantor kamu," Irwansyah.
Secepat itu Saskia membalas dan secepat itu juga balasan pesan WA mas Irwan masuk, tangannya pun dengan sigap membuka layar handphone untuk membuka notif pesan dari WA mas Irwan.
Dan..,
" What??,mas..,mas Irwan udah di sini??, " seketika Saskia terserang panik lalu buru-buru ia merapikan map-map laporan yang masih berantakan di meja kerjanya , lalu dengan cepat ia menyambar tas lempang dan berbalik badan ke hadapan Mila.
" Mil?? penampilan ku gimana??," tanyak Saskia cemas sembari merapika rambut dengan jari.
" Oke, nice, " jawab Mila mengacungkan jempol.
" Eh, tapi lo mau kemana? buru-buru amat?? ah gak ayik banget lo gak cerita-cerita nie, Kia," ujar Mila cemberut.
" Sorry, nanti pasti aku cerita, pergi dulu yaa," ucap Saskia seraya melambaikan tangan dan berjalan menuju lift.
Butuh waktu lima belas menit untuk turun dari lift yang aktif, bila sedang jadwal makan siang, karena ramai karyawan yang dalam bersamaan menggunakan lift.
Hingga ketika sampai di lobby, Saskia memcoba membalas Wa mas Irwan.
" Mas Irwan dimana?, Kia sudah di lobby,," belum sempat ia mengirim pesan, tiba-tiba ada suara memanggil namanya.
" Saskia," .
Dan reflek Saskia menoleh pada suara yang memanggil, dan ketika ia temukan sosok yang dicari sedang melambaikan tangan sembari berjalan ke arah Saskia. Seketika Saskia terpanah melihat sosok mas Irwan yang berbeda.
"Apa mata ku salah yaa??, mas Irwan kok tambah ganteng hari ini,," gumam Saskia dalam hati.
Terulur tangan mas Irwan ke arah Saskia, dengan reflek kaget Saskia menyambut jabatan tangan mas Irwan dengan agak kaku dan tersenyum simpul.
" Maaf Mas, Kia agak lama turunnya, jam segini biasa lift full karena karyawan lain juga pada turun makan siang ," jelas Saskia.
" Tapi, mas dari kapan disini, tau kia kerja disini dari siapa??, " tanya Saskia penasaran.
" Hhmm, nanti Mas jawab , sekarang kita baiknya jalan dulu,,yuk, Mas parkir didepan deket kok," ajak mas Irwan dan tersenyum pada Saskia yang jadi mengikuti sarannya.
" Baik Mas," jawab Saskia lalu berjalan mengikuti mas irwan keluar gedung.
🍃🍃🍃
Didalam mobil sedan yang melaju di tengah kota, mas Irwan masih fokus dengan kegiatan nyetirnya. Saskia yang sedari tadi kikuk tak berani melirik mas Irwan.
" Kamu mau makan dimana?, " tanya mas Irwan.
Saskia sedikit kaget ketika mas Irwan bertanya.
" Dimana aja mas, yang deket-deket sini,," jawab Saskia singkat.
" Hmm dimana yaa?, kamu suka apa?, " tanya mas Irwan lagi.
" Apa aja Mas, asal bukan seafood," jawab Saskia yang lagi-lagi singkat.
" Gitu yaa, atau kita ke Mall dekat sini aja, mungkin disana ada banyak pilihannya, " ide mas Irwan melihat persetujuanku.
"Oke," jawab Saskia yang lebih singkat
__ADS_1
Setelah memutar arah dan masuk ke area parkir mall yang padat mas Irwan menemukan ruang parkir kosong. Benar-benar ramai mall dijam-jam makan siang begini.
Setelah berputar-putar keduanya memutuskan masuk di sebuah cafe " Kala Berdua".
" ya Ampun, terlintas ide dari mana nama Cafe begini?" gumam batin Saskia yang seolah melihat sesuai dengan kondisinya sekarang tengah berdua mas Irwan.
Disudut cafe, Saskia melihat ada sofa dan terlihat nyaman disana tidak terlalu bising. Mas Irwan pun menyutujuinya, dan lagi-lagi sofanya ada dua sesuai tema "Kala Berdua" , Saskia senyum sendiri memikirkan ide dari si Owner cafe ini benar-benar terkonsep.
Setelah memesan menu, mas Irwan terlihat sedang serius menatap layar handphonnya. Lalu tak beberapa lama, ia menaruh handphone nya begitu saja sembari memperhatikan sekeliling seraya menghela nafas panjang.
" Kala Berdua" yaa, nama yang unik untuk sebuah nama cafe,," ucap mas Irwan lalu melihat pada Saskia.
" Iyya sepertinya, Owner ini punya pengalaman sendiri yang ingin dia kenang," jawab Saskia yang ikut melihat sekeliling Cafe.
" Kia, " panggil mas Irwan lembut.
" Kamu serius dengan keputusan mu untuk menikah dengan Mas??, " tanya mas Irwan dengan sorot mata tajam seperti masuk kedalam diri Saskia.
Saskia yang terkaget dengan pertanyaan mas Irwan yang tiba-tiba langsung keinti permasalahan , membuat pikirannya blank seketika. Agak lama Saskia berpikir bagaimana ia akan menjelaskan semua keputusan menikah ini terucap.
Seolah kering mulutnya, ia meraih air mineral yang tersedia di meja dan meminumnya sebelum menjawab.
" Sebelumnya, Kia minta maaf Mas, atas perjodohan ini, dan menjadikan mas diposisi sekarang, maaf karena Kia hanya ingin memenuhi keinginan Bunda,," jawabnya pelan.
" Begitu rupanya,," jawab mas Irwan singkat.
" Tapi, jika Mas keberatan, gak papa kok Mas, Kia ngerti posisi mas, berat menikah dengan orang yang belum kenal sebelumnya, dan mungkin Mas sudah ada orang lain dihati," jawab Saskia yang sudah siap menerima jawaban apa pun yang dikatakan mas Irwan.
Karena ia berpikir sungguh tak adil bagi mas Irwan hanya karena perjodohan ini ia sampai berkorban dengan perasaannya sendiri.
Namun seketika mas Irwan membenarkan posisi duduknya dan seperti berbisik kearah Saskia.
" Mas gak keberatan " jawab mas Irwan dengan tersenyum simpul.
Seolah senyum mas Irwan seperti menyihir Saskia dan membuat hati nya sedikit lega.
Dan sayup-sayup Saskia mendengar suara lagu Kahitna mengalun dengan pas seolah-olah tepat di saat Saskia dan mas Irwan membahas soal perjodohan ini.
" Aiya,,sungguh membuat hati berbunga-bunga dalam pikir ku, dosakah ini ya Tuhan, " rutu batin Saskia.
Lirik Kahitna- Andai Ia Tau.
"Tuhan yakinkan dia tuk jatuh cinta hanya untuk,, andai dia tau,,"
" Boleh Kia tau kenapa mas menyetujui perjodohan ini?? " tanya Saskia masih penasaran.
" Hhmm, bagaimana ya?? Mas menjelaskan, umur Mas sudah dikatakan cukup, selain itu Mas juga tak ingin mengecewakan Ibu angkat, jadi bukan kah tujuan kita sama dalam hal tak ingin mengecewakan hati orang tua kita??" ucap Mas Irwan menatap Saskia.
Saskia hanya mengangguk mengiyakan penjelasan mas Irwan, walau ada rasa tidak puas dengan penjelasannya. Tapi Saskia coba mengerti.
" Ah, sebenarnya apa yang aku harapkan dari jawaban mas Irwan??" pikir Saskia benar-benar tak bisa diajak kompromi saat ini, serasa hilang semua pertanyaan yang ingin Saskia berikan kepada mas Irwan.
" Tapi, mas berharap kamu bersabar dalam menghadapi diri Mas nanti,," ujar Mas Irwan serius.
Seketika Saskia terpaku dengan pernyataan mas Irwan.
" Yaa, akan Kia coba belajar tentang diri Mas seiring waktu," jawab Saskia ragu.
" Mau gimana lagi, cuma waktu yang bisa buktikan nanti setelah menikah bagaimana akan dilewati, " gumam batin Saskia.
Hidangan pun datang, tapi hilang sudah selera untuk menyantapnya, seakan Saskia sudah kenyang dengan perjelasan mas Irwan sedari tadi. Saskia membayangkan akan seberat apa nanti ketika sudah menikah dengan orang yang sedang makan dengan santainya ini.
__ADS_1