Meet You Now

Meet You Now
part 18 tersentuh 2


__ADS_3

Setelah puas menangis dalam pelukan mas Irwan, perlahan Saskia mulai merengangkan diri dari pelukan mas Irwan dan menyeka air mata yang masih saja turun.


" Sudah baikan??, " tanya mas Irwan lembut menatap mata Saskia.


Saskia hanya mengangguk pelan dan sedikit terlonjak kaget menyadari tubuhnya benar-benar menyentuh tubuh mas Irwan. Saskia pun masih merasakan nafas mas Irwan dan belayan tangannya di punggungnya


" Kia udah gak papa Mas, maaf, " jawab Saskia seraya menarik diri, dan tersadar ia hanya memakai kemeja atas saja.


" Aih,, semoga gak ada syetan di sekitaran sini," rutu Saskia dalam hati.


Tiba-tiba kruuuuuk ... kruk ... suara dari perut Saskia pun berbunyi, yang sontak membuat mas Irwan tertawa kecil.


" Kamu lapar berat yaa, " tanya mas Irwan sembari masih tertawa.


" Ikh, sial ... ini perut bikin malu aja, " gerutu batin Saskia yang bener malu-malu.


Saskia tertunduk malu tak bisa berkata.


" Momentnya itu konyol banget sih ... udah nangis bombay berujung perut keroncongan, aih... rasanya mau hilang detik ini juga," gumam Saskia membatin.


" Ayo makan, Mas udah siapin makanan," ajak mas Irwan yang beranjak dari sisi Saskia lalu berdiri menatap dirinya.


" Iyya mas, tapi Kia ke kamar mandi dulu sebentar," ucap Saskia canggung.


" Mas tunggu diruang makan," ujar mas Irwan seraya berlalu dengan menutup pintu kamar.


" Huufft, malunya ya Tuhan," ucap Saskia seraya beranjak dari tempat tidur dan tak sengaja menginjak handphone nya yang ternyata layar depan telah retak seribu.


"Benar-benar naas," pikir Saskia.


Ia pun berlalu menuju kamar mandi, membasuk wajahnya di wastafel lalu melihat betapa sembab matanya karena menangis tadi.


Lalu Saskia pun berjalan keluar kamar menuju ruang dapur dengan malu-malu, mengingat baju yang ia kenakan agak pendek tapi untung kemejanya besar, jadi sedikit tertolong sehingga terlihat seperti mini dress.


Dan Saskia melihat mas Irwan menata makanan hangat di atas meja seraya melirik dirinya.


" Maaf mas, Kia ngambil baju Mas tanpa meminta izin dulu, " ucap Saskia yang terhenti diruang dapur minimalis.


Dan lagi-lagi mas Irwan tersenyum kepada Saskia dengan lembut.


" Ayo, duduk sini kita makan, mas harap ini sesuai selera kamu," ujar mas Irwan menaruh piring kosong dimeja.


" Waaah... pinter masak juga doi" kagum Saskia dalam hati. Lalu ia melihat beef yakiniku dan nasi goreng jagung plus telur gulung ala Kepang tersuguh di atas meja dengan mengoda. Tanpa sadar Saskia menelan salivanya seraya menarik kursi dan duduk dengan nyaman.


Saskia meletakkan handphone yang sudah retak seribu tadi di atas meja dan berniat meminjam charger mas Irwan. Berharap masih berfungsi karena ingin mengabari Bunda, karena takut Bunda cemas.


"Mas, maaf bisa pinjem charger gak? kia mau kabarin Bunda," ucap Saskia pelan sembari menujukkan handphonenya.

__ADS_1


Mas Irwan hanya melirik pada Saskia seraya mengenyitkan dahinya dan entah apa yang ada dipikiran pria ini sekarang.


"Biar Mas yang kabari Bunda kamu".


" HAH??" Saskia bengong mendengar ucapan mas Irwan.


"Mas Irwan mau kabarin Bunda? dengan kondisi aku yang begini?? GILA !!! bisa mati nie gue, apa yang bakal Bunda pikirin tentang anak gadisnya ini," pikir Saskia yang panik.


" JANGAN Mas !!," seru Saskia panik.


" Bisa di gorok ini leher sama Bunda, jika tau anak gadisnya berduaan di apartemen, sama cowok lagi!!" sahut batin Saskia yang mulai jantungan.


" Gak papa, biar Mas yang kabari Bunda kamu sekarang " kata mas Irwan santai sembari melihat jam di dinding ruang TV nya sudah menunjukkan jam 11 malam lalu ia meraih handphone yang sedari tadi berada di meja makan.


" Assalamualaikum Bunda" seru mas Irwan dan berlalu pindah ke ruang balkon apartemen.


Saskia yang jantungan dan penasaran bagaimana reaksi bunda, jadi meremas jemarinya yang takut.


" Bagaimana ini?? bagaimana ini??," pikir Saskia was-was.


Terdengar suara hujan masih turun dengan lebatnya dari arah balkon apartemen sehingga hanya terdengar sayup-sayup tawa kecil mas Irwan sehingga membuat Saskia tambah penasaran.


Tak berselang lama, terlihat mas Irwan kembali masuk seperti akan menyudahi komunikasi dengan Bunda. Lalu kembali berjalan pada ruang makan.


"Ayo kita makan" ucap mas Irwan sembari menarik kursi di samping Saskia.


" Enggak kok, Bunda gak marah sama sekali, malah lega," jawab mas Irwan yang sudah menyantap satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya.


" Hah?? Bunda gak marah?? serius Mas??" tanya Saskia tak percaya dan ia pun jadi menatap Mas Irwan lekat-lekat.


" Kok bisa Bunda gak marah??? Waah, luar biasa mas Irwan ini, Micin apa yang udah dia kasih pada Bunda, bisa-bisanya Bunda legowo anak gadisnya diapartemen sama cowok ini??" gumam Saskia yang tak habis pikir.


"Kenapa? kamu gak percaya??," tanya mas Irwan balik.


"Ya bukan gitu Mas?" sahut Saskia ragu.


"Yaa gak percayalaah " sabut batin Saskia protes.


"Yaa kalo terjadi apa-apa juga, kan tinggal percepat jadwal nikah kita aja kan???, " jawab mas Irwan santai sembari meneguk air putih.


Bruusss..


Seketika merona merah pipi Saskia mendengar pernyataan mas Irwan.


"Ya ampun mas Irwan ini !!" pekik batin Saskia geram.


Perlahan Saskia pun mulai makan dengan lahap.

__ADS_1


Setelah makan, Saskia membantu mas Irwan membereskan peralatan makan yang tadi di gunakan.


Karena hari ini terlalu berat rasanya tubuh ini pun lelah. Menangis tadi cukup menguras tenaganya, Saskia pun berharap untuk bisa tidur cepat. Tapi segan secara dirumah orang dan cowok pulak, mirisnya.


Saskia berjalan menuju ruang tv dan duduk berdiam disana sembari melihat layar handphone miliknya yang pecah seribu itu.


" Apa bisa diperbaiki lagi??," pikir Saskia dalam hati.


Dan mas Irwan datang menghampiri dirinya seraya memberi secangkir susu hangat.


"Makasih Mas" jawab Saskia ketika menyambut cangkir susu hangat itu.


"Minum laah itu akan membantu menenangkan tubuh kamu" seraya ia pun ikut duduk di samping Saskia.


Saskia menenguk susu hangat itu sedikit demi sedikit dan memang menghangatkan badannya.


"Kamu tidur di kamar Mas aja" ujar mas Irwan sembari meneguk kopi yang terlihat dari cangkir miliknya.


"Gak papa Mas biar Kia dikamar lain aja" sela Saskia sungkan.


Dan mas Irwan pun beranjak berlalu melewati Saskia dan masuk kekamarnya, lalu tak lama berselang iya keluar dengan bantal dan buku ditangannya.


"Kamu tidur dikamar Mas dan Mas dikamar satu lagi oke, jangan membantah" ucap pria itu sembari berjalan menuju kamar satu lagi.


Namun Saskia refleks cepat-cepat berlari mengejar mas Irwan dan berusaha mengapai lengannya yang memengang buku. Ia pun terhenti dan badannya berbalik menghadap kearah Saskia.


"Mas" ucap Saskia ragu.


"Makasih yaa, makasih untuk hari ini dan maaf kan soal tadi " ucap Saskia tulus menatap mata mas Irwan dan tersenyum sedikit.


Entah apa yang ada dipikiran mas Irwan, tiba-tiba ia menjatuhkan bantal lalu tangannya menarik lengan Saskia dan sedetik kemudian ia mejatuhkan ciuman hangat dibibir Saskia.


Dan sialnya lagi Saskia tak bergeming dengan kehangatan ini.


Kedua mata Saskia melebar terkaget.


"Sadarlah Saskia," jerit batin Saskia.


Pelan ciuman itu terlepas, Saskia pun menatap lekat-lekat wajah mas Irwan yang masih terasa hebusan nafas mas Irwan di antara wajah mereka yang dekat.


" Tidur laah" ucap mas Irwan seraya mengambil kembali bantal dan bukunya yang jatuh lalu meninggalkan Saskia yang masih terpaku.


"Apa ini?? Dia mencuri ciuman ku?" ucap Saskia membatin.


Saskia pun berjalan masuk kekamar dengan memengang bibirnya.


Lalu ia menghempaskan badan di kasur yang besar itu dan ia merengkuh bad cover hingga tak berapa lama ia pun terlelap.

__ADS_1


__ADS_2