
saskia bangun dengan berat, ia mencoba untuk benar-benar sadar,,
"ini dimana??"pikirnya.
sembari melihat sekeliling dengan aneh,,dan ketika akan menggerakkan tanggannya, tampa sengaja ia menyentuh rambut, dan menoleh dengan pelan,, ternyata mas irwan tengah tertidur disisinya.
saskia mencoba mengingat terakhir kalinya ia sedang berbicara dengan ines.
dan ia mengingat samar-samar kalimat yang menyakitkan dari ines.
"ia hanya ingin memiliki irwan"
saskia kembali memejamkan mata, betapa menyakitkannya,,dengan pelan dan berlahan saskia menarik tangannya berusaha untuk mencabut jarum infus namun hal itu membuat irwan tersadar dan segera meraih tangan saskia.
mas irwan/"apa yang kau lakukan??"dengan panik dan suara tegas
saskia/"aku ingin pulang"jawabnya parau.
maa irwan/"kau,," ucapnya terhenti ketika melihat wajah saskia dengan derai air mata
dengan berat mas irwan mengehal nafas
"dengar kita akan pulang, tapi setelah kau benar-benar sembuh,," jawabnya pelan dan lembut,,
saskia berusaha untuk bangun, ia merasakan sakit diarea perut bawahnya dan saskia meringis kesakitan, dengan panik mas irwan mendekat dan membantu tubuh saskia untuk duduk dengan disanggah beberapa bantal menopang tubuh saskia yang masih sangat lemah.
mas irwan/"apa ada yang sakit??sebaiknya mas panggilkan perawat"ucapnya cemas seraya menekan bel disamping sisi tempat tidur saskia.
tak berselang lama beberapa perawat datang dengan setengah berlari masuk kedalam kamar rawat saskia.
mas irwan/"tolong, sepertinya istri saya kesakitan"ucapnya cemas
perawat 1/"syukurlah ibu sudah sadar, baik saya periksa sebentar yaa,,"
dengan dibantu temannya perawat itu melakukan beberapa pemeriksaan, dan setelah melihat kondisi saskia dan ia melihat ke arah jarum infus semua normal.
perawat 1/"sejauh ini istri ada sudah baik pak,,"
__ADS_1
saskia/"tapi perut bawah sakit sekali,,"ucapnya pelan
perawar 2/"ah, itu wajar bu, after operasi bisa 1 minggu merasa nyaman,,"
saskia/"apa?? operasi??"ucap saskia bingung
kedua perawat itu saling menatap satu sama lain.
mas irwan/"biar saya yang jelaskan" ucap mas irwan menyanggah
perawat 1/"baik,, baik pak,, nanti akan saya kabari dokter bahwa ibu sudah sadar, permisi" ucapnya sopan dan kedua perawat itu berlalu keluar kamar
saskia/"apa ada yang mau mas jelaskan??"ucapnya dingin menahan marahnya
mas irwan mendekat dan duduk berhadapan menghadap saskia yang melihat dengan marah.
mas irwan/"dengar, kita baru saja kehilangan calon bayi kita,," ucapnya dengan berat dan meraih tangan saskia
saskia/"apa??"ucapnya syok
mas irwan/"kau sedang hamil, tapi karena kantung janin itu tak tumbuh pada tempatnya, jadi ia tak dapat dipertahankan,,"
mas irwan/"mas gak ngerti ilmu kedokteran, tapi dari yang mereka katakan kamu terus-terusan pendarahan tapi kamu gak sadar, dan pada hari itu pendarahaan hebat didalam sehingga,,,"ucapannya terhenti ketika melihat wajah saskia pucat
saskia menangis dalam diam,,dengan lembut irwan menarik tubuh saskia dalam pelukannya ia merasakan saskia sanggat terguncang.
mas irwan/"maaf,,maaf mas gak bisa menjaga kamu,,"ucapnya penuh sesal, ia berusaha menenangkan saskia yang menangis tersedu-sedu.
"kamu pasti sembuh dan kita bisa punya anak lagi" dengan suara pelan dan tampa sadar mas irwan pun menitikkan air mata
"dan aku hampir kehilangan mu" lirihnya dalam hati dan itu membuat hatinya pilu.
---------------------------------------‐---------------------------------
irwan terus melihat wajah sendu saskia yang tengah tertidur, sedari tadi saskia menangis tampa henti, sehingga harus diberi penenang.
hal itu membuat hati irwan terluka.
__ADS_1
tok..tok..tok..
irwan tersadar dari lamunannya dan menoleh ke pintu kamar, dan terlihat dion dan stella masuk.
stella/"bagaimana saskia??"
irwan/"dia sudah sadar, tapi karena mengetahui tentang operasinya ia sedikit terguncang dan baru saja tertidur." jelasnya seraya beralih menghampiri dion dan stella
dion/"sabar ya wan"ucapnya sembari menepuk pundak irwan
stella berjalan menuju tempat saskia terbaring.
stella/"dia sudah pergi, juan bersamanya"
irwan hanya menganggu dan beralih duduk disofa seraya merehatkan tubuhnya.
dion/"bagaimanan tangan mu??"
irwan sekilas melihat tangan kanannya yang terbalut perban,,
irwan/"ini tak seberapa" ucapnya santai
stella/"bagaimanan bisa kau seemosi itu??kau hampir membunuhnya,,"ujar stella setengah marah.
irwan hanya tertawa singkat,,
irwan/"hal itu tak kan membuatnya mati, dan aku tak mungkin berpikir pendek,,"seraya memejamkan mata
dion/"kau gila"
irwan/"kau akan tau, ketika kau merasakan sendiri, ketika istrimu hampir mati didepan matamu" ucapnya kearah dion dengan dingin.
dion/"maaf kalo itu menyinggung,,"
lagi irwan tertawa ringan.
irwan/"sudahlah,, aku benar-benar lelah"seraya memghela nafas panjang
__ADS_1
stella/"tidurlaah biar aku dan dion menjaga saskia" ucapnya seraya merapat ketempat saskia
dan disambut dengan ancungan jempol dan irwan pun membenarkan posisi tidurnya seraya meletakkan lengannya diatas kening menutup mata.