Meet You Now

Meet You Now
54


__ADS_3

Setelah selesai makan malam saskia dan bunda masih dengan asyik bercerita, saskia merasa jauh lebih baik. Suasana itu sedikit terusik dengan ketukan dari pintu kamar, bunda dan saskia bersamaan menoleh melihat siapa yang datang. Dan ternyata mas irwan kembali dengan wajah yang lebih segar. Dengan senyumnya ia masuk dengan membawa sesuatu.


Irwan/"apa perawat sudah masuk??"


Saskia hanya mengangguk


Bunda/"sudah, dan katanya saskia sudah baik"


Irwan/"kamu mau ini? ada cemilan tadi mas beli" tawar mas irwan kepada saskia seraya menaruhnya di atas meja sisi samping saskia.


Saskia/"apa??"


Irwan/"pisang krispi warna warni, mau coba??" ujar mas irwan seraya membuka dan memberikan ke tengah-tengah bunda dan saski


Bunda/"kelihatannya enak" seraya mengambil satu potong kue pisang krispi itu satu


Saskia berlahan melihat bunda, dan juga ikut mengambil kue tersebut. Saskia mencoba mengigit setengah kue pisang itu, dan ia merasa yaa enak.


Irwan/"gimana?" enak??"


Saskia/"hmm, iyya enak, manis pas dan krispinya dapat"


Irwan pun lega karena cemilan ini tak mengecewakannya. Dan ia melirik jam tangannya sesaat.


Irwan/"udah malam, bunda baiknya istirahat dulu di hotel"


Saskia terkejut mendengar perkataan mas Irwan.


Saskia/" tapii,,"ucap saskia gelisah


Bunda/"gak papa nak irwan, biar bunda jaga saskia disini aja"


Irwan/" bunda, istirahat aja dulu dihotel besok pagi kemari lagi, Saskia biar irwan yang jaga" ucapnya menatap saskia yang sedikit cemberut.


Saskia/"tapi, kia,,,"ucapnya terhenti lagi ketika tangan mas irwan membelai kepala saskia dari sisi kanan


Irwan/"biarkan bunda istirahat,," ucapnya tegas menatap mata saskia, dan itu cukup membuat saskia kecut.


Melihat irwan penuh perhatian melihat saskia, bunda jadi mengalah membiarkan irwan menjaga saskia.


Bunda/"baik laah, bunda akan balik hotel,, besok bunda kemari lagi, kamu istirahat dulu yaa" ucap bunda seraya bangun dari kursi duduk samping kiri saskia.


Irwan/"ayo irwan antar bun"ucapnya seraya melangkah mengikuti bunda


Bunda/"gak papa, gak usah, toh hotelnya juga deket" ujar bunda tersenyum.


Saskia melihat bunda berlalu dengan cemberut,,


"Kenapa sih mas irwan ini??belom juga puas kangen sama bunda udah disuruh ke hotel aja"gumam hati saskia


Irwan balik masuk kedalam kamar setelah mengantar bunda ke luar lorong kamar rawat inap.


Irwan/"kamu mau lagi pisang krispinya??"ucap mas irwan seraya meraih satu dan memakannya dengan sekali suap.


Saskia mengeleng, tapi saskia berusaha untuk menurunkan kakinya dari ranjang secara berlahan, dan ia mencoba menahan tak nyaman dari sakit yang ia terima bekas jahitan. Sontak hal itu membuat mas irwan reflek memegang tubuh saskia.


Irwan/"kamu mw kemana??"ucapnya panik


Saskia dengan sedikit susah menahan sakit mencoba menjawab pelan


Saskia/"ke,,, ke ka,mar,, man,,di" ucapnya terbatah seraya menahan sakit yang ditimbulkan karena gerakan kakinya


Irwan dengan berlahan mengendong saskia, dan itu membuat saskia terpaku.


Saskia/"mas,," ucapnya kaget


Irwan/"biar mas gendong aja"ucap mas irwan yang dengan segera membawa saskia kekamar mandi, dan masuk dengan pelan-pelan dan menurunkan saskia dengan berlahan.


Saskia berusaha untuk bisa berdiri tegak, tapi sakit dari bekas operasi ini membuat ia sedikit susah. Dengan mencoba sedikit menahan sakit saskia melepaskan pegangannya dari mas irwan.

__ADS_1


Saskia/"kia,, kia bisa mas,, tolong keluar dulu"


Mas Irwan/"kamu yakin??"yang melihat dengan cemas.


"biar mas disini, kamu mau ngapain biar mas bantu"


Saskia/"Jangan" ucapnya cepat dan seketika wajahnya merona karena malu.


"gila apa??masa mas irwan mau ngeliatin gw pipis" pekik hatinya panik


Irwan/"kamu masih malu??kamu lupa kalo mas udah liat semuanya??"ucap mas irwan gamblang


Dan saskia ter skak matt dengan kalimat mas irwan. "ikh,,mas irwan ini, rasanya mau gigit aja??kekeh banget" pekik saskia dalam hati yang malu setengah mati mendengar ucapan mas irwan


Saskia/"tolong, kia mohon mas keluar dulu" ucapnya setengah malu mencoba mendorong mas irwan untuk keluar


Mas Irwan menghela nafas dan ia pun tak berdebat lagi, dan langkahnya keluar kamar mandi meninggalkan saskia yang berdiri dengan berpegang pada dinding.


Irwan/"mas tunggu di pintu, jangan dikunci"


Saskia/"iyyaaaa,," dengan suara dalam menahan malu


"bisa-bisanya mas irwan ini ngomong gitu tadi, bikin malu aja" setelah yakin mas irwan telah keluar dan menutup pintu, saskia mulai beraktifitas dicloset.


Beberapa menit Irwan menunggu dengan gelisah diluar kamar mandi, dan tiba-tiba saskia dengan berlahan membuka pintu kamar mandi dan terlihat saskia berjalan sangat pelan dengan tangan satunya menahan perut. Seketika mas irwan menghampiri saskia dan lagi mas irwan meraih tubuh saskia untuk digendong.


Saskia terkaget dengan perlakuan mas irwan.


Saskia/"mas,, turunin,," pintanya dengan melihat wajah mas irwan


Mas Irwan/"gak,," ucapnya tegas dan kini ia menurunkan saskia diatas tempat tidurnya lagi.


Saskia menghela nafas panjang.


"kapan bisa jalan kalo begini"pikirnya dalam hati


Irwan/"kamu kalo mau apa-apa bilang mas aja, biar mas yang ambilin"


Irwan/"gak ada tapi, tapi,," ucapnya dengan menatap saskia


Lagi saskia menghela nafasnya mencoba memberpikir sesaat.


Saskia/"mas, tadi susternya bilang kia disuruh jalan, biar terbiasa, karena kalo gak ini otot perut kaku"


Mas irwan/"mas gak bisa liat kamu sakit begitu"ucapnya seraya duduk di sisi tempat tidur saskia dan memandang wajah saskia dengan seksamma


Saskia/"kia mau pulang" ucapnya memelas


Mas Irwan/"kita pulang kalo kamu udah bener-bener sehat"ucapnya lembut


Saskia/"makanya biarkan kia untuk bisa jalan sendiri" membalas pernyataan mas irwan dengan tegas


Mas Irwan meraih tangan saskia dan ia memegang jemari-jemari saskia yang kini terlihat bekas tancapan infus disana.


Mas Irwan/"maaf mas merasa menyesal udah buat kamu sampai begini" ucapnya lembut


Saskia terteguh melihat sorot mata mas irwan yang sedih melihatnya.


Saskia/"mas, kalo kia tanya sesuatu mas mau jawab??"


Mas Irwan/"apa??"


Saskia/"bisa mas jelasin tentang mbak ines??"ucap saskia ragu


"tapi penasaran kalo gak ditanyain"gumamnya dalam hati


Mas Irwan walau sekilas tampak dari sorot matanya yang terkaget namun ia tersenyum hangat menatap saskia dengan wajah penasarannya.


Mas Irwan/"hmmm, dia cuma orang dimasa lalu"ucapnya singkat

__ADS_1


Saskia/"sungguh??"menatap mas irwan lekat-lekat


Mas Irwan/"kamu cemburu??"


Seketika saskia terhenyak dengan pernyataan mas irwan


Saskia/"Cemburu??"


Mas Irwan/"benerkan kamu cemburu??" ucap mas irwan seraya tersenyum seolah senang


Saskia/"Ya, iya kia cemburu,,"ucapnya dengan sedikit marah manja


"dan itu buat hati kia sakit"


Mas Irwan/"sungguh??"ucapn mas irwan dan lagi ia tersenyum mengoda


Saskia/"mas senyum?? mas tersenyum disaat seperti ini??"ucapnya tak percaya menatap mas irwan, dan itu membuat darahnya naik.


"mas sendiri bilang kalo mas cinta kia, mas juga bilang kalo kia harus terbuka"


"mas,, kia tuh bukan dukun yang bisa terawang-terawang jalan pikir mas, sungguh kia tuh sebel banget liat,," terhenti


Saskia merasakan wajahnya diraih tangan mas irwan dan seketika bibir mas irwan mendarat lembut dibibir saskia yang sedari tadi memarahinya. Saskia terpaku menerima ciumam dari mas irwan dan reflek menolak tubuh mas irwan. Dan seketika saskia menutup bibirnya dengan tangan dan menatap mas irwan tak percaya.


"ya ampun mas irwan ini" gumamnya gemes dengan tingkah mas irwan yang suka banget mengejutkannya dengan ciuman.


Saskia kehilangan kata-kata setelah menerima ciuman tadi.


Mas Irwan/"marah laah sepuas mu"ucapnya dengan sorot mata yang lembut.


"tapi kamu setelah itu harus peluk mas"


"ya tuhan, suami dari planet mana sih mas irwan ini, udah semarah ini masih minta peluk??"gumamnya tak percaya


Sesaat hening menghinggapi saskia dan mas irwan, namun mas irwan reflek menarik tubuh saskia dalam pelukannya.


Mas Irwan/"maaf,,"ucapnya lembut


" maaf karena mas kamu jadi kepikiran"


"mas gak janji, tapi mas akan berusaha untuk membuat mu nyaman dengan mas" ucapnya tulus


Mendengar perkataan mas irwan, saskia jadi luluh dan ia pun merengangkan pelukannya dari mas irwan. Dan seketika saskia melihat perban membalut telapak tangan mas irwan.


Saskia/"ini kenapa?"ucapnya seraya menyentuh perban ditangan mas irwan.


Mas Irwan/"ah,, hmm hanya luka kecil" ucapnya santai sembari mencoba mengerakkan jari-jarinya.


Saskia hanya menarik nafas panjang. Kasian mas irwan pasti beberapa hari selama ia sakit ia tak cukup tidur, terlihat wajahnya yang sedikit lelah.


Mas Irwan/"tidur laah,,"ucapnya seraya bangun dan membenarkan selimut dan membantu saskia untuk rebahan.


Saskia hanya mengikuti saja dan ia hanya mencoba membenarkan rambutnya yang berantakan. Tapi tangan mas irwan membantun merapikan rambut panjang saskia agar tak menganggu. Setelah dirasa saskia nyaman , mas irwan menarik kursi ke sisi tempat tidur saskia dan ia duduk seraya mengeluarkan handphonenya.


Saskia/"mas gak tidur??"


Mas irwan/"hmm, sebentar lagi"


Saskia/"sini tangannya"pinta saskia dengan tangan terulur meminta


Mas Irwan/"tangan??" ucapnya seraya mengulur tangannya ke arah tangan saskia dan disambut genggaman tangan saskia dengan erat.


"kenapa??"ucapnya bingung


Saskia/"kia mimpi, kia terus berusaha meraih tangan mas, tapi mas terus menjauh" ucapnya sedih


Dan itu cukup membuat mas irwan terpanah.


Dan ia pun tersenyum hangat menatap saskia.

__ADS_1


"duuh mas irwan ini, kalo disenyumin gitu gimana mau tidur coba??salah kia mas, karena makin gak bisa jauh"gumamnya dalam hati yang menyadari bahwa pria ini yang akan membuatnya hatinya berwarna lagi.


__ADS_2