Meet You Now

Meet You Now
58


__ADS_3

Ketika kerjaan menerpa maka waktu seolah-olah tak pernah cukup untuk menyelesaikannya. Bahkan Irwan lagi-lagi melewatkan makan siangnya dan hanya memakan cemilan. Dion datang di jam 3 sore dengan beberapa temannya yang akan ikut bekerja sama dengan Irwan dan Dion dibisnis resot Bandung.


Irwan duduk dengan santai ketika mendiskusikan pekerjaan namun diitengah-tengah diskusi itu terlihat Dion yang sesekali melirik jam tangan dengan gelisah, dan Irwan menyadari itu hingga membuatnya bertanya pada Dion.


" Kenapa??"


" Stella belum memberi kabar??, " jawab Dion gusar.


" Maksudmu?, "Irwan bingung.


" Aku mau bawa Rubi kedokter untuk vaksin, " jelas Dion.


" Rubi sakit?".


" Tidak, itu hanya jadwal dari dokter untuk suntik imun pada bayi secara berkala"


" Ooh, " jawab Irwan mencoba paham.


" Jadi kau tak ikut untuk survey lokasi resot kali ini??".


" Ikut, hanya aku akan menyusul besok dengan pesawat pagi, " jelas Dion.


Irwan hanya mengangguk saja. Dan pembahasa mereka kembali lagi pada kerjaan. Tak berselang lama Dion menerima video call dari stella.


" Hallo anak Daddy, apa udah siap??, " tanya Dion seraya mengarahkan wajah kelayar dan terlihat seorang bayi mungil tengah memandang aneh ke layar handphone.


Dan hal itu membuat disekeliling Dion ikut memperhatikan tingkahnya yang tiba-tiba ceria mendapat video call dari istrinya.


"Daddy kita ketemu dirumah sakit aja yaa, Rubi udah jalan sama mommy dan pak Kasep, "ujar Stella dengan video masih menampilakan wajah anaknya yang mengeliat aktif.


" Oke, Daddy jalan, much untuk Rubi dan mommy, " ucapnya dengan genit yang sontak membuat Irwan sedikit mengidik geli.


Dan video call itu pun terputus dengan wajah puas Dion. Dan ia pun menaruh handphonenya diatas meja dan beralih menutup laptop dan menyusun notes kedalam tas backpakernya.


" Gue ijin dulu yaa, mau bawak anak kedokter, " ucapnya yang menghentikan obrolan ringan rekan kerja.


" Lo gak ikut kita ke bandung??, " tanya rekan kerja pertama.


" Ikut, tapi besok gue nyusul dengan pesawat pagi, " jelas Dion singkat.


" Gitu kalo udah ada anak, lain-lain gak penting lagi, " tukas rekan kerja kedua.


" Lo tau aja, " ucap Dion dengan tertawa.


" Jelas itu, gue udah rasain sendiri, wajah istri gak kebayang lagi yang kebayang anak aja, " ujar rekan kerja kedua seraya tertawa.


Dan diikuti rekan kerja satunya lagi mengiyakan.


" Jahat banget lo, giliran buat kompak, setelah anak lahir masa lo lupain jasa istri, " celetuk rekan kerja pertama dengan santai.


" Ya kan umpama, soalnya liat wajah bayi itu ngademin loh, kadang istri wajahnya suka cemberut, mending inget wajah anak yaa" ujarnya tertawa terbahak-bahak.


Seketika mereka reflek tertawa bersama merasa mengiyakan ucapan teman mereka. Irwan juga sedikit mengakui, menghadapi istrinya Saskia kadang-kadang susah. Seperti kejadian tadi pagi, ia tak tau mengapa Saskia begitu sensitif belakangan ini, kadang moodnya buruk dan selang beberapa menit kemudian ia bisa tersenyum hangat seolah tak terjadi hal yang buruk sebelumnya.


Namun kali ini setelah melihat Dion menerima telfon dari Stella ia sedikit iri dengan kebahagian Dion yang kini sudah menimbang bayi perempuan yang baru lahir tiga bulan yang lalu.


" Irwan, aku jalan yaa, kalau ada apa-apa kabari segera" ucap Dion.

__ADS_1


" Oke" jawab Irwan seraya mengangguk. Dan dion pun berlalu meninggalkan kelompok Irwan.


" Kalau gak ada Dion baik kita gak usah buru-buru ke Bandung, kita berangkat tengah malam aja, " saran rekan kerja pertama.


" Hmm, oke juga " jawab Irwan setuju.


" Malam aman, no macet, karena besok libur " jelas rekan kerja kedua.


" Oke, kalo gitu kita jam 11 malam jalan, " tegas rekan kerja kedua memastikan.


Dan reflek irwan mengiyakan dengan mengangguk, dan mereka mengakhiri pembicaraan bisnis itu dengan obrolan ringan.


Namun selang sejam kemudian para kedua teman Irwan itu meminta izin untuk pergi sebelum mereka berangkat kebandung jam 11 malam ini.


🍃🍃🍃


Sepeninggalan teman-teman Irwan tadi, ia didalam kantor cafe Sepetak dengan fokus mengerjakan beberapa laporan dari beberapa cabang cafe miliknya. Dengan serius ia membaca lembaran kertas itu dengan teliti.


Dan sesaat ia merasa perutnya sakit. Ia meringis menahan rasa tak nyaman yang ditimbulkan oleh perutnya.


Irwan melihat kearah jam dinding dikantornya dan terlihat sudah menunjukkan jam 11 malam. Dan ia mengingat bahwa ia melewatkan jam makan siangnya lagi.


Dan ia menarik nafas panjang dan sesaat ia mengingat bahwa tadi ada bekal pemberian Saskia yang katanya cemilan bila ia lupa makan siang lagi.


Irwan berjalan ke meja kerjanya dan melihat paperbag coklat itu seraya membuka dan melihat ada dua kotak disana. Ia mengeluarkan satu kotak bekal dan membuka berlahan terlihat rainbow cake dan beberapa puding pelangi disana yang tertata cantik didalam kotak bekal. Irwan mengambil satu potong cake rainbow itu dan melahapnya dengan satu suapan habis. Dan Irwan merasakan cake itu cukup nikmat, ditambah dengan kelaparan ia merasa pas dengan manis dari cake buatan Saskia.


Ketika akan mengambil cake kedua Irwan merlihat kotak bertalikan pita biru dan terlihat seperti bingkisan didalam paperbag yang tadi Saskia berikan. Irwan mengambil dan mengeluarkan kotak itu dan meneliti dengan bingung. "Kenapa ada bingkisan??" gumam batinnya bingung.


Dengan berlahan Irwan membuka tali pita itu dan membuka penutup kotak tersebut dengan antusias. Dan terdapat sepucuk surat dengan amplop berwarna senada dengan warna pita.


" Apa sih ini??" ujarnya seraya beralih membaca surat.



"Assalamualaikum Ayah,


Selamat Ulang Tahun dari Baby Twin"


Seketika Irwan terhenyak, dan mencoba melihat lagi foto yang tadi ia lihat, dengan penuh kaget.


" Ya Tuhan, " ucapnya tak percaya dan tanpa ia sengaja menjatuh kan kotak tersebut dan terlihat satu benda yang belum pernah ia lihat, dan Irwan memungut benda itu dan meneliti.


" Ini??, Saskia hamil??, " ucapnya terkejut melihat hasil testpeck yang memperlihatkan tanda garis merah dua positif dan ia pun terburu-buru meraih handphone untuk menghubungi salah satu rekan kerja. Ia menjelaskan bahwa tak jadi pergi ke bandung malam ini, ia akan menyusul setelah urusan mendadaknya selesai.


Dan ketika ia menuju pintu mobil, Irwan mencoba menelfon Saskia yang tak mengangkat telfonnya untuk kedua kali.


🍃🍃🍃


Disepanjang perjalanan pulang Irwan terus tersenyum bahagia, ini benar-benar moment yang membahagiakan.


Dan ia mencoba berpikir bahwa mungkin ini penyebab kenapa Saskia selama ini bertingkah aneh. Ia juga berfikir jika Saskia marah pagi ini karena hari ini ulang tahunnya dan ia meninggalkan Saskia sendiri dirumah dengan kondisi hamil.


Ia benar-benar merasa bersalah pada istrinya, dan terus berargumen menyalahkan dirinya yang tak sadar akan perubahan sifat sensitif saskia.


Sesampai kearea parkir apartemen Irwan melirik jam tangannya dan ternyata ini sudah jam 1 lewat. Saskia pasti telah tidur sedari tadi, ia tahu istrinya selalu tidur antara jam 10 dan jam 11 malam, dan bukan tipe yang sanggup bergadang.


Irwan berjalan cepat untuk sampai didepan pintu rumahnya. Berlahan ia menekan tombol password dan sedetik kemudian pintu itu terbuka. Irwan masuk dengan berlahan, ia tak ingin membuat Saskia terlalu kaget dengan kepulangannya. Dengan berjalan cepat Irwan meraih pedal pintu kamar dan ia tak bisa melihat secara jelas karena lampu kamar yang remang.

__ADS_1


Namun seketika Irwan yang terkaget ketika Saskia keluar dari kamar mandi. Dan terlihat Saskia juga terkaget.


" Mas Irwan??".


Namun yang disapa tak menyahut, Irwan malah berjalan cepat meraih tubuh Saskia dan memeluk tubuh istrinya dengan erat.


" Kamu hamil?? kenapa kamu gak bilang sama mas??" ucapnya dengan cemas


" Mas udah lihat??" ucapnya seraya melepaskan pelukannya. Dan tersenyum seraya meraih tangan kanan mas Irwan dan meletakkan di perutnya.


" bayi kita kembar, dan usianya baru 7 minggu" ucapnya berbisik senang.


" Mas seneng banget, tapi kamu kok tega gak bilang-bilang sama mas, " ucapnya sedikit kesal.


" Jadi mas mau protes??" ujar Saskia cemberut.


Dan cup..


Irwan memberikan ciuman singkat pada bibir Saskia.


" Makasih, makasih untuk segalanya, " ucap mas Irwan dengan suara bergetar.


Saskia terpaku dengan sorot mata mas Irwan yang dalam.


" Mas senang sekarang Mas gak sendiri, ada kalian, hal yang sedari dulu Mas rindukan adalah keluarga, " ucapnya dengan menitikkan air mata, seraya mengusap perut Saskia dengan lembut.


Seketika Saskia memeluk mas Irwan erat.


" Maaf jadi buat mas sedih" ucap Saskia yang jadi ikut terharu dengan ucapan mas Irwan.


" Jangan minta maaf karena kamu udah buat mas sebahagia ini, Terima Kasih Saskia " ucapnya seraya bertubi-tubi mengecup kening, pipi dan hidung Saskia bergantian.


Saskia tersenyum senang menerima banyak cinta dari mas Irwan.


" Walau terlewat beberapa jam, selamat ulang tahun yaa "Ayah"" ucap Saskia dan berakhir dengan ciuman hangat pada bibir mas Irwan.



TAMAT


💞💞💞


Salam yorobun, sahabat penikmat Meet You Now. Akhirnya cerita cinta Saskia dan Mas Irwan tamat.


Kok cepet banget tamatnya???.


Yaa saya pikir udah seindah itu kisah cintanya, jadi jangan digoyang lagi pondasi rumah tangga Mbak Saskia dan Mas Irwan, mereka tinggal mikir besarin si kembar aja 🤣🤣🤣 you now laah yaa besarin anak plus kembar lagi, bisa kriting mbak Saskia.


Baik, saya ucapkan beribu-ribu terima kasih untuk sahabat baik yang like, koment atau yang baca aja, love you, tanpa kalian saya remah-remah rangginang 😘😘😘


Dan kalo laah berkenan, mohon beri vote sebanyak-banyaknya jikalau novel ini "LAYAK" untuk masuk katagori novel yang rugi kalo gak dibaca 🤣🤣 (maksa)


Dadaaaah..


#eh jangan lupa ada novel baru ber judul


"One Step Closer" 😍😍

__ADS_1


__ADS_2