Meet You Now

Meet You Now
50


__ADS_3

siang itu diapartemen prancis milik dion, stella berada dikamar mendengar ines tengah menerima telfon dari mamanya.


ines/"iya mah,, bukan gitu,,"ucapnya sedikit kesal


"mah, mengertilah, irwan gak pernah mikir begitu"ucapnya sedih


mama/"kamu ini, sejak kapan jadi lebih membela anak tak jelas itu,, dia gak akan buat kamu bahagia, kamu bakal kelaparan hidup bersama laki-laki itu"


ines/"mamah,,"ucapnya sedih


mama/"mama udah tentuin kamu bakal dijodohkan dengan anak teman mama yang jelas asal usulnya, jadi cepat pulang, kalo kamu masih anggap mama papa ada,,"memutuskan telfon


ines/"mah,,"ucapnya terputus, dan kini ia bersandar sisi dinding seraya menjatuhkan diri dilantai, ines tertuntuk lesu


irwan yang ternyata sedari tadi mendengar perdebatan ines dan orang tuanya menarik nafas panjang, tak sengaja stella melihat irwan berdiri dan irwan mengisyaratkan stella untuk pura-pura tak melihatnya..


dengan pelan irwan menghampiri ines yang tengah bersedih


irwan/"kau sudah siap" ucapnya


ines terkejut dan menyeka air matanya dan berdiri.


ines/"kau, sudah lama??"


irwan/"hmm baru, ayo kita jalan"irwan mendekat.


ines/"hmm, yaa beri aku waktu untuk bersiap"ucapnya pelan


irwan meraih ines kedalam pelukannya, ia tau bahwa wanita ini sedang bersedih,,


ines terdiam dan menengelamkan wajahnya dalam pelukan irwan, pelukan ini membuatnya tengan.


stella melihat hal itu menjadi sedih, ia tau keduanya benar-benar saling mencintai. tapi karena stella anak orang terpandang maka hal itu menjadi penghalang untuk keduanya, karena status irwan seorang anak panti asuhan dan itu cukup menjatuhkan martabat kedua orang tua ines yang menjunjung tinggi drajat sesorang.


dion datang menghampiri stella,,


dion/"kalian belum siap, mengapa lama sekali??


stella mencubit pinggang dion yang tak mengerti situasi.


stella/"diam laah,,"ucapnya berbisik.


dan itu membuat dion berpikir ada apa?? dan ines memberi isyarat bahwa irwan dan ines tengah dalam masalah, dan dion hanya menghela nafas panjang.


diluar, juan menerima pesan dari mamanya


"kapan kau pulang?? mama ines menanyakan mu?? mama harap ini perjodohan"


juan hanya membaca pesan itu dan tampa sadar ia menyungging senyum.


sejam kemudian terlihat ines, irwan stella dan dion keluar dari apartemen dengan obrolan yang terlihat seru karena ada canda tawa disana.


juan/"oke hari ke empat kita ke sungai Seine"


dengan kompat mereka setuju,, karena ini hari terakhir diprancis sebelum besok pulang ke indonesia.


sesampai ke sungai Seine suasana menjelang sore dengan matahari tengah berwarna orange sungguh pemandangan yang indah.


ines berjalan menyusuri jembatan yang terbuat dari batu-batu yang tersusun rapi, ia menikmati angin sepoi-sepoi itu dengan mencoba menghirup udara segar itu.


irwan melihat itu hanya tersenyum.


terlihat stella dengan sigap menangkap moment itu dengan memotret, dion selalu dengan setia berada disisi wanita yang penuh ambisi dalam karirnya.


ines/"irwan, tolong,," ucapnya manja seraya merentangan tangannya seolah ingin minta di gendong


irwan tersenyum


irwan/"kau mau apa??"


ines/"aku ingin duduk di sini"ucapnya memberi isyarat dengan bibirnya


irwan/"kau ini,,sini"


dan dengan sekejap mata ines telah diangkat dan kini ia duduk di bahu jembatan Seine.


ines/"indahnya sore ini,,"


irwan/"mau kah kau menikah dengan ku??"


mendengar itu ines beralih melihat wajah irwan,,


irwan/"maaf kan dengan kekurangan ku, tapi aku akan berusaha membahagiakan mu apa pun, apa pun akan aku lakukan" ucap irwan seraya meraih jemari ines dan menyematkan cincin bermahkotakan berlian ke jari wanita yang ia cintai


ines/"kau terlalu percaya diri tuan"ucapnya seraya tertawa ringan

__ADS_1


irwan/"dan kau pasti tak akan menolak ku nona cantik"ucapnya yakin


keduanya tertawa bahagia, dan moment bahagia itu terabadikan dalam kamera stella,,



tapi dari sisi lain terlihat juan dengan wajah masam, ia tak senang dengan hal itu, ia mengepalkan tangannya, betapa hatinya panas melihat ines dan irwan.


juan/"tidak, ini tidak boleh terjadi, ines milik ku,,"bisik hatinya


------------------------------------------------------------------------


satu minggu setelah balik dari perjalanan ke prancis, irwan tengah sibuk merancang sebuah proyek membangun sekolah yatim didaerah B.


tapi, ia juga tengah menunggu balasan dari ines, ada hal yang ingin ia tunjukkan kepada ines.


ines/"oke, siang jemput aku di kantor cabang" pesan ines


dan irwan tersenyum, dan bersegera keluar dari ruang kantor cafenya. ia bergegas menuju parkiran dan mengendarai mobilnya untuk menuju toko bunga.


sesampai disebuah toko bunga irwan mencari-cari bunga kesukaan ines mawar merah.


pelayan toko/"siang mas, mau cari bunga apa?"ucapnya ramah


irwan/"hmm, mawar merah yang setengah kuncup.."seraya melihat-lihat bunga yang lain


pelayan toko/"oh ada mas, mau berapa tangkai??"


irwan/"50 tangkai, dan tolong dirangkai ya mbak,,


pelayan toko/"baik mas, sebentar,,"


disela-sela menunggu bunga mawar itu dirangkai, irwan menerima pesan dari juan


juan/""kau dimana?"


irwan/"aku sedang menjemput ines" balas irwan


juan/"oke,,"


namun irwan mendengar sapaan pelayan toko dan menyerahkan buket bunga mawar merah yang terlihat cantik didalam kotaknya.


pelayan toko/"ini mas, gimana?? apa ada yang kurang??



irwan berjalan menuju mobil dan ia meletakkanya disamping jok kursi mobil dan membayangkan akan wajah ines yang bahagia dengan kejutannya.


-------------------------------------------------------------------------


laju mobil irwan terhenti di sebuah kantor besar milik keluarga ines,, ia memarkirkan mobil itu disisi samping kantor,,


dan tak berselang lama terdengar pintu mobil terbuka dan terlihat wajah ines tersenyum lebar padanya.


ines/"kau selalu tepat,," ucapannya terhenti ketika matanya jatuh pada sebuah kotak buket bunga mawar merah diatas kursi jok mobil.


"apa ini?? indah sekali" ucapnya gembira dan meraih kotak bunga tersebut dan ia masuk kedalam mobil dan memangku kotak bunga itu dengan mata berbinar.


irwan/"kau suka??"


ines/"ya aku suka,,hmm tapi dalam rangka apa??" ucapnya melihat irwan yang wajahnya tersenyum sedari tadi.


irwan/"rahasia, sekarang ku tutup dulu mata mu dengan ini" ucap irwan seraya melipat saputangan.


ines/"hey, kenapa harus tutup mata segala, aku gak mau"ucap ines cemberut


irwan/"ck,kali ini turuti saja"ucap irwan tegas


dan ines tak bisa berkutik kalo irwan sudah setegas itu,,


irwan/"oke kita jalan,,"


ines/"nyebelin banget kamu hari ini, tapi aku maafin karena bunga ini" ucapnya meraba bunga mawar merah itu


irwan tersenyum melihat tingkah ines.


selang 45 menit laju mobil irwan terhenti, dan ines merasa irwan sedang memarkirkan mobil.


irwan/"kita sampai,,tunggu aku bantu kamu turun"


ines/"hmm,,"jawabnya singkat


dan tak berselang lama pintu sisi ines terbuka, dan ia merasakan tangan irwan menuntun tangannya untuk berpegang kuat.


irwan/"oke, jalan pelan-pelan"

__ADS_1


ines/"kita mau kemana siih??"


irwan/"udah ikut aja, jangan banyak tanya"


langkah irwan dan ines berseiraman, detak langkah kaki mereka mengema didalam lorong itu.


irwan/"oke kita sampai, tapi tunggu sebentar oke,,"


terdengar oleh ines suara tombol dipencet, dan ia merasa bingung kemana ia dibawa oleh irwan.


irwan/"nah sekarang masuk pelan-pelan" ujar irwan seraya menuntun ines untuk melangkah.


setelah dirasakan tepat langkah kaki irwan terhenti dan ines juga reflek berhenti.


dan dengan pelan irwab membuka saputangan yang sedari tadi menutup mata ines.


ines dengan sedikit susah mengebalikan fokus matanya yang dari gelap ke terang, dan ia terperanjak dengan apa yang ia lihat,,


ia melihat sekeliling dengan takjub.


ia berada diruangan yang luas dengan jendela yang besar menghadap view indah jakarta.


ines/"ini,,"ucap iner terhenti


irwan/"ini apartemen kita, kau suka??" ucapnya melihat ines


ines/"kau serius?" ucapnya tak percaya


irwan/"aku membelinya sewaktu kita diprancis, ku pikir pasti sangat cocok untuk kita tempati nanti dengan lokasi tepat ditengah kota."ucap irwan menjelaskan


ines mentap irwan dengan teliti.


irwan/"kau jangan khawatir, tabungan ku masih sanggup membeli satu apartemen lagi untuk mu,,jika kau perlu"ucapnya setengah tersenyum mengoda.


tapi ines malah menjatuhkan air matanya,,


ia tak menyangka irwan akan melakukan ini untuknya, padahal irwan tau bahwa orang tuanya masih belum mengakui hubunganya dengan irwan.


irwan/"aku akan berusaha memantaskan diri untuk diterima oleh keluarga mu,," ucapnya seraya memeluk ines dan mencium ubun-ubun wanitanya.


ines tak bisa berkata-kata, dan ia hanya mempererat pelukannya ditubuh irwan.


------------------------------------------------------------------------


sudah dua hari ines tak dapat menghubungi irwan, entah kemana pria itu sekarang, tak biasanya ia sesusah ini di hubungi.


namun dengan tiba-tiba pintu kamarnya dibuka oleh mama ines yang datang dengan membawa koran ditangannya dan mencampakkan koran itu di hadapan ines yang terkaget dan tengah bermalasan dikasur.


ines/"apa sih mah?? bikin kaget aja" ucapnya sedikit kesal


mama ines/"baca, apa mama bilang, irwan itu gak benar,,"


ines/"apa sih??" ucapnya seraya meraih koran ibu kota yang dibawa mamanya tadi.


dan ines mencoba membaca berita-berita dan akhirnya matanya terpaku dengan satu artikel


"owner cafe rindang ditangkap dengan kepemilikan sabu-sabu"


ines terhenyak,


ines/"ya tuhan,, apa ini??" ucapnya panik


mama ines/"makanya kamu kalo dibilangin gak percaya, dia bukan orang baik-baik, asal-usul aja gak jelas"


ines/"gak, gak mungkin mah,," ucap ines gugup seraya meraih handphonenya untuk menelfon dion.


mama ines/"kamu telfon siapa?? dia udah dipenjara,,dia kepedean mau sok sok nikahin kamu,,"


ines/"mamaah" ucapnya marah


mama ines/"kamu ya, berani bentak mama, pokoknya kamu jangan kemana-kemana sekarang polisi sedang menyelidiki kasus ini, jangan sampai kamu terseret." ucap mama ines seraya berjalan keluar kamar dan meninggalkan ines yang masih syok.


ines/"ya tuhan,," ucapnya seraya bangun dan bergegas ganti baju,,


dengan cepat ines berlari keluar kamar dan turun dengan buru-buru namun langkahnya terhenti dengan kehadiran juan.


ines/"juan, tolong bawa aku ke tempat irwan, irwan gak mungkin kan dia begitu, aku tau dia,,"


juan/"kamu gak bisa pergi sekarang, para polisi sedang menyelidiki orang-orang disekitaran irwan"


ines/"trus memangnya kenapa?? toh irwan bukan pemakian apa lagi pengedar,,


juan/"ia, aku tau tapi tetap gak bisa kalo kamu lihat irwan sekarang dia di sel tahanan yang sulit untuk kita temui,, kau disini aku akan selalu memberi info untuk mu."


ines/"kirim kan dia pengacara untuk mendampinginnya, ku mohon juan"ucapnya seraya menangis memohon pada juan.

__ADS_1


juan menarik nafas panjang dan menganggu saja.


__ADS_2