Meet You Now

Meet You Now
53


__ADS_3

Sore itu stella duduk menikmati dirinya duduk berselonjor disofa rumah sakit, terlihat ia tengah berselancar di dunia maya.


Namun ia mendengar suara saskia yang sayup-sayup memanggil dari tempat tidurnya.


Stella/"kau haus??"ujarnya seraya mendekat ke arah saskia yang terlihat lemah.


Dan saskia mengangguk pelan. Stella bersegera mengambil gelas yang telah terisi air putih dan terdapat sedotan disana.


Dengan berlahan stella mendekatkan sedotan itu ke arah mulut saskia. Setelah merasa cukup saskia melepaskan sedotan tersebut dengan pelan.


Stella/"akhirnya kau bangun juga, setelah hampir seharian kau tertidur" ucapnya mendekat ke sisi saskia kembali.


Saskia masih terlihat lemah, dengan berusaha untuk mengubah posisi tidurnya.


Stella/"kau mau bangun??"


Saskia mengangguk pelan, dan stella langsung mencoba meraih lengan saskia untuk membantunya bangun dengan menyusun bantalan kelapa dibelakang punggunya dan kini saskia terduduk dengan nyaman.


Saskia melihat sekitar, seperti mencari sesuatu. Stella melihat dengan seksama.


Stella/"kau mencari irwan?? hmm, dia sedang menjemput ibu mu dari bandara beberapa jam yang lalu" ujarnya


Saskia terkejut, tapi ia senang mendengar bahwa bunda akan datang.


Saskia/"terima kasih stella"


Stella/"kau jangan sungkan, kita sudah seperti saudara, apa kau lapar?? mau makan sesuatu?"


Saskia/"ya, aku sedikit lapar"


Stella tersenyum dan beranjak seraya meraih kotak cake yang ia bawa tadi dan membukanya sembari menyerahkan kehadapan saskia untuk mengambil salah satu cake yang ukurannya sedang.


Stella/"kau pasti terkejut dengan kehadiran ines" ucap stella santai menatap saskia.


Saskia terhenti sesaat mendengar perkataan stella.


Saskia/"ya, aku masih bingung"


Stella/"dia telah pergi"


Saskia terdiam sesaat.


Stella/"maaf kalo aku menyinggungnya dihadapanmu, ines adalah cinta irwan yang pertama"


Ucapan stella membuat hati saskia sakit.


Ia berubah murung.


Namun stella tertawa ringan.


Stella/"kau jangan sedih dulu, kisah mereka telah berakhir lama, kau harus percaya irwan dia tak menghianatimu"


Saskia/"tapi bagaimana aku percaya??"


Srella menghela nafas panjang sembari tersenyum


Stella/"dia orang yang tumbuh dengan banyak penderitaan, ia tau arti setia dan menghargai, dia bukan orang yang akan mencari jalan kesenangan sesaat"

__ADS_1


Saskia mencoba mencerna penjelasan stella yang masih membuatnya tak bisa percaya akan irwan.


Sesaat terdengar suara pintu kamar terbuka, dan itu membuat stella dan saskia terkejut sembari melihat siapa yang membuka pintu.


Saskia tersenyum ketika sosok bunda masuk dengan bersegera menuju ranjangnya.


Saskia/"bunda,," ucapnya penuh haru seraya memeluk tubuh yang iya rindukan.


Bunda/"kamu yang sabar yaa, semua ada hikmahnya" ucap bunda seraya melepas pelukan dari saskia.


"kamu masih merasa sakit??"


Saskia mengeleng, dan ia lagi meraih tubuh ibunya untuk memeluk lebih lama.


Saskia/"kia rindu"


Bunda/"bunda juga rindu kamu"


Irwan lega, melihat saskia bahagia dengan kehadiran ibunya. Dan iya duduk bersebahan dengan stella.


Irwan/"apa sudah lama iya bangun??"


Stella/"iya,hmm kalo begitu aku balik dulu" ujarnya seraya melirik jam tangan dan bangun menghampiri saskia dan ibunya untuk berpamitan.


Irwan mengiyakan dengan isyarat kepala menganggu, seraya bangun mengikuti stella dari belakang.


Stella/"aku pamit yaa, semoga cepat sembuh" ucap stella memeluk saskia


Saskia/"kau pulang??"


Stella/"hmm yaa aku harus berangkat dengan dion esok hari ke jepang"


Stella hanya tersenyum ke arah saskia dan bunda.


Stella/"ingat kata ku tadi" seraya berbisik ke hadapan saskia


"baik aku pergi, ijin dulu tante" ujarnya seraya berjalan keluar kamar dan di ikutin oleh irwan yang hanya mengantar di depan pintu kamar.


Irwan/"terima kasih"


Stella/"jangan sungkan, aku pergi" ujarnya melangkah meninggalkan irwan dibalik pintu.


Terlihat irwan berbalik menuju ranjang saskia dan bunda yang tengah duduk disisinya.


Irwan/"Sudah malam, sebaiknya bunda istirahat sebentar dihotel"ujarnya sembari melihat bunda dan saskia


Bunda/"gak papa nak irwan, biar bunda urus saskia, nak irwan sudah beberapa hari menjaga, istirahatlah"ujarnya dengan senyum hangat.


Irwan/"hmm, kalo begitu maaf bunda, irwan ijin sebentar untuk membersihkan diri setelah itu balik segera"ujarnya sedikit kaku dan menatap saskia dan bunda.


Bunda/"ya, pergilah, bunda yang akan jaga saskia"


Saskia hanya menatap datar kearah irwan. Pria ini sedikit berantakan, dan terlihat lelah diwajahnya.


Irwan pergi meninggalkan saskia dan bunda yang kembali mengobrol hangat.


Bunda/"sepertinya nak irwan benar-benar lelah ya?? tapi kamu baik-baik saja kan??" ujar bunda menatap saskia lekat-lekat

__ADS_1


Saskia/"iya bun, kia udah ngerasa baikan, hanya area perut masih sedikit sakit"


Bunda menghela nafas panjang..


Bunda/"kamu harus sabar ya, semoga Allah menganti dengan segera momongan untuk kalian berdua"


Saskia sedikit sedih mendengar doa bunda.


"Anak??"gumamnya dalam hati


Saskia/"gimana kabar kak aya dan shaira??"tanya saskia mengalihkan topik pembicaraan


Bunda/"hmm mereka alhamdulillah baik, kak aya hanya sedikit kesusah untuk kehamilannya yang kedua, lebih banyak muntah dan terlihat kurang fit"ujar bunda sedikit sedih


Saskia hanya mendengarkan saja penjelasan bunda.


Tok,,tok,,


Sesaat terdengar pintu diketuk dan terlihat dua perawat masuk dengan perlahan.


Perawat wanita/"permisi ibu, maaf menganggu kami ingin mengecek kondisi ibu saskia, gimana bu? apa sudah merasa baikan??"seraya merapat ke sisi kiri tempat tidur saskia dan memeriksa jalur infus dan memeriksa suhu tubuh saskia dengan alat medis.


"maaf ibu, kita buka kateternya yaa, biar ibu bisa bergerak jalan"


Saskia sedikit terkejut dan takut, ia tak meyadari ternyata ia terpasang kateter.


Perawat 1/"oke ibu, coba menarik nafas dalam terus membuangnya yaa, oke ,1,2" ucapnya seraya seperti menarik pelan seuatu.


"oke bu saskia sudah, untuk sementara ibu masih harus memakai pembalut persalinan karena darah mungkin masih ada yang keluar, dan sekarang ibu diharuskan bergerak, agar otot-otot bekas oprasinya tidak kaku, karena ibu sudah 4 hari berbaring"


Saskia/"tapi saya masih merasa sakit sus"ujarnya pelan


Perawat/" gak papa bu, itu wajar harus dibiasakan jalan agar tidak kaku otot-otot bawah perutnya, oke boleh saya lihat bekas operasinya?"


Saskia menganggu pelan, dan perawat itu dengan berlahan menyikap selimut dan pakaian saskia diarea perut dan terlihat perban panjang membalut luka operasi saskia.


Dan perawat itu dengan teliti melihat bekas jahitan saskia dan ia merasa semuanya baik-baik saja.


Perawat/"bagus buk, sudah hampir kering, mungkin beberapa hari lagi bisa lepas benang,, ada hal lain ibu mau ditanyakan?"


Saskia/"kapan saya bisa pulang sus??"


Dua perawat itu tersenyum mendengar pertanyaan saskia, dan saskia jadi merasa aneh.


Saskia/"kenapa sus??"bingung


Perawat 2/"gak papa bu, ibu tanya pada suami ibu saja, baik kami permisi bu"


Saskia masih bingung mendengar pernyataan kedua perawat itu, dan beralih melihat bunda.


Bunda/"syukurlah kamu sudah baikan, kamu mau makan??bunda ada bawa sedikit makanan,, tapi mungkin sudah tidak hangat lagi"


Saskia/"mau bun"ujar saskia dengan semangat


Namun tiba-tiba terdengar pintu kamar terbuka lagi. Dan itu membuat saskia dan bunda terpaku.


petugas/"maaf permisi ibu, saya antar nasi malamnya, semoga cepat sehat bu, selamat malam"

__ADS_1


Dan kini saskia hanya tersenyum melihat bunda, keduanya saling tertawa ringat, entah apa yang membuat mereka merasa lucu.


__ADS_2