Meet You Now

Meet You Now
31 sentuhan


__ADS_3

Saskia mencoba mendinginkan suhu tubuhnyq dibawah pancuran shower. Kembali aku mengingat pengakuan mas Irwan pada dirinya, dan itu sungguh diluar bayangan Saskia.


" Malam pertama??" ucap Saskia sembari menyentuh tubuhnya sendiri dengan busa sabun yang memiliki semerbak harum lavender.


Setelah selesai mandi Saskia mengeringkan rambut seadanya lalu mengenakan handuk baju yang tersedia di rak lemari dekat wastafel.


Saskia membuka pedal pintu kamar mandi lalu berjalan pelan keluar dari kamar mandi. Namun langkahnya terhenti ketika melihat sosok mas Irwan tertidur diranjang dengan masih memakain kemeja nikah dan celana kain yang senada.


Pelan Saskia mendekat, memeriksa mungkin mas Irwan benar-benae tidur.


Saskia mendekat pada sisi tempat tidur mas Irwan, ia menatap mata pria yang terpejam itu dengan bulu mata yang lentik menghiasi wajahnya dan dibingkai alis yang tebal namun rapi. Sesaat ia seperti terkagum akan ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.


Karena ujung rambut Saskia yang basah, tak sengaja menjatuhkan tetesan air pada wajah mas Irwan. Hingga mas irwan terjaga dan Saskia terkejut.


Dengan sigap tangan mas Irwan meraih pinggangnya, dan kini ia terperangkap dalam dekapan mas Irwan, yang tersenyum dengan melihat ekspresi wajah terkaget istrinya.


" Kamu harum," puji mas Irwan seraya menarik ujung rambut Saskia yang setengah bahas dan menciuminya.


Saskia salah tingkah.


" Mas bersih-bersih dulu, hmm trus kita sholat bareng,,yaa?" pintu Saskia ragu.


Mas Irwan merapatkan wajahnya pada Saskia, dan mengecup bibirnya sekilas lalu pria itu pun bangun berjalan kekamar mandi.


" Huuufff...," hela Saskia sedikit lega.


Lalu buru-buru Saskia membuka koper dan memilih baju untuk dipakain. Namun tak ia temukan piyama atau sejenisnya dalam koper.


Lalu ia tersadar, bahwa yang tadi pagi masukan pakaian adalah kak Raniya. Dan Saskia terlihat kesal mengingat kelakuan kakaknya yang usil, karena semua pakaian yang kak Raniya masukkan adalah baju kantor.


Ia mencoba memilih-milih baju kemeja kantor itu, dan ia berpikir gak mungkin dipakai ini.


Saskia mulai berpikir keras, dan pikirannya teruju pada baju mas Irwan. Terpaksa ia berlari kecil menuju wadrobenya mas Irwan.


Setelah memilih dan memakai satu kemeja super longgar ia pun buru-buru mengenakan mukena sembari menunggu mas Irwan keluar dari kamar mandi.


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, dan terlihat mas Irwan dengan handuk melingkar di pinggangnya. Refleks Saskia berpaling karena terkejut melihat dada bidang mas irwan hingga pipinya.


Terdengar suara tawa kecil dari mas Irwan ketika melihat reaksi kaget Saskia, namun ja berjalan menuju ruang wadrobenya.

__ADS_1


Dan tak lama mas Irwan kembali dengan sudah berkaos putih dan celana treningnya. Ketika akan mengelar sajadah tak sengaja Saskia terhirup aroma tumbuh mas irwan yang menenangkan yang lagi-lagi membuat jantungnya berdebar.


Ibadah sholat pun terlaksana, dan Saskia mengapai tangan mas Irwan sebagai tanda patuh padanya. Dan Saskia merasakan tangannya suhu tubuhnya yang panas.


" Mas gak papa??, mau Kia ambil obat dimana??," tanya Saskia cemas.


Namun mas Irwan menarik tubuh Saskia kedalam pelukannya.


" Kau tau, mungkin dengan memelukmu mas sembuh,,"ucap mas Irwan lembut di sisi pipinya.


Saskia merasakan tubuh mas irwan sangat panas.


" Mas, mas minum obat dulu yaa, Koa gak bisa liat mas gini,dan Kia akan buat makanan dikit oke," bujuk Saskia yang melepaskan diri dari pelukan mas Irwan.


Mas Irwan mengalah, dan ketika Saskia membuka mukenannya, ma Irwan terkaget.


" Kamu pakai kemeja mas lagi??"


Saskia terkaget, dan seringai senyum malu pun terlihat


" Hmm iyya mas..,maaf yaa pinjem lagi dan gak ijin dulu.." ucap Saskia malu-malu lalu berlari kecil keluar dari kamar.


🍃🍃🍃


Setelah selesai ia pun masuk dengan nampan besar menuju tempat tidur mas Irwan. Dan lagi ia melihat mas Irwan tertidur.


Dan Saskia tidak berpikir untuk membangunkannya, namun ketika suara telfon masuk dari handphone mas irwan yang membuat pria itu terjaga. Terlihat mas Irwan dengan berat bangun dan meraih handphonenya.


Setelah menjawab singkat mas Irwan melihat saskia dengan mata sendu.


" Sudah berapa lama mas tidur??," tanya mas Irwan sembari melirik jam alarm disisi tempat tidurnya masih menunjukkan jam 10 malam.


Saskia tak menjawab ia hanya tersenyum saja, lalu membenarkan bantal tidur mas Irwan agar pria tersebut bisa bersandar.


" Makan laah..,ini masih hangat.." ujar Saskia sembari memberi mangkuk sup yang sudah berisi dengan nasi didalamnya.


" Kamu pintar masak juga ya??


Saskia hanya tersenyum dan memberikan air hangat pada mas Irwan. Dan ketika mas Irwan meminumnya, dahinya mengenyit dengan reaksi air minum hangat tersebut

__ADS_1


" Kamu gak lagi balas dendam kan sama mas,, ini air apa?? asem banget rasanya?," tanya mas Irwan yang masih mengenyit dahi merasakan asam dan hangatnya air tersebut.


Saskia tertawa senang.


Dan tawa Saskia itu cukup membuat mas irwan terpanah, tak pernah ia melihat senyum dan tawa istrinya akan secantik ini membingkai wajahnya.


Sadar akan tatapan mas Irwan, Saskia buru-buru memberikan obat kepada suaminya.


Mas irwan menyambut obat itu lalu meminumnya dan lagi-lagi rasa asem dan hangat menjalar keserluruh rongga mulutnya sehingga tubuhnya pun ikut mengidik.


Setelah selesai Saskia membereskan nampan tersebut dan membawanya keluar kamar.


Lalu ia kembali dengan 1 gelas air putih ditangan dan memberikannya pada mas Irwan.


" Minum Mas, ini air putih hangat, biar hilang rasa asem-asemnya," ucap Saskia.


Gelas itu diraih mas irwan namun ia meletakkannya di meja samping ranjang.


Dan beralih meraih tubuh Saskia kedalam pelukannya.


" Kamu benar-benar mengoda," ujar mas Irwan menatap Saskia.


" Mass,," seru suara lembut Saskia mencoba menyisir rambut mas irwan dengan jemarinya.


" Mas, kamu masih panas, "ucapnya Saskia menatap mas Irwan lekat-lekat.


" Kamu yakin??"


Saskia tak bisa menjawab, namun sorot matanya yang hangat seolah mengisyaratkan bahwa hal itu memang sudah seharusnya dilakukan bersama suaminya kini, Mas Irwan.


Wajah bahagia Mas Irwan terpancar disana. Dengan lembut ia memeluk tubuh Saskia.


" Aku akan melakukannya dengan pelan" ucap mas Irwan seraya kembali melihat wajah sendu Saskia yang menatap dalam wajahnya. Dan berlahan keduanya berciuman lembut, seiring gelapnya malam dan suasana kamar yang kian memanas diantara keduanya yang tengah mencumbu mesra menikmati malam pertama mereka sebagai suami istri.


Hingga, Saskia menitikkan air mata harunya. Hal yang selama ini ia jaga akhirnya ia berikan pada suaminya.


" Terima kasih istriku,," ucap mas Irwan lembut berbisik di telinga Saskia.


" Kamu baik-baik saja??, " tanya mas Irwan sembari menatap cemas wajah Saskia.

__ADS_1


Saskia tak mejawab ia hanya membenamkan wajahnya disisi tubuh mas Irwan, lalu mas Irwan menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua yang polos.


Dan dengan lembut Mas Irwan memeluk Saskia hingga keduanya pun tidur dengan pulasnya.


__ADS_2