
Hari apa ini??
" Mbak Saskia, bisa tolong bantu saya, saya kebingungan dalam laporan proyek promo seminar kali ini," pinta Jalul anak baru di kantor Saskia yang baru 2 bulan magang.
" Ah, iya, dibagian mana kamu tidak paham??" jawab Saskia sambil meneliti isi laptop Jalul.
" Ini mbak, saya bingung jumlah dan barang ini sama tapi beda item di draf sebelumnya, tapi sudah saya ubek-ubek dari laporan awal beda mbak, apa saya ada salah mbak??, mohon bimbingannya guru??, " pinta Jalul yang menarik kursi ke samping Saskia.
Seketika Saskia tertawa lucu.
" Aduuh, udah kayak didunia persilatan aja, mohon bimbingannya guru, " tawa Saskia yang mendengar kalimat dari si Jalul ini.
" Mbak bukan yang master-master banget diakunting ini masih ada mbak Mila dan Putra, juga Joya,," jawab Saskia sembari melihat isi laporan di laptop Jalul.
Tiba-tiba Pak Nurdin atasan Saskia datang menghampiri ke meja kerjanya sembari meletakkan lembaran kertas.
" Saskia kamu bisa bantu departemen promosi gak? mereka kekurangan personil karena Indri dan Bayu sedang cuti, Ibu Wiwik bilang kamu bisa bantu mereka dalam proyek ini, " jelas Pak Nurdin.
" Tapi Pak, laporan dinas kemarin masih belum saya siapkan, " jawab Saskia sembari melihat lembaran-lembaran kertas yang diletakkan Pak Nurdin tadi.
" Masih banyak??".
" Tidak Pak, tinggal laporan ke Batam dan Palembang saja Pak, lima lainnya sudah saya selesaikan, " jawab Saskia yakin.
" Oke, gak papa yang sisanya kamu kasih pada Joya saja, urus ini dulu karena waktu seminar ini sudah makin dekat para nara sumber masih ada yang belum bisa kita hubungi," kata Pak Nurdin yakin dan balik melihat jalul yang sedari tadi masih terdiam mendengarkan perintah Pak Nurdin pada Saskia.
" Kamu, Jalul sedang apa??" tanya pak nurdin
" Ah, ini Pak sedang diskusi laporan sama mbak Saskia, ada beberapa hal yang masih kurang paham," jawab Jalul agak grogi.
" Oh.., bagus, oke Saskia, " dan Pak Nurdin pun meninggal kan meja kerja Saskia.
" Hhmm, apa lagi ini??, " gumam Saskia seraya membaca tugas baru dari Pak Nurdin.
" Ada 4 nara sumber yang belum terkomfirmasi?? aku tak tahu ini harus dimulai dari mana.. mengapa mbak Wiwik menyuruhku sih??, " batin Saskia.
" Jadi gimana mbak laporanku ini??," tanya Jalul.
" Sebentar yaa, Putra, tolong Jalul donk,," pinta Saskia pada Putra yang meja kerja berhadapan dengan meja Saskia.
" Apa??" jawab seraya melirik tegas pada Saskia dan Jalul.
Jalul terkaget dengar jawaban Putra yang tegas.
" Mbak yakin nie, Jalul dibantu mas Putra, garang banget kayaknya Mbak,," ucap Jalul dengan wajah memelas pada Saskia dengan enggan.
" Udah gak papa, segitu mah gak papa gak sampai makan kamu kok, " jawab Saskia sambil tawa jahil.
" Jalul cowok kok kemayu gini sih, ckckck??," gumam batin Saskia seraya menggeleng-geleng kepalanya.
Setelah puas tertawa kecil tadi melihat tingkah Jalul yang seperti hendak menangis ketika dijejal Putra. Saskia pun kembali membaca nama-nama nara sumber, dan mataku terhenti disalah satu narasumber bernama Irwansyah, ST owner sepetak coffie shop.
" Ah, nama yang sama dengan mas Irwan,, " gumam Saskia dan berpikir untuk memulai dari nama rasa sumber secara urutan.
Mulai Saskia menghubungi para nama sumber, dan ternyata nara sumber pertama tidak bisa hadir, llaluia lanjut dengan nara sumber ke dua dan lagi-lagi gagal dengan nomor yang dituju. Dengan berat Saskia melanjutkan lagi menekan nomor telfon yang ke tiga juga gagal, dan ini yang nara sumber ke empat.
" Semoga bisa, " doa Saskia dalam hati.
Lalu Saskia mulai mengetik nomor telfon dan Saskia merasa lega karena nomor yang ke empat ini terhubung.
__ADS_1
" Siang ada yang bisa saya bantu dari coffee shop sepetak??," ujar suara wanita.
" Assalamualikum, Mbak maaf saya Saskia dari kantor Xxxxxxx ingin berbicara dengan Pak Irwansyah, apa bisa??, " tanya Saskia langsung ke inti.
" Tunggu sebentar yaa, saya komfirmasi Pak Irwan dulu yaa sebentar, " jawab wanita itu.
Selang beberapa menit.
" Hallo Mbak, kata Pak Irwan datang langsung ke cafe sepetak jam 4, " jelas mbak Asisten.
" Hah jam 4 sore ini??, " jawab Saskia sedikit kaget.
" Kenapa yang narasumber ini mudah banget," gumam batin Saskia.
" Ooh oke,boleh minta alamatnya mbak??, " tanya Saskia yang buru-buru mengambil notes. Dab setelah dirasa informasi jelas, telfon tersebut pun terputus.
" Hhmm, jam 4 sore, berarti aku harus cepat keluar kantor kalo gak mau ke jebak macet, " pikir Saskia yang tau daerah cafe itu terbilang hits untuk anak muda dan sudah pasti akan ramai pengunjung diwaktu sore.
🍃🍃🍃
Dan tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat hingga jarum jam menunjukkan tepat jam 3. Saskia pun buru-buru berbenah, lalu bersiap untuk meninggalkan kantor lebih awal.
" Mil, aku cabut duluan yaa mau ketempat narasumber, tugas Pak Nurdin tadi, " jelas Saskia agak terburu-buru.
Mila hanya mengangguk dengan sedikit kaget melihat Saskia terburu-buru.
" Hati-hati ya Beb, jangan lupa foto narasumbernya kalo cakep, " goda Mila seraya melambai ke arah Saskia yang sudah ke arah lift.
Saskia hanya nyegir saja mendengar celetukan Mila yang heran pada Saskia, karena tak kunjung menunjukkan ketertarikan kepada pria.
Dengan berlari kecil, Saskia menuju ke pelataran parkiran basmen mobil, buru-buru ia membuka pintu mobil kecil nan imut Brxx.
" Saskia,".
Panggilan itu membuat Saskia berhenti, ia melihat dari arah suara tersebut.
Deg.
" Yovan??," bisiknya yang terkejut.
Dan sosok itu menghampiri dengan wajah bahagia.
" Kia, sayang," panggilnya berusaha meraih tangan Saskia yang terdiam karena terkejut.
" Cukup", tepis tangan Saskia dengan tegas.
" Tolong untuk menjaga ucapanmu Yovan,," ucap Saskia ketus.
" Kia, sudah lama kita tidak bertemu, kemana saja kamu, aku benar-benar tidak mengira kamu sampai mengundurkan diri dari kantor dan mengilang, dua tahun aku mencari info tentang kamu, tapi tak aku sangka akan bertemu di sini, " jelasnya dengan wajah senang.
Saskia tak mengubrisnya, dan ia berpikir tak ada hal apapun yang membuat dirinua harus berdiri lama dengan Yovan disini. Lalu ia berusaha masuk ke dalam mobil, namun ditahan oleh tangan Yovan dengan kasar.
" Tunggu !!, aku mohon, beri aku waktu sedikit saja untuk tau tentang mu, Saskia," pinta Uovan dengan wajah memelas.
" Tidak, aku pikir tidak ada hal yang ingin aku bahas dengan mu, lepas, aku mau pergi, aku sibuk, " bentak Saskia menahan marah.
" Kiaa, dengar aku, kau masih marah, ini bukan seperti yang kau kira, aku dan Mira tidak ada hubungan apa-apa, kau salah paham," jelasnya lagi.
Namun, Saskia tak menghiraukan dan ia berusaha menarik pintu mobil yang tertahan oleh tangan Yovan. Dan Saskia pun nekatkan hati untuk menarik paksa.
__ADS_1
" Toh kalo kejepit juga tangan si penghianat ini," pikir Saskia kesal.
Dan benar saja, tangan Yovan terlepas ketika pintu tertutup, lalu buru-buru ia lock pintu, seraya menghidupkan mesin mobil dan melajut meninggal kan Yovan yang seakan ingin mengejar mobil Saskia.
" Benci, benci,,benci!!," ucap Saskia kesal.
🍃🍃🍃
Sejam dijalanan yang macet dan akhirnya ia susuri jalur sesuai map yang menuntun ke lokasi coffee shop Sepetak.
Ia lirik jam dan bernafas panjang.
" Apa aku batalkan saja hari ini bertemu dengan narasumber ??, benar-benar mood ku hilang setelah bertemu dengan Yovan, " gumam batinnya sendiri.
Namun pada akhrinya, Saskia turun dengan berat.
Ia turun seraya berjalan memasuki cafe, dan berpas-pasan dengan beberapa pelanggan. Suasana agak sedikit ramai dan ia menemukan meja kasir dan langsung menuju si mbak yang stay disana.
" Permisi Mbak, saya dari kantor Xxxx mau bertemu dengan pak Irwan, " tatap Saskia pada si mbak kasir yang terlihat ramah.
" Ah iya, sebentar yaa Mbak, coba saya telfon asistennya pak Irwan, " dan tak lama si mbak mencoba menelfon dan seperti berbisik-bisik.
Saskia hanya menunggu sembari melihat ruangan cafe.
" Dengan Mbak siapa yaa?, " tanya Mbak kasir ke arah pada Saskia.
" Saskia Mbak, dari kantor Xxxx, " jawab Saskia cepat.
Dan sepertinya Mbak Kasir sudah mendapat arahan dari asisten Pak Irwan, dengan melihat pada Saskia sembari membenarkan struk-struk yang tersenggol oleh tangannya.
" Mbak bisa menuju lantai atas dan sudah ada tempat untuk Mbak menunggu pak Irwan, sebentar saya panggil teman saya untuk mengantar Mbak," jelas si Mbak sembari melambaikan tangan memanggil temannya
" Ah, baik terima kasih Mbak,," jawab Saskia sembari mengikutin teman si Mbak Kasir tadi menuju lantai atas.
Tiba-tiba, Saskia merasa handphone nya berberbunyi, lalu buru-buru ia merogoh isi dalam tasnya dan melihat ternyata dari Bunda dan ia menjawab telfon tersebut.
" Assalamualikum Bun,," jawab Saskia.
" Wa'alaikumsalam Kia,, kamu lagi dimana?, " tanya Bunda dengan suara senang.
" Hmm, Kia lagi diluar Bunda, mau ketemu dengan orang ada urusan kantor sebentar, ada apa Bun??, " tanya Saskia sembari berjalan menuju meja yang dituju oleh teman si Mbak Kasir.
" Oke, terima kasih Mas, " ucap Saskia kepada Mas teman Mbak Kasir dan ia pun duduk sambari masih telfonan dengan bunda.
" MasyaAllah, maksih banyak yaa sayang, Bunda gak nyangka, terima kasih kamu udah wujudtin permintaan bunda," ujar Bunda yang terdengar benar-benar senang.
Kali ini Saskia benar-benar bingung dengan penjelasan Bunda.
" Maksud Bunda apa??, Kia gak ngerti??" .
" Tadi kak Riyadh telfon, udah di putuskan tanggal pernikahan kamu dan nak Irwan, tanggal 3 November ini," jelas Bunda kegirangan.
Terlihat Saskia syok memantung dan tak percaya dari balik suara yang menelponnya.
Dan tiba-tiba sosok yang dibicarakan ini muncul dengan perlahan melangkah menuju kearah Saskia dangan senyum lembutnya.
Deg.
" Mas Irwan, " bisik Saskia yang syok dan reflek ia berdiri, hingga tak sengaja menjatuhkan handphone nya kelantai.
__ADS_1
" Sungguh ini tuh hari apaaa siih??, " jerit Saskia dalam hati.