Meet You Now

Meet You Now
12


__ADS_3

Di ruangan kantor yang hening, pikiran Saskia kacau setelah hari itu. Bunda dirumah seakan melayang-layang bahagia mempersiapankan segala urusan persiapan pesta Putrinya.


" Aku ini kenapa sih??, " gumamnya dengan menjitakkan kepala dengan pulpen yang sedari tadi mencatat-catat perihal urusan kantor.


" Gak.., gak bisa begini, aku harus ketemu sama mas Irwan, ada hal yang harus aku bicarakan hal yang serius, iyya serius after ijab kabul, " pikir Saskia yang dilema dengan pikirannya sendiri.


Lalu Saskia pun meraih handphone dan mulai mengetik isi pesan WA untuk mas Irwan.


" Assalamualaikum Mas.., maaf menggangu waktunya, sibuk gak?" Saskia, dan pesan itu ter send pada mas Irwan.


Ia menatap lekat-lekat sembari berharap cemas menunggu balasan mas Irwan.


Dan jreeeng..,pesan notif pesan mas Irwan pun muncul, lalu dengan segera ia membuka pesan itu seraya membaca dengan tak sabar.


" Wa'alaikumsalam Kia.., gak menganggu, ada apa??"


" Mas ada waktu gak??, ada hal serius yang ingin Kia bicarakan dengan Mas Irwan, " ketik itu pun dengan cepan terkirim pada ke mas Irwan.


" Oke, bagaimana siang ini?, " jawab mas Irwan singkat.


" Baik mas.., siang yaa, " balas Saskia singkat sembari melirik jam dinding kantor, ternyata 1 jam setengah lagi sudah jam makan siang.


" kenapa waktu semakin cepat berlalu??, " gumam batin Saskia.


" Mas, akan jemput kamu dikantor, " balas mas Iwan lagi.


" Baik, makasih sebelumnya dan maaf jadi merepotkan Mas, " balas Saskia sungkan.


" 😊😊" dan mas Irwan yang hanya membalas dengan dua emoji tersenyum.


Lalu Saskia meletakkan handphone dimeja dan melirik sekeliling mencari Mila, yang tak nampak batang hidungnya. Lalu ia pun melirik Putra dan Jalul yang sedari tadi sedang berdiskusi.


" Put..,pssstt, " panggil Saskia seraya berbisik.


" APA??, " jawab Putra lantang yang mengagetkan Saskia dan jalul.


"Iiih, kamu ini, sengaja bisik biar gak kedengeran Pak Nurdin," ujar Saskia kesal.


" Aku minta tolong yaa, aku keluar siang ini dan mungkin agak telat balik," jelas Saskia pada Putra.


" Mau kemana Mbak?, ngedate yaa??, " tebak Jalul tersenyum jahil pada Saskia.


" Kepo deh,, yaa Put aku ijin sebentar, tolong bilang ke Mila yaa," pinta Saskia pada Putra karena males untuk meminta izin ke Pak Nurdin yang sudah pasti panjang pertanyaannya.


" Oke, " jawab Putra tegas.


" Balik-balik bawa cemilan yaa mbak, ongkos tutup mulut" celetuk Jalul sembari memperagakan mulut terkunci.


" Beres, " jawab Saskia memberi jempol pada Jalul dan bangun karena hendak ke toilet.

__ADS_1


Dan jam dinding menujukkan jam 12.15 beriringan masuk notif pesan pada handphone Saskia, yang ternyata dari mas Irwan.


" 15 menit lagi Mas sampai dikantor kamu, " Irwan.


Sekilas Saskia lirik dan ia pun terkaget.


" tepat waktu juga doi, " pikir Saskia.


Lalu ia pun membereskan lembaran kertas seraya mematikan layar komputer. Dan ia pun bergegas keluar menuju lift.


Sesampai dilobby kantor, Saskia menunggu dengan sesekali menyapa teman-teman kantor yang berbeda departemen dengannya.


Namun tiba-tiba tangan seseorang menyambar tangan Saskia dan menyentak mentariknya berbalik kehadapan si pelaku, dan sungguh hal itu membuat Saskia kaget.


Deg.


" Yovan, " bisik Saskia syok.


" Akhirnya kita bertemu lagi," ujar Yovan tersenyum.


" Lepasin aku Yovan," ucap Saskia kasar dengan berusahan menarik tangannya dari tangan Yovan.


" Aku gak akan lepasin kamu Kia, " ujar Yovan mencoba mengendalikan Saskia.


" Yovan.., berhenti kekanak-kanakan, gak ada yang harus aku jelasin sama kamu, kita udah selesai dan kamu tau semua itu karena penghianatan mu," ujar Saskia yang masih berusaha untuk melepaskan genggam yovan yang mulai meyakitkan tangannya.


" Gak.., Kamu salah Saskia, aku gak mungkin berhianat, beri Aku waktu untuk menjelaskan, " pinta Yovan.


Tiba-tiba seseorang datang dengan cepat dari belakang Saskia.


BAK..,BUG..,suara pukulan menhujam Yovan dan kini iya terjatuh di depan Saskia.


Saskia yang ketakutan menutup mulutnya dengan setengah gemetar, dan terlihat seisi lobby terpaku. Hingga mulai terdengar suara berbisik-bisik melihat kejadian itu dan terlihat sosok mas Irwan yang kembali ke sisi Saskia, seraya menariknya kedalam dekapan mas Irwan.


" Aku peringarkan UNTUK TAK MENYENTUH WANITAKU, " tegas mas Irwan pada Yovan.


Dan Saskia pun berlalu bersama mas Irwan menuju perhalatan parkir mobil.


Saskia diam seribu bahasa, ia tak bisa berkata apa pun karena kejadian itu. Dan ucapan Mas Irwan tadi cukup mengusik hatinya.


" Wanita ku !!, " .


Sesaat Saskia lirik mas Irwan yang serius menghadap jalan yang agak padat dan Saskia tersadar, bahwa tangan mas Irwan yang tadi memukul Yovan agak sedikit memar.


" Pasti sakit," pikir Saskia dalam hati.


Dan tak lama, sedan civic ini memasukin komplek parkiran MOI.


🍃🍃🍃

__ADS_1


Suasana antara Saskia dan mas Irwan pun berubah dingin. Saskia sedikit cemas melihat datarnya ekspresi wajah mas Irwan.


" Kita ke restoran yang disana saja yaa, " ujar Mas Irwan.


" Iyya," jawab Saskia spontan setuju.


" Tapi Kia, kesana sebentar yaa, nanti Kia susul mas kedalam, " .


" Oh, oke " jawab mas Irwan dan terlihat mas Irwan pun berlalu masuk kedalam restoran tersebut.


Dan Saskia pun berlari kecil mencari Reseptionis dan menanyakan lokasi toko apotik CENTURY. Setelah mendapat info, ia pun kembali berlari menuju lift dan naik 1 lantai ke atas. Ketika sampai pada apotik itu, Saskia agak sedikit berkeliling dan pada akhirnya ia mendapat kan apa yang ia butuhkan untuk luka mas Irwan.


Setelah semua lengkap, Saskia pun kembali pada restoran tadi.


Ketika masuk ke dalam restoran, Saskia sedikit terteguh dengan nuansa yang di sajikan restoran sebut, hening dan sedikit redup, terdengar sayup-sayup lagu sendu mengalun. Dan Saskia menemukan sosok yang ia cari, mas Irwan duduk di sofa panjang dengan jari jemarinya berselancar dihandphone.


" Maaf mas," sapa Saskia yang agak mengagetkan mas Irwan.


" Kia ?, " ujar mas Irwan seraya mengeser duduknya sehingga Saskia dapat duduk di sampingnya.


" Mas maaf, sini tangannya itu?, " pinta Saskia seraya melihat tangan mas Irwan yang sedikit memar.


" Ah ini, gak papa kok?, " jawab mas Irwan seraya melihat memar ditangannya.


" Jangan mas, Kia merasa bersalah kalau gak ngobatin luka di tangan Mas,," pinta Saskia lagi.


Dan mas Irwan tersenyum.


" Baik laah, " ujarnya seraya meletakan tangannya ditangan Saskia.


Saskia pun mulai membersihkan tangan mas Irwan dengan alkohol dan membersihkan hati-hati luka itu.


Dan Saskia, mencoba membuka suara.


" Maaf Mas, soal kejadian tadi," ucap Saskia yang tak berani menatap mas Irwan dan fokus untuk mengelap kapas alkohol pada tangan mas Irwan.


Setelah dirasa kering barulah Saskia mengusap salap memar ke tangan mas Irwan dan terdengar desiran halus dari mulut mas Irwan.


Tampa sengaja Saskia pun reflek melihat pada mas Irwan dan tampa sengaja mata Saskia pun beradu pandang dengan mas Irwan yang melihat wajah Saskia.


Deg..,deg..,deg.


" Jantung, mengapa berdebar begini??" ujar batin Saskia.


Kedua sorot mata mas Irwan yang tajam seolah masuk kedalam mata Saskia. Lalu buru-buru Saskia memalingkan wajah dan mencari kain kasa untuk membalut tangan mas Irwan.


" Mas gak akan minta penjelasan kamu, jika kamu gak ingin jelaskan, " ucap mas Irwan yang membuat Saskia kaget seolah pria ini tau isi pikirannya saat ini.


" Maaf, " ucap Saskia pelan.

__ADS_1


Selesai membalut tangan mas Irwan, akhirnya Saskia dan mas Irwan memesan menu makanan, tapi Saskia benar-benar tak berselera.


" Kali ini aku harus menyelesaikan masalahku dengan mas Irwan, sebelum melangkah jauh, " gumam batin Saskia mencoba memberanikan diri kali ini.


__ADS_2