Melati Di Ujung Harapan

Melati Di Ujung Harapan
Dio membuat kepanikan


__ADS_3

Episode 18


Tentang hidup yang ditangan-Nya segala ketentuan, tak bisa sesuka hati diatur oleh diri yang bahkan tak mampu mengedipkan mata tanpa kehendak dari-Nya.


Begitupun perasaan yang pernah Chia jaga dalam tempo waktu yang lama, akhirnya ia menepi sebelum sempat berlabuh di dermaga yang telah direncanakan sebelumnya.


Bukan takut tak sampai pada tujuan hingga ia putuskan menepi lebih awal, namun pilihan terbaik dari pada karam di lautan yang tak seorangpun harapkan.


Kembali pada ketentuan, entah rela atau terpaksa bila takdir berkata sekarang, maka tak sempat berkata nanti kau harus lakukan.


Mungkin jodoh memang urusah Tuhan, tapi tentang meminta yang terbaik adalah urusan hamba, apapun yang akhirnya datang diujung penantian setelah doa-doa dilangitkan.


Siapapun yang akhirnya tiba tepat pada waktu dimana usaha telah maksimal dilakukan, disitulah kiranya hati yang keras harus luluh menerima, perasaan yang ragu harus yakin bahkan bila ada setitik sesal saja maka harus tegas membuangnya atau menguburnya dalam-dalam.


Bahagia atau tidak, tentu manusia tak bisa pastikan. Namun satu hal yang perlu diingat, sesuatu yang diraih tanpa perjuangan itu tak asyik.


Maka berjuanglah untuk meraih cintamu, bahagiamu dan ridho Rob-Mu.


Telah dua puluh delapan hari dilalui dari masa lamaran, semakin berdebar dua hari menjelang pernikahannya. Baik Chia maupun Jamal sama-sama dilanda harap-harap cemas.


Ada perasaan serba takut disana, takut salah, takut tak bisa, takut melakukan hal yang akan membuat malu.


Chia memilih menghabiskan waktu dengan bermanja-manja dengan ayah dan ibunya, sementara Jamal lebih sering terlihat khusyuk berdoa dalam sholatnya.


Apakah Chia tak senang? Ahh rasa senang sudah tak Chia pedulikan lagi. Selama ayah dan ibunya merasa bahagia dan tenang, lagipula sedikit banyak Chia telah mengetahui bagaimana latar belakang keluarga dan calon suaminya sendiri.


Benar saja, baik Chia maupun Jamal lebih memilih pernikahan dengan gelar pesta sederhana. Mereka memiliki rencana lain kedepan, entah apa itu tapi sepertinya hal itu cukup berkesan untuk mempersatukan visi dan misi mereka dalam hidup pernikahannya nanti.


Di rumah Chia tenda pernikahan telah didirikan...dekorasi sederhana namun tetap elegan pun tampak mengelilingi sudut-sudut rumah Chia.


Terdengar seseorang memeberhentikan mobil di halaman rumah Chia, kemudian ia turun dan menghampiri kerumunan orang yang sedang sibuk membantu persiapan pernikahan Chiara dan Jamal.

__ADS_1


Laki-laki itu kemudian bertanya bisakah ia menemui Chiara, namun tak lama yang datang adalah ayah Chia, dengan sikap yang dingin ayah Chia menanyakan tentang keperluan nya pada lelaki yang tak lain adalah Dio.


Dio mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan Chia, namun ayah Chia mengingat sesuatu yang membuatnya tak ingin memberikan izin pada Dio untuk menemui Chia.


Dio yang kesal memaksa menerobos untuk masuk ke dalam rumah di mana Chia berada, namun dengan tidak sengaja Dio malah mendorong ayah Chia hingga terjatuh.


Keadaan itu membuat ayah Chia tidak sadarkan diri karena pingsan, dan memancing warga untuk datang menghampiri memastikan apa yang sebenarnya terjadi.


Dio yang panik melihat banyak warga yang datang, alih-alih menolong ayah Chia yang sudah terjatuh akibat ulahnya, ia malah berlari entah kemana.


Namun beberapa warga berhasil menghadang Dio.


Disana terjadilah sedikit baku hantam antara Dio dengan beberapa warga, dan Dio berhasil mengalahkan beberapa warga ya sudah berusia paruh baya.


Jamal yang mendapat laporan dari warga lainpun akhirnya datang dan berhasil menaklukan Dio.


"Maaf saya tidak bermaksud membuat kekacauan" ujar Dio sambil mengangkat tangan.


Jamal kemudian memberi kode pada para warga yang nampak sudah geram pada Dio, untuk diam dan mendengarkan apa yang ingin Dio sampaikan.


Akhirnya Dio mengatakan niat yang sebenarnya ingin bertemu dengan Chia untuk meminta maaf, namun karena ayah Chia tidak memberi izin tanpa sengaja Dio mendorong ayah Chia sampai jatuh dan pingsan.


Akhirnya Jamal membawa Dio ke rumah Chia.


Tampak ayah Chia yang sudah siuman namun belum sepenuhnya sadar, dengan dibujuk dan diyakinkan oleh Jamal, akhirnya Dio mendapatkan izin walau hanya sepuluh menit saja.


Sampai di depan Chia, Dio terlihat sangat gugup.


"Diorana, laki-laki yang aku jaga namanya tetap utuh dalam hati ini, sebelum akhirnya dia sendiri yang memaksa pergi dengan segala perlakuan yang tidak pantas! Jadi ada apa kamu keseni?" Chia membuka pembicaraan lebih dulu.


"Chia aku minta maaf, aku bisa jelasin semuanya...tolong jangan tinggalin aku, aku tahu sebenarnya kamu masih sayang kan sama aku" kata Dio gemetar.

__ADS_1


"Kenapa yakin banget ya kamu? Kamu tahu kan apa yang sudah kamu lakukan? Itu gak semenyakitkan perlakuan kamu hari ini, Dio apa yang kamu lakukan terhadap ayahku itu tidak termaafkan" tegas Chia.


"Iya aku minta maaf Chia, aku gak sengaja ngelakuin itu, aku cuma mau ketemu kamu dan minta maaf" ucap Dio membela diri.


"Oke, sekarang kamu udah ketemu aku, dan minta maaf, selesai kan? Aku udah maafin kamu Dio, bahkan aku gak pernah anggap perasaan ini pernah ada untuk kamu" lanjut Chia lagi.


"Oh ya, dua hari lagi hari pernikahanku...aku undang kamu untuk datang,makasih Dio, Sekarang semua nya jelas dan aku gak mau ada apapun lagi." Tutup Chia.


Dio sudah kalah telak, ia tak bisa berkata-kata lagi.


Dengan tertunduk lemas, akhirnya Dio pergi meninggalkan Chia.


Chia berlari ke kamarnya dan menangis tersedu, bukan karena berpisah dengan Dio tapi karena menyayangkan sikap Dio yang sekarang.


Dio yang dulu manis, penyabar dan juga bertanggung jawab pada apapun yang dia lakukan.


Kini entah apa yang mengubah sikap Dio.


Chia tidak menyesali pertemuan ataupun perpisahannya dengan Dio, tapi sebuah akhir yang tidak diharapkan membuat Chia sedih.


"Ya Allah kembalikanlah kebaikan dalam hidupnya(Dio)" ucap Chia Lirih.


Meski Dio telah berulangkali membuat Chia kecewa, namun Chia tidak menanamkan dendam dihatinya, justru Chia berharap suatu saat Dio akan menjadi orang yang lebih baik dan mendapatkan kebahagiaannya walau bukan dengan Chia.


Kesadaran ayah sudah kembali secara penuh. Akhirnya ayah bercerita pada Jamal dan Chia alasan mengapa ayah melarang Dio menemui Chia lagi.


Waktu itu...(Ayah berkisa)


"Saat Dio datang ke sini untuk menemui Chia, ternyata ia tidak sendiri, di dalam mobil ada seorang wanita namun wanita itu tidak ikut turun, ia tetap di mobil. Dan saat Dio kembali ke mobil untuk pulang, ayah tak sengaja melihat wanita itu bercumbu mesra dengan Dio.


Sayangnya ayah telah memberikan alamat dan nomer ponsel Chia pada Dio di kota, karena sebelumnya ayah tidak mengetahui sama sekali kehadiran wanita itu di dalam mobil Dio."

__ADS_1


Sejak saat itu ayah jadi terus kepikiran.


__ADS_2