Melati Di Ujung Harapan

Melati Di Ujung Harapan
Misteri di Hutan Mahoni


__ADS_3

Episode 7


Semilir angin bertiup syahdu, sepoy sepoy membelai dahan- dahan pepohonan, nyaris tak sehelai daun pun terlewatkan oleh sentuhannya.


Sinar mentari pagi mengintip manja diantara celah ranting-rantin, menembus jendela jendela rumah yang terbuka.


Riangnya suara kicauan burung-burung, sawah


yang terhampar luas dan kebun-kebun yang terawat dengan baik, serta wajah-wajah ramah yang menyapa dengan penuh cinta dan kehangatan. Seolah mengikat batin Chiara untuk berkata, jangan pergi dan tetap tinggal.


Beberapa bulan berlalu, Chiara sudah mulai menguasai seni bela diri yang dipelajarinya dengan baik.


Hari ini rencananya ada acara camping di Hutan Mahoni, sebuah hutan yang berada tidak jauh dari Desa Kemuning tempat Chiara tinggal, bersama teman-teman dari sanggar bela diri, Chiara mempersiapkan segala keperluan untuk camping selama kurang lebih tiga hari dua malam.


Dengan menaiki mobil losbak milik pak Kades, mereka pergi di antar mang Ujang untuk sampai di Hutan tujuan. Karena mang Ujang hanya mengantar dan langsung kembali pulang, rencananya saat pulang nanti mereka akan naik kendaraan umum saja.


Diluar Hutan memang sudah biasa dilintasi kendaraan-kendaraan umum ataupun pribadi.


Beberapa waktu berselang mereka telah selesai mendirikan tenda, ada kurang lebih enam tenda yang diisi oleh dua orang setiap tendanya.


tentu saja terpisah antara laki-laki dan perempuan.


Chiara bersama satu teman perempuan bernama Tina. Beberapa bulan berlatih bersama, Chia dan Tina pun tampaknya sudah akrab.


"Oke teman-teman, ingat peraturan dan pantangan yang sudah disepakati selama di dalam Hutan ya!" Jamal memberi himbawan.


Tanpa di perintah semua orang berkumpul berinisiatif menyimak arahan dari Jamal selaku pelatih sekaligus ketua rombongan.


"Sudah tahu apa tujun kita ke Hutan?" tanya jamal tegas.


"Sudah kak." jawab mereka serempak.


"Bagus. sekarang buat kelompok piket ya, untuk masak, mencari kayu bakar, dan mengambil air di sungai. Ingat! mulai jam 5 sore jangan ada yang ke sungai sendirian, paham?" Ucap jamal memberi ultimatum.


"paham kak!" Jawab mereka kompak.


Mereka pun membagi kelompok piket, ada 4 perempuan disitu bertugas untuk memasak, sementara yang laki-laki mengambil air dan mencari kayu bakar.


Dengan kekompakan dan kerja tim, merekapun mengerjakan semua tugas dengan baik sehingga tersajilah beberapa makanan untuk mereka santap siang ini.


Ritual isi perut pun segera mereka lakukan, mereka juga menjadwalkan waktu jeda untuk sholat setiap masuk waktu sholat.


Menjelang sore hari setelah waktu sholat Ashar, Chia dan rombongan pun menuju ke sungai, untuk sekedar menyegarkan mata atau membersihkan wajah dan tangan dan kaki mereka.


Beberapa teman laki-laki Chiara ada yang menceburkan diri ke Sungai, menikmati segarnya ciptaan Tuhan yang begitu menakjubkan.


Sambil menciprat cipratkan air mereka saling bercengkerama.

__ADS_1


Sementara Chiara hanya duduk di tepi Sungai, memperhatikan dengan seksama apa apa yang ada di sekelilingnya, semua orang begitu menikmati aktifitasnya.


Sambil memejamkan matanya, Chia menghirup dalam-dalam udara segar Hutan dan Sungai yang beradu serasi, pepohonan yang rindang, air Sungai yang jernih dan segala keindahan yang begitu menakjubkan.


Saat membuka mata, tiba-tiba Chia tersentak oleh sepasang mata yang menatap nya tanpa berkedip, Chia berdehem.


"Ehem, ehem!" Ia terus mengulangi dehemannya beberapa kali, tapi rupanya tak mampu mengalihkan sepasang mata yang terus memandanginya itu.


Chia pun mencoba cara lain dengan berteriak kencang.


"Buaya...tolong ada buaya." Jerit Chia. Sontak semua orang yang ada disitu menjadi panik, ada yang melepas alas kaki dan mengangkatnya, ada yang mengambil batu yang cukup besar, yang sedang asyik berenang pun bergegas naik ke darat karena panik.


Akhirnya pemilik sepasang mata itupun terperanjat kaget dan tercebur ke sungai, masih dalam keadaan kagetnya ia bertanya ;


"Mana? mana buayanya Chia?" dengan ekspresi yang penuh kekhawatiran.


Chia pun terpingkal mentertawakan sepasang mata yang tertegun menatapnya. Dan ya, sepasang mata itu milik Jamal. Ulah Chia itupun membuat teman-teman Chia menghela napas panjang, entah lega atau justru kesal.


"Astaghfirullah tuan putri Chiara, bisa gak libur sehari aja untuk gak bikin ulah konyol hah?"


Dengan tetap menjaga gengsinya, Jamal berpura-pura kesal dan mencecar Chiara habis-habisan, juga memberi ceramah dan pertanyaan yang rasanya tidak perlu dijawab.


Sementara Chia masih terus tertawa geli, Tina dan yang lainnya mengingatkan bahwa jam sudah menunjuk pukul 16.30. Itu artinya dalam kurun waktu 30 menit mereka harus sudah berada di tenda penginapan.


Sambil berjalan menuju arah tenda, Chia berbisik lirih ke arah Jamal.


Jauh dilubuk hati Jamal, ia menyadari sepenuhnya, bahwa wajah ayu penuh pesona Chiara, memang mampu menghipnotis pandangannya.


"Astaghfirullah." Ucapnya, terlihat Chia dan kawan-kawannya sudah melangkah mendahului Jamal.


Sampailah semua orang di tenda, mereka berganti pakaian dan membuat beberapa cangkir kopi dan mengeluarkan beberapa makanan ringan yang mereka bawa sebagai bekal.


Sambil minum kopi, kembali Jamal ingatkan apa-apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan selama di Hutan.


Sekitar pukul 20.00. Mereka mulai berlatih mengulas gerakan bela diri yang sudah didapatnya.


Satu persatu mendapat giliran untuk memraktekan gerakan sesuai yang diinstruksikan oleh Jamal.


Namun ada yang mengalihkan perhatian Jamal, sesosok bayangan putih melintas dengan cepat diantara pepohonan. Jamal termangu sejenak, dan menetralkan pikirannya.


"Ah mungkin hanya salah lihat" batinnya.


Jamalpun melanjutkan kembali aktifitasnya, dan lagi-lagi...


Set set set, sosok bayangan putih itu kembali melintas. Namun kali ini seperti ada yang mengikutinya yakni sosok bayangan hitam.


Ketegangan Jamal pun mulai kuat, seketika itu juga ia menginstruksikan teman-temannya untuk berhenti berlatih.

__ADS_1


"Ari, Reno kayu bakar buat bikin api cukup gak?" Tuturnya menanyakan.


"Cukup kok kalau untuk malam ini." Kata Ari dan Reno.


"Oke segera buat api unggun!" perintah Jamal.


Raut wajah Jamal yang menunjukan kecemasan pun mulai terlihat jelas, namun mereka tak berani bertanya kecuali hanya menuruti arahannya saja.


Setelah api menyala, Jamal meminta semua orang untuk duduk beristirahat dan meminta untuk tetap waspada dan berdoa.


Merekapun melakukan apa yang Jamal instruksikan, begitu keadaan sudah mulai tenang.


Chia memberanikan diri untuk bertanya ;


"Kak Jamal, ada apa sebenarnya?" Katanya penasaran.


Jamal hanya menggelengkan kepalanya. Sebelum dicecar pertanyaan oleh yang lain Jamal terlebih dahulu balik bertanya.


"Sore tadi, apa ada yang melanggar aturan?" tanyanya dengan wajah dingin. Mereka saling menatap satu sama lain dan menggelengkan kepala.


"Apa ada yang mengotori Sungai atau merusak Hutan?" lanjut Jamal. Kembali mereka semua menggelengkan kepala.


"Atau adakah yang membuang sesuatu sembarangan?" Tanya Jamal lagi. Untuk kesekian kalinya mereka menggelengkan kepala.


"Yakin gak ada yang salah?" Tanya jamal memastikan.


"Yakin, yakin kak!" Kata mereka serempak.


Tiba-tiba, Jamal menatap ke arah Chia dan mereka kembali bertemu pandang, Chia yang merasa risih langsung menundukkan pandangannya.


"Kamu..." Kata Jamal dengan perlahan namun tegas. Membuat Chia berpikir, mungkinkah Chia melakukan sesuatu yang salah, atau mungkin karena ulahnya tadi sore di Sungai, sehingga membuat suasana malam ini begitu mencekam?.


Keadaan ini membuat Chia merasa bersalah, dan tidak enak hati.


"Semuanya tidur!" Lanjut Jamal.


kepanikan membuat semua orang bergegas memasuki tendanya. Di dalam tenda, Chia masih terus gelisah


"Tin, mungkin gak sih aku yang ngelakuin kesalahan?" Tanya Chia pada Tina dengan wajah cemas.


Tina mengelus pundak Chia!" Sudah istirahatlah, besok kita bahas lagi ya." Ucap Tina.


Tampaknya Tina lebih dewasa dalam menyikapi hal itu.


Dengan penuh tanya dan cemas Chia dan teman-temannya memaksakan untuk memejamkan mata, berharap akan terlelap dan bangun dengan keadaan yang lebih baik.


"Huuh" Chia menghela napas panjang...

__ADS_1


__ADS_2