
Episode 33
Tampak Nesa sudah berdiri didepan pintu, jamalpun memanggil Chia, memberitahu siapa yang datang. Ketika Jamal hendak berlalu, tiba-tiba Nesa pura-pura tersandung dan menjatuhkan diri, Jamal yang reflek langsung menangkap tubuh Nesa.
Dan saat Chia sampai disitu, Chia melihat adegan itu.
Chia terdiam sesaat, Nesa yang menyadari kehadiran Chia seolah sengaja tak segera berdiri dari posisinya.
"Kalian ngapain." Kata Chia dengan sedikit menekuk wajahnya.
"Eh sayang, kakak mau masuk manggil kamu, malah gak dateng juga, tiba-tiba Nesa mau jatuh, kakak reflek langsung nangkep dia." Tutur Jamal yang merasa khawatir istrinya akan berpikir macam-macam.
"Ini baru permulaan Chia, lain kali akan aku buat kamu jadi ragu sama kesetiaan suami kamu." Batin Nesa.
"Oh gitu, yaudah masuk Nes! Ada apa, kok kamu gak bilang dulu mau kesini?" Ujar Chia sembari mempersilakan Nesa masuk.
"Iya maaf ya, tadinya aku mau kabarin kamu, tapi gak jadi." Jawab Nesa salah tingkah.
"Gak apa-apa kan ya aku kesini?" Tanya Nesa pura-pura tak enak hati.
"Oh gak apa-apa dong, yang gak boleh itu godain suami orang." Jawab Chia dengan tatapan penuh arti.
"Jamal yang mendengar kata-kata istrinya itu langsung tersentak. Ia tak menyangka istrinya bisa bersikap dan berkata seperti itu, walau sebenarnya Jamal merasa senang melihat Chia cemburu.
Entah pemikiran macam apa yang membuat Chia berani berkata demikian pada Nesa. Mungkin pengalamannya yang pernah memergoki Dio yang sedang bermesraan dengan Nesa, rasa-rasanya Chia tidak ingin semua itu terjadi juga pada suaminya.
"Dulu aku hanya bisa menerima, karena aku sadar aku belum terikat secara halal dengan Dio. Tapi kalau sampai semua ini terjadi pada suamiku, aku tidak akan tinggal diam Nesa. Gumam Chia dalam hati.
Jamal yang menyaksikan tatapan dingin istrinya pada Nesa, langsung pamit untuk masuk ke dalam kamar.
"Ternyata istriku ini ngeri juga kalau lagi cemburu." Bathin Jamal sembari masuk ke dalam kamar.
"Oh iya aku bawan ini buat kalian." Kata Nesa gugup.
Tak seperti biasa yang selalu antusias, kali ini Chia tampak sangat dingin.
"Oke! Makasih ya, harusnya kamu gak perlu repot-repot." Kata Chia sambil menerima sesuatu yang Nesa bawakan.
"Ya nggak lah Chia, masa aku repot sih." Jawab Nesa yang mulai merasa tidak nyaman dengan sikap tak biasa dari Chia.
__ADS_1
"Halo, iya iya, oh gitu. Ya sudah saya langsung kesana ya." Nesa pura-pura mengangkat telepon dari seseorang, agar bisa beralasan untuk pergi dari rumah Chia.
Chia hanya diam menyimak dan memperhatikan gelagat Nesa yang salah tingkah, dan sebenarnya Chia mengetahui bahwa Nesa hanya berpura-pura mengangkat teleponnya.
"Chia! Maaf ya, ada telepon mendadak katanya sih penting, jadi kayaknya aku harus langsung cabut dech." Papar Nesa berbohong.
"Oh iya gak apa-apa, semoga berhasil ya." Jawab Chia.
Nesa menganggukan kepala.
Chia mengantarkan Nesa hingga ke depan rumahnya, kemudian segera kembali masuk dan menutup pintu saat memastikan Nesa sudah melajukan mobilnya.
"Sial, bisa-bisanya dia bikin aku ngerasa kalah." Kata Nesa yang kesal, sembari terus melajukan mobilnya.
Kembali ke dalam rumah Chia dan Jamal.
"Lho sayang, temen kamu udah pulang?" Tanya Jamal dengan sangat hati-hati.
"Udah." Jawab Chia singkat.
"Kenapa sih sayangnya kakak?" Tanya Jamal sembari memeluk Chia yang duduk ditepi tempat tidur.
"Kamu marah sama kakak? Kakak berani sumpah, yang tadi itu gak seperti yang kamu pikirkan." Tutur Jamal dengan sejujurnya.
"Ya nggak juga, cuma kakak coba nebak aja, takutnya kamu mikirnya macem-macem lagi." Jawab Jamal yang masih bicara dengan nada sangat hati-hati.
"Jangan kebanyakan nebak kak. Kata kakak, Menduga-duga itu sifatnya setan." Jawab Chia tak menoleh.
"Habis kakaknya tiba-tiba dicuekin gini." Kata Jamal membela diri.
"Ih nyebelin." Ucap Chia seraya beranjak dan meninggalkan JamalĀ sendirian di kamar.
"Wah gawat nih urusannya, harus gimana lagi nih biar istriku gak ngambek." Kata Jamal bicara sendiri.
"Sayang! Jangan ngambek dong." Seru Jamal yang mengikuti istrinya ke ruang tamu.
"Siapa yang ngambek." Jawab Chia ketus.
"Itu, kalau gak ngambek kenapa kakak dicuekin." Balas Jamal.
__ADS_1
"Cemburu ya, hayo ngaku." Kata Jamal sembari menggelitiki pinggang Chia yang mebuat Chia kegelian.
"Ah kakak, nggak kok! ngapain aku cemburu." Kata Chia mengelak sambil tertawa karena merasa geli.
"Udah gak apa-apa, bilang aja, kakak bisa jaga rahasia kok." Goda Jamal.
"Ih apaan sih kak? nyebelin banget dech." Tutur Chia yang salah tingkah karena ketahuan cemburu.
"Hahaha...kamu gemesin banget sih kalau lagi ngambek gitu." Ucap Jamal.
"Habisya kakak ngapain peluk-peluk cewek lain, di depan aku lagi." Omel Chia sambil menekuk wajahnya.
"Astaghfirullah dek, siapa yang meluk sih? Tadi kakak cuma berusaha nolong temen kamu, karena dia hampir jatuh." Jawab Jamal menjelaskan.
"Aturan kakak biarin aja dia jatuh." Kata Chia lagi.
Jamal terkekeh dan sangat senang, karena ternyata istrinya benar-benar cemburu.
"Kenapa ketawa? Menurut kakak itu lucu?" Protes Chia.
"Nggak kok nggak, ya udah kakak minta maaf ya, kakak nggak tahu ini salah Kakak atau bukan, tapi sekal lagi kakak minta maaf. Oke tuan putri!" Ucap Jamal yang membuat Chia tersenyum.
"Jangan marah lagi ya sayangku, kakak gak akan bisa tidur tenang kalau kamu ngambek kayak gitu." Ucap Jamal merayu istrinya itu.
"Aku tahu gimana Nesa sebelumnya kak, dan aku gak mau kalau sampai kamu terjerat ulah piciknya seperti Dio." Rengek Chia yang masih dalam pelukan Jamal.
"Hah? Dio sama Nesa, kenapa mereka?" Kata Jamal terkejut.
"Udahlah kak, Chia lagi gak mau bahas itu, pokoknya kakak gak boleh deket-deket sama cewek lain, siapapun! Bukan cuma Nesa aja, kakak kan punya aku." Jawab Chia manja.
Jamal mengangguk, hatinya bahagia karena merasa Chia kini benar-benar mecintai dirinya sebagai suami, bukan sekedar menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri yang tidak mencintai suaminya.
Kini merekapun saling berbalas peluk dan cium, seolah tak ingin saling melepaskan. Baik Chia maupun Jamal, keduanya benar-benar tenggelam di lautan cinta yang dalam.
"Kakak akan berusaha sekuat tenaga, untuk menjaga hati kakak buat kamu, dan kakak harap kamu melakukan hal yang sama." Tutur Jamal berbisik lembut ditelinga Chia.
Chia pun mengiyakan dengan sebuah kecupan yang mendarat dibibir Jamal.
Dalam sebuah ikatan cinta, ada dua hal yang begitu menyiksa hati dan meguras jiwa, yaitu rasa rindu dan juga rasa cemburu.
__ADS_1
Seperti halnya rindu yang bisa membuat jiwa seseorang merasa sakit, cemburupun mampu membuat hati yang dilandanya menjadi kusut tak tertata lagi.
Namun bagaimanapun, kedua hal itu merupakan bumbu cinta yang lumrah dalam sebuah hubungan.