Melati Di Ujung Harapan

Melati Di Ujung Harapan
Promo Karya Baru


__ADS_3

Cuplikan


Tok tok tok!


Suara ketukan pintu terdengar nyaring di telinga Mariam. Mariam mengintip dari celah jendela untuk melihat siapa yang datang. Tapi karena hari masih gelap dan cahaya lampu tak begitu terang, Mariam tak bisa melahat wajah orang itu dengan jelas.


"Assalamu'alaikum, mbak Mariam! ini Denny mbak."


"Wa'alaikumsalam, oh mas Denny! saya kira siapa?" sahut Mariam sembari membukakan pintu.


Denny adalah sahabat Santana, suami Mariam. Denny cukup sering mengunjungi Shaka dan Mariam. Walau hanya sekedar menanyakan keadaan atau membawakan jajan untuk Shaka.


"Ada apa mas Denny? tumben pagi sekali? Shaka nya belum bangun!" berondong Mariam.


"Maaf mbak Mariam, saya hanya ingin menyampaikan ini pada Mbak. Saya juga titip ini untuk Shaka." ujar Denny memberikan sepucuk surat pada Mariam dan menitipkan beberapa mainan yang ia beli untuk Shaka.

__ADS_1


Setelah menyampaikan kepentingannya, Denny langsung bergegas pergi dari rumah Mariam. Tinggal Mariam yang merasa penasaran dengan isi surat itu. Mariam menaruh mainan pemberian Denny untuk Shaka, di sisi tempat tidur putranya. Mariam lalu membuka perlahan lipatan kertas itu.


" Teruntuk Mariam.


Saat kamu membaca surat ini mungkin aku sudah pergi, lebih jauh dari sebeumnya. Maafkan aku tidak pernah memberimu kabar atau mengirimkan uang untuk Shaka. Aku merasa sudah tidak mungkin lagi untuk kita meneruskan bahtera rumah tangga ini.


Aku sudah mendapatkan hidup baru di sini. Aku harap kau mengerti. Aku minta maaf atas penderitaan yang kau dan Shaka alami karenaku. Tapi, aku juga tidak bisa berbuat banyak.


Semuanya sudah aku lakukan untuk mendapatkan semua yang aku harapkan, hingga aku merasa lelah dan menyerah. Mariam istriku, aku tahu kau wanita yang baik dan kau pantas mendapatkan kebahagiaan meskipun bukan bersamaku. Aku titip putraku Shaka agar kamu merawatnya dengan baik. Tolong sampaikan padanya, untuk tidak pernah mencariku.


Maafkan aku


Santana."


Byaaarrrr!

__ADS_1


Seketika seluruh tubuh Mariam terkulai lemas bagai tak bertulang. Bibirnya bergetar seiring derasnya deraian air mata yang tak bisa ia hentikan. Mariam tak berdaya merasakan sakit yang begitu dahsyat menusuk sanubari dan mengoyak labirin hatinya.


Tubuhnya terjatuh lunglai, rasanya Mariam tak bisa percaya akan kenyataan yang baru saja ia terima. Mariam menangis tersedu-sedu hingga membuat Shaka terbangun dari tidur panjangnya. Bocah kecil itu berjalan menghampiri ibunya yang bagai raga tak bernyawa.


Blurb :


Ditinggalkan oleh sang Ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang Ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba Ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang Ayah menorehkan pilu dalam dada sang Ibu.


Di tengah deruan rasa rindunya pada sang Ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang Ayah telah menceraikan Ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat Ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang Ibu tak berdaya. Di sisi lain sang Ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.


Akankah kerinduan Shaka pada sang Ayah berakhir dengan sebuah pertemuan???



Selamat MembacaπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2