
.
.
.
Melati masuk kedalam rumah dan berjalan gontai, sampai di ruang tamu ia melihat ayahnya masih sedang asyik menonton televisi. Melati menghampiri ayahnya.
" Ayah belum tidur?" tanya Melati.
" Ayah lagi nunggu siaran sepakbola."
"Ayah juga hobi bola?"
" Di bilang hobi tidak juga tapi sekali kali nonton juga."
" Bagaimana dengan Om Ryan? mengapa dia sampai resign dari Al group?"
" Karena dia tidak mau bekerja dengan kakek mu, dia hanya mau kerja dengan ayah."
" Lalu anak dan istrinya bagaimana?"
" Om Ryan mu itu bujang lapuk."
" Haah," Melati sambil menutup mulut nya.
" Iya, dulu dia pernah di khianati jadi sampai sekarang tidak percaya lagi dengan wanita. Dia menganggap wanita itu penghianat," Alfian menceritakan tentang masa lalu sahabat nya sekaligus asisten pribadi nya.
" Sampai segitunya?" Tanya Melati setelah mendengar cerita ayah nya itu.
" Oh ya Mel, ayah berencana ingin mengeluarkan produk baru, apa kamu ada ide nak?" Melati berfikir sejenak.
" Aku berencana membuat sabun yang bisa menghilangkan jerawat di wajah dan juga di badan. sebenarnya ide itu sudah lama hanya saja belum di laksanakan, sabun itu seratus persen dari bahan alami tumbuhan dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya jadi aman untuk kulit. nanti bahan bahan nya dan cara pembuatannya ku kirim ke email ayah. Baru ayah diskusi kan dengan para karyawan."
" Ayah rasa ide kamu bagus. baiklah kamu istirahat dulu sepertinya kamu capek sekali."
" Aku ke kamar dulu ya, ayah," Alfian hanya mengangguk sambil tersenyum. lalu ia melanjutkan nonton nya.
Melati masuk kedalam kamar nya, baru saja ia membaringkan tubuhnya handphone nya pun berbunyi.
Dreet... Dreet...Dreet. kira kira seperti itu lah ya. Melati ternyata panggilan dari sang pengganggu ( Rain). Kenapa di bilang pengganggu? karena sudah larut malam masih telepon. Melati pun menjawab panggilan itu.
" Halo Assalamualaikum bang."
" Waallaikum sallam, dek lagi ngapain?" tanya Rain hanya sekedar basa-basi untuk memulai obrolan.
" lagi mau tidur nih tapi rasanya sulit terpejam."
" VC yuk, biar nanti Abang nyanyi kan,' tanpa menunggu jawaban dari Melati, Rain sudah mengganti panggilan nya kepanggilan video. terpampang lah wajah cantik sang kekasih di layar handphone Rain. begitu juga di layar handphone Melati terpampang wajah tampan sang kekasih.
__ADS_1
" Abang tampan banget sih," Melati mencoba menggoda Rain. Rain tersenyum semakin menambah kadar ketampanan nya. " meleleh adek bang lihat senyum Abang," goda Melati lagi. padahal sekuat tenaga Melati menahan tawa nya.
" Sudah pandai menggoda ya sekarang? mau cepat cepat di kawinin nih."
" Cepat lah bang, adek sudah gak tahan," suara Melati di sesensual mungkin. sedangkan di seberang sana sudah blingsatan di buat nya. Melati tidak dapat lagi menahan tawa nya melihat kelakuan Rain seperti menahan hasrat.
" Abang kenapa?" tanya Melati tanpa merasa bersalah. setelah tawanya mereda.
" kenapa kenapa. seperti nya malah ini udaranya cukup panas." Melati mengerti kalau Rain sedang menahan sesuatu. memang ia sengaja untuk ngerjain Rain.
" Abang katanya mau nyanyi."
" oh iya baik lah Abang nyanyi."
(Rain)
' malam ini, ku tak dapat tidur.
bayang mu menggoda selalu
aku ingin memandang wajahmu
agar lega rasa rindu ku
(Melati)
sebelum memandang wajahmu
(Melati dan rain)
malam ini ku tak dapat tidur
bayang mu menggoda selalu
aku ingin memandang wajahmu
agar lega rasa rindu ku
" kok Abang suka lagu lama sih?" tanya Melati
" Abang suka lirik nya cocok untuk kita malam ini."
" Lagu tahun berapa tuh bang?"
" Gak tau deh, gak penting juga mau tahun berapa. tapi kayaknya Abang belum lahir deh."
" bang setelah kita dari desa xxx mungkin aku akan lebih sibuk deh. kalau kita mau ketemu, Abang datang ke restoran aja ya."
" Baiklah Abang ngerti kok."
__ADS_1
" kalau begitu aku tidur dulu ya bang, Abang juga harus tidur jangan suka begadang."
" oke lah, Assalamualaikum Abang ganteng, I LOVE YOU SO MUCH."
" Waallaikum sallam my heart my honey my wife. I love you too." dan panggilan pun berakhir. Rain masih senyam senyum teringat dengan suara Melati ternyata sangat merdu bila bernyanyi, " lain kali aku ajak duet deh," pikir Rain. akhirnya Rain pun tertidur dengan senyum hingga terbawa ke alam mimpi.
.
.
.
.
Hari yang di janjikan telah tiba, hari ini keluarga Ronald bersama yang lain pergi ke desa xxx . Indah, Nadia dan Putri juga tak ketinggalan, mereka hendak mengenal kan kekasih nya masing-masing keorang tua mereka. Ryan sang asisten pribadi Alfian pun tak ketinggalan, ia begitu antusias untuk pergi ke desa itu .
" Kamu juga mau ikut, Ryan?" tanya Alfian saat mereka sedang di bandara.
" ikut lah, tuan. saya mau lihat-lihat desa tempat kelahiran nyonya," jawab Ryan enteng.
Pesawat yang mereka tumpangi pun mendarat di bandara xxx, untuk sampai ke desa xxx mereka menyewa 5 buah mobil.
Sesampainya di desa xxx, mereka menjadi pusat perhatian, orang orang desa begitu takjub dengan iringan iringan mobil di jalan desa itu.
" Mobil siapa itu ya? apakah ada kunjungan Pak Bupati kedesa kita?" tanya A
" Iya ya, mungkin kepala desa kita mengundang Pak Bupati," jawab B
" Gak mungkin, kalau Pak Kades mengundang Pak Bupati pasti sudah di umumkan," kata C
Kehebohan para warga desa pun terus berlanjut. Tiba lah mobil di halaman rumah Melati. Warga desa semakin heboh tatkala melihat orang yang turun dari mobil itu. Apalagi anak anak mereka ada dalam mobil tersebut. Ratih, Indah, Putri dan Nadia pulang ke rumah nya masing-masing. karena acara lamaran besok baru di laksanakan
" Mari masuk semua nya," Ajak Rania.
" Desa ini terasa nyaman ya, tentram dan damai," kata Margaret Mama nya Ronald, sedang kan papanya bernama Martin.
mereka masuk kedalam rumah, beruntung di Melati banyak kamarnya. Sejak Melati sukses, rumah nya di desa di renovasi agar lebih besar dari sebelumnya. dan sengaja di buat banyak kamar, serta setiap kamarnya ada kamar mandi untuk mempermudah orang yang sedang bertamu.
" Pilih kamar masing-masing ya, untuk para cowok satu kamar 2 atau 3 orang juga boleh, yang ini dan yang itu adalah kamar ku dan kamar Bunda. ini kamar mama dan papa dan ini kamar Tante Margaret dan Om Martin. selebihnya untuk para cowok pilih sendiri.," ucap Melati menjelaskan.
" mereka semua istirahat karena letih setelah perjalanan jauh. Rain satu kamar dengan Ronald, Frans dengan William, Steve dengan Ryan. Akhirnya semua kamar terisi.
" Rai, kok gue gugup ya?"
" Tenang gak akan terjadi apa apa kok."
" Tapi gue gak pernah gini Rai, biasa gue ngadepin kolega bisnis gak pernah gugup, di suruh melawan 100 penjahat gue juga gak gugup."
" Gaya mu sok sokan melawan 100 penjahat, emang kamu benar benar kuat. lawan Melati aja kamu kalah."
__ADS_1