MELATI PUTIH

MELATI PUTIH
BAB 59


__ADS_3

.


.


.


"Siapa yang membayar kalian?" tanya Rain.


Bos mafia itu tersenyum sinis, "Kau tidak perlu tau siapa orangnya? yang jelas orang itu menginginkan kematian istrimu, dan juga ingin memilikimu."


"Sudah kuduga pasti Allora." batin Rain.


"Ternyata kalian bukan orang sembarangan, apalagi istrimu auranya begitu kuat. oh ya kenalkan namaku Taufik, tapi orang disini memanggilku Elang karena aku adalah bos mafia terkuat di negara ini. apa kalian tidak takut dengan mafia terkuat the Eagle?" tanya Elang.


"Kami kesini hanya untuk berbulan madu, dan kami tidak pernah menyinggung kalian. kami tidak peduli walaupun anda mafia terkuat sekalipun, kalau sudah berani melukai istriku maka aku tidak segan segan menghancurkan kelompok mafia the Eagle yang kalian bangga banggakan itu." Rain.


"wow hebat, hebat, hebat. Aku puji keberanianmu anak muda." Elang.


"Bang lebih baik kita pergi saja dari sini," ajak Melati.


"Hahaha, tidak semudah itu nona cantik, kalian berdua telah mengalahkan anak buahku jadi aku mau kalian bertanggung jawab." Elang.


"Kalian yang lebih dulu menyerang kami, dan kami tidak punya urusan dengan kalian." ucap Melati tegas.


"Aku harus tetap memancing emosi wanita ini, melihat sikap tegasnya semakin mengingatkan aku pada kakak angkatku," batin Elang.


"Mari Bang kita pergi," Melati menarik tangan Rain dan berjalan beberapa langkah.


"Tunggu," suara bariton itu menghentikan langkah keduanya.


"Apa kalian tidak mau tau siapa yang telah menyewa kelompokku?" tanya Elang.


Rain berbalik, "tidak perlu, aku sudah tau siapa orangnya?"


Melati juga ikut berbalik menghadap ke pria itu, pria paruh baya yang masih terlihat gagah.


"Sayang coba lihat didalam mobil itu," perintah Rain.


Melati menoleh kearah tunjuk Rain, "Allora?"

__ADS_1


"Hmmm, sekarang lebih baik kamu beri dia pelajaran agar dia tau istriku bukan wanita lemah." Rain.


Tanpa bicara Melati segera menghampiri mobil Allora, Melati mengetuk kaca mobil itu, tapi Allora enggan membukanya Melati mengetuk terus membuat Allora panik.


Karena Allora tidak mau membuka kaca mobil, Melati mundur dua langkah dengan sedikit menggunakan tenaga dalam Melati menendang kaca mobil tersebut hingga pecah.


Braak....


"Aaaaaakkh," Allora menjerit, pecahan kaca pun mengenai wajahnya.


Melati membuka pintu mobil itu dan menyeret Allora keluar.


"Inilah akibatnya berurusan denganku, aku diam bukan berarti lemah." ucap Melati.


"Am.. ampun, maafkan saya, saya janji tidak akan menggangu kalian lagi." Allora berkata dengan suara gemetar.


"Sekarang sudah terlambat, bukankah kemarin suamiku sudah memperingatkanmu? tapi kamu malah menyewa kelompok mafia." Melati.


Melati terus menyeret Allora kehadapan Rain, Melati menyeretnya dengan menjambak rambut Allora.


Bruuk... Allora didorong oleh Melati hingga terjerembab ke tanah, bibirnya berdarah karena membentur aspal. Dengan tanpa hati Melati menginjak telapak tangan Allora dengan high heels yang Melati gunakan.


Allora menjerit karena ujung heelsnya menembus telapak tangan tersebut. Ya begitulah Melati, ia akan lebih kejam bila ada yang mengusiknya, tapi ia akan lebih baik bila orang baik dengannya.


"Kenapa? sekarang nyesal kan berurusan denganku?" tanya Melati.


"Ampun nona, ampuni aku...!" Allora memohon pada Melati, tapi Melati tidak menggubrisnya sama sekali.


Elang bergidik ngeri melihat kesadisan Melati, walaupun dia orang yang disegani tapi melihat Melati ia pun jadi ngeri.


"Aku ingin tahu, apa hubungan wanita ini dengan kakak angkatku?" gumam Elang dalam hati.


Melati menatap tajam kearah Elang, Elang pun membalas tatapan Melati. kemudian Melati beralih menatap Allora yang masih tergeletak di tanah.


Buugh... dengan tanpa hati Melati menendang wajah Allora hingga tidak sadarkan diri. Melati tersenyum sinis.


"Sekarang giliranmu Pak tua," ucap Melati.


Melati, kalau emosinya sudah terpancing maka ia akan hilang rasa hormatnya, meskipun ia bisa mengendalikan emosi dalam dirinya.

__ADS_1


"Siapa nona sebenarnya?" tanya Elang.


"Kamu tidak perlu tau siapa aku? dan kita tidak punya urusan." Melati.


"Sudah Sayang jangan diladeni orang tua itu." Rain.


"Aku perlu tau siapa kamu nona? karena jurus yang kamu gunakan mengingatkanku pada seseorang." Elang.


"Siapa?" tanya Melati singkat tapi jelas.


"namanya Yusuf, dia saudara angkatku." Elang.


Melati tertegun sejenak, ia mengamati pria paruh baya yang ada dihadapannya itu.


"Mana mungkin kamu mengenal kakekku?" tanya Melati.


"Karena beliau adalah penyelamat hidupku, lalu aku diangkat menjadi adiknya kemudian aku dilatih ilmu bela diri olehnya." Elang.


"Lalu kenapa anda menjadi seorang mafia?" tanya Melati.


"Karena keadaan, setelah berpisah dengan kakak angkatku, aku merantau ke negara ini karena di janjikan pekerjaan, tapi nyatanya aku ditipu.


Flashback on.


Yusuf hidup sebatang kara, setelah perguruan elang putih hancur hidup Yusuf terombang ambing seperti perahu ditengah lautan, Yusuf berpindah dari satu pulau kepulau yang lain. sampai akhirnya ia bertemu dengan Taufik. Taufik juga seorang yatim piatu, waktu itu demi kelangsungan hidup Taufik harus bekerja serabutan, pertemuan Yusuf dengan Taufik saat Taufik dihajar oleh massa karena dituduh melecehkan seorang wanita, wanita itu sudah mempunyai suami tapi dia menyukai Taufik karena ketampanan pemuda itu. Dengan segala cara wanita itu menggoda Taufik tapi tidak berhasil akhirnya wanita itu sakit hati dan memfitnah Taufik telah melecehkan dirinya.


Tanpa dapat membela dirinya sendiri Taufik pun dihakimi massa. Yusuf datang menolong setelah pemuda itu hampir meregang nyawa, Taufik dibawa kesuatu tempat dan dirawat disana. Taufik diajarkan ilmu bela diri, tapi tidak semua ilmu Yusuf turunkan kepadanya, Yusuf harus tetap waspada takutnya nanti ilmu itu disalah gunakan. Singkat cerita Taufik mendapatkan tawaran untuk bekerja menjadi TKI keluar negeri, tanpa pikir panjang Taufik menerima tawaran itu Taufik berangkat meskipun sudah diperingatkan oleh Yusuf bahwa ia akan ditipu.


Namun Taufik tetap dengan pendiriannya karena ingin merubah nasibnya agar lebih baik dimasa depan. Akhirnya Taufik pun berangkat, sejak saat itu Taufik dan Yusuf berpisah hingga kini tidak pernah bertemu.


Seperti kata pepatah penyesalan memang datang terlambat, sampai di negara tersebut Taufik ternyata telah ditipu. Akhirnya Taufik hidup luntang lantung di negara orang, hanya menjadi pemulung yang dapat ia lakukan untuk menyambung hidupnya. Mau kembali tidak punya uang.


Singkat cerita Taufik tidak sengaja menolong seorang pria paruh baya yang hampir dibunuh oleh sekelompok mafia dari klan lain, pria itu ternyata seorang bos mafia. Berkat pertolongan Taufik akhirnya pria itu selamat hingga pria itu mengangkat Taufik menjadi anak angkat pria tersebut.


Sebelum pria itu meninggal, Taufik diangkat menjadi bos mafia tersebut untuk menggantikan posisi ayah angkatnya yang sudah sekarat karena sakit. Dibawah kepemimpinan Taufik klan mafia itu berubah nama menjadi the Eagle, hingga Taufik dijuluki si Elang, dan klan mafia tersebut menjadi yang terkuat di negara ini juga disegani di dunia mafia.


Flashback off...


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2