MELATI PUTIH

MELATI PUTIH
BAB 26


__ADS_3

.


.


.


Setelah beberapa hari di rawat, Anita sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. namun belum sempat ia menggapai pintu ruang rawat inap nya, kedatangan dua orang polisi mengejutkan nya.


" Maaf, atas nama nona Anita?"


" Ii... iya saya sendiri pak."


" Kami dari pihak kepolisian membawa surat penangkapan atas nama anda nona Anita."


" Ta... tapi salah saya apa Pak?" tanya Anita gugup.


" Kami menerima laporan, bahwa anda melakukan percobaan pembunuhan, dan merencanakan pembunuhan." jawab pak polisi itu.


" Saya tidak salah pak, saya hanya di fitnah."


" Nanti saudari Anita bisa jelaskan di kantor polisi, dan sekarang ikut kami untuk tindakan selanjutnya."


" Pak saya tidak salah, pak."


" Kalau nona tidak salah, nona tidak perlu takut. sekarang ikut kami dan jelas kan nanti di kantor polisi." Akhirnya Anita di seret oleh dua orang polisi untuk masuk ke dalam mobil. Anita hanya mampu mengumpat dalam hati. ia semakin membenci Melati dan Rain.


" Aku akan balas perbuatan kalian, Aku tidak akan biarkan kalian hidup tenang." umpat Anita dalam hati.


Saat tiba di kantor polisi, Anita tidak bisa berkutik lagi, karena orang suruhan nya telah bersaksi atas kejahatan yang dilakukan nya.


Anita akhirnya di jebloskan ke dalam penjara.


( Ya begitulah, setiap perbuatan pasti ada balasannya)


Anita meraung raung minta di keluarkan dari tempat itu. Hingga para napi wanita yang lain merasa terganggu.


" Heeh, bisa diam gak berisik tau, " kata salah satu napi wanita yang terlihat sangar. Namun Anita tidak mengindahkan peringatan itu.


Buugh...


Anita tersungkur karena tendangan dari napi tersebut. Anita seketika itu diam dan tidak berani lagi berteriak.


" Nah, gitu kan enak telinga ku tidak sakit dengan teriakan mu. sekali lagi kamu teriak teriak akan aku sumpal mulut mu pakai ini, " ancam wanita itu sambil menunjukkan pakaian dalam milik nya.


Anita seketika menciut, namun dalam hatinya begitu benci dengan wanita itu.


.

__ADS_1


.


" Kapan kamu mulai kuliah sayang?" tanya Rain saat ini mereka sedang berada di roottop restoran milik Melati. mereka sedang menikmati makan malam berdua. karena keduanya tidak ingin di ganggu oleh teman teman nya.


" Besok bang, tapi hanya pendaftaran ulang, karena sebelumnya aku hanya mendaftarkan diri lewat online, dan besok pengesahan nya." jawab Melati sambil menatap wajah tampan sang kekasih.


" Mengapa kau menatapku seperti itu, sayang?"


" Abang semakin tampan, aku jadi takut nanti Abang di rebut cewek lain." Rain terkekeh mendengar kejujuran Melati.


" Justru Abang yang takut kamu di rebut cowok lain, di kampus nanti pasti akan banyak cowok cowok tampan."


" Bukan kah semua cowok itu tampan? gak ada tuh yang bilang cowok cantik."


" Maksud Abang, nanti kamu kepincut sama cowok tampan di kampus."


" Mungkin sih, kalau ada yang tampan nya melebihi Abang," Melati menahan tawa nya karena sudah berhasil menggoda Rain.


" Sayang, kamu mau cari cowok lain? gak ada loh yang tampan nya melebihi aku." kata Rain narsis.


" Benar gak ada? kalau ada gimana?"


" Sayang, aku akan cepat cepat kawinin kamu agar tidak ada yang memiliki mu selain aku."


" Aku gak mau kita kawin dulu, aku mau kita nikah dulu."


" Apa bedanya?" tanya Rain garuk-garuk kepala.


" Coba jelaskan sayang."


" Dengar baik baik ya, kita ambil contoh ke sapi dulu."


" Loh kok ke sapi?"


" Dengar dulu jangan di potong pembicaraan ku," Rain dengan patuh nya manggut-manggut.


" Abang pernah dengar sapi di nikahkan gak?" Rain geleng-geleng kepala.


" Nah sapi itu cuma di kawinkan bukan di nikahkan, kalau Abang belum faham juga biar aku jelasin." Rain dengan bodohnya mengangguk.


" nikah itu penyatuan dua manusia lawan jenis di depan penghulu, tapi kalau yang beragama lain di depan pendeta atau sejenisnya. Nah, sedang kan kawin itu penyatuan dua insan....ah Abang tau sendiri lah, gak perlu aku jelasin." ucap Melati malu karena harus bicara fulgar.


" Kenapa malu, hmm?"


" Abang sih pake acara pura pura tidak tahu," Rain tidak dapat lagi menahan diri untuk tertawa.


" Sayang kamu semakin hari semakin buat aku gemas." Melati mencebikkan bibir nya dan mengalihkan pandangan ke arah lain. Rain mencubit pipi Melati,

__ADS_1


" Sakit bang, nanti pipi ku dower loh."


" Gak akan, pipi mu elastis."


" Emang silikon elastis, udah ah aku mau turun."


" Sayang tunggu dong," Lalu keduanya turun dari atas roottop. sampai di bawah mereka gabung lagi dengan empat pasangan yang masih asik ngobrol.


" Mel, kamu tau gak? Yanti teman kita sudah pulang dari negara tetangga. kata nya dia bawa calon suami orang sana. dan akan menikah Minggu depan." kata Ratih.


" Benarkah? gak nyangka banget. ternyata dia lebih dulu dari kita." Melati.


" Dia kecewa saat ia mau nikah, kita semua gak ada di desa," ucap Indah.


" Ya habis gimana lagi, kita baru kemarin dari desa. apalagi besok aku sudah mulai masuk kuliah." Melati.


" Aku juga gak bisa pulang, aku kan mau kumpul uang untuk modal nikah." Nadia.


" Wah kode keras tuh Will, harus cepat cepat di lamar tuh," goda Rain.


" Ayok Will tunggu apa lagi, sudah di kasih kode tuh." Frans.


" Kalian sendiri kapan? belum juga ada tanda-tanda mau melamar." William.


" Kita kita belum dapat kode," Steve.


" Kalau mau melamar, melamar aja gak perlu nunggu ada kode, kaya gue nih gercep." kata Ronald, dan langsung dapat cubitan maut dari sang kekasih.


" Aww... sakit sayang." Ronald berbisik ke Ratih, sebenarnya tidak terlalu sakit hanya saja Ronald terlalu berlebihan dan minta di perhatikan.


" Aku ingin Melati yang lebih dulu nikah, daripada aku." kata Indah malu malu.


" Tuh dengar, cewek gue belum siap gue sebagai cowok yang baik tidak boleh memaksa." Frans.


" Tapi aku masih lama, ndah. aku masih mau kuliah, dan juga di antara kita aku yang paling muda." ucap Melati.


" Gak apa apa Mel, lagi pula aku belum membahagiakan orang tua ku. nanti kalau aku sudah bersuami, aku tidak dapat lagi sepenuhnya berbakti kepada mereka. dan aku sudah pasti akan berbakti kepada suami." Indah


" Siapa bilang kalau sudah bersuami tidak bisa berbakti pada orang tua? bisa kok, tapi tergantung suami kita lagi. kalau suami mu baik, sudah pasti ia tidak keberatan dan bahkan akan bersedia untuk membantu keluarga mu." Melati.


" Dengar tuh bro, kata kata kiasan yang harus kamu ingat, orang tua kita, mertua kita akan sama derajatnya kalau kita sudah menikah." Ucap Rain sok bijak.


" Iya gue tau itu, gue juga akan berbakti kepada mertua gue. karena bagi gue mereka adalah orang tua gue juga." Indah yang mendengar nya merasa terharu.


" Jadi kapan kalian nikah?"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2