MELATI PUTIH

MELATI PUTIH
BAB 33


__ADS_3

.


.


.


Riska kini sudah mulai bekerja sebagai pelayan di restoran milik Melati. Dia bekerja setelah selesai kuliah dan pulang pasti malam hari. semenjak berteman dengan Melati, kini kehidupan nya berubah terutama soal keuangan. Baru mulai bekerja saja sudah di kasih uang saku seratus ribu perhari dan langsung di berikan untuk satu bulan kedepan. Jadi gaji nya bisa ia sisihkan untuk mengirimi keluarga nya di kampung.


Sedangkan Melati, kini semakin sibuk dengan kuliah nya. Meskipun demikian, ia tetap menyempatkan diri untuk memberikan kabar pada Rain, baik itu melalui video call atau chat di WhatsApp. Meskipun keduanya kini jarang bertemu, tapi cinta mereka semakin kuat.


Rain duduk di kursi kebesaran nya, sambil memeriksa berkas berkas yang akan di tandatangani. Rain menoleh saat terdengar suara pintu di ketuk.


Tok...


Tok...


Tok....


Ceklek... pintu pun terbuka. sang asisten pribadi pun masuk.


"Tuan, kita sudah di tunggu klien dari negara C, di restoran xxxx." kata Andre sang asisten.


"Baik kita berangkat sekarang!" perintah Rain.


Rain dan Andre pun berangkat menuju restoran xxxx. Keduanya masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.


Ting... Pintu lift terbuka saat keduanya sampai di lantai dasar. Keduanya selalu menjadi pusat perhatian bagi karyawan wanita, yang melihat begitu tampan nya atasan mereka.


Mereka hanya bisa mengagumi tidak berniat untuk merebut, karena keduanya, sudah punya kekasih.


Sampai di parkiran keduanya masuk ke dalam mobil. Andre sang asisten pribadi, sekaligus sopir bila mereka ada pertemuan di luar.


Perlahan Andre menjalankan mobil nya, setelah di jalan raya, baru lah ia melaju mobil nya dengan kecepatan rata-rata.


Tak berapa lama keduanya pun sampai di tempat yang di janjikan. Andre pun membuka kan pintu mobil untuk tuan nya.


"Silahkan tuan," ucap Andre sopan.


"Hmmm," Rain menjawab hanya dengan hmmm.


"Dasar bos dingin," umpat Andre tapi hanya mampu ia ucapkan dalam hati.


Saat mereka masuk.


"Selamat datang, tuan Rain. Anda sudah di tunggu di ruangan VVIP. mari tuan saya antar." ucap pelayan restoran itu dengan sopan.


Rain dan asisten nya pun mengikuti pelayan itu. Saat tiba di ruang VVIP.


"Selamat datang tuan Rain." sapa tuan Jhon.

__ADS_1


"Terimakasih tuan Jhon." balas Rain.


Lalu Rain dan Andre pun duduk. Mereka membicarakan tentang kerja sama antara dua perusahaan besar itu.


Setelah itu kesepakatan pun terjalin. Kedua belah pihak pun menanda tangani kontrak tersebut.


"Tuan Rain, perkenalkan ini putri saya." Tuan Jhon mengenal kan putri nya.


Memang sejak tadi ada seorang gadis duduk di samping tuan Jhon, tapi sedikit pun Rain tidak melirik nya.


"Kalau begitu saya permisi tuan Jhon," ucap Rain.


Lalu Rain bangkit dari duduknya dan di susul oleh asisten nya. Tuan Jhon yang merasa di abadikan saat mengenal kan putri nya pun sedikit emosi, tapi sebisa mungkin ia tahan.


"Tunggu tuan, Apakah anda tidak tertarik dengan putri saya?" tanya tuan Jhon to the point.


Rain tersenyum, senyum yang membuat para wanita klepek klepek di buat nya.


"Maaf Tuan Jhon, kalau anak anda pria mungkin saya akan tertarik," jawab Rain.


Jawaban itu tentu membuat tuan Jhon tercengang. Dan tidak bisa lagi berkata kata.


Maksud hati ingin mengenal kan putri satu satunya, untuk di jodoh kan dengan Rain. Tapi Rain menolak dengan cara lebih halus.


"Saya permisi tuan Jhon." pamit Rain.


Rain pun keluar dan berlalu dari hadapan tuan Jhon dan putri nya.


"Sudah lah, secantik apapun dirimu, Rain tidak akan tertarik, karena dia hanya menyukai pria." jawab tuan Jhon.


Veronica terdiam mendengar perkataan Papa nya.


"Ganteng sih, tapi sayang penyuka sesama jenis," kata hati Veronica.


"Mari kita kembali ke negara kita," ajak tuan Jhon.


Sementara di dalam mobil, Rain dan Andre saling diam dengan pikiran mereka masing masing. Andre ingin berbicara, tapi takut bos nya tersinggung. Sedangkan Rain memang malas bicara. Saat keduanya larut dalam kebisuan, ponsel Rain pun berdering pertanda bahwa ada panggilan masuk.


Tanpa menunggu lama Rain segera mengambil ponsel nya yang ada di saku jasnya. Sebuah panggilan video dari sang kekasih.


"Halo, Assalamualaikum sayang." Rain melihat wajah Melati semakin cantik.


"Waallaikum sallam," jawab Melati.


Andre yang sedang menyetir hanya mendengar suara dari dalam ponsel Rain. Seketika Andre jadi faham dengan yang tadi Rain katakan pada tuan Jhon.


"Tuan memang hebat, demi menolak putri tuan Jhon, tuan sampai mengaku tidak tertarik dengan wanita. pasti tuan Jhon langsung skakmat." batin Andre.


"Abang sudah makan?" tanya Melati.

__ADS_1


"Sudah sama Andre, tadi bertemu klien dari negara C, di restoran xxxx." jawab Rain.


"Sekarang Abang lagi dalam mobil, dalam perjalanan pulang ke kantor." kata Rain lagi.


"Ya udah kalau gitu, aku tutup telponnya dulu ya, sebentar lagi ada kelas." Kata Melati.


"Oke deh kalau gitu, Assalamualaikum." Rain.


"Waallaikum sallam," jawab Melati.


Akhirnya panggilan video pun berakhir.


"Untung aku tidak bertanya pada tuan, bisa bisa aku di pecat karena salah faham dengan tuan," Batin Andre.


"Kenapa kamu diam saja? Masih kepikiran dengan kata kata saya tadi pada tuan Jhon?" tanya Rain.


"Tidak tuan, saya cuma tidak tahu mau ngomong apa?" jawab Andre.


"Kamu tau kan, apa maksud tujuan tuan Jhon mengenal kan putri nya?" tanya Rain.


"Tau tuan, pasti tuan Jhon ingin menjodohkan putri dengan anda." jawab Andre.


"Kau tau mengapa saya mengatakan seperti itu? Supaya dia berhenti untuk menjodohkan nya dengan saya." Rain


"Anda benar tuan." jawab Andre.


Mereka akhirnya sampai di kantor. setelah memarkir kan mobil, Rain dan Andre pun keluar dari mobil. Dan berjalan menuju lift khusus petinggi perusahaan.


Di dalam lift,


"Bagaimana hubungan kalian?"Tanya Rain.


"Alhamdulillah, sampai saat ini lancar lancar aja,"Jawab Andre.


"Ingat kerja yang benar, jangan pacaran melulu." ucap Rain.


"Cih, orang lain di ingatkan, diri nya sendiri tidak ingat tempat," umpat Andre dalam hati.


"Baik tuan, saya akan bekerja sungguh sungguh," jawab Andre.


Ting... pintu lift terbuka, Rain berjalan di susul Andre di belakang nya. Rain sudah sampai ke ruangan nya, dan langsung duduk di kursi kebesaran nya, melanjutkan pekerjaan nya yang tadi tertunda. Rain memeriksa kembali berkas berkas yang akan di tandatangani.


Terlalu banyak pekerjaan hingga membuat nya tidak ada waktu untuk bertemu sang kekasih. Sudah lama juga mereka tidak berkumpul bersama.


"Kapan ya aku baru bisa ketemu Melati?"



Rain Alexander Lemos.

__ADS_1



Melati putih.


__ADS_2