MELATI PUTIH

MELATI PUTIH
BAB 52


__ADS_3

.


.


.


Hari ini adalah hari pernikahan Rain dan Melati, acara ijab kabul akan berlangsung jam 10 pagi, di acara ijab kabul ini tidak ramai yang hadir hanya keluarga inti dan para sahabat serta keluarganya. Yanti tidak dapat datang karena anaknya masih terlalu kecil. ia hanya mengirimkan hadiah dan ucapan selamat saja. para sahabat sudah berkumpul didalam kamar, Melati saat ini sedang dirias oleh MUA.


"Saudara bungsu kita akhirnya menyusul juga," goda Ratih, Melati hanya tersenyum.


"Sayang sekali Yanti tidak dapat hadir," Melati.


"Mau gimana lagi, ia baru habis melahirkan." Indah.


"Aku mau ke kamar mandi," ucap Putri buru pergi kekamar mandi, sesampainya didalam kamar mandi.


Hueek... hueek, Putri memuntahkan isi perutnya. para sahabatnya langsung cemas dan menyusul Putri kekamar mandi.


"Kamu kenapa?" tanya Nadia, Putri menggeleng.


Ratih langsung menelpon suaminya untuk menyuruh Steve menemui Putri. Steve yang mendengar itu tentu saja panik.


"Sayang kamu kenapa? apanya yang sakit?" tanya Steve saat ia menghampiri Putri.


"Gak tau mas tiba tiba aku mual mencium bau menyengat." Putri.


"Kita kerumah sakit ya," Steve.


"Gak usah mas, aku gak apa apa mungkin masuk angin, dari semalam aku tidak berselera makan." Putri.


Para sahabatnya saling pandang, dan menduga duga bahwa Putri hamil bukan karena masuk angin.


"Aku ada bawa ini," Nadia menyerahkan testpack pada Putri. Steve dan Putri bingung.


"Tes aja dulu, mungkin dugaanku benar." Nadia.


"Kok dugaan kita sama?" Ratih.


"Maksud kalian?" tanya Steve.


"Kemungkinan Putri sedang hamil," jawab Indah to the point.


"Ayo sayang diperiksa dulu, siapa tau sahabatmu benar?" Steve.

__ADS_1


Putri pun akhirnya menurut saja dan masuk kedalam kamar mandi untuk melakukan pemeriksaan. selang beberapa menit Putri keluar dengan perasaan haru.


"Positif," ucap Putri dengan suara bergetar. Steve langsung menghampiri Putri dan melihat hasilnya.


"Positif artinya benar hamil?" tanya Steve, Putri pun mengangguk.


"Aku akan jadi Papa," ucapnya lantang. saking gembiranya Steve langsung memeluk Putri.


"Alhamdulillah Ya Allah Engkau telah memberikan kepercayaan kepadaku." batin Putri.


"Kita harus beritahu mama dan papa berita gembira ini," ucap Steve.


Para sahabatnya pun memberi ucapan selamat, mereka begitu bahagia akhirnya mereka hamil hanya tinggal Melati yang belum hamil, sebab belum diproduksi.


Steve turun kebawah dengan perasaan bahagia berbeda dengan tadi sewaktu dia keatas, iapun menghampiri sahabatnya.


"Ada apa? apa yang terjadi?" tanya Ronald.


"Istriku hamil, aku akan menjadi seorang ayah," jawab Steve. kemudian Steve menghampiri kedua orang tuanya, Steve langsung memeluk Mamanya. Mama Steve heran pun bertanya.


"Ada apa?" tanya Mama Steve dengan nada lembut.


"Mama akan menjadi Oma," jawab Steve. Mama dan Papa Steve terkejut seketika, tapi setelah itu keduanya pun bersorak kegirangan, mereka lupa kalau saat ini menjadi tontonan.


"Nanti setelah acara ini, aku mau bawa Putri untuk diperiksa." kata Steve, dan diangguki Mamanya.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 09: 30, sebentar lagi acara ijab kabul akan segera dimulai. para keluarga dan tamu yang di undang sudah berdatangan, hanya menunggu Pak penghulunya saja. Pengantin lelaki juga sudah siap, Rain nampak tenang tenang saja padahal dalam hatinya begitu gugup.


Yang ditunggu tunggu pun akhirnya sudah datang, Pak penghulu langsung duduk ditempat yang sudah disediakan.


"Saya terima nikahnya Melati putih binti Muhammad Alfian Al Fatih dengan maskawin sebuah hotel bintang lima uang 10 miliyar rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai," ucap Rain dengan lantang dan satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi, sah?"


'sah' jawab saksi serentak.


"Alhamdulillah, Nak Rain sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri baik secara negara dan juga agama."


Melati pun segera turun diapit oleh sahabat sahabatnya. Rain terpana melihat kecantikan Melati matanya tidak berkedip melihat sosok seperti bidadari Dimata Rain.


"Cantik," ucap Rain tanpa sadar.


Sedangkan para tamu yang hadir masih melongo mendengar maskawin yang diberikan Rain untuk Melati. Melati pun digiring menuju tempat ijab kabul dimana sudah ada Rain menunggu. Rain menyarungkan cincin ke jari Melati begitu juga Melati menyarungkan cincin ke jari Rain.

__ADS_1


Melati mencium tangan suaminya sedangkan Rain mencium kening istrinya. Acara resepsi pernikahan akan berlangsung nanti malam dari jam 7 malam sampai selesai.


Apakah ini yang dinamakan takdir? mereka dipertemukan dengan cara yang tidak terduga, karena suatu kejadian. Dari situ tumbuh benih cinta antara keduanya walaupun mereka belum menyadari ketika itu. Apakah ini yang dinamakan jodoh? pertemuan dua insan yang akhirnya menjadi satu ikatan, pertemuan pertama menjadi awal bagi mereka yang menjadi cinta pertama bagi mereka. dan saling menjaga diri dan hati masing masing. Karena mereka tahu kesetiaan itu mahal.


"Aku bahagia akhirnya bisa menikah dengan cinta pertamaku, bidadari penyelamat hidupku," Rain.


"Aku juga bahagia, ternyata pertemuan yang tidak terduga membawa kita pada cinta. aku berharap engkaulah cinta pertamaku dan terakhirku." Melati.


Rain langsung memeluk Melati, setelah sekian lama ia memendam rasa akhirnya kesampaian juga.


"Ehhem," suara deheman dari sebelah, siapa lagi kalau bukan sang ayah mertua.


"Memang salah ya, kan sudah halal?" tanya Rain tanpa merasa bersalah.


"Iya sudah halal, tapi ingat tempat." jawab Alfian, Rain hanya nyengir kuda sedangkan Melati sudah sangat malu.


"Selamat ya Nak, akhirnya kalian menikah juga." ucap Rania sambil memeluk Melati, lalu ia beralih memeluk Rain, "jaga putri bunda dengan baik, jangan sakiti hatinya jangan main tangan atau pukul, seandainya kalau tidak cinta lagi kembalikan lagi pada kami sebagai mana kamu memintanya."


Sahabat sahabat Melati juga ikut memeluk Melati, sedangkan Rain juga dipeluk para sahabatnya.


Setelah acara bersalaman dan juga sungkeman, para tamu pun dipersilahkan untuk makan. para karyawan yang bekerja di restoran Melati akan hadir sewaktu acara resepsi saja, mereka semua sengaja diliburkan untuk menyaksikan pernikahan bos mereka. Riska hanya berdiri dipojokkan, Melati yang melihat itu segera menghampirinya.


"Mengapa tidak gabung? kau tidak mau memberikan ucapan selamat atau doa kepadaku?" tanya Melati.


"Aku merasa tidak pantas saja, keluargamu yang hadir semua orang orang kaya." Riska.


"Apakah kami memandang status itu? kami tidak pernah membedakan kasta. aku dulu juga orang susah sebelum menjadi seperti sekarang ini." Melati.


Riska merasa terharu dengan ucapan Melati, lalu ia pun memeluk Melati, "terimakasih telah menerima aku sebagai temanmu, sebelum aku bertemu denganmu aku tidak seperti ini tidak punya teman tidak punya uang, berkat bantuanmu keluargaku jadi berkecukupan di kampung."


Melati mengelus rambut Riska. sahabat Melati yang melihat hal itu pun mendekat dan juga memeluk Riska.


"Jangan merasa sendiri, kamu juga sahabat kita." Ratih.


"Kita satu perjuangan sama sama anak rantau, sama sama dari desa dan ditolong oleh orang yang sama juga," Indah.


"Gabung kesana yuk kita bisa ngobrol," Nadia.


Lalu mereka menggiring Riska ketempat mereka tadi, mendapat perlakuan seperti itu membuat Riska merasa terharu. meskipun di restoran ia selalu diperlakukan dengan baik, tapi ini rasanya berbeda.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2