
.
.
.
Kini di kampus tidak ada lagi kasus pembullyan, sejak kejadian waktu itu tidak ada lagi yang berani membully.
Para mahasiswa dan mahasiswi pun merasa aman, seolah mereka telah terbebas dari belenggu besar yang menghimpit mereka.
"Mel, saya duluan ya, saya langsung ke restoran," kata Riska pada Melati.
"Oke, aku pun masih ada kelas," jawab Melati.
Riska pun pulang dengan mengendarai motor matic milik Melati yang sengaja di berikan padanya. Melati masih ada kelas, jadi dia tidak pulang bersama Riska.
Hari sudah sore, Melati bersiap siap untuk pulang. saat berjalan menuju parkiran, Melati yang memang instingnya kuat merasakan ada yang berniat mencelakainya. Tapi Melati bertindak seolah olah tidak tahu.
Melati pun masuk kedalam mobil, dan menghidupkan mesin mobil nya. kemudian Melati bergerak perlahan keluar dari parkiran mobil. Melati mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, di belakang ada juga mobil yang mengikuti Melati.
"Ada yang mau main main rupanya," seringai Melati, tapi masih mengendara dalam batas normal. Mobil di belakang masih terus mengikuti.
"Siapa sebenarnya mereka? kenapa mengikuti mobil ku?" monolog Melati dalam hati.
Melati akhirnya tiba di restoran milik nya. mobil yang mengikuti Melati juga berhenti di seberang jalan. Tak lama orang itu pun pergi.
Melati tau orang itu punya maksud. Melati masuk keruangan nya, ia mendesain baju pengantin yang nantinya akan ia persembahkan untuk pernikahan sahabat nya.
Sedangkan orang yang tadi mengikuti Melati, telah tiba di markas mereka.
"Lapor bos."
"Hmmm, katakan!"
"Saya sudah mengawasi gadis itu, tidak ada tanda-tanda bahwa dia dari perguruan elang putih."
"Lalu?"
"Gadis itu terlihat lemah bos, menurutku tidak mungkin gadis itu dari perguruan elang putih."
"Tapi aku merasa kan auranya begitu kuat. Siapa gadis itu sebenarnya? Perguruan elang putih sudah lama musnah. tapi gadis itu memiliki aura dari perguruan elang putih."
Perguruan elang putih sudah lama musnah sejak guru persilatan itu mati dibunuh oleh penghianat. Perguruan elang putih adalah perguruan silat terkuat di negara ini. tidak heran banyak yang ingin menjatuhkan nya, salah satunya adalah perguruan gagak hitam. Dengan kelicikannya gagak hitam, akhirnya sang guru dan para muridnya mati karena diracun. Hanya yang tertinggal satu orang murid yaitu Yusuf, karena ia tidak berada di padepokan waktu kejadian itu. Saat Yusuf tiba di padepokan, Yusuf mendapati guru dan rekan rekan nya sudah mati. Akhirnya Yusuf pun meninggal kan tempat itu dan berkelana dari satu pulau ke pulau lain. Hingga ia berhenti di sebuah desa dan menetap di sana.
__ADS_1
"Bukan kah elang putih sudah musnah? tapi mengapa ada gadis muda yang mempunyai aura sekuat itu?" gumam pria itu.
Pria itu pernah berpapasan dengan Melati sewaktu Melati hendak berbelanja di supermarket. Kebetulan pria itu juga sedang ingin membeli sesuatu.
"Apa mungkin gadis itu murid yang tersisa dan selamat? Tidak, tidak mungkin, kejadian itu sudah puluhan tahun, sedang kan gadis itu masih sangat muda." pria itu terus bergumam pada diri sendiri.
"Aku yakin tidak ada yang selamat dari kejadian itu." gumam nya lagi.
Sementara di desa xxx, kakek Yusuf merasa akan ada bahaya yang akan menimpa cucunya. firasat nya kadang tidak salah.
"Apakah gagak hitam sudah mengetahui bahwa masih ada murid elang putih yang masih hidup? aku harus menghubungi Melati." batin kakek Yusuf.
Lalu kakek Yusuf segera duduk bersila, ia mengosongkan pikiran nya seperti orang bersemedi. Setelah itu ia pun menyebut nama Melati melalui telepati. Melati memang mempunyai ilmu itu, termasuk ilmu mata batin yang apa bila di gunakan bisa melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa melihat nya. Hanya saja Melati jarang menggunakan ilmu itu.
"Melati, cucuku!" seru kakek Yusuf.
Melati yang sedang mendesain pun menghentikan aktivitas nya, Merasa ada yang memanggil nya Melati pun masuk kedalam ruangan yang hanya dia sendiri boleh memasuki nya. Ruangan itu di desain seperti tidak ada pintu. hanya terlihat seperti tembok saja. Melati meletakkan tangan pada tembok itu dan otomatis tembok itu pun terbuka. Melati masuk dan tembok itu kembali tertutup. ruangan yang tadinya gelap kini sudah terang karena lampu nya bisa hidup secara otomatis. Melati pun duduk bersila di atas sebuah karpet. Melati memejamkan matanya mengosongkan pikiran nya, melakukan telepati dalam jarak jauh harus punya konsentrasi yang tinggi. tidak seperti melakukan telepati dalam jarak dekat.
"Kakek? Ada apa kakek memanggil Amel?"
"Cucuku, firasat kakek kamu sedang di incar musuh. berhati-hati lah cucuku. Musuh itu sangat licik, dia berasal dari perguruan gagak hitam. Kakek tidak bisa ceritakan sekarang. Kakek berpesan sembunyikan auramu. karena auramu bisa di ketahui oleh gagak hitam. Ketua nya masih hidup dan seumuran dengan kakek."
"Iya kek, Amel akan selalu berhati-hati."
"Firasat kakek tidak pernah meleset, aku harus berhati-hati." batin Melati.
Melati kembali memejamkan matanya, ia berkonsentrasi lagi untuk menyembunyikan auranya. Setelah selesai Melati pun keluar dari ruangan itu.
Sementara kakek Yusuf merasa sedikit tenang.
"Semoga cucuku bisa mengatasi nya." gumam kakek Yusuf.
"Ada apa Bang?" tanya Siti istri kakek Yusuf.
"Entah lah, aku merasakan firasat tidak baik," jawab kakek Yusuf.
"Tentang Melati?" tanya Siti lagi.
Kakek Yusuf mengangguk, pertanda iya.
"Tapi aku yakin, Melati bisa mengatasi nya." jawab kakek Yusuf.
"Semoga saja ya Bang, bukan kah Abang sudah menurunkan seluruh ilmu yang Abang miliki? Melati bukan gadis lemah Bang."
__ADS_1
"Aku tau." kini kedua pasangan yang tidak muda lagi itu pun berbincang bincang ringan.
Melati terus kepikiran dengan perkataan kakeknya tadi.
"Apakah orang yang mengikuti ku tadi ada kaitannya dengan gagak hitam?" monolog Melati.
Melati pun melanjutkan desain nya. karena dua Minggu lagi pernikahan sahabat nya itu.
Rencana nya, pernikahan itu akan di adakan di desa xxx. setelah itu baru di laksanakan lagi di ibukota ini.
" Aku harus membuat gaun pengantin yang indah, untuk pasangan pengantin. Baju lelaki dan baju wanita nya harus di buat warna senada." gumam Melati.
Tanpa terasa hari pun mulai gelap. pintu ruangan Melati pun di ketuk. kemudian masuklah sosok seorang pria tampan yang selama ini ia rindukan.
"Bang!" sapa Melati sambil tersenyum manis.
senyuman yang selalu membuat seorang Rain semakin jatuh hati.
"Sibuk?" tanya Rain singkat.
"Tidak juga, hanya menyelesaikan desain gaun pengantin," jawab Melati.
"Gaun pengantin? untuk?" tanya Rain.
"Untuk di pakai lah bang."
"Maksudnya untuk siapa?"
"Untuk sahabat kita, kan sebentar lagi mereka akan menikah."
Rain manggut-manggut membenarkan.
"Abang sudah makan?"
"Belum, lagi nungguin kamu kita makan bareng."
"Mau makan di mana? disini atau ditempat lain?" Tanya Melati.
"Disini aja deh, sebentar lagi para cowok cowok resek juga mau kumpul disini." jawab Rain.
.
.
__ADS_1
.