
Rain berbalik mencoba melepaskan diri dari pelukan seorang gadis yang super seksi. Rain menatap tajam kearah gadis itu. Saat pelukan nya terlepas tanpa berkata apa-apa Rain langsung melayang kan tangan mendarat tepat di pipi mulus gadis itu.
Plak... plak.
Tamparan bolak-balik di pipi kiri dan kanan gadis itu. Ya sejak Rain bertemu dengan Melati, Rain jadi anti di sentuh perempuan. Apalagi perempuan itu sudah tak suci lagi. maka kulit Rain langsung memerah.
Gadis itu terpaku di tempatnya. Tidak menduga akan mendapatkan perlakuan begitu dari Rain. keempat teman Rain pun tidak bisa berbuat apa-apa hanya diam saja melihat kejadian itu. Karena mereka tahu kalau Rain anti wanita. Gadis itu tanpa berkata apa-apa langsung berlari meninggalkan tempat itu. Sambil menangis memegangi pipinya yang terasa nyeri. Gadis itu adalah Anita, yang sejak dulu menyukai Rain. Tapi Rain selalu menolak dan sebisa mungkin menghindari nya. Tapi karena pada dasarnya Anita tidak punya malu. Semakin di tolak semakin ia merasa tertantang untuk mendapatkan Rain. Karena dari sekian banyak cowok yang pernah ia kencani, cuma Rain yang selalu menolak nya. Tapi tidak termasuk teman teman Rain, ya. Teman teman Rain sudah pada tahu kelakuan Anita.
" Hai bro." sapa Steven. Seolah tidak terjadi apa-apa.
" Hai." balas Rain.
" Sebenarnya ada apa Rai? " tanya Ronald to the points. Rain mengernyit kan keningnya.
" Gak ada apa apa? Aku baik baik saja kok."
" Jangan bohong bro, gue tau lo ada masalah. Kita berteman bukan baru kemarin. jujur aja lah bro. Siapa tau kita punya solusi?"
Rain terdiam sejenak.
" Oke aku akan cerita, tapi kalian jangan ketawain aku ya."
" Emang cerita lucu Rai sampai lo takut kami ketawa." Frans.
" Lucu sih enggak. Baiklah aku akan mulai cerita."
Rain pun bercerita kalau seminggu ini dia sedang mencari Melati yang belum ketemu.
"Pasti orang nya cantik. sampai elo ngotot mencari dia." William.
" Aku tidak peduli dia cantik atau jelek, yang pasti dia menyelamatkan nyawa ku. Sejak kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan nya lagi."
" Sewaktu dia nyelametin Lo dia umur berapa?" Ronald.
" Umur nya 10 tahun dan aku 13 tahun."
" Gue yakin tuh cewek pasti cantik deh. kalau jelek mana mungkin si Rain mau sama tuh cewek. Anita yang cantik dan seksi aja di tolak. "
__ADS_1
" Sorry kawan, aku gak suka barang bekas."
" Berarti lo sudah tau kalau Anita itu banyak yang pakai?"
Kemudian Rain membuka kancing kemejanya.
" Nih lihat, begini lah jadi nya bila aku bersentuhan dengan cewek bekas." Teman teman Rain baru tau kalau kulit Rain merah merah gara bersentuhan dengan cewek yang ramai makai nya.
" Jadi ini alasan nya lo anti sama cewek?"
" Ini salah satunya, dan alasan kedua hati aku udah di miliki oleh bidadari penyelamat aku."
" CK ck CK. ternyata teman kita sudah bucin akut."
" Terus bagaimana dengan pencarian lo itu, Rai? "
" Aku akan tetap mencari nya walaupun ke ujung dunia sekalipun."
" Lapar gak?"
" Di mana?"
" Di MP restauran. buka 24 jam, makanan enak dan cewek cewek pelayan nya cantik cantik."
" Ayolah."
" MP restauran? kenapa nama itu terasa tidak asing ya." gumam Rain.
" Ayo Rai, malah bengong. "
Mereka mengendarai mobil masing-masing menuju MP restauran. hanya butuh 20menit mereka sudah sampai di restauran itu.
" Kamu sering makan di sini nald?"
" Baru 2 kali. " Baru saja mereka masuk mereka sudah di sambut ramah oleh para cewek cantik pelayan di restoran itu. mereka memilih meja paling pojok agar bisa memandang cewek cewek cantik pelayan di restoran itu. Pandangan Rain tertuju pada sosok gadis cantik berhijab. kebetulan Melati habis dari kantor tadi mampir ke restoran ini untuk makan malam bersama karyawan nya.
" Hei Rai, naksir ya sama tuh cewek. Dia pemilik restoran ini kalau gak salah namanya Melati. " ucap Ronald pada Rain.
__ADS_1
Deg. Rain yang mendengar nama Melati langsung berdegup jantung nya. Tak lama Melati pun mendekat menghampiri mereka dengan membawa buku menu.
" Silahkan Abang abang ganteng mau pesan apa?" tanya Melati ramah. Rain yang berada berdekatan dengan tempat Melati berdiri merasa kan jantung nya berdetak lebih kencang. begitu pula dengan Melati, namun ia masih bisa mengendalikan diri nya. Rain menghirup dalam aroma tubuh Melati dengan bau khas bunga melati. semakin membuat Rain tak karuan. Tanpa sadar Rain menyebut satu nama yang sudah lama tidak di dengar oleh Melati.
" M P."
Deg...
jantung Melati makin berdegup kencang. Hanya satu orang yang menyebut nama nya dengan sebutan M P.
Melati menoleh memandang Rain lekat lekat. hingga keduanya beradu pandang seolah menyalurkan rasa rindu yang lama terpendam.
" Rain. kamu Rain?" Rain mengangguk pertanda iya.
" Kamu M P?" Melati juga mengangguk. Rain berdiri dari duduknya hendak memeluk Melati. namun Melati dengan sigap menahan dengan kedua tangannya.
" Halal kan aku dulu baru boleh peluk."
" Pasti. Aku pasti akan menikahi mu sesuai dengan janji ku padamu. " keempat sahabat Rain cuma bengong melihat interaksi keduanya.
" Aku pulang dari luar negeri langsung mencari mu kedesa mu. tapi kata Bunda, kamu ada di ibukota. selama satu Minggu aku keliling ibukota demi mencari mu. namun tidak juga bertemu. di dalam doa ku, aku berdoa semoga kita bertemu. sekarang Allah mengabulkan doa doa ku." dengan berderai air mata Rain mengungkapkan segala uneg-uneg nya.
" Aku juga merindukan mu. dan selalu berharap bertemu dengan mu. aku selalu setia menunggu mu."
" Jadi ini yang kamu maksud dulu?"
" Iya, sejak kau menyebut nama ku M P. Aku jadi dapat ide, bila suatu hari nanti aku sukses aku akan memberikan nama M P untuk setiap usaha ku . "
" Aku sekarang bahagia karena sudah bertemu dengan mu."
" Tunggu, tunggu, tunggu. jadi kalian sudah saling kenal?" Ronald.
" Iya bro, dia lah bidadari penyelamat aku dulu. dan sejak saat itu aku jatuh cinta pada nya. Dia cinta pertama ku dan terakhir bagi ku. " Melati yang mendengar kata kata langsung memerah wajahnya bak tomat matang.
" Baik lah aku akan buat kan kalian makanan istimewa untuk malam ini. Dan yang pasti gratis." mereka yang mendengar makan gratis langsung bersorak gembira.
" Gila lo bro, ternyata benar kaya bidadari. Pantas saja setiap kali gue mau dekati dia, dia bilang udah ada yang punya. gak tau nya elo. " Rain hanya terkekeh. hilang sudah wajah kusut nya berganti dengan wajah berseri seri dan senyum seribu watt.
__ADS_1