
.
.
.
" Jadi kapan kalian nikah?" tanya Rain pada Ronald.
" Lo kok jadi ke gue?" bukan nya menjawab Ronald malah bertanya balik.
" Yang sudah bertunangan di sini kan baru kalian berdua. " Ronald dan Ratih hanya saling pandang.
" Bulan depan." jawab keduanya serentak.
" Cie, cie cie kompak banget." goda Melati. Ratih tertunduk mukanya sudah memerah menahan malu.
" Bro, kita pulang dulu ya," Ronald menarik tangan Ratih pelan, mereka tidak mau berlama-lama di sini akan semakin di goda.
Ratih pun mengikuti Ronald.
" Mas kenapa kita pulang?"
" Kamu mau di goda terus sama mereka?"
" Ya enggak lah mas."
" Maka dari itu kita harus menghindari mereka, daripada di goda terus emang kamu gak malu?"
" Ya malu lah, mas. mas juga malu?"
" Aku sih enggak, aku cuma mikirin kamu." Akhirnya keduanya pulang dengan mengendarai mobil. Kini tinggal lah empat pasangan kekasih yang masih asik bercerita ngalur ngidul.
Ke esok kan hari nya...
Melati terbangun dari tidurnya dan melihat jam di dinding menunjukkan pukul 04: 30. Melati segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu baru ia menunaikan shalat subuh. setelah selesai shalat, Melati membaca ayat ayat suci Al-Quran. Dengan suara merdu nya Melati melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Pukul 05: 30 Melati berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan sarapan, meskipun sudah ada pelayan di rumah itu tapi Melati masih tetap turun tangan untuk membantu.
" Hari ini kamu mulai kuliah, nak?" tanya Alfian saat mereka sedang sarapan pagi.
" Iya ayah, hari ini pertama kali masuk, hanya pendaftaran ulang. sebelum nya aku mendaftar kan diri melalui online." Melati.
" Sekarang kamu mengambil jurusan apa?" tanya Rania.
" Jurusan desaigner Bunda." jawab Melati.
" kamu mau jadi perancang?" tanya Rania lagi.
" Iya Bunda," jawab Melati. Dulu Melati kuliah mengambil jurusan manajemen dan bisnis. Karena Melati ingin menjadi seorang pebisnis handal. sekarang terbukti bahwa dirinya memang orang yang hebat. dalam usia muda dia sudah bisa mendirikan perusahaan tanpa bantuan orang lain. berkat kegigihannya dalam berusaha tanpa kenal lelah. ternyata benar usaha tidak menghianati hasil.
" Amel berangkat dulu ya Bun, ayah." Melati pamit sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Anak mu itu persis kamu Yah, keras kepala. sebelum keinginan nya tercapai ia tidak akan berhenti." Ucap Rania pada suaminya.
" Anak kamu juga, Bun. kalau ayah sendiri tidak akan jadi." Rania tidak berkutik lagi, akhirnya ia malu sendiri.
Melati mengendarai motor matic nya, ia tidak menggunakan mobil mewah milik nya. tidak ingin terlalu mencolok, biarlah terlihat sederhana. Sesampainya di tempat yang di tuju, kampus ternama di kota ini. kampus nya orang orang kaya. Melati bisa saja mengambil jalur beasiswa, tapi ia tidak mau biarlah beasiswa untuk mahasiswa atau mahasiswi yang kurang mampu tapi berprestasi.
Melati memarkir kan motor matic nya di tempat parkir khusus motor. Melati tidak heran lagi jika banyak mobil mewah terparkir di sana. Melati masuk dan berjalan di koridor kampus. Tanpa menoleh kiri kanan Melati hanya berjalan lurus, Tidak mempedulikan tatapan para mahasiswa dan mahasiswi lain. Ada yang kagum dengan kecantikan Melati, ada juga yang iri. Melati terus berjalan sambil mengedarkan pandangan nya mencari ruangan dekan. Tiba tiba ada yang menabrak nya dari arah berlawanan. seorang gadis culun sedang membawa banyak buku.
Gadis itu memang sering di bully di kampus ini.
" Ah maaf, maaf saya gak sengaja." kata gadis itu dengan nada gugup. ia takut semakin kena bully.
" Gak apa apa, lain kali hati hati ya." ucap Melati sambil membantu memungut buku itu.
" Biar aku bantu bawa ya,"
" Gak usah, nanti saya kena marah."
" Tenang saja, gak akan ada yang marahin kamu selama ada aku." Akhirnya gadis itu pun pasrah.
" Oya, nama ku Melati panggil saja Amel, kamu siapa?" tanya Melati
" Namaku Riska," jawab Riska
" Kamu jurusan apa?" tanya Melati lagi.
" Saya jurusan manajemen" jawab Riska.
" Terimakasih ya Mel, udah sampai sini saja."
" Oh ya udah, aku mau ke ruangan dekan."
" Boleh saya antar, seperti nya tadi kamu kesulitan mencari ruangan dekan."
" Kamu benar, soalnya aku baru pertama kalinya."
" Mari saya antar kamu."
" Terimakasih sudah mau antar aku."
" Seharusnya saya yang berterima kasih, karena sudah mau berteman dengan saya."
" memang nya kenapa?"
" Gak ada yang mau berteman dengan orang jelek seperti saya, saya juga anak beasiswa."
" Berarti kamu orang yang pintar dan berprestasi, makanya kamu dapat beasiswa. tidak semua orang bisa mendapatkan beasiswa selain orang itu pintar." ucap Melati, membuat hati Riska sedikit menghangat, belum pernah ada orang yang memuji nya seperti itu. Melati tiba diruangan dekan, dan mengurus administrasi nya. setelah selesai mereka pergi ke kantin.
" Kamu ada kelas hari ini?" tanya Melati pada Riska.
__ADS_1
" Ada nanti siang," jawab Riska.
" Kalau gitu kita makan dulu ya." Riska nampak ragu, sebab ia tidak punya uang untuk makan di kantin, paling ia cuma bawa bekal.
" Saya sudah bawa bekal, Mel."
" Tidak apa-apa, bekal kamu untuk nanti saja. sekarang kita makan."
" Ta.. tapi saya tidak punya uang." ucap Riska malu malu.
" Tidak usah malu-malu, aku yang traktir."
" Tapi..." perkataan Riska terpotong.
" Tidak ada tapi tapi, kalau kamu anggap aku teman jadi jangan menolak." Riska tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menurut saja.
" Kamu tinggal di mana,, RIS?"
" saya tinggal di kosan dekat sini, hanya 15menit jalan kaki."
" Kapan kapan boleh dong aku main ke tempat kos kosan mu?"
" Tapi saya kerja part time untuk menyambung hidup sehari-hari."
" kerja apa kamu?"
" kerja sebagai kasir di minimarket."
" pesan makanan gih, aku pesan seblak ceker ayam ya. kamu mau pesan apa terserah kamu." Riska bangkit dari duduknya berjalan kearah dapur kantin untuk memesan makanan. setelah memesan makanan dan tidak lupa minum nya, Riska kembali lagi ke tempat Melati duduk.
" Berapa gaji kamu kerja di sana.?"
" Satu juta, karena aku masuk setelah jam kuliah, terus pulang nya jam 10 malam." jawab Riska jujur.
" Gimana kalau kamu kerja di tempat ku aja?"
" Ha... kerja apaan?" Riska malah balik bertanya.
" Pelayan restoran, aku akan beri kamu gaji tiga juta perbulan, dan uang saku seratus ribu perhari serta makan di tanggung selama di tempat kerja, kalau di luar kerja tanggung sendiri. Gimana?"
" Saya terima deh, tapi tunggu setelah saya resign dari tempat kerja saya, dua hari lagi saya gajian dan langsung resign."
" Baiklah kalau gitu." Makanan yang mereka pesan pun tiba, Riska makan dengan begitu lahap sekali. Namun di saat mereka sedang asyik makan tiba tiba saja datang pengganggu.
" Heeh minggir kalian."
.
.
__ADS_1
.