
[Georgino]
Sudah 4 hari aku mencari keberadannya. Seorang anak yang sudah mempermalukanku seperti ini. Aku yakin usianya belum genap 15 tahun. Dengan kemampuan bertarungnya yang hebat, aku yakin seharusnya ia bersekolah di ibukota.
Hingga saat ini aku masih merasa kesal dengan apa yang sudah ia perbuat kepadaku. Bagaimana mungkin ia bisa menghindari semua seranganku, padahal aku sudah mengerahkan semua kemampuanku. Terlebih lagi aku sudah menggunakan sihir penguatan, harusnya seorang yang memiliki kekuatan sihir lemah seperti dia sangat mudah aku kalahkan.
Refleks dan gerakannya sangat gesit, baru kali ini aku menemukan seseorang yang bisa menghindari semua seranganku tanpa menggunakan sebuah senjata. Namun yang paling membuat aku terheran-heran adalah gerakannya yang seolah bisa menghilang didepan mataku. Seolah-olah ia bisa berpindah tempat, namun yang membuat aku tercengang adalah gerakannya yang terakhir hingga membuat ia bisa menghilang seolah-olah dia adalah hantu.
Aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri. Rasanya pasti akan sangat menyenangkan. Aku takut jika aku biarkan ia hidup, dia akan semakin berbahaya. Aku bukanlah seorang yang bisa berbelas kasih terhadap seorang anak kecil, apalagi dia berpotensi mengancam hidupku.
“Maaf bos, dia belum bisa kami temukan”
Aku bangkit dari kursiku dan memukul dia dengan sangat keras hingga terlempar sejauh 2 meter. Mereka benar-benar tidak berguna, bagaimana mungkin mereka tidak bisa menemukan seorang anak yang sedang terluka hingga 4 hari lamanya. Aku yakin dia pasti kembali lagi ke Schmiede, apalagi aku mendengar rumor bahwa ia sudah melakukannya selama 7 tahun.
“Cepat cari, bagaimana mungkin kalian belum bisa menemukan dia? Kita sudah memblokir jalan menuju desa selama 4 hari lamanya?”
“Tapi bos, sekarang kita juga harus menghadapi pasukan kerajaan”
Aku berdiri lalu menebas lehernya dan berkata, ”Apakah masih ada yang mau melawan?”. Aku melihat ke sekeliling lalu berkata, “Jumlah kalian lebih dari 200 orang, untuk mencari seorang anak kecil saja tidak berguna. Ini adalah wilayah kita, pasukan kerajaan tidak terbiasa bertarung di dalam hutan. Harusnya kalian bisa membunuhnya atau paling tidak menghindarinya”.
Lantas akupun pergi masuk ke dalam kamarku karena kesal.
Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan. Apa yang sedang terjadi? Apakah kita sedang diserang. Sial sepertinya kita diserang oleh pasukan kerajaan. Lalu aku pun bangun dan mengambil senjataku yang tersandar di dekat tempat tidurku.
Diluar aku melihat anak buahku mengelilingi tendaku. Mereka sedang bersiaga. Sebagiannya lagi lari tunggang langgang meninggalkan hutan menuju tenda kami. Dasar bodoh, apa yang sedang ia lakukan. Itu sama saja memancing musuh kemari.
Aku melihat sebuah benda yang mengarah ke arahku, lalu akupun melompat dan menebasnya. Sial, ternyata salah satu anak buahku. Saat aku perhatikan lebih seksama ternyata bukan hanya satu, tapi sekitar 20 atau bahkan 30 orang.
__ADS_1
Hah, siapakah yang sudah melakukan hal ini? Aku melihat mereka tergeletak tak bergerak dengan seluruh tulang rusuk dan tulang penyangga tubuh yang hancur. Pantas saja sangat mudah aku tebas, sepertinya mereka terkena hantaman benda keras. Gawat, sepertinya kita berhadapan dengan orang yang salah.
Bagaimana mungkin orang sekuat ini berada disini, padahal aku sudah membayar pimpinan mereka agar tidak datang kemari. Apakah mereka sudah tidak mau menerima upeti dariku? Ah paling mereka hanya mencari muka agar bisa naik pangkat, aku juga merasa bahwa apa yang aku perbuat sudah terlalu berlebihan. Pasti sudah menarik perhatian kerajaan. Baiklah aku akan selesaikannya secara baik-baik.
Aku melihat seseorang yang memegang kepala salah satu anak buahku. Lalu ia pukul dengan sangat keras ke arahku hingga mati seketika. Gila, dia sangat kuat. Aku harus berhati-hati ketika berbicara dengannya, jangan sampai aku menyinggungnya.
Orang tersebut menggunakan sebuah tudung berwarna hitam. Aku tidak tahu apakah ia seorang pria atau wanita. Tiba-tiba ia berlari ke arahku, dengan sekali pukulan ia menghempaskan seluruh orang yang menghalangi jalannya. Hempasan anginnya bahkan mematikan seluruh cahaya obor yang ada di sekelilingku. Aku harus bernegosiasi dengan dia. Jika tidak, bisa-bisa kami semua dibasmi olehnya.
“Maaf tuan, sepertinya anak buah saya sudah mengganggu perjalanan anda”
“Tidak, aku memang sedang mencari kalian”
Orang tersebut menjawab, namun suaranya tertutupi sesuatu sehingga aku tidak bisa membedakan apakah itu suara laki-laki atau perempuan
“Apakah yang anda inginkan dari kami tuan? Sepertinya kami tidak pernah telat melakukan pembayaran”
“Aku tidak menginginkan uang kalian. Yang aku inginkan adalah nyawa kalian”
“Iya, kalian sudah bersalah. Bukan hanya bersalah, tetapi kalian juga berani menyinggungku”
Lalu ia berlari dan menyerang secara kami membabi buta. Aku melihat ia adalah orang yang sangat kuat, bahkan tanpa sihir dan senjata ia berhasil memporak-porandakan anak buahku dalam waktu yang sekejap mata. Ia bergerak sangat cepat, bahkan mataku saja tidak bisa mengikuti arah pergerakannya.
Aku tahu meskipun kami menyatukan kekuatan, kami tidak akan bisa mengalahkannya. Oleh sebab itu aku berlari dengan sangat cepat untuk menghindari amarahnya. Baru saja aku mengalihkan perhatianku darinya, tiba-tiba ia berada di hadapanku dan menghantam perutku hingga aku terlempar beberapa belas meter jauhnya. Serangannya sangat berat, bahkan seperti dihantam oleh sebuah balok yang sangat besar. Aku melihat kesekelilingku ternyata seluruh anak buahku sudah dimusnahkannya.
“Ampun tuan, tolong ampuni hidup saya”, Aku berkata sambil bersujud dihadapannya.
“Kenapa kamu meminta ampun ? Apakah kamu pernah mengampuni orang yang meminta ampun kepadamu?”
__ADS_1
“Tidak tuan”
Aku hanya bisa menangis, sejujurnya aku takut mati.
“Hahaha, apakah kamu tidak malu dengan perbuatanmu sendiri, ayo tunjukkan kemampuanmu, buat aku terkesan. Jika aku terkesan, aku akan mengampunimu bahkan mengangkatmu sebagai anak buahku”
Orang tersebut tertawa puas karena merasa lucu mendengar jawabanku.
Lalu aku bangkit dan menyerangnya dengan sekuat tenaga. Aku hanya harus membuatnya terkesan bukan? Aku harus mempertaruhkan hidupku dalam seranganku ini. Aku berlari dan menerjangnya, ku kerahkan seluruh tenaga dan sihirku kedalam pedangku ini.
Madereros
Aku menggunakan serangan pamungkasku. Sebuah serangan yang sangat cepat dan kuat dengan menebas ke arah samping. Serangan tersebut merupakan serangan dengan elemen angin yang mengubah angin menjadi pisau udara.
Hempasan udara bergerak sangat kuat hingga menerbangkan rumput-rumput yang dilaluinya. Orang tersebut hanya berdiri mematung melihat seranganku. Sepertinya ia tidak sempat bereaksi. Hahaha, mati kau.
Beberapa saat sebelum serangan tersebut mengenainya. Tiba-tiba ia berada di hadapanku.
“Lemah”
Uhuk…
Ia menghantam perutku hingga aku terpelanting ke udara dan menyebabkan semua tulang rusukku patah, rasanya benar-benar sakit. Tiba-tiba ia berada di atasku. Lalu ia hantam kepalaku hingga terhempas membentur ketanah. Akupun mati seketika.
__ADS_1