Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain

Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain
Episode 25 (PAGI YANG TIDAK TERDUGA)


__ADS_3

Sudah sebulan berlalu semenjak aku menjalani hukumanku, akhirnya hari ini aku bisa bebas. Selamat tinggal zaman kegelapan dan selamat datang zaman pencerahan, izinkan aku menikmati masa mudaku yang indah.


Membersihkan sekolah bukanlah hal mudah, apalagi membersihkan area sekolah yang memiliki luas lahan sebesar 1.000.000 meter persegi. Apa kalian sudah gila? Membersihkan area seluas ini bagi anak yang lemah dan tak berguna sepertiku hanya akan mengganggu masa pertumbuhanku.


Untuk apa kalian membayar petugas kebersihan sekolah apabila kalian bisa menjadikan murid bermasalah sepertiku sebagai seorang budak pekerja? Hukuman ini benar-benar tidak manusiawi. Aku menginginkan seorang kuasa hukum agar bisa melaporkan kasus ini kepada ILO dan UNICEF. Bukankah mereka memiliki program penghapusan pekerja anak serta program penghapusan kekerasan dalam dunia pendidikan? Tolong bantu aku mengecam tindakan sewenang-wenang sekolahku.


Lihat ini, akibat perlakuan sewenang-wenang kalian membuat tubuhku sedikit lebih berotot seperti gorilla. Apakah kalian tidak tahu bahwa aku sekarang harus bermalas-malasan agat tubuhku kembali normal? Apakah kalian tidak tahu bahwa itu tandanya aku harus menunda waktuku untuk mewujudakan cita-citaku membangun kerajaan bisnis hiburan di dunia ini?


Padahal dalam beberapa tahun kedepan aku berencana membangun maid café, studio game dan studio animasi di dunia ini. Bisa kalian bayangkan berapa penghasilan yang bisa aku dapatkan jika aku membangun Akihabara di dunia ini? Apalagi aku tidak perlu membayar royalty dari karya populer dunia.


Namun sayangnya aku masuk ke kelas petarung, lalu apa yang bisa aku lakukan sekarang? Baiklah pertama-tama aku harus mendapatkan uang. Sepertinya satu-satunya cara untuk mendapatkan uang dengan cara instan adalah menjadi seorang petualang. Untungnya aku telah bergabung dengan Organisasi Petualang.


Kemarin aku tak sengaja bertemu Pak Einhard lalu memprotes dia karena ia tidak memberitahuku bahwa terdapat kelas penempa dan obat-obatan. Awalnya aku tidak mengerti dengan jalan pikirannya hingga ia berkata, ‘Aku tidak akan mengajarkan kalian sesuatu yang tidak aku kuasai’, dengan intonasi suara yang diikuti tawa seperti orang bodoh. Sungguh, membayangkannya saja sudah membuat aku kesal. Lalu ia berkata bahwa aku benar-benar murid yang tidak berguna. Diam Pak Einhard, aku tidak mau mendengarkannya dari guru yang tidak berguna sepertimu.


Terakhir aku memberitahu bahwa aku telah bergabung menjadi Anggota Organisasi Petualang sebagai pemegang lisensi palladium dan berencana berpetualang seorang diri di sela-sela waktu belajarku.


Awalnya ia kaget karena ini adalah pertama kalinya seorang lulus sebagai pemegang lencana palladium dalam ujian petualang semenjak berdirinya Organisasi Petualang. Lalu ia berkata bahwa menghormati segala keputusanku selama itu tidak melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Aku tidak menyangka bisa mendapat jawaban seperti itu dari Pak Einhard, ternyata ia bisa bersikap bijak juga.

__ADS_1


Ya, aku berencana berpetualang seorang diri karena aku tidak mau mengganggu masa belajar Sitha. Aku memutuskan untuk berpetualang karena seluruh materi belajar di akademi ternyata sudah aku pelajari selama setahun terakhir. Aku pikir aku akan melewati ujian di kelas tanpa hambatan kecuali pada ujian praktek. Oleh sebab itu Pak Einhard hanya memintaku untuk datang ketika pada saat pelajaran praktek bertarung yang diadakan setiap hari senin.


Terdapat banyak quest yang bisa diambil dari organisasi petualang. Untuk pemegang lencana palladium sepertiku, permintaannya bahkan datang dari berbagai wilayah di seluruh dunia. Aku memutuskan hanya akan mengambil quest atau sekedar berburu monster di hutan dekat ibukota kerajaan.


Aku merasa heran mengapa ibukota kerajaan ini bangun dekat hutan yang terdapat banyak monster berbahaya. Aku pikir ini adalah hal yang disengaja sebagai sebuah benteng alam yang menghindari serangan dari arah belakang kerajaan. Akhirnya, fokus pertahanan hanya ada di sisi barat timur atau selatan sedangkan di bagian utara diberikan kepada petualang untuk membasmi monster yang mencoba mendekat ke area kerajaan. Harus aku akui, ini sangat cerdas.


Akademi Stacia berada di dekat area hutan tersebut. Aku merasa heran mengapa sebuah area belajar justru ditempatkan di tempat yang berbahaya seperti itu. Namun dengan banyaknya guru yang memegang gelar sebagai Master Sihir atau Master Petarung, aku pikir kami tidak perlu khawatir. Kemampuan mereka setara dengan Paladin kerajaan.


Namun bagiku ini bagai anugerah tersendiri. Apalagi Gedung Organisasi Petualang hanya membutuhkan waktu 20 menit dengan berjalan kaki. Dengan kata lain, memiliki waktu berpetualang yang banyak tanpa harus takut pulang terlambat, apalagi asrama sekolah ditutup pada pukul 9 malam. Artinya aku harus tidur di luar atau mencari penginapan. Aku tidak mau menghamburkan uangku untuk sesuatu yang tidak berguna karena aku memiliki cita-cita untuk mendirikan kerajaan bisnis hiburan.


Sinar matahari tepat menyinari wajahku, aku pun langsung terbangun. Gawat aku bangun terlambat, artinya aku juga tidak mendapatkan sarapan. Aku bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan mengganti pakaianku, lalu aku langsung pergi menuju sekolah.


Aku pun membuka pintu menuju keluar asrama, tiba-tiba aku melihat Sitha. Apa yang sedang dia lakukan di depan asramaku?


“Sitha, apa yang sedang kamu lakukan di depan asramaku?”, Aku berkata.


“Aku sedang menunggumu. Aku belum sempat berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkanku waktu itu”, Sitha menjawab sambil melihat ke arah bawah.

__ADS_1


Ya, aku hampir sebulan tidak bertemu dengan Nathania dan Gori, apalagi Sitha. Skorsing selama sebulan penuh, apalagi aku harus mengabdikan diri sebagai pekerja rodi yang penuh dengan intergiras. Hal tersebut benar-benar menyita waktuku.


Selama menerima hukuman, aku harus memulai pekerjaanku pukul enam pagi dan berakhir pada pukul sembilan malam, atau bisa diartikan pula bahwa aku mulai bekerja sebelum aktifitas sekolah dimulai dan berakhir ketika aktifitas disekolah selesai. Aku merasa sedang dikarantina agar tidak menyebarkan pengaruh buruk bagi siswa lainnya.


“Hahaha, tidak apa-apa. Tak usah dipikirkan”, Aku berkata sambil menggaruk gabian belakang kepalaku. “Bukankah kamu bisa melakukannya nanti, apalagi sampai membuat kamu terlambat masuk ke kelas” Sambungku.


“Hmmh”, Sitha menggelengkan kepala lalu berkata, “Apa yang kamu alami lebih buruk daripada yang aku lakukan saat ini. Ini untukmu, sebagai ucapan terima kasihku”, Sitha berkata lalu memberikan sebungkus coklat untukku sambil menunduk dan memejamkan matanya. Aku pun menerimanya dengan senang hati karena kebetulan aku belum sarapan pagi ini.


“Terima kasih Sitha. Aku mencintaimu”, Lalu akan makan coklat tersebut sampai habis lalu berkata, “Enak”.


“Heeh?”, Sitha berkata dengan wajah yang merah.


“Baiklah, ayo kita berangkat ke kelas. Sepertinya kita akan mendapatkan hukuman”, Aku berkata.


“Hm”. Sitha pun menganggukkan kepala. Kami pun berangkat ke sekolah.


Perjalanan dari asrama kami menuju ke sekolah membutuhkan waktu selama 10 menit dengan berjalan kaki. Kami melewati padang rumput dan taman-taman yang tersusun rapi dan diselingi pohon-pohon besar di sekitar sini. Kebetulan awal tahun pelajaran dimulai di musim semi, terdapat banyak bunga yang tumbuh di sekitar kami. Apaan-apaan dengan suasana romantis ini, terlebih lagi kami hanya berjalan berdua di sekitar sini. Apakah cupid sedang bercanda?

__ADS_1


 


 


__ADS_2